
Noval & Diandra
Pagi hari yang cerah membuat kedua anak kecil ingin bermain disebuah taman didekat rumahnya, seperti hari minggu sebelumnya Diandra dan Noval akan mengajak kedua anaknya untuk jalan jalan dan bermain di taman tersebut.
Zeina mengeluh haus dan meminta Noval untuk membelikan minuman, namun Zeun tidak mengizinkan karena sedang bermain bola dengan sang daddy. Diandra akhirnya beranjak dari duduknya dan menuju warung kecil dan meninggalkan Zeina yang masih melihat sang kakak dan Daddy nya bermain bola.
Lima menit, sepuluh menit dan bahkan lima belas menit kemudian Diandra tak kunjung kembali. Padahal warung yang sebelumnya ia tuju berada diseberang jalan taman yang letaknya tak jauh dari tempat mereka bermain. Noval mengajak kedua anaknya untuk mencari keberadaan Diandra namun hasilnya nihil. Kemudian Noval mengajak Zein dan Zeina untuk kembali kerumah berharap Diandra sudah pulang lebih dulu.
Sesampainya mereka dirumah, Zein dan Zeina langsung berteriak memanggil sang mommy berkali kali namun tidak ada sahutan darinya. Bahkan suster dan ART pun ikut mencari keberadaan Diandra di sekeliling rumah namun tetap tidak diketemukan.
"Dad.. Mommy dimana ? Apa mommy marah sama Nana dan Zeze karena kita nakal ?" tanya Zeina sambil menangis dan begitupun dengan Zein.
"sayang.. kalian ga boleh ngomong gitu. mommy ga pernah marah sama kalian berdua. Sekarang kalian sama suster dulu ya ganti baju kalian. Daddy akan mencari mommy kalian dulu, daddy yakin mommy tidak marah sama kalian." Noval pun mencium kening kedua anaknya dan segera menelpon Kiki untuk menyuruhnya melacak keberadaan Diandra melalui ponselnya.
"Suster.. apa mommy akan baik baik aja ?" Tanya Zein dengan muka yang semakin sedih.
"Mommy pasti akan baik baik sayang, Zeze jangan khawatir kan daddy lagi cari mommy !" Sahut suster Erika sambil memeluk Zein dan Zeina.
"suster jangan tinggalin aku ya, aku ga mau suster juga pergi ninggalin aku sama Zeze kaya mommy !" Tangis Zeina semakin pecah dalam dekapan Erika.
"Suster, tolong jaga Zeze dan Nana, saya mau cari Diandra. Tolong jangan ajak mereka keluar dan tetap didalam rumah, sebentar lagi Bunda kesini sama Mama !" Seru Noval.
"Daddy.." Zein dan Zeina memeluk Noval.
"Daddy pergi sebentar ya sayang, kalian jangan nakal sama suster. Sebentar lagi eyang sama oma akan kesini buat jaga kalian !" Seru Noval lalu menciumi pipi dan kening kedua anaknya. Zein dan Zeina hanya mengangguk.
Nyonya dimana ? apa nyonya baik baik aja, apa nyonya diculik ? Batin Erika.
Noval pun berlalu meninggalkan kamar anaknya dan menuju kebawah, terlihat dua orang berbadan tegap sedang menunggu Noval.
"ayo kita berangkat sekarang." Ucap Noval pada dua orang tersebut. "kalian, jangan sampai lengah !" Titah Noval pada penjaga yang berada didepan pintu utama rumahnya.
Noval kemudian menaiki mobilnya dengan kedua pengawalnya tersebut, dan diperjalanan Noval terus berharap cemas pada Diandra. Sudah satu jam namun tidak ada kabar dari Diandra sama sekali. Bahkan Kiki pun belum mengabari tentang keberadaan Diandra.
Tring.. Tring..
__ADS_1
Ponsel Noval berdering dan segera melihat notifikasinya, nampak foto seorang wanita sedang diikat dibagian mulut nya.
(anggap aja kaya gini ya)
"Sialan !" Teriak Noval didalam mobil membuat kedua pengawalnya dan seorang supir terkejut.
"ada apa tuan ?" Tanya pengawal yang duduk disamping Noval.
"Nyonya kalian disekap !" Sahut Noval.
Kemudian Noval mengirim nomor sang penculik pada Kiki, dan Noval kembali menghubungi Kiki.
"lo cek Nomor itu sekarang juga, dan cari tahu keberadaannya. Nyawa Diandra berada ditangan orang itu." Suruh Noval.
"oke akan gue laksanakan. Ponsel Diandra udah diganti keberadaannya, orang yang menculik Diandra menggantinya dengan posisi rumah lo !" Ucap Kiki.
"selidiki, jangan sampai terkecoh. kayanya orang yang culik Diandra bukan orang sembarangan !" Seru Noval.
"siap, gue cek dulu dan nanti gue kabarin !" Kiki dan Noval memutuskan sambungan telponnya.
tin..tin..
Seorang security pun membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan mobil Noval masuk kedalam. Tanpa permisi Noval langsung masuk kedalam dan mencari keberadaan Ilham, tepat diruang keluarga Ilham, Farisya dan kedua anak mereka berada.
"Ham, bantu gue menemui penculik Diandra !" Ucap Noval tetiba membuat Ilham dan Farisya terkejut.
"Diandra diculik ?" Kejut Farisya dengan mata memerah.
"apa lo tahu siapa penculiknya ?" Tanya Ilham.
"lagi diselidiki Kiki !"Sahut Noval.
Kemudian Ilham menuju ke kamar nya untuk berganti pakaian, dan setelahnya dia menyuruh Farisya untuk membawa kedua anaknya pergi kerumah Noval dan menemani Zein dan Zeina diantar sopir dan seorang pengawal.
__ADS_1
Noval, Ilham dan Farisya terpisah tepat didepan gerbang rumah Ilham dan Farisya. Noval yang sudah mendapati keberadaan sang penculik pun segera menelpon seseorang untuk menyusun strategi, karena sang penculik menginginkan Noval menjemput sendiri Diandra.
Noval mengendarai mobil sendiri setelah mendekati lokasi, sedangkan Ilham bersama anak buahnya terus mengawasi tempat sang penculik dari kejauhan. Ilham menyuruh beberapa anak buahnya diam diam mengepung tempat itu, dan jika ada kesempatan bisa langsung segera menciduk sang penculik.
Saat mobil Noval terhenti didepan sebuah gedung yang sudah lama tak terpakai, ia pun segera turun dari mobil dan disambut ramah oleh beberapa lelaki berbadan tegap menggunakan topeng yang mengarahkan pistol tepat dikepalanya.
"diam dan ikut kami !" Ucap orang yang menodongkan pistol tersebut.
Noval hanya bisa menuruti permainan mereka tanpa perlawanan sedikit pun. Ia pun memasuki ruangan demi ruangan hingga akhirnya menampakkan sosok sang istri tercintanya yang masih tak sadarkan diri disebuah kursi kayu dalam posisi terikat ditangan dan mulutnya.
"Diandra..." teriak Noval.
Diandra yang memang mulai sedikit sadar, perlahan membuka matanya. Ia meluruskan posisi kepalanya ketika sudah sepenuhnya membuka mata, perasaan bahagia dan takut menjadi satu saat melihat sosok Noval sang suaminya sedang berhadapan dengannya namun dengan sebuah pistol tertodong dikepalanya. Bulir bulir bening pun menetes membasahi pipi Diandra.
"sayang.. kamu jangan nangis, ada aku disini. Aku janji sama kamu, aku bakal bisa lepasin kamu !" Ucap Noval menguatkan Diandra.
"hmm... hmmm... hmmmm..." Diandra tak bisa mengatakan apapun karena memang mulutnya dibungkam dengan sebuah sapu tangan melilit di mulutnya.
Terdengar suara hentakan langkah kaki yang sangat teratur dari balik dinding yang terhubung dengan keberadaan Noval sekarang. Teprukan tangan dari seseorang tersebut membuat Noval dan Diandra menoleh kearah suara. Betapa terkejutnya Noval saat mendapati sosok wanita dibalik dinding tersebut. Sosok wanita yang teramat sangat ia kenal lama, sosok wanita berparas cantik.
"kamu !" Ucap Noval.
"hallo sayang apa kabar ?" Ucap wanita tersebut mendekat pada Noval.
"apa mau kamu ?" Tanya Noval.
"Sabar sayang.. jangan tergesa gesa, aku masih mau main main sama kamu dan istri tercinta kamu !" Seru wanita itu sambil memegang pipi Noval namun dengan segera ditepisnya.
-
**Bersambung..
-
Hayo siapa ya kira kira wanita tersebut ?
__ADS_1
Ada yang bisa nebak kah hihihi
Terus tunggu kelanjutan nya ya jangan kemana mana**