Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Aku gelisah 2 (Aileen)


__ADS_3

Joanna langsung mematikan panggilannya, aku langsung membanting ponselku ke sembarang arah dengan kasar hingga ponsel tersebut hancur.


"Pak. Bapak ga apa apa kan ?" Tanya nya khawatir padaku.


"Saya gapapa. Tolong bikinin orange jus buat saya !" Suruh ku pada sekretaris pribadiku.


"iya pak !" Sahutnya dan lalu meninggalkan ruanganku.


Sepuluh menit kemudian Fitra mengetuk pintu ruangan ku dan langsung masuk tanpa menunggu sahutan dariku. Ia meletakkan segelas jus orange dimejaku.


"Pak. Apa bapak butuh yang lain ?" Tanyanya yang melihat ku sedang memijat pelipis sambil memejamkan mataku.


"Fit, saya cuma tanda tangan aja kam ga harus ikut pertemuan ?" Tanyaku yang masih dengan posisi tersebut..


"Hmm.. Maaf pak. Tapi kayanya ini ga bisa diwakilkan, karna memang ini harus diurus langsung sama bapak !" Sahutnya.


"Jam berapa berangkat ?"


Fitra melihat jam dipergelangan tangannya. "Jam 09.20 kita berangkat pak."


Aku hanya manggut manggut mengerti.


Setelahnya Fitra (sang sekretaris) langsung keluar dan menyiapkan berkas yang diperlukan dan sebelumnya ia meminta tanda tangan dari ku.


Tepat pukul 09.20 aku dan Fitra pergi ke sebuah gedung perusahaan yang menjadi tujuan ku. Aku disambut hangat oleh seorang pria paruh baya yang usianya sama dengan Papa. Sebut saja tuan Sahid, pemilik perusahaan yang sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan Gavrien.


"Selamat datang tuan muda Gavrien ! Senang anda bisa mengunjungi kantor saya." Ucapnya menyambut kedatanganku dengan gembira.


"Terima kasih pak. Saya juga sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda !" Sahutku dengan senyum yang sangat kupaksakan.


Aku melirik Fitra memberi isyarat, Fitra yang mengerti pun langsung saja menyerahkan berkas tersebut kepada orang itu agar Aku bisa segera pulang kerumah dan sebelumnya mengantarkan Fitra ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan.


Saat tuan Sahid sedang memeriksa berkas berkas tersebut tiba tiba seorang gadis yang sedikit berpenampilan seksi pun menyelonong masuk tanpa permisi sebelumnya.


"Pap....a...." Panggilnya pada tuan Sahid yang seketika mematung melihatku dan Fitra.


Aku dan Fitra menoleh bersamaan. Dan betapa terkejutnya aku melihat gadis tersebut. "Kamu !"


"Bapak !"

__ADS_1


"Wah.. ternyata kalian sudah saling kenal !" Ucap pak Sahid.


"Dia salah satu siswi saya dikampus pak." Sahutku pada pak Sahid.


"Kebetulan sekali kalau begitu pak." Ucap Dania dengan senyum tak bisa diartikan.


"Maksud kamu ?" Tanyaku menyelidik.


"Bapak mau bekerjasama kan sama Papa saya ?"


"Iya !" Sahutku.


"Kalau bapak mau Papa menandatangani berkah itu, bapak harus mau menjadi pacar saya !"


Aku menatap lekat wajah Dania yang menunjukkan senyum kemenangan. Sedangkan wajah Pak Sahid terlihat tak bisa diartikan.


"Kamu jangan keterlaluan sayang !" Tegur pak Sahid pada Dania.


"Ayolah Pa. Dania cuma minta pak Aileen jadi pacar Dania, ga lebih !" Sahut Dania enteng.


"Hehh.." Aku menarik nafas dan perlahan melepaskan tatapan mataku pada Dania.


"Kalau begitu, Dania akan tinggal dengan Mama !" Ancam nya.


"Maaf pak Sahid, sepertinya putri anda sangat keras kepala. Lebih baik saya batalkan kerjasama kita sekarang. Dan masalah dana yang sudah anda cairkan, biar saya yang urus !" Sahutku membatalkan kerjasamaku dengan perusahaan pak Sahid.


"Tapi pak Aileen. Anda bisa rugi besar jika anda membatalkan kerjasama ini !" Sahut pak Sahid mengingatkan.


"Lebih baik saya kehilangan kerjasama ini dari pada saya harus mengkhianati istri saya dengan saya memacari putri anda. Saya permisi !" Sahutku yang langsung pergi meninggalkan ruangan pak Sahid. Sebelumny aku menatap Dania yang Sekarang wajahnya menjadi masam karena mendengar jawabanku.


Diperjalanan.


"Pak. Bapak gapapa kan ?" tanya Fitra yang khawatir dengan keadaan ku sekarang setelah pulang dati perusahaan Sahid.


"Ga tau lah Fit. Kayanya saya mau batalin kerjasama itu. Saya ga perduli jika harus menanggung kerugian sebesar itu. Dari pada saya harus berurusan sama gadis itu !" Sahutku sambil terus fokus menyetir.


"Hmm.. Pak, apa gadis itu ga tau kalo bapak udah menikah ?" Tanya Fitra yang penasaran.


"Bahkan setiap saya posting foto istri saya, dia selalu ikut komentar Fit. Tapi entahlah dimana fikiran gadis itu ?" Fitra yang mendengarkan hanya manggut manggut.

__ADS_1


"Yang jelas saya udah ga mau lagi berurusan sama dia. Saya harap kamu bisa urus berkas pembatalan ini. Masalah kerugian saya yang tanggung, dan dengan secepatnya saya akan cari investor lain untuk menggantikan perusahaan Sahid !"


"Apa nona tau dan kenal sama gadis ini pak ?"


"Ya, istri saya tau bahkan lebih dari tau. Bisa dibilang mereka kaya musuhan gitu. Cuma sayangnya gadis tadi ga tau siapa yang jadi istri saya. Kalo dia tau ada dua kemungkinan yang terjadi !" Jelas ku pada Fitra.


"Apa tuh pak ?" Tanya Fitra lagi yang semakin penasaran.


"Pertama. Gadis itu ga akan gangguin saya karena dia tau siapa istri saya yang sebenarnya. Yang kedua, bisa aja gadis itu semakin mengganggu kehidupan istri saya ga hanya dikampus Fit. Dan kamu, kamu pasti bisa menilai sendiri gimana dia tadi !"


"Bapak benar. Kemungkinan pertama kayanya mustahil buat gadis kaya gitu. Kecuali kita tukar posisi gadis itu yang jadi istri bapak, dan nona yang jadi gadis itu. Saya rasa sekarang bapak bisa tenang tanpa harus stress kaya gini !" Sahut Fitra terkekeh dengan ucapan terakhirnya.


"jadi kamu kira saya ini stress Fit ?" Tanyaku yang menatap sinis pada Fitra.


"Bukan saya loh, tapi bapak yang menegaskan ucapan saya !" Fitra semakin terkekeh dengan ucapannya.


Aku hanya tersenyum mendengar tawa Fitra yang bagiku bisa mencairkan suasana disaat seperti ini.


"Untungnya kamu yang dipilih papa sebagai sekretaris ya Fit. Lumayan kan ada hiburan !"Ledekku pada Fitra.


"Gak gitu juga kali pak !" Kesal Fitra.


"Oh iya suami kamu sekarang kerja apa Fit ?" Tanyaku menyelidik.


"Masih sama pak, seorang bartender disebuah club." Sahutnya enteng.


"Apa ga suruh pindah aja kerjanya Fit ? Biar nanti saya cariin kerjaan yang sama deh tapi jangan di club gitu !" Tawarku.


"Ya pengennya sih gitu pak. Cuma udah titip lamaran disana sini belum ada yang kasih jawaban !"Fitra menyahuti.


"hmm.. semoga aja suatu saat suami kamu dapet kerjaan yang lain ya Fit !"


"Aamiin pak.. yaudah ya pak saya duluan, bapak hati hati jangan terlalu difikirin ! Titip salam buat nona ya pak." cerocos Fitra.


"iya nanti saya sampein. Kalo ada apa apa langsung hubungi saya ya Fit !"


"oke bos !" Sahut Fitra sambil menundukkan kepalanya.


Aku kembali melajukan mobilku meninggalkan halaman kantor. Dan aku memarkirkan mobilku disisi jalan yang tak terlalu jauh dari belakang kampus, aku berniat menunggu Liora. Sebelumnya aku mengirim pesan pada Liora memberitahu bahwa sekarang sedang berada dibelakang kampus.

__ADS_1


__ADS_2