CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 69. TERBAYANG LAGI


__ADS_3

Setelah menghabiskan vodkanya, Lion berjalan masuk kedalam kamar mandi sambari membersihkan tubuhnya sebelum wanita-wanita yang ia pesan datang.


Hampir sejam Lion berkutat di dalam kamar mandi dan akhirnya ia keluar hanya mengunakan jubah mandi.


Tak lama pintu diketuk dari luar. setelah mendapatkan sahutan dari dalam, orang yang ada dibalik pintu itu masuk, dua wanita cantik dengan tampilan seksi nan menggoda masuk ke dalam ruangan Lion.


Mereka lantas mendekat ke arah Lion, dan menggerayangi tubuh Lion tanpa disuruh. Honay apa kita akan melakukannya di sini?" Bisik salah satu wanita itu dengan suara yang super manja.


Lion tak membalas ucapan wanita itu. Ia bangkit dari kursinya dan masuk ke dalam kamar pribadinya diikuti dua wanita itu.


Sesampainya di dalam kamar, Lion langsung membuang tubuhnya di kasur. Melihat Lion yang sudah berbaring di atas kasur, lantas kedua wanita itu berjalan mendekat ke arah Ranjang dan naik.


Salah satu wanita yang bernama Dona, menarik pengikat bathrobe yang dikenakan Lion, hingga menampakkan tubuh atletis  dengan perut mirip roti sobek. Kedua wanita itu meneguk kasar ludahnya, lantas saling tatap.


"Layani aku," seru lion.


Kedua wanita itu mengangguk dengan cepat dan tersenyum.


Setelah mendengar ucapan Lion seketika Dona langsung ******* senjata milik Lion sedangkan Stella memajukan wajahnya ke atas dan langsung berciuman cukup lama dengan lion.


Erangan demi erangan terdengar keluar dari mulut lion ketika Dona semakin ******* miliknya. Sedangkan tangannya meremas kedua benda bulat milik stela.


Lelah melakukan pemanasan Lion bangkit dari berbaringnya dan berniat melakukan penyatuan, namun saat ia akan memasukkan senjatanya. Tiba-tiba ia melihat wajah Stella berubah menjadi wajah iren. Lion dengan cepat menggeleng dan bangkit dari kasurnya.

__ADS_1


"what's Up honay." Tanya Stella saat Lion bangkit dari kasur.


"Keluar!!!" Bentak lion menunjuk ke arah pintu.


"But why." Tanya Dona dan Stella secara bersamaan.


"Keluar!!."seru lion, menatap tajam kedua wanita itu.


Dona dan Stella yang di tatap tajam, tiba-tiba bergidik ngeri. Mereka lantas bangkit mengambil pakaiannya beserta barang-barangnya dan langsung berlari keluar kamar sambil menenteng high heelsnya lalu berlari keluar kamar, mereka akan memakai pakaiannya diluar kamar pribadi Lion.


Setelah Dona dan Stella keluar. Lion langsung mendudukkan tubuhnya di kasur. Ia menekuk tubuhnya kemudian meremas rambutnya.


"Ada apa dengan ku." Lirih Lion wajahnya terlihat sangat frustasi.


Selama Iren pergi meninggalkan mansionnya, terkadang tanpa sengaja ia memikirkan Iren. Walaupun mulutnya berkata ia sudah melupakan Iren. Namun hati dan pikirannya berkhianat, hatinya masih terpaut dengan wanita itu. Itu sebabnya sebulan setelah Iren pergi, Lion masih sama seperti dulu, menetap di ruang kerjanya yang ia sulap menjadi kamar, ketimbang kembali tidur di kamar utama. Bayangan-bayangan Iren selalu melintas di kepalanya.


Setelah ia sampai di kamar mandi ia langsung turun ke bathtub. Ia menyandarkan tubuhnya ke belakang dan langsung memejamkan matanya. Ia butuh merilekskan Tubuhnya. Namun baru beberapa detik berendam di kepalanya terngiang saat Iren merintih kesakitan. 


"Aghhh, ada apa dengan ku!! Mengapa wanita itu terus melintas di kepala ku" Ujar lion dengan geramnya. Ia lantas bangkit dari berendamnya dan berjalan ke arah shower.


***


Sudah sebulan Iren di rawat di rumah sakit mount Elizabeth Singapura. Beberapa hari setelah kondisi Iren agak membaik, Rey dan mahesa memutuskan untuk merawat Iren di Singapura. Rey dan mahesa tidak bisa terlalu lama meninggal perusahaan, apalagi saat ini kondisi perusahaan sedang terombang ambing akibat semua investor menarik sahamnya.

__ADS_1


"Sayang, Apa kau mau ini." Tanya Sonia saat menyuapi putrinya makan.


Iren mengeleng, tanpa menjawab pertanyaan mommy. Walaupun Iren di katakan sudah membaik ia tetap saja diam. Jika ia ditanya ia akan mengangguk dan menggeleng, ia tak pernah berbicara sepatah katapun. dan Akhir-akhir ini, iren juga tampak tak berselera untuk makan, berulang kali Sonia memesan makanan yang dulu Iren sukai, namun tak satupun yang ia makan. 


Sonia menarik nafas panjang, ia butuh extra sabar menghadapi Iren. Sonia lantas melirik ke arah sofa di mana ada Sera yang duduk di sana.


"Apa kau sudah makan?" Tanya Sonia pada Sera. 


Sera tersenyum." Tadi sebelum berangkat ke sini aku sudah sarapan Nyonya." Balas Sera. Saat ini Sera di pekerjakan oleh Rey untuk menjaga Iren.


Tak lama seorang dokter masuk kedalam kamar iren setelah tadi sempat nyonya Sonia mengeluh pada seorang psikiater saat memeriksa kondisi Iren.


"Bagaimana kondisinya nona? Apa ada keluhan" Tanya wanita yang memakai snelin putih itu. Ia memegang tangan Iren lantas memeriksanya.


Lagi-lagi Iren mengeleng.


"Saya akan melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu pada Nona Irene, mungkin setelah dia hari kita akan tahu apa penyebab nona Iren seperti ini." Ujar dokter itu, menatap ke arah Sonia yang berdiri di samping brankar Iren.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih karena sudah mampir ke carita receh author. jangan lupa tinggalkan jejak, Like' dan komen.


selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan, insya Allah klo ngak ada halangan, nnti malam up lagi. semoga kalian semua diberi Kesehatan.🙏


__ADS_2