
Sore hati keluarga Aileen pun datang berkunjung ke rumah nya, dan membuat semakin ramai karena tidak hany kedua orang tuanya melainkan kakek dan nenek sekaligus Mona yang ikut datang. Hingga makan malam tiba suasana semakin ramai dengan perbincangan dan canda tawa dari kedua keluarga yang baru menjadi besan tersebut.
Malam hari Noval dan Diandra, Nindya dan Raga memutuskan untuk pulang, namun anak anak mereka tidak mau ikut pulang melainkan memilih untuk menginap bersama Indah dan Mahendra dirumah Liora.
"Bun, aku titip Zein sama Zeina ya. Maaf banget bun, aku ga bisa nemenin. Ra, Leen, maaf juga ya kakak ga bisa nginep malam ini soalnya besok pagi banget mas Noval mau keluar kota dan kakak belum beresin barang barangnya !" Ujar Diandra.
"iya kak ga apa ko. Kakak tenang aja kan ada bunda sama ayah, juga ada suster Erika yang ikut jagain Zein sama Zeina !" Sahut Liora.
"yaudah Bun, Yah, Ra, Leen. Aku pulang dulu ya. Ze, Na. jangan nakal ya sayang, besok Daddy pergi keluar kota selama beberapa hari. pokoknya kalo ga ada Daddy kalian jangan bikin yang lain susah ya !"Ujar Noval sambil memeluk kedua anaknya tersebut.
Zein dan Zeina mengangguk "Daddy hati hati dijalan sama Papi ya. Jangan ngebut terus kalo ada lampu merah harus berenti jangan nanti di tangkep polisi !" Ucap Zeina malah ditertawai seluruh keluarga.
Sesampainya Diandra dan Noval dirumah. Mereka langsung menuju kamar untuk membersihkan diri dan kemudian mereka langsung beristirahat sampai pagi hari menjelang.
Setelah melaksanakan sholat subuh, Diandra langsung meminta bibi untuk menyiapkan sarapan. Sedangkan dirinya membantu sang suami untuk membereskan beberapa pakaian kedalam koper untuk dibawa Noval.
"kira kira kamu berapa hari mas ?" Tanya Diandra yang telah selesai.
"empat sampai lima hari sayang. Soalnya aku ada beberapa meeting sama client disana !" Sahut Noval yang sudah berkutat dengan laptop miliknya.
"jaga kesehatan ya mas disana. Kamu kan ga pergi sama kak Raga, tapi sama pak Yohan doang !" Dindra langsung memeluk Noval dari belakang dan meletakkan dagunya dipundak Noval.
"iya sayang.. kamu ga usah khawatir gitu dong !" Sahut Noval. "ya udah yuck kita turun, udah semua kan ?" lanjut Noval.
Diandra mengalihkan posisinya dan membawa koper Noval, kemudian ia dan Noval keluar dari kamar menuju kemeja makan untuk sarapan. Dan setelahnya mereka duduk di kursi ruang tamu untuk menunggu pak Yohan datang menjemput Noval.
Tepat pukul delapan, mobil pak Yohan sudah terparkir dihalaman rumah Noval dan Diandran. Mereka pun langsung keluar sambil membawa koper milik Noval dan sang sopir pun memasukkan koper itu kedalam bagasi. Sedangkan kan empu masih betah memandang sang istri yang beberapa hari kedepan akan ditinggal untuk bekerja.
"aku pamit ya, doain aku selamat sampai tujuan !" Ucap Noval sambil mencium kening Diandra.
"pasti mas. Nanti kabari aku ya !" Sahut Diandra mencium punggung tangan Noval.
"iya. yaudah mas berangkat ya. Assalamualaikum." Noval pun langsung masuk kedalam mobil dan disusul pak Yohan yang sebelumnya menundukkan kepala pada Diandra yang kini menjadi menantu dari bosnya yaitu Mahendra.
Selepas kepergian Noval beberapa menit yang lalu, Diandra memutuskan untuk pergi kerumah baru Liora mengendarai mobil miliknya sendiri tanpa menggunakan sopir pribadinya. "Mbak, saya mau kerumah Liora. Kamu jaga rumah ya, mungkin saya pulang malam !"
"baik bu. Oya ibu mau di masakin apa nanti malam ?" Tanya Mbak Lili.
__ADS_1
"ga usah deh mbak. Nanti biar saya makan dirumah bunda aja. mbak kalo mau keluar gapapa, yang penting jangan lama ya !" Seru Diandra.
Ya memang sang ART Diandra masihlah sangat muda, hanya berbeda tiga tahun lebih tua dari Diandra. Dia seorang janda anak satu yang ditinggal meninggal oleh suaminya. Jika saja dia memiliki pendidikan hingga tingkat SMA mungkin Diandra akan memperkerjakannya menjadi cleaning service di perusahaan Noval, namun sayang nya dia hanya tamatan SMP. Sudah setahun lebih mbak Lili bekerja untuk Diandra menggantikan ART terdahulu yang memang sudah sepuh. Untungnya Lili adalah seorang pribadi yang baik, hingga Diandra dan Noval menyukai nya. Walau dia seorang janda dan mempunyai bos yang kaya dan tampan, tidak menjadikannya gelap mata. Karena ia tahu jika sang majikannya amatlah baik hati dan pengertian.
*
Mobil Diandra melaju membelah jalanan kota yang tidak cukup ramain. Ia menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah minimarket untuk membeli beberapa makanan dan minuman untuk kedua anaknya dan juga Rania. Setelahnya ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah Liora dan Aileen, yanh sebelumnya ia menghubungi sang bunda untuk menanyakan apakah mereka masih disana atau tidak.
Zeina dan Zein langsung menyambut kedatangan Diandra yang baru saja turun dari mobil dengan kantung besar ditangannya. Bunda dan Liora yanh sedang menemani Zein, Zeina dan Rania yang sedang bermain dihalaman depan pun tersenyum melihat kedatangan Diandra. Diciumnya punggung tangan Indah oleh Diandra, dan kemudian ia memberikan makanan yang ia bawa kepada anak anak.
"buat aku mana ?" pinta Liora.
Diandra mengeluarkan satu buah susu kotak berukuran besar dengan rasa strawberry dan memberikannya pada Liora. "asik dapet juga kan aku !" Seru Liora mengambil susu kotaknya.
"Kan masih anak kecil, jadi masih dapet jatah ! hahaha" ledek Bunda.
"udah gede kali bun !" Sahut Liora sambil membuka susu kotaknya dan langsung meminumnya melalui sedotan.
"iya bun, Liora sekarang udah gede. Kan udah punya suami !" Diandra pun ikut meledek Liora.
"ihh apa sih kakak. Ga usah bawa bawa suami dong !" Kesal Liora.
"iya si emang. hehehe" Liora pun tak bisa mengelak lagi.
Mereka berbincang hingga tak sadar bahwa sedari tadi Aileen dan ayah Mahendra terus tersenyum melihat ketiga bidadari cantik yang ada dihadapannya.
"ekhm.. kalo udah ngobrol sampe lupa waktu !" Ujar Mahendra menyinggung mereka.
"ayah.." Diandra langsung bangun dari duduknya dan mencium tangan Mahendra. Aileen pun menyalami dan mencium punggung tangan Diandra seperti kakaknya sendiri.
"duh.. adek ipar yang baik !" Ledek Diandra.
Aileen hanya tersenyum dengan ucapan Diandra yang memujinya.
*
Indah, Diandra dan Liora pun mulai acara masak memasaknya di dapur dengan menu yabg sederhana dan mudah dibuat, karena waktu sudah sangat siang dan makhluk yang berada didalam perut sudah meminta untuk segera diisi. Setelah selesai, Liora menata masakan tersebut keatas meja makan, dan memanggil ayah dan suaminya. Kemudian Liora menuju kekamar anak anak untuk mengajak mereka makan, namun sayang nya ketiga keponakannya malah terlelap dilantai dalam kamar.
__ADS_1
"Bun, anak anak tidur !" Ucap Liora sambil menarik kursi meja makan.
"yaudah gapapa nanti aja, kasian mereka dari pagi main terus mungkin capek !" Sahut Indah.
"Li, kamu ambilin dong makanannya buat suami kamu !" Tegur Liora.
"gapapa yah, aku bisa sendiri ko !" Tolak Aileen sambil tersenyum.
"kamu mau apa mas ?" Tanya Liora mengambil alih piring milik Aileen.
"apa aja Ra !" Sahut Aileen tersenyum.
Liora pun menyendokkan nasi beserta sayur dan juga ikan kedalam piring Aileen. Kemudian Liora mengambilnya untuk dirinya sendiri. Disusul Diandra yang mengambil untuknya. Suasana makan siang pun begitu ramai dengan celoteh celoteh kecil dari Diandra dan Liora yang berada mulut dengan sesekali tertawa.
Dikampus
"Jun, sepi ya ga ada Liora !" Keluh Sisi yang kini sedang mengaduk ngaduk makanannya.
"iya juga ya si. padahal baru dua hari tuh anak gada ! Ini juga si Mona sama Mahesa ikutan sok sibuk pake segala ga ngampus. Padahal ada jadwal di jam yang sama ni !" Sahut Juna.
"oh iya Jun. Gimana sama pacar lo ? apa perlu gue ketemu sama pacar lo buat jelasin maslah kemarin !" Seru Sisi.
"ga perlu lah, kalo emang dia sayang sam gue harusnya dia benar percaya sama gue Si. Kaya gue yang selalu percaya sama dia !" Tutur Juna.
"iya juga si. Tapi gue jadi ga enak !" Keluh Sisi.
"kasih kucing sana kalo ga enak ! Lagi juga tuh ya dia udan putusin gue semalem pas gue kerumahnya Si."
"hah.. yang bener lo Jun ? Sorry ya pasti karna gue lo jadi diputusin sama cewek lo !" Sisi pun menjadi tak enak hati pada Sisi.
Sreeek... byuuurr...
"jadi lo orang nya yang kemarin peluk pelukan sama Juna di motor !"
*
**
__ADS_1
***
Bersambung