
Liora..
Pukul tujuh malam hari, Liora dan Aileen sudah tiba dihotel yang telah dipesan sebelumnya. Mereka langsung membersihkan diri mereka dan setelahnya merapikan pakaian mereka kedalam lemari yang tersedia, setelah itu mereka memesan makanan dan diminta diantar ke kamar nya. Selang dua puluh menit makanan pun datang, mereka berdua langsung menyantap makanan tersebut.
"Ra, kamu langsung tidur aja ini udah malem !" titah Aileen yang melihat Liora masih sibuk dengan ponselnya.
"nanti dulu mas, lagi ngecek kerjaan !" Sahut Liora.
"hmm.." Aileen hanya mengangguk.
"Mas. hmm.. itu mas.. hmm.." Liora tampak ragu mengatakannya.
"kenapa Ra ?" Tanya Aileen.
"itu mas.. hmm.. apa malam ini.. itu.. itu.."
"kamu ngomong apa si aku ga ngerti Ra !" Aileen menahan tawa dengan tingkah Liora.
Gimana ya gue ngomong nya ? Sumpah gue takut banget deh kalo dia sampe minta haknya sebagai suami ! Batin Liora.
"apa mas malem ini bakal minta hak mas ?" Akhirnya Liora dapat menanyakan hal yang ingin ditanyakan walau dengan suara yang tak terlalu kencang.
"hmm.. mungkin iya mungkin juga ga Ra. Kenapa, apa kamu belum siap ?" Tanya Aileen.
Liora hanya mengangguk dengan Ragu.
"yaudah bahasnya nanti aja, sekarang kita istirahat udah malem. Pasti capek kan seharian didalam pesawat !" Suruh Aileen sambil membaringkan dirinya dikasur.
"iya mas." Liora meletakkan ponselnya diatas nakas dan merubah posisi nya. Liora menarik selimut sebatas dada namun matanya tak terpejam. Ia menatap langit langit kamar tersebut sambil memikirkan sesuatu.
Cepat atau lambat gue sama Aileen pasti ngelakuin hal itu. Sekarang gue udah sah jadi istrinya, tapi hati gue belum bisa cinta sama dia. Apa dia juga sama ya kaya gue ? Dia lelaki normal, walaupun ga ada perasaan cinta bisa aja ngelakuin hal itu ke gue ! Batinnya.
__ADS_1
Aileen yang membelakangi Liora pun sama tak memejamkan matanya, ia hanya menatap lurus kedepan sambil terus berdebat dengan hatinya.
Kenapa ada rasa kecewa disaat Liora bilang belum siap ? Padahal kan gue sama dia emang ga punya perasaan apa apa sebelumnya. Gue cuma merasa kagum aja sama kecantikan, kebaikan dan kepintaran dia. Tapi kenapa rasanya gue pengen banget milikin dia seutuhnya dan ga mau kalo dia sampe ninggalin gue ? Apa gue mulai suka dan cinta sama dia ? Ah ga mungkin, hati gue masih separuhnya di Joanna. Batin Aileen.
Aileen merubah posisi nya menjadi menghadap Liora. Liora yang melamun tak menyadari jika ia sekarang sedang ditatap oleh Aileen.
"Ra, kamu belum tidur ?" Tanya Aileen. Namun Liora tak menjawabnya. "Ra.." Panggil Aileen, dan masih tak asa jawaban dari Liora. Kemudian Aileen menyentuh pipi Liora, dan Liora menjadi terkejut.
"eh.. mas belom tidur ?" Tanyanya dengan sedikit memundurkan kepalanya.
"aku ga bisa tidur Ra. kamu kenapa ngelamun gitu dan kenapa belum tidur juga ?" Tanya Aileen.
"gapapa ko mas, aku belum ngantuk !" Sahut Liora.
"ada masalah ?" Tanya Aileen lagi.
Liora hanya menggeleng dan merubah posisinya menjadi menghadap Aileen. Kini Liora dan Aileen saling berhadapan dan mata mereka saling memandang.
"aku ga akan pernah paksa kamu Ra kalo kamu emang belom siap. Aku tau kita sama sama ga punya perasaan apa apa sekarang, tapi mungkin suatu hari nanti perasaan itu bisa berubah dan aku harap kamu mau jujur sama aku, sebaliknya juga aku Ra akan jujur sama kamu !" Ujar Aileen.
"makasih ya mas. Ayah ga salah emang pilih suami buat aku, kamu emang orangnya baik dan pengertian !" Seru Liora.
"kamu ga usah mikirin apa apa, yang penting kita saling terbuka satu sama lain jangan ada yang disembunyiin ta Ra." Liora pun mengangguki ucapan Aileen. "yaudah sekarang tidur, besok kita bakal seharian jalan jalan Ra." Suruh Aileen.
"iya mas. Kamu juga ya. Selamat malam mas." Liora langsung memejamkan matanya sambil tersenyum. Aileen mendekatkan wajahnya kewajah Liora dan cup Aileen mencium kening Liora. "malam juga Ra !"
Liora membuka matanya karena terkejut tiba tiba Aileen mencium kening nya. Sedangkan Aileen hanya tersenyum melihat ekspresi Liora. "gapapa kan Ra, cuma di kening ko !" Ucap Aileen. "iya mas gapapa ko !" Sahutnya.
Mereka berdua memejamkan matanya sambil saling berhadapan, mereka pun tertidur dengan nyenyak hingga lagi menjelang.
Pukul dua dini hari..
__ADS_1
"Hoaaammm..." Liora merentangkan kedua tangannya. "eh ko ga berat banget si !" Tak sadar jika sekarang kepala Aileen ada diatas dada liora dan tangannya memeluk perut Liora. "Ehh.." kaget Liora.
Perlahan Liora mencoba memindahkan kepala Aileen perlahan agar sang empunya tak terbangun. Namun prediksi Liora salah, Aileen malah terbangun.
"eh Ra.. Sorry Ra !" Ucap Aileen dengan suara serak khas bangun tidur.
"iya mas gapapa." Sahut Liora.
"kamu mau kemana ?" Tanya Aileen.
"kamar mandi mas, kebelet !" Ucap Liora sambil beranjak dari tempat tidur.
Aileen melihat jam diponselnya yang menunjukkan jam dua. Ia pun beranjak dari tempat tidur dan duduk disofa. Liora keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat Aileen yang sudah berada disofa.
"mas, ngapain bangun ? Baru jam dua loh !" Seru Liora.
"gapapa. Kamu tidur aja lagi Ra !" Suruh Aileen.
Liora naik ketempat tidur, kemudian ia duduk dan menarik selimut sebatas perutnya. Ia melihat Aileen yang menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, kemudian Aileen memejamkan matanya perlahan karena sebenarnya masih mengantuk.
"Mas. kalo masih ngantuk tidur aja lagi jangan dipaksa, nanti malah pusing mas !" Ujar Liora.
Aileen membuka matanya dan mengangkat kepalanya menatap Liora. "kamu sendiri kenapa ga tidur lagi Ra ?" tanya Aileen sambil tersenyum. Kemudian ia melangkahkan kakinya kembali ketempat tidur dan berbaring menghadap Liora.
"kamu sekarang tidur lagi ya Ra, masih jam segini !" Suruh Aileen dan Liora pun menurutinya. Aileen pura pura memejamkan matanya agar Liora ikut tertidur. Saat dirasa tak ada pergerakan dari Liora, Aileen kembali membuka matanya dan kembali duduk di sofa. Entah apa yang sekarang ada difikirannya yang jelas ia ingin menjauh dari Liora sebentar.
Aileen memejamkan matanya sebentar dan membukanya kembali. Kemudian ia menatap sosok Liora yang sudah tertidur nyenyak ditempat tidur. Ia mendekati Liora dan menatapnya dalam dalam, ia mengelus pipi Liora dengan lembut sambil tersenyum.
Semoga kamu memang wanita yang berbeda dengan yang lain Ra. Aku harap kamu yang pertama dan terakhir.
Aileen memutar posisinya dan berbaring disamping Liora sambil terus menatapnya, hingga akhirnya ia memberanikan diri memeluk Liora dan meletakkan kepala Liora ditangannya yang dijadikan bantalan kepala Liora. Liora pun menelusupkan kepalanya di dada Aileen tanpa sadar, karena dia tertidur dengan sangat nyenyak.
__ADS_1
Kimi mereka tertidur dengan saling berpelukan.