
"oke, gue akan potong uang gaji lo setiap bulannya !" Liora pun menyambut kelingking Sisi dan mengalungkannya.
Kemudian Sisi pun melanjutkan langkah kakinya menuruni anak tangga dan pergi meninggalkan kampus menuju kosan tempatnya kini tinggal.
"makasih ya pak udah mau bantuin kelompok saya !" ucap Liora sambil menundukkan kepalanya.
"sama sama.." sahut Aileen sambil tersenyum.
"yaudah yuck kita cabut Li, kita harus cari sepeda kan buat Zein dan Zeina !" ajak Mona.
"oh iya hampir lupa gue Mon. yaudah ayo kita cabut sekarang aja !" Imbuh Liora.
"Jho, lo ikut kita aja ya !" tawar Mona pada Aileen.
"ga usah deh gue langsung pulang aja Mon. Lagi juga sebentar lagi bokap pulang, pasti dia nungguin gue Mon !" Tolak Aileen.
"ahh ga seru lo !" Mona langsung memanyunkan bibirnya.
"yaudah si Mon jangan maksa lo kalo pak Alien, eh maksudnya pak Aileen ga bisa mah !" ucap Arjuna sambil melangkahkan kakinya ke anak tangga disusul oleh Liora, Mahesa dan Aileen.
"wouy tungguin !" Teriak Mona yang masih berdiam di rooftop.
**
Di Mall
"lah lo ngapain nyari sepeda ke mall ogeb ?" tanya Arjuna.
"ya gapapa si, sekalian jalan jalan. iya ga Li ?" Sahut Mona.
"bilang aja lo berdua mau shopping ! padahal tuh ya kita tadi udah lewatin beberapa toko sepeda tau." Arjuna terus menggerutu.
"bawel lo ah, udah si tenang aja !" Ucap Liora.
Dan kini tibalah mereka disebuah toko jam tangan yang cukup mewah. Liora segera memilih jam tangan untuk lelaki dengan merk Rolex tersebut.
Saat Liora sedang memilih bersama Mona, Arjuna dan Mahesa pun ikut menunjuk dua buah jam tangan yang menurutnya begitu keren jika merek gunakan. Sontak Liora segera meminta kepada pelayan toko jam tersebut untuk segera membungkus kedua jam tangan tersebut untuk kedua temannya.
Mata Arjuna dan Mahesa terbelalak karena begitu terkejut dengan Liora yang tiba tiba membelikan mereka jam tangan dengan harga yang cukup mahal, walau bagi mereka harga sepuluh juta bukan lah harga yang fantastis karena mereka sendiri pun mampu untuk membelinya. Namun bagi mereka itu adalah sebuah anugerah karena mendapatkan jam tangan gratis tanpa harus keluar uang sepeser pun.
Setelah selesai membayar, Liora kemudian menyerahkan dua paper bag berukuran kecil tersebut pada Arjuna dan Mahesa.
"Li, wah lo benar benar teman, sahabat, adik yang the best banget deh pokoknya. padahal lo udah transfer bonus kita tapi lo masih kasih kita hadiah lagi !" Ucap Mahesa.
"benar tuh Li, makasih banyak ya dan kalo bisa sering sering aja lo kasih kita kek ginian !" Arjuna.
"mau nya lo itu mah Jun !" Ucap Mona.
"gapapa lah jarang jarang gue kasih kalian hadiah, lagi pula wajar lah gue kasih kalian bonus karna selama satu setengah tahun ini kalian udah kerja sangat keras buat kemajuan bisnis cafe gue !" ucap Liora senyum penuh ketulusan.
"ya tapi tetap aja Li, makasih banget ya buat bonus sama hadiahnya !" Ucap Arjuna sambil merangkul bahu Liora.
__ADS_1
"sama sama. Ayo lanjut masih ada yang mau gue cari !" Liora mengajak ketiga temannya melanjutkan perjalanan.
"lah, lo sendiri belum beli jam nya, ko udah ngajak kita nyari yang lain si Li ?" Tanya Arjuna.
"ga ko, emang gue kesini cuma buat beliin kalian jam. hihihi" Liora pun langsung melepas rangkulan Arjuna dan langsung berjalan mendahului mereka.
Mereka pun berjalan beriringan sambil berbicara dab bercanda, hingga akhirnya Liora menghentikan langkahnya tepat didepan toko perhiasan.
"guys,, bentar dong gue mau liat cincin itu deh. kayanya cantik banget !" Mata Liora berbinar melihat deretan cincin tersebut.
Mona, Mahesa dan Arjuna pun mengikuti langkah Liora dan ikut melihat lihat beberapa jenis perhiasan tersebut.
"Mona ini cantik ga ?" Tanya Liora sambil memakai cincin yang dipilihnya.
"cantik Li.. yaudah ambil itu aja !" Sahut Mona.
"lo suka yang ini Mon ?" Tanya Liora lagi.
"iya Liora sayang.. itu tuh pas banget dijari lo, cantik dan unik gitu loh !" Sahut Mona antusias.
"oke. kalo gitu gue ambil yang ini ya !" Tanya Liora lagi pada Mona dan diangguki oleh Mona. "mba bungkus yang ini ya !" suruh Liora.
Pelayan toko perhiasan itu kemudian membungkus cincin yang telah di pilih kan Mona tersebut, dan setelahnya Liora membayar harga cincin tersebut.
"terima kasih mba atas kunjungannya. silahkan datang kembali." ucap pelayan toko pada Liora sambil menyerahkan paper bag dan kartu kredit milik Liora.
"makasih mba.." sahut Liora menerimanya. "yaudah ayo sekarang kita cari sepeda buat Zeze dan Nana !" Ajak Liora pada Mona, Mahesa dan Arjuna.
"permisi pak.." ucap Mona.
"iya mbak. mau cari apa ?" Tanya penjual.
"saya mau beli sepeda buat anak kecil sekitar umur lima tahunan pak !" Jawab Mona.
"cewek apa cowok ya mba ?" Tanya penjual lagi.
"dua duanya pak, yang paling bagus dan kekar ya pak !" Sahut Mona lagi.
"kalo begitu yang ini aja mbak, ini yang paling bagus disini kualitasnya !" Penjual pun menunjuk sepeda untuk anak laki laki.
"Mona gimana bagus ga ?" Tanya Liora pada Mona.
"ga tau gue, Hes, Jun bagus ga ?" Tanya Mona
"Yaudah itu aja, itu bagus ko kualitasnya !" Ucap Arjuna.
"kalo buat yang cewek nya mana pak ?" Tanya Mahesa.
"yang itu aja disamain mas beda warnanya aja !" Penjual menunjuk sepeda berwarna merah.
"yaudah gapapa deh yang ini aja, saya ambil 2 ya pak !" ucap Liora
__ADS_1
"iya mbak."
Dan Liora pun membayar sesuai yang harga yang telah mereka sepakati tadi pada penjual sepeda tersebut.
Setelah mendapatkan apa yanh Liora inginkan, mereka pun segera pulang. namun sebelumnya Liora mengajak mereka untuk makan malam disebuah jalan yang ramai dengan pedagang kaki lima dan mereka memilih angkringan yang cukup ramai pengunjung.
Mereka berempat pun makan sambil mendengarkan alunan lagu yang dinyanyikan para pengamen jalanan.
Setelah mereka merasa kenyang akhirnya mereka memutuskan pulang, dan Liora menyuruh mereka untuk menginap karena hari semakin larut.
"kak kita langsung keatas ya, capek banget soalnya !" Pamit Arjuna pada Noval dan Diandra.
"oke.." sahut Noval dan Diandra berbarengan.
Arjuna pun langsung masuk ke kamar tamu yang berada dilantai dua, disusul oleh Mahesa. Sedangkan Mona tentu saja ia akan tidur dengan Liora dikamar milik Liora.
*
Pagi hari
Liora dan Mona masih asik bermain didalam mimpinya, walaupun sebenarnya sinar matahari sudah mulai menelusup melalui jendela namun tetap saja Liora dan Mona enggan membuka matanya.
Suara ketukan pintu pun tak mampu membangunkan kedua gadis tersebut dari alam mimpinya, sampai akhirnya suara dua anak kecil lah yang berhasil membuat kedua gadis tersebut membuka matanya.
"Aunty.. bangun bangun, udah siang aunty.. Katanya mau kasih aku hadiah !" Ucap Zeina dibalik pintu sambil terus mengegedor gedor.
"Apa sih berisik banget deh.." keluh Liora sambil mengerjapkan matanya.
"aunty buruan buka pintunya, mana hadiah Zeze ?" Zein pun berteriak sangat kencang.
Liora pun segera bangun dan beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya sambil memegangi kening nya.
"aduh keponakan aunty sayang, kenapa si pagi pagi gini udah berisik. aunty masih ngantuk sayang !" Ucap Liora lembut.
"aunty kan kemarin janji sama aku sama Zeze mau kasih hadiah !" Jawab Zeina sambil melipat kedua tangannya didada.
"oh iya aunty lupa. Kalian minta sama om Jun ya, soalnya hadiah kalian ada dimobil nya om Jun !" Liora pun memegang pipi Zeina lembut.
"bener ya aunty. ga bohong kan ?" Tanya Zein yanh juga terlihat kesal.
"aunty mana pernah bohong sama kalian berdua !"Sahut Liora lagi masih tetap lembut.
Zeina dan Zein pun langsung berlari menuruni anak tangga dan menemui Arjuna yang sedang mengobrol dengan Mahesa diruang tv.
-
**### Bersambung..
Ayo dong para readers, mana ni komennya ?
__ADS_1
sekalian jempolnya digoyang goyang di tombol like, rate dan vote ya**