CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 20. KENYATAAN PAHIT


__ADS_3

Lion keluar dari mobil yang saat ini Ia kendarai Dengan tergesa-gesa, ia membanting pintu mobilnya, kemudian berjalan dengan sedikit berlari memasuki mansion mewah miliknya.


"Jeremy, Jeremy, Jeremy," teriak Lion saat tiba di ambang pintu. Ia sedang mencari asistennya. Kilat kemarah jelas terlihat dari kedua sorot matanya.


Dari arah dapur, seorang maid yang berstatus sebagai kepala pelayan berlari menghampirinya.


"Ada apa tuan?"ucap seorang maid yang di ketahui bernama Maria. Ia seketika menuduk sambil bergidik ngeri saat tadi tanpa sengaja matanya melirik ke arah tuannya.


"Di mana Jeremy,"tanya Lion dengan sedikit membentak.


"Tadi tuan Jeremy mengantar nyonya Irene naik ke kamar utama Tuan,"balas Maria.


Mendengar nama Irene di sebut, sorot kebencian terlihat jelas di kedua mata Lion, ia berjalan mendekat ke arah maid lalu mengapit rahan Maria menggunakan ke dua jarinya."jangan sebut namanya di depan ku, camkan itu, kau mengerti?,"Lion berucap dengan aura dingin.


"Sa,,ya mengerti tuan," jawab Maria gugup. Maria tampak heran dengan perubahan sikap Tuanya hari ini, bukannya tadi pagi tuannya tampak bahagia, mengapa sekarang tuannya berubah.


Setelah mendengar ucapa maid, Lion kembali berjalan menaikinya tangga dengan berlari.


"Jeremy, Jeremy, "panggil Lion ketika ia tiba di depan kamar utama, sorot mata tajam serta kemarahan terbingkai jelas di wajah.


Knop pintu kamar utama berbunyi, kemudian pintu itu terbuka, Irene berjalan dengan sedikit berlari berniat memeluk tubuh pria yang saat ini sedang ia kawatirkan. Namun saat Irene berniat memeluk tubuh suaminya, seketika Lion mundur beberapa langkah kebelakang.

__ADS_1


"Stop di situ!" Lion berucap. Ia menatap Irene dengan tatapan asing, tak ada cinta tak ada kasih sayang. Yang ada hanya kebencian serta dendam yang membara.


"Lion, ada apa denganmu?"Irene berucap dengan alis yang mengerut, ini kali pertama Lion menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.


Lion membuang wajahnya ke arah lain. Kau tanyakan pada kedua orang tuamu, apakah kau memang benar putrinya atau kau hanya anak adopsi yang di lahirkan dari darah seorang pembunuh.


"Lion apa maksud mu, jelas aku putri Daddy dan mommy, mommy yang melahirkan ku," tegas irene, terlihat ada sedikit kecewaan di wajahnya saat Lion mengucapkan itu. Saat ini ia masih belum percaya, apakah pria di depannya memang benar Lion suaminya atau bukan. 


Seingatnya Lion tidak pernah berkata kasar begini padanya. selama mereka menjalin hubungan, Lion selalu memperlakukannya dengan baik dan berkata lembut dengan sorot mata penuh cinta tak ada kebencian seperti saat ini.


Lion seketika tertawa mendengar ucapan Irene. "Benarkah itu? Coba kau tanyakan pada Daddy mu, apakah kau memang benar putrinya atau bukan.


Lion lalu mengambil ponsel yang ada di sakunya kemudian menghubungi tuan Mahesa dan nyonya Sonia yang saat ini di sekap di sebuah ruangan kosong.


Panggil tersambung.


"Hallo tuan, nyonya. Apa kabar kalian? Putri kesayangan mu anak dari seorang pembunuh ingin berbicara dengan mu.


Lion lalu memberikan ponsel yang saat ini ia pegang pada Irene. Irene lalu menerima ponsel itu.


"Mommy," panggil irwne dengan suara sedikit terisak."Mommy apa benar aku hanya anak adopsi yang Daddy dan mommy besarkan? Mom itu semua tidak benar kan? Mommy, jawab Irene, itu semua tidak benarkan kan. 

__ADS_1


Hening, tak ada suara dari seberang sana.


"Mommy, jawab Irene mom! kenapa mommy diam, mommy jawab," Irene sedikit terisak menunggu jawaban kedua orang tuanya.


"Itu se,,,, semua benar, kami bukan orang tua kandungmu. Tetapi percayalah mommy dan Daddy sangat menyayangimu, kami sangat menyayangimu sama seperti kami menyayangi kakakmu.


Ponsel yang di pegang Irene jatuh, wajah irene seketika pucat, bibirnya bergetar, lututnya terasa lemas Setelah mendengarkan pernyataan mommynya. Tiba-tiba dunianya terasa mengelap tubuhnya seketika ambruk. Irene menangis sambil memukul-mukul dadanya, rasanya begitu sakit saat mengetahui ternyata ia bukan anak kandung mommy dan Daddy.


Melihat Irene yang saat ini terpuruk. Membuat Lion tertawa. saat ini, ia sedang menertawai kondisi istrinya. 


.


.


.Like


.komen


.vote.


.dan beri hadiah.

__ADS_1


. TERIMAKASIH 🙏


__ADS_2