Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Kecewa diawal bahagia


__ADS_3

Di cafe.


Liora membantu Sisi menyiapkan minuman untuk Firlly, Farlo, Dodo dan Nova. Ia kembali kemeja dimana mereka berada, tapi fikiran Liora entah kemana. Ia memikirkan bagaimana reaksi Aileen ketika mengetahui jika Firlly adalah adik dari sahabatnya.


Dodo berdecak kagum, matanya menoleh kesana kemari. "Jadi ini cafe punya lo sendiri Ra ? Gilaaa, ga nyangka gue !"


"Iya Do. Ya dengan bantuan sahabat tersayang gw tentunya !" Sahut Liora bangga melirik ke arah Sisi juga Juna. Sayang nya tak ada Mona dan Mahesa disana.


Liora mendengarkan penjelasan dari Firlly atas permintaan Farlo yang tahu jika adiknya merasa sangat bersalah atas kejadian malam itu. Dan hampir dua jam Liora mendengarkan penjelasan Firlly, tentunya juga dengan Juna dan Sisi yang disuruh ikut mendengarkan.


Embun dimata Liora pun menetes, ada rasa penyesalan dalam dirinya yang tak pernah mau mendengarkan penjelasan Firrly sedari dulu. Tapi ia bahagia sekarang karena sudah tahu yanh sebenarnya dan itu bisa membuatnya memaafkan Firlly tanpa rasa yang selalu mengganjal didalam hatinya. Pun dengan Firlly yang selama ini selalu merasa bersalah dengan Liora, dan itu selalu menghantui dirinya.


"Nah kan semuanya udah jelas ni yeyy sayy.. Mending sekarang dese berdua berpelukan deh yeyy, sebagai tanda kalian udah berbaikan. Jangan terus perang ga enak sayy, eke yang sedih tau !" Ujar Dodo.


"Iya Ra. Gue juga ga enak liat lo terus terusan ke fikiran masalah ini, ya walau gue tau sekarang lo udah beneran move on. Tapi ga ada salahnya kalian saling memaafkan !" Sahut Juna menimpali. Karena memang Juna juga tahu tentang masalah ini.


"Ga perlu lah. Ga enak kali, Liora udah punya suami !" Sergah Firlly menolak.


Liora melihat Farlo, dan Farlo mengangguk meyakinkan. Kemudian ia menoleh pada Sisi dan Juna yang langsung mengangguk seperti Farlo.


"Firlly !" Liora langsung memeluk Firlly tanpa meminta izin padanya terlebih dahulu. Sempat Firlly mematung, tapi sesaat kemudian ia membalas pelukan Liora.


"Maafin aku ya Ra !" Ucap lirih Firlly. "Maafin aku juga ya yang ga pernah mau dengar penjelasan kamu !" Sahut Liora pada Firlly.


"LIORA !"


Semua menoleh ke asal suara yang berteriak nama Liora. Firlly dan Liora langsung melepaskan pelukannya dan terkesiap melihat siapa yang kini sudah berdiri didekat mereka. Farlo menjadi merasa sangat bingung mau menjelaskan apa pada Aileen, karena ia ingat jika Aileen pernah menceritakan masalah ini sebelumnya pada dirinya.


Liora berdiri dari duduknya diikuti oleh semua. Farlo yang paling dekat dengan posisi Aileen pun mencoba memegang bahu Aileen, namun dengan cepat ditepis oleh nya.


"Mas. Maaf !" Ucap Liora yang kini sudah berhadapan dengan Aileen dan menatap mata nanar Aileen.


Sungguh, Aileen begitu merasakan panas yang teramat dan rasanya ia ingin sekali meluapkan rasa panas didalam dadanya.


"Aku tunggu kamu dirumah !" Ucap tegas Aileen yang kemudian membalikkan badannya. Liora dengan segera memeluk Aileen dari belakang. "Mas, yang kamu lihat ga kaya yang kamu fikir. Please, percaya sama aku !"


Aileen membalikkan badannya sambil melepaskan pelukan Liora, ia menatap mata Liora yang mulai berembun menahan tangis.

__ADS_1


"Aku tunggu kamu dirumah setelah kamu selesaikan semuanya." Sahut lembut Aileen dengan wajah yang merah padam menahan amarah yang semakin menggebu.


Aileen berbalik dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan cafe.


"Hiks.. hiks.. hiks.." Tangis Liora pecah sepeninggal Aileen, bahkan ia sampai duduk dilantai.


Mata pada pengunjung cafe pun tertuju pada Liora dan Aileen sedari tadi, namun tak satupun dari mereka berani berbicara. Karena bagi mereka itu bukanlah sebuah tontonan.


Sisi memeluk Liora dari samping untuk menenangkan Liora, Sisi sadar memang ini sebuah kesalahan tapi juga ini hanya untuk memperbaiki hubungan yang sudah sangat lama hancur.


"Jangan nangis lagi ya Ra. Gue yakin pak Aileen akan ngerti setelah lo jelasin semuanya !" Ucap Sisi menenangkan.


"Maafin aku Ra. Aku ga bermaksud buat kamu jadi bertengkar sama Jhofan !" Sahut Farlo.


"Kakak ga salah. Mungkin waktunya aja yang ga tepat !" Sahut Liora.


"Maafin eke juga ya Sayy. Mungkin kalo bukan karena ide eke, yeyy sama suami yeyy ga akan kaya gini sekarang !"


"Gue gapapa ko. Gue mau pulang, Jun anter gue ya !" Liora mencoba berdiri dengan dibantu Sisi dan Nova. "Gue ikut ya Ra, buat bantu jelasin sama pak Aileen. Gue ga enak juga Ra !" Pinta Sisi.


"Ga perlu Si. Biarin gue sendiri yang selesaikan masalah gue !" Saat Liora akan mengambil langkah untuk segera pulang tiba tiba pandangannya memburam dan badannya menjadi begitu lemas.


Liora hampir terjatuh kelantai jika tak disambut oleh Juna, ia tak sadarkan diri.


"Liora !" kejut semua saat tiba tiba tubuh Liora ambruk kedalam dekapan Juna.


Firlly dan Farlo langsung membopong tubuh Liora untuk membawanya ke mobil dan menuju rumah sakit. Saat sampai diparkiran Mona dan Mahesa terkejut dengan keadaan Liora.


"Ra. Liora !"


"Liora."


Kejut Mona dan Mahesa berbarengan.


"Mon, telpon pak Aileen dan bilang suruh langsung kerumah sakit sekarang !"


Tanpa pikir panjang, Mona menyambar ponselnya yang berada didalam tas dan mengikuti langkah Mahesa yang kembali masuk kedalam mobil untuk mengikuti mobil Juna yang membawa Liora menuju rumah sakit.

__ADS_1


"Suster, dokter !" Teriak Mona dan langsung merebahkan Liora keatas brankar yang dibawa suster.


Suster menahan Mona dan Sisi yang hendak ikut masuk kedalam, dengan kesal Mona menuruti perintah suster. "Udah Mon. Liora cuma kecapean aja ko !" Ucap Sisi menenangkan.


Saat hendak duduk di kursi tunggu, mata Mona menangkap tiga orang yang tidak ia kenali sedang berbicara pada Farlo. Mengerti dengan arah tatapan Mona, Sisi mencoba menjelaskan. Sejurus kemudian Mona membulatkan matanya dan dengan perasaan yang menggebu Mona mendorong kasar tubuh Firlly hingga terjatuh.


"Oh. Jadi lo yang namanya Firlly, yang pernah buat Liora sakit hati dan depresi karena pengkhianatan lo ! Sekarang lo datang kesini pasti dengan niat buruk kan." Cerocos Mona.


"Yang, sabar yang. Ini rumah sakit !"


Firlly berdiri dibantu oleh Nova, dan kemudian ia tersenyum getir kearah Mona.


"Ga bisa. Gue ga bisa sabar Yang. Sekarang Liora pingsan pasti karena lo kan !" Tuduh Mona pada Firlly lagi.


Saat Farlo akan menyahuti Mona, Aileen datang dan langsung menanyakan keadaan Liora. "Masih diperiksa dokter, pak." Sahut Sisi.


Aileen menatap sinis kearah Firlly dan Farlo. Kemudian ia menatap Mona yang menunjukkan wajah kesalnya.


Dokter keluar. "Keluarga Nafiza Eliora." Aileen berdiri dan menghampiri dokter tersebut. "Saya suaminya, dok. Gimana keadaan istri saya ?"


"Istri anda baik baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi anda harus selalu menjaga istri anda agar tidak stress dan terlalu lelah. Karena saat ini istri anda sedang mengandung." Jelas dokter.


1, 2, 3.. Hening, tak ada jawaban dari Aileen yang merasa terkejut dengan jawaban dokter. "I-istri saya mengandung ? Ma-maksudnya i-istri saya ha-hamil dok ?"


Entah mengapa Aileen menjadi sangat gugup hingga ia pun berbicara menjadi gagap seperti itu.


Mona dan Sisi berpelukan mendengar ucapan dokter, Juna dan Mahesa tersenyum lebar bahagia juga dengan Farlo. Tapi berbeda dengan Firlly yang merasa sedikit kecewa, tapi ia pun turut bahagia.


"Iya. Istri anda sedang hamil. Dan kini kehamilannya memasuki usia 7 minggu."


Tanpa menjawab dan permisi, Aileen langsung masuk kedalam ruangan dimana Liora berada. Dokter hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat Aileen.


"Kalau begitu saya permisi." Pamit dokter. "Terima kasih dok. Maafin kakak saya ya, emang suka gitu !" Sahut Mona dengan bercanda yang hanya diangguki oleh sang dokter.


Didalam. Liora sudah tersadar dan sedang duduk diatas brankar dengan memegang kertas yang tentunya itu adalah hasil tes kehamilannya.


"Sayaaang !" Aileen langsung memeluk Liora dengan sedikit meneteskan air mata bahagianya. Liora menyambut pelukan hangat Aileen, tapi tanpa ekspresi apapun.

__ADS_1


Kemudian Aileen melepaskan pelukannya dan menangkap pipi Liora sambil menatap mata indah Liora. "Makasih ya sayang. Akhirnya yang aku tunggu tunggu udah tercapai !"


"Hiks.. hiks.. hiks.."


__ADS_2