Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
Membawa Diandra dan Farisya Kerumah Sakit


__ADS_3

"Ilham ayo ikut, semalam Diandra dan Farisya kecelakaan !" ajak Noval pagi sekali pada Ilham untuk menjenguk Diandra dan Farisya.


"apa mas Noval bilang ? merek kecelakaan ? ko Risya ga kasih tau saya ya mas !" Ilham yang tidak mengetahui begitu panik dibuatnya.


"ga sempat bilang kali Ham, yaudah ayo lo ikut gue sekarang atau mau gue tinggal ?" paksa Noval.


"sebentar mas saya mau mandi dulu. saya baru bangun, 10 menit mas." Ilham pun segera berlari menuju kamar mandi. Sedangkan Noval segera memberitahu Ayah dan Bundanya mengenai masalah ini.


Setelah 10 menit Ilhan sudah rapi dan segera menuju rumah besar untuk meminta izin pada Mahendra.


"permisi tuan.." sapa Ilham pada Mahendra yang berada di taman belakang.


"iya iya saya sudah mengetahui dari Noval. ya sudah sana Noval sudah menunggu. kamu jangan lupa sarapan dulu Ham !" ucap Mahendra sambil tersenyum dan Ilham pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum juga.


Ilham berjalan memutari rumah besar hingga sampai di garasi.


"mas Noval kita pakai motor atau mobil ?" tanya Ilham


"mobil aja Ham, nanti biar kita bisa bawa mereka kerumah sakit !" suruh Noval.


Ilham pun segera mengeluarkan mobil milik Noval yang sudah lama tidak digunakan dan hanya terparkir rapi didalam garasi.


Ilham memecah jalanan yang lumayan sepi dengan kecepatan tinggi namun tetap dengan hati hati.


"ayo Ham kamu ikut masuk dulu nanti kita barengan kerumah Risya !" ajak Noval setelah sampai dan mobil Noval terparkir sempurna dan diangguki oleh Ilham.


"assalamualaikum.." ucap Noval sambil mengetuk pintu.


"waalaikum salam" sahut Diandra yang memang sudah bangun dan duduk di sofa ruang tamu.


Diandra berjalan dengan kaki pincang nya menuju pintu dan ...ceklek... begitu terkejutnya Diandra melihat kedatangan Noval dan Ilham sepagi ini. Bahkan ini belum jam 7 tepat pagi hari.


"Noval.. mas Ilham.." kaget Diandra.


"iya kita.." sahut Noval sambil menunjuk kedirinya dan Ilham.


"siapa sayang ?" tanya mama.


"hmm.. ini ma, ada Noval sama mas Ilham dateng.." sahut Diandra gugup.


"sepagi ini ?" mama Safira pun menghampiri kedepan dan benar saja yang dikatakan Diandra barusan.


"kenapa ga diajak masuk Di ? ayo Noval, Ilham silahkan masuk !" ajak mama Safira.


"makasih tan.." sahut Noval dan Ilham barengan.


"kaki kamu kenapa ko jalannya gitu, ayo aku bantu !" Noval pun langsung memegang tangan Diandra dan membantu Diandra berjalan.


"gapapa ko ini cuma keseleo aja semalam, soalnya aku terpental dari motor !" jelas Diandra.


"terus itu tangan kamu, kenapa ga diobati ?" tanya Noval lagi.


"udah aku obatin ko semalam. pagi ini belum soalnya aku baru bangun. hehehe" jawab Diandra malu malu.


"diminum dulu teh nya, mama kedapur lagi mau buat sarapan ya." mama safira meletakkan tiga cangkir teh untuk mereka.

__ADS_1


"maaf ya tan jadi ngerepotin !" ucap Ilham.


"ga ko, tante senang kalian dateng jengukin Diandra !" Safira kembali ke dapur.


"Diandra, kamu mandi sana !" suruh papa yang sudah selesai mandi dan sedang mengancingkan baju kerjanya. "ehh,, ada Noval sama Ilham.." kaget Agus.


Noval dan Ilham langsung mencium tangan Agus bergantian.


"iya pam, semalam Diandra ngabarin Noval katanya jatuh dari motor. Makanya pagi pagi tadi Noval ajak Ilham kesini mau lihat keadaan Diandra dan Farisya, perlu dibawa kerumah sakit atau ga !" jelas Noval khawatir.


"hmm.. begitu. Diandra cuma keseleo aja kakinya sama tangan nya sedikit luka, tapi gapapa ko ga perlu dibawa kerumah sakit." ucap Agus tersenyum.


"terus kalau farisya gimana om keadaannya ?" tanya Ilham


"Farisya kakinya tertindih motor dan lumayan bengkak. tangannya juga keseleo dan sedikit luka !" jelas Agus lagi dan Ilham kini menjadi semakin khawatir. "nanti setelah sarapan kita kerumah Farisya, saya antar !"


"oke om. terima kasih." Ilham sedikit lega


Mereka berlima pun sarapan bersama dengan suasana begitu tenang, namun sesekali Noval bertanya pada Agus masalah pekerjaannya. Setelah selesai akhirnya Agus mengantar Noval dan Ilham ke rumah Farisya, tak lupa mengajak Diandra pula karena akan membawa mereka ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Diandra dan Farisya.


"Tante, om, kakek. Noval sama Ilham pamit kerumah sakit dulu ya. assalamualaikum.." izin Noval.


"waalaikumsalam." sahut mereka.


Diperjalanan Diandra terus mengelus kaki Farisya yang masih bengkak dan memar, Diandra tak tega melihat sahabatnya sampai seperti ini.


"Sya.. sakit banget ya kaki lo ?" Diandra.


"lumayan Di, cuma udah ga sesakit kemarin sewaktu belum diurut sama mbok Mar." Farisya


"kamu kenapa ga ngabarin aku Sya semalam ?" Ilham yang sedang fokus menyetir pun akhirnya angkat bicara.


"terus kalian ingat nomor polisi motor itu ga ?" tanya Noval.


"gue ga inget Val, kejadiannya cepet banget soalnya !" jawab Farisya


"kalo kamu Di ?" tanya Noval kini pada Diandra.


"aku sempet liat, B 27XX XXX dech Val !" Diandra pun mencoba mengingat nomor polisi motor tersebut.


"kamu yakin sayang ?" tanya Noval lagi dan Diandra pun mengangguk.


"Kiki mas. coba minta kiki buat selidikin pemilik motor tersebut !" ucap Ilham


"ahh lo benar Ham. bentar gue telpon dia dulu !" Noval pun mengambil ponsel dari saku celananya dan menghubungi orang yang bernama kiki.


"hallo ki" Noval.


".......... " kiki


"coba lo cek siapa pemilik motor dengan nomor polisi B 27XX XXX dan segera kabarin gue ya ki !" Noval


"..........." kiki


"panjang ceritanya deh, ni sekarang gue mau kerumah sakit buat antar pacar gue sama pacar Ilham. Kalo lo udah tau siapa pemilik motor itu segera kabarin gue tau ga lo langsung susul w kerumah sakit kota ya !" Noval

__ADS_1


".........." kiki


"oke gue tunggu kabar lo secepatnya. gue tutup telponnya !" Noval.


"Gimana mas ?" tanya Ilham


"tinggal tunggu hasilnya, setelah tau siapa orang nya kita tinggal suruh Rasya sama anak buahnya kejar itu pelaku sampai dapet tanpa harus melibatkan polisi Ham !" jawab Noval.


"kalian ga akan ngelakuin hal hal yang kriminal kan ?" tanya Diandra ketakutan.


"tenang aja sayang, kita cuma mau tau siapa orang nya dan kenapa dia nyelakain kalian berdua. terus kita cuma mau kasih sedikit pelajaran aja sama orang itu !" Jelas Noval sambil tersenyum kepada Diandra.


"awas aja kalo kalian sampai ngelakuin hal yang bukan bukan, jangan harap bisa ketemu kita lagi !" ancam Farisya.


"ko ngamcemnya ngeri ya mas !" ledek Ilhan


"hmm.. gue yakin deh Ham, bukan kita yang ga tahan buat ga ketemu, tapi mereka berdua !" Noval menimpali.


"hahahaha." Noval dan Ilham tertawa membayangkan bagaimana marah dan uring uring an Diandra dan Farisya ketika tidak busa bertemu jangan Noval dan Ilham.


"yeyy kalian tuh ya, kita seriuss tauuu !" omel Diandra


"tau nih, malah ketawa lagi !" gerutu Farisya.


Setelah beberapa kilo meter dalam perjalanan akhirnya mereka pun sampai dirumah sakit, dengan cepat Ilham mengambil 2 kursi roda dan memberikan satu pada Noval untuk Diandra.


"ehh,, aku bisa jalan ya ga usah pake kursi roda segala !" tolak Diandra


"kamu yakin ? jalannya jauh lo sayang." bujuk Noval namun Diandra tetap kekeh tidak mau memakai kursi roda.


"yaudah ayo aku bantu kamu, pelan pelan aja ya !" Noval memegang tangan Diandra dan dengan telaten membantu Diandra berjalan, walau sebenarnya tanpa dibantu pun Diandra bisa berjalan sendiri walau dengan sedikit pincang.


Ilham mendorong kursi roda milik Farisya, dan Farisya begitu senang dengan sikap perhatian dan perduli Ilham padanya. Farisya mendongakkan kepalanya kebelakang dan tersenyum pada Ilham.


"makasih ya mas !" ucapnya.


"makasih buat apa ?" tanya Ilham.


"kamu beneran perhatian dan sayang sama aku." jawab Risya.


"aku emang sayang sama kamu Sya, dan aku janji 2 tahun yang akan datang setelah aku berhasil aku akan melamar kamu !" Ilham menundukkan kepalanya dan mencium pucuk kepala Risya.


"mas malu ih diliatin orang !" omel Risya.


"gapapa, kan sama pacar sendiri." sahut Ilham.


Ilham dan Farisya sudah sampai didepan ruang praktek dokter Melisa, namun Noval dan Diandra masih tertinggal cukup jauh karena Diandra memaksa untuk berjalan jadi langkahnya sangat lambat.


"sakit ga ? capek ga ?" tanya Noval.


"sakit sedikit, aku mau duduk dulu sebentar !" akhirnya Diandra duduk di kursi yang ada di lorong.


Noval dengan gagahnya malah mengangkat tubuh Diandra dalam gendongannya ala ala Bridal hingga sampai didepan ruang praktek dokter Melisa dimana Ilham dan Farisya sudah terlebih dahulu disana.


*****

__ADS_1


***jangan lupa kirim like, komen and vote nya ya..


happy reading 😘***


__ADS_2