
Selasa pagi
Noval sudah masuk kerja seperti biasa, tetapi entah mengapa ada yang dirasa sangat berbeda dari hari hari sebelumnya.
Diandra terlihat tidak biasa hari ini karena masih merasa tidak terima dengan kedekatan Noval dan Liora. Namun Noval tidak menyadari dengan perubahan sikap Diandra kepadanya.
Seperti biasanya ketika toko sedang sepi Noval kembali mengganggu Diandra atau Farisya, tetapi Diandra memilih menghindar dari Noval.
Noval dan Farisya pun bingung dengan sikap Diandra yang tidak biasanya.
Noval pun berfikir jika Diandra sedang ada masalah lagi dengan mantan pacarnya Angga.
"Diandra kenapa ya ? ko sikapnya aneh gini si ga biasanya dia ngehindarin si Noval !" Batin Farisya
"uuukkhh" Noval membuang nafas kasar karena lagi lagi dia dicueki oleh Diandra.
...ting...
terdengar lonceng berbunyi ketika pintu dibuka,dan menampilkan sosok anggun nan imut milik Liora.
"hallo kakak" ucap Liora tersenyum sambil melambaikan tangannya kearah Diandra.
Diandra yang merasa disapa pun melambaikan tangannya sambil tersenyum yang dipaksakan.
"akh.. ngapain si non Liora pake dateng segala pasti mau nemuin Noval dech" Diandra mulai bergelut dengan fikirannya.
"kak" ucap Liora sambil melambaikan kan tangannya dihadapan Diandra yang bengong. "kakak kenapa ?" ucap Liora setelah melihat Diandra tersadar dari bengong nya.
"gapapa non, lagi capek aja !" sahut Diandra mengelak, padahal dalam hatinya begitu kesal karna difikirnya Liora datang hanya untuk menemui Noval.
"kakak bisa ga nanti malam ikut aku ke cafe Xx kita makan malam bareng,, kak Farisya juga ya ?" ajak Liora.
Liora memiliki rencana untuk mengadakan makan malam untuk Noval dan Ilham. Liora mengetahui jika Ilham begitu menyukai Farisya jadi dia sengaja mengajak Farisya untuk Ilham.
"emang ada acara apa ya non ?" tanya Farisya
"gapapa kak, kan mumpung aku masih 2 hari lagi disini jadi aku pengen nikmatin waktu aku sama kalian"
"O" Farisya dan Diandra membulatkan mulutnya.
"aku ke om Marwan dulu ya, ada yang mau aku bicarakan !" ucap Liora sambil berjalan masuk
...ceklek...
Pintu ruangan Marwan terbukan dan menampilkan sosok gadis disana. "hai om" sapa Liora
"hallo Nona. Ada apa datang kemari ?" tanya Marwan.
"om bisa ga aku meminta izin om untuk menutup toko besok ?"
Marwan terkejut dengan ucapan Liora dan Marwan sedikit memiringkan wajahnya sambil mengernyitkan dahinya.
"aku mau mengajak kak Diandra dan kak Farisya untuk menemaniku jalan jalan om. Karena lusa aku sudah harus kembali ke kota J" jelas Liora sedikit memohon.
"om tidak bisa memutuskan Nona, om harus bertanya kepada ayah mu dulu."
"kalau begitu aku akan menelpon ayah" ucap Liora sambil terseny dan segera mengambil ponsel dari dalam tasnya.
...tuut...tuut...tuut...
Ayah
"*hallo sayang,, ada apa ?" tanya ayah diseberang telpon
Liora
"ayah, apa Liora boleh meminta izin untuk mengajan kak Diandra dan kak Farisya menemani Liora jalan jalan besok* ?"
__ADS_1
Ayah
"tapi mereka..."
Liora langsung memotong pembicaraan ayahnya.
Liora
"lusa kan Liora sudah harus kembali bersama kakek, jadi Liora ingin menghabiskan waktu dengan mereka Yah.. pleaseee,, izinkan Liora ya Yah. Liora sudah meminta izin pada om Marwan tapi om Marwan bilang harus membicarakan kepada Ayah. Makanya Liora menelpon Ayah sekarang"
Mahendra terdiam sejenak memikirkan perkataan Liora, tak berapa lama akhirnya ia pun setuju dengan permintaan Liora.
Ayah
"oke, Ayah izinkan. Sekarang berikan ponselmu pada om Marwan.
Liora
"terima kasih ayah.."
"ini om , Ayah mau bicara dengan om" ucap Liora sambil menyerahkan ponsel kepada Marwan.
Marwan pun langsung mengambil ponsel Lioran dan berbicara kepada Mahendra.
Marwan
"iya tuan"
Mahendra
"ikuti kemauan putriku, dan segera katakan kepada mereka bertiga besok temani Liora seharian."
Marwan
"baik tuan."
Mahendra
Marwan pun tersenyum kepada Liora dan Liora pun terlihat begitu senang karna rencananya berhasil.
***
Siang itu disebuah kamar terlihat seorang lelaki sedang merasa gelisah dan sedikit kesal. Dia tidak bisa melupakan mantan pacarnya yang terus membayangi setiap kegiatannya. Walaupun beberapa minggu selalu ia habiskan untuk bersenang senang dengan pacar barunya dan kedua sahabatnya tetapi setiap kembali kerumah bayangan mantan pacarnya akan kembali.
Ya, lelaki itu adalah Angga. Angga selalu dan selalu kembali mengingat kebersamaannya dengan Diandra ketika sedang sendirian. Walau tak jarang waktu yang dia habiskan dengan Diandra hanya untuk berdebat tetapi tetap saja Angga selalu mengingat tentang masa masa manis bersama Diandra.
Angga selalu ingin menelpon Diandra tetapi niatnya selalu diurungkan karena gengsinya yang tinggi. Tetapi tidak hari ini, dia memberanikan diri menelpon Diandra.
.....tuut.....tuut.....tuut.....
***ditoko***
Diandra yang telah selesai melayani pembeli pun segera mengambil ponsel dari dalam sakunya karena merasa ada getaran. Terlihat nama Angga di layar ponselnya yang menelpon, Diandra menekan tombol merah karena tidak ingin mengangkat telpon dari Angga.
Tak berapa lama ponselnya pun kembali bergetar dan terlihat nama Angga lagi di layar ponselnya. Diandra pun mematikan lagi telponnya..
Hingga beberapa saat ponselnya pun bergetar kembali dan Diandra pun mencoba mengangkat telpon dari Angga.
Diandra
"hallo Ngga,, ada apa si ?"
Angga
"Di bisa ga kita ketemu nanti malam ada yang mau aku omongin."
Diandra
__ADS_1
"maaf Ngga malam ini aku ada acara sama anak bungsunya tuan Mahendra" tolak Diandra.
Angga
"kalo besok gimana, bisa ga Di ? please."
Diandra
"maaf Ngga, aku ga mau ketemu sama kamu lagi"
tut tut tut
Diandra pun langsung mematikan telpon dari Angga dan membuang nafasnya dengan kasar "hhaaaahhh"
Sementara Angga langsung membaringkan dirinya diatas kasur dan melemparkan ponselnya dengan kasar.
"apa ga ada harapan lagi buat gue Di ?" batin Angga.
***
Diandra, Farisya, Liora, Noval dan Marwan pun keluar dari toko berbarengan. Marwan melajukan mobilnya menuju kerumahnya, sementara mereka berempat berdebat dengan siapa Diandra dan Liora akan berboncengan.
setelah beberapa saat akhirnya diputuskan Diandra ikut dengan Farisya, sedangkan Liora ikut dengan Noval. Mereka pun melakukan motornya beriringan menuju cafe Xx.
Sementara Ilham sedari tadi sudah menunggu kedatangan Liora yang berjanji akan membawa Farisya untuk dirinya terlihat nampak gelisah tak karuan.
Sesampainya mereka berempat di cafe Liora langsung berjalan menuju meja yang sudah ditempati Ilham. Farisya yang menangkap keberadaan Ilham pun kaget tetapi senang.
"non Liora juga bawa mas Ilham untuk pengawalan. Setidaknya aku tidak merasa bosan" batin Farisya
Akhirnya merek pun mengambil posisi duduk dimana farisya duduk bersebelahan dengan Ilham, dan Diandra bersebelahan dengan Noval. Liora duduk diantara mereka.
Liora pun memanggil pelayan dan segera memesan makanan untuk mereka berlima. Sambil menunggu makanan Liora memulai percakapan agar mereka berempat tidak merasa canggung, karena sedari tadi hanya keheningan dan sesekali saling menatap.
Tak berapa lama makanan yanh dipesan telah datang, mereka segera memakan makanannya tetapi terjadi lagi keheningan diantara mereka.
Liora pun yang merasa ada yang aneh dari mereka berempat berpamitan ke toilet, Liora fikir karena keberadaannya lah yanh membuat mereka canggung untuk memulai obrolan.
Didalam toilet Liora mengambil ponsel miliknya dan segera mengirim pesan kepada Noval
Liora
"Bang, jangan diem aja lahh.. gue udah berkorban ni buat lo !"
Noval yang merasa ponselnya bergetar segera mengambil ponselnya dan membaca pesannya.
Noval
"gue bingung mulai dari mana ?"
Liora
"lo bilang aja lo yang akan anter dia pulang, kak Farisya kan ada mas Ilham. jangan jadi blo*n dech lo bang 🤦🏻♀🤦🏻♀ masa gitu aja harus diajarin sama anak kecil 🙄🙄"
Noval
"oke oke gue coba"
Diandra yang melihat Noval sedang sibuk memainkan ponselnya pun menjadi kepo
"lo chat'an sama siapa si serius banget deh kayanya ?"ucap Diandra sambil memiringkan badannya kearah Noval.
Noval yang melihat gerak Diandra pun segera memasukkan ponselnya kedalam kantong celananya "kepo banget deh lo, terusin aja makannya jangan kepo !"
"ihh ngeselin lo !" ucap Diandra kesal sambil memasukkan kembali makanannya
Liora yang sudah keluar dari toilet pun memberi isyarat kepada Noval dan Noval pun meras sedikit gugup. Tetapi sebelum Noval berbicara Liora malah berpamitan pulang.
__ADS_1
"kak, mas, Liora pulang duluan ya. Tadi Ayah telpon katanya Liora suruh pulang nanti dijemput pak Harun" ucap Liora sambil duduk dam meminum jusnya sambil menyenggol kaki Noval.