
Sementara dikantor Mahendra dan Noval sedang meeting bersama para staf dan pemegang saham dikantor kantor. Kiki pun turut serta dalam meeting bulanan tersebut karena dia berperan penting dalam perusahaan.
Sedangkan Raga ? jangan ditanya, Raga lah yang selalu membuat puas seluruh para pemegang saham dengan hasil kerjanya. Maka dari itulah Raga kini diangkat menjadi wakil Presdir menggantikan wakil Presdir lama yang sudah pensiun.
Bukan karena Raga adalah menantu Mahendra, tapi memang hasil kerja Raga selalu memuaskan dan selalu berhasil membuat untung perusahaan.
Selesai meeting, Mahendra meminta Raga dan Noval untuk datang ke ruangan nya karena ada hal penting yang memang harus segera dibicarakan.
"ada apa yah ?" tanya Raga ketika sudah masuk kedalam ruangan Mahendra.
"duduklah.. Ayah mau bicara penting dengan kalian !" ucap Ayah.
"Raga, apa kamu setuju kalau ayah menyerahkan jabatan presdir ayah kepada Noval ?" tanya Ayah.
"kenapa ayah bertanya sama Raga ? semua keputusan ada ditangan Ayah." jawab Raga.
"bukan begitu Raga. Disini posisi kamu sekarang adalah suami dari Putri sulung Ayah, dan pasti kamu mengerti apa yang Ayah maksud ?" ucap Ayah.
"maaf Ayah.. tapi Raga ga berhak buat melarang ayah memutuskan siapa yang akan menggantikan ayah menjadi Presdir di perusahaan milik ayah sendiri. Raga memang suami dari putri sulung Ayah, tapi disini di perusahaan ini Raga hanya seorang pekerja yang berstatus sebagai menantu Ayah. Jadi bagi Raga keputusan ayah tetap yang terbaik untuk kita semua. Dan Raga bersyukur Ayah sudah sangat percaya pada Raga dan menjadikan Raga sebagai wakil Presdir." ucap Raga dengan sangat bijaksana tanpa menyinggung perasaan Mahendra maupun Noval.
"Ayah benar-benar tidak salah pilih menjadikan kamu sebagai wakil Presdir dan menantu Ayah. Ayah sangat bangga sama kamu Raga !" Mahendra langsung memeluk Raga dengan sangat erat dan menyalurkan kasih sayang nya kepada Raga.
"Raga lebih bangga sama Ayah, Ayah adalah panutan buat Raga." Raga pun membalas pelukan Mahendra.
Noval tersenyum bahagia dengan mata yang berkaca karena bangga memiliki seorang kakak ipar yang benar tulus dan tidak gila jabatan dan harta.
"gue bangga punya kakak ipar seperti Lo bang. Disaat diluaran sana mereka berebut harta dan tahta, tapi disini lo malah lebih mementingkan kebahagiaan keluarga padahal kesempatan lo buat jadi Presdir sangat dekat !" bangga Noval pada Raga.
__ADS_1
"gue bukan manusia yang tamak akan harta dan tahta Val, gue mencintai kakak lo dengan tulus. Dan gue bekerja di perusahaan ini bukan karena gue ingin memiliki perusahaan ayah, tapi gue mau tunjukkin kekalian prestasi gue !" Jawab Raga tegas namun tetap tidak menyakiti hati.
"terima kasih bang, karena lo udah jadi pendamping kakak gue, jadi menanti ayah gue dan menjadi kakak buat gue. gue benar bangga dan sayang sama lo bang !" Noval pun beranjak dari duduknya dan memeluk Raga.
Raga pun membalas pelukan hangat Noval dan menepuk nepuk punggung Noval.
"Setelah ini ayah bisa tenang mengambil keputusan !" ucap ayah penuh ketenangan dan merasa lega.
"Raga akan dukung 100% apapun keputusan ayah itu pasti yang terbaik !" Sahut Raga.
"kalau begitu tinggal kamu Noval. Ayah minta kamu buat melanjutkan study S2 kamu sebelum ayah menyerahkan jabatan ayah pada kamu !" Kali ini ayah berbicara serius pada Noval.
"tapi yah.. Noval beneran belum siap buat terjun langsung di perusahaan." tolak Noval.
"Val, apa kamu tega sama ayah yang udah semakin tua ini ?" ucap ayah menampar hati Noval "udah cukup kamu main main dengan dunia kamu sendiri Val, sekarang saatnya kamu buat serius. Lagi pula mau dikasih makan apa anak orang kalau kamu nanti nikah sama dia ?" lanjut ayah lagi setengah meledek Noval tentang Diandra.
Noval menggaruk belakang kepalanya yanh tidak gatal. "hehehe makan nasi lah yah, masa di kasih batu !" jawab Noval garing.
"benar yang dibilang sama Raga. Selama kamu masih kuliah, ayah ga akan nuntut kamu buay terlalu fokus dikantor. Kamu masih bisa belajar sedikit sedikit, ngelanjutin apa yang udah kamu ketahui tentang perusahaan kita. Dan lagi, kamu banyak sedikit sudah belajar bukan, kamu tinggal Leboh menggali aja Val !" lanjut ayah.
"oya, apa rencana ayah buat ilham itu jadi ?" tanya Raga.
"harus. Ayah udah bicara semua sama Ilham, dan setelah Ilhan wisuda ayah akan langsung menyuruh Ilham terjun langsung mengurus hotel yang sudah dalam tahap akhir pengerjaan !" jawab ayah.
"rencana apa yah, bang ?" tanya Noval heran dengan pembicaraan menantu dan mertuanya ini.
"ayah akan mengutus ilham untuk mengurus hotel yang ada di kota xz, dan ayah akan mewariskan hotel tersebut buat ilham. Dengan catatan dalam waktu 1 tahun omset hotel harus berkembang pesat !" jawab ayah.
__ADS_1
"wah.. kalu begitu rencana ilham buat nikahin Farisya setelah Farisya lulus bisa berjalan lancar dong, dan Ilham ga harus susah payah nabung sedikit sedikit buat bayar cicilan rumah yang nanti bakal ditempatin setelah dia nikah !" Noval pun bongkar rencana Ilham yang akan membeli rumah secara kredit
"apa ? Ilham mau kredit rumah ?" kaget ayah.
Noval hanya mengangguk mengiyakan.
"ayah sudah bilang sama dia, kalau dia mau atau perlu sesuatu langsung bilang sama ayah. apa lagi ini dia punya rencana nikahin anak orang !" cerocos ayah kesal.
"selow yah selow.. ini kan baru rencananya aja, tapi kan belum jadi !" Noval menenangkan "keceplosan kan gue !" batin Noval.
"nanti ayah bicarain lagi sama Ilham, mungkin dia merasa ga enak hati sama ayah !" ucap Raga.
"ya kamu benar, selama ini apapun yang ayah tawarkan selalu ditolak. bahkan biaya kuliah yang ayah tawarkan pun selalu ditolak. makanya ayah selalu menggaji dia lebih dari gaji pengawal yang lain di luaran sana !" ayah membenarkan ucapan Raga.
"yaudah yah gini aja deh. jarak hotel dan rumah ilham kan lumayan jauh bahkan bisa memakan waktu 2 jam juga biarpun pakai kendaraan, mending ayah beliin ilham rumah atau apartemen buat dia didekat hotel supaya dia ga kejauhan berangkat kerjanya. Nanti kan bisa dia pakai juga setelah dia nikah !" Noval pun memberikan ide cemerlang pada ayahnya.
"oke. kamu urus semuanya, berapapun harga yang harus ayah bayar, ayah ga akan keberatan kalo itu buat ilham !" suruh ayah pada Noval.
"wahhsiiiap pak bos !" ucap Noval sambil memberi hormat. "terus lo kapan pindahan bang, biar nanti gue ajak ilham dan kiki buat bantu bantu ?" tanya Noval.
"minggu depan aja deh gue, biar ga terlalu buru buru juga buat rapihin barang barang nya. lagi juga gue masih tahap pembenahan, barang yang udah tersedia mau gue ganti semua sesuai permintaan Nindya !" jawab Raga.
"yaudah nanti kabarin aja ke gue, nanti gue bantu bang !" Noval diangguki oleh Raga.
*****
Hai readers.. terima kasih selalu setia denganku.. jangan lupa mampir juga di novel kedua aku ya dibawah ini..
__ADS_1
aku tunggu jempolnya ya.. 😘😘