CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 90. Di kejar


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu setelah kejadian itu, hari ini Lion kembali bertandang ke Indonesia.


"Apa kau yakin akan menemui orang tua Stevani?" Tanya Jeremy yang sibuk menyetir mobil.


"Tentu saja. Setelah itu aku akan mengejar cinta Iren kembali." Lionel tampak tersenyum di pikirannya hanya bagaimana caranya bisa mendapatkan cinta Iren kembali, setelah itu barulah ia menemui tuan Mahesa dan juga Sonia. Dia akan meminta maaf dan mengembalikan semua aset yang pernah dia rampas dari keluarga Gantari.


Jeremy menggeleng-gelengkan kepalanya."apa kau yakin bisa mendapatkan cinta Iren kembali?"


Lion terdiam. Sebenarnya dia belum yakin jika Iren akan menerima cintanya kembali. Mengingat apa yang pernah ia lakukan pada iren 5 tahun yang lalu. Namun, demi buah hatinya bersama dengan Iren, dia tidak akan mundur. Jika Iren tak mau menerimanya kembali, makan lion akan melakukan hal lebih, walaupun harus menyekap Iren di suatu tempat lalu membuat wanita itu menerimanya kembali.


"Apa kau baik-baik saja?" Jeremy menghentikan mobilnya. Ia menatap atasannya dengan penuh tanda tanya.


"Aku hanya sedikit khawatir." Lion menatap lurus kedepan.


Jeremy mengernyitkan alisnya." Khawatir?" 


Lion mengangguk." Aku hanya khawatir. Khawatir jika Iren tidak ingin kembali lagi padaku." Lion menghembuskan nafasnya kasar." Kau tau Wiliam Leander pemilik WL group?"

__ADS_1


Jeremy mengangguk."ada apa dengannya?"


"Dia adalah saingan terberat ku, selama lima tahun terakhir ini dia yang membatu keluarga Iren keluar dari keterpurukan mereka karena ulah ku." Lagi-lagi lion menghembuskan nafas kasar." Dia mencintai iren, bahkan putraku memanggilnya dengan sebutan daddy."


Jeremy yang mendengar ucapan atasannya hanya bisa memegang pundaknya."kau jangan khawatir. aku yakin, jika Iren belum menerimanya, itu berarti Iren masih mencintaimu." 


Jeremy terus memberikan semangat pada atasannya, walaupun ia belum sepenuhnya yakin jika Iren masih mancintai lion.


Saat sibuk mengobrol. Jeremy menatap kaca spion yang ada di depannya. Seketika ia menatap aneh lalu menoleh ke belakang. Di belakang mobilnya terlihat sudah  ada beberapa mobil berwarna hitam metalik berhenti tidak jauh dari tempatnya saat ini.


"Sial, kita dalam bahaya." Ucap Lion yang ada di samping Jeremy.


Jeremy mengangguk, tanpa bertanya lagi, ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Lion menoleh kebelakang."lebih cepat lagi!" Perintah lion.


"Ini sudah kecepatan paling tinggi." Jeremy terlihat mencari jalan agar bisa terbebas dari anak buah Andreas.

__ADS_1


Lion membuka dasbor mobilnya. Kemudian mengambil senjata jenis revorver di sana. Lion membuka kaca mobilnya lalu mengarahkan senjatanya ke mobil yang ada di belakangnya.


Dor


Dor


Dor.


Lion menembak mobil yang ada di belakangnya. Tapi sialnya, ia selalu salah mengenai sasarannya.


"Jeremy lebih cepat lagi!" Teriak lion.


"Maaf tuan, ini sudah kecepatan paling tinggi." 


"Sial." Umpat Lionel. Saat ini, mereka keluar tanpa membawa pengawal. Sedangkan anak buah Andreas begitu banyak. Bukan karena dia pengecut, ia hanya tidak ingin mati konyol. Anak buah Andreas membawa berbagai macam senjata sedangkan ia hanya membawa dua pistol berjenis revolver buatan Jerman.


Lion kembali menoleh ke belakang."Jeremy menunduk!"teriak lion. Ia melihat seorang pria yang ada di dalam mobil itu akan menembaki kaca mobil bagian belakangnya.

__ADS_1


"Hentikan mobilnya di pinggir jembatan!" Titah lion. Ia mengambil beberapa barang pentingnya dan langsung keluar dari mobil di ikuti Jeremy. Saat mobil yang mengejar mobil lion hampir mendekat.


"Ayo Jeremy." Lion meloncat Turung ke jembatan diikuti Jeremy yang juga meloncat.


__ADS_2