Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Keributan


__ADS_3

Liora masih mendiamiku hingga malam hari. Hatiku sedih karena mendapat perlakuan seperti ini dari wanita yang mulai aku cintai. Tapi aku bingung harus berbuat apa untuk meyakinkan dirinya bahwa aku sekarang hanya cinta padanya, hanya pada Liora.


Dikamar ia tidur membelakangi ku dan tak mau berucap sepatah katapun untuk sekedar mengucapkan selamat malam pun sepertinya enggan baginya.


Aku ikut merebahkan diriku tepat dibelakangnya dan aku menghadap dirinya yang masih betah di posisinya. Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar. Lama aku terdiam di posisi ku, hingga rasa kantukku menyerang dan aku mulai memejamkan mataku.


Rasanya baru saja aku akan sampai dialam mimpiku, hingga aku mendengar suara isak tangis yang tak asing kudengar. Aku perlahan membuka mataku untuk memastikan apakah benar yang aku dengar adalah isak tangis atau hanya sekedar mimpi yang baru akan aku berada disana.


Aku melihat tubuh Liora bergetar. Aku memegang sebelah bahunya dan memeluknya perlahan. Aku melihat wajahnya yang membasah karena air matanya. Aku segera merengkuh nya kedalam pelukanku dan membiarkan nya menangis hingga ia puas. Aku hanya bisa mengusap punggung dan membelai rambut panjang nya tanpa mau berkata sepatah kata pun.


Maafin aku Ra. Maaf !


Hanya didalam hati aku mengucapkan maaf untuknya.


Lama Liora menangis dalam pelukanku, mungkin ia menumpahkan semua kekesalannya padaku pewat tangisnya. Entah mengapa aku merasa sakit melihatnya menangis karenaku.


Tak lama suara tangis itu terhenti, dan aku melihat Liora yang sudah memejamkan matanya dan mulai bernafas dengan teratur.


*


**


***


Author prov


***


**


*


Esok pagi, Liora mengerjapkan matanya saat adzan subuh berkumandang. Ia melihat sosok lelaki dihadapannya yang mulai ia cintai. Liora mencoba menyentuh sebelah pipi suaminya, tapi sesaat kemudian ia menurunkan kembali tangannya. Liora menyingkirkan sebelah tangan Aileen yang berada diatas pinggangnya, dan kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


Aileen yang menyadari pun ikut terbangun dan langsung merubah posisinya menjadi duduk bersender disenderan tempat tidur. Ia menatap sendu kearah pintu kamar mandi yang didalamnya ada Liora. Beberapa menit kemudian Liora keluar dengan wajah yang terlihat lebih segar setelah mencuci wajahnya.


"Kamu cepetan mandi mas, terus subuhan !" Suruh Liora pada Aileen yang sedari tadi menatapnya.


Tanpa bersuara Aileen segera melakukan apa yang diucapkan oleh Liora. Sedangkan Liora sendiri memilih pergi kedapur untuk mambuat sarapan.


Setengah jam berlalu, Liora sudah menyelesaikan masakannya dan segera menuju kamarnya untuk mandi. Karena hari ini Liora ada jam kelas pagi, dan tentunya itu mata kuliah suaminya.


"Ra, kita berangkat sama sama ya sampai kampus. Aku ga mau kamu jalan kaki lagi kaya kemarin !" Ajak Aileen ketika melihat Liora menggapai kunci motor.


"Aku berangkat sendiri aja mas. Aku ga mau ngerepotin kamu !" Tolak Liora kekeh. Saat hendak melangkahkan kakinya, Aileen segera menarik tangannya.


"Ra, kamu marah sama aku ?" Tanya Aileen.


"Aku ga marah sama kamu. Aku cuma lagi pengen sendiri aja mas !" Liora berusaha melepaskan genggaman tangan Aileen.


"Ra, please. Aku beneran udah buang jauh jauh perasaan aku buat dia lagi Ra. Aku sayang sama kamu Ra !" Ungkap Aileen semakin menggenggam tangan Liora.

__ADS_1


"Lepasin mas, aku mau kekampus takut telat !" Paksa Liora segera menuju mobil meninggalkan Aileen, setelah meletakkan kembali kunci motornya diatas meja.


Aileen menyunggingkan senyum tipis di bibirnya. "Untung gampang dibujuknya !" Gumamnya sambil berjalan menyusul Liora.


Sesampainya diparkiran kampus, banyak pasang mata yang menatap curiga pada Liora yang baru saja turub dari mobil Aileen. Dan tentunya banyak yang mengatakan hal buruk tentang nya, apa lagi mengingat status keduanya yang sudah memiliki suami dan istri. Jadi lah mereka berdesas desus bergibah dan bergosip semau mereka.


"Jadi udah terang terangan ni sama status kalian yang emang suami istri ?" Tanya Mona melalui pesan WhatsApp.


Liora hanya membaca pesan singkat itu tanpa mau membawa pertanyaan Mona.


"Pasti ada gosip yang ga ga deh tentang gue dan mas Aileen." Lirih Liora meletakkan kepalanya diatas meja.


"Ra. Enak banget si bisa pergi bareng sama pak Aileen. Gue jadi iri deh sama lo !" Ucap salah seorang siswi yang duduk disamping kursi Liora.


"Btw, lo tadi ketemu pak Aileen dimana Ra ?"


"Terus kalian pasti banyak ngobrol ya Ra, secara kalian kan sering ketemu sama pak Aileen kalo Bareng bareng sama si Mona !"


"Pengen banget ya kalian bisa deket sama pak Aileen ?" Liora mengangkat kepalanya dan menatap pada mereka satu persatu.


"Ya pasti dong Ra. Siapa juga yang ga mau !


Brakk


"Heh cewek receh alias murahan !" Tunjuk seorang gadis dengan pakaian dress selutut lengan panjang namun belahan dada yang sedikit rendah. "Ga usah deh lo godain calon pacar gue, pake acara pergi bareng lagi kekampus. Pake alesan apa lo sampe bisa di ajak bareng sama pak Aileen ?"


Liora mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Dania padanya. Namun Liora enggan untuk menyahuti ocehan gadis tersebut.


"Apa si Dan ? Pake segala ngaku kalo pak Aileen calon pacar lo ! Sadar diri dong, dia udah punya istri, dan dia ga akan khianatin istrinya demi cewek kaya lo." Sahut Mona masih dengan santainya.


Sisi dan Juna yang baru datang bersama langsung menyerobot dan membela Liora.


"Lo apaan sih Dan ? Ngaca dong, siapa elo ?" Ucap Sisi mendorong bahu Dania.


"Temen lo tuh yang apaan ? Udah punya suami masih aja kecentilan sama pak Aileen !" Sahut Dania yang juga mendorong bahu Sisi.


"Siapa yang kecentilan sama pak Aileen ? Gue kan emang udah dekat sama dia dari lama, bahkan ga cuma gue doang kan. Iya ga guys !" Bela Liora pada dirinya.


"Jelas lo lah. Kan lo yang maksa pak Aileen buat ajak lo bareng dimobil dia !" Salsa menyahuti.


"Lo kalo ga tau apa apa mending diam deh Sal !" Sergah Sisi yang terpancing omosi. Rasanya Sisi ingin mengungkapkan identitas Liora yang sesungguhnya.


"Emang lo tau apa Si sampe sampe lo ngebela banget cewek murahan ini. Yang jelas jelas dia udah bersuami tapi masih godain pak Aileen !" Salsa kembali menyerang Liora.


"Heh, jaga mulut lo !" Sisi menunjuk wajah Salsa.


Juna yang semakin gerah melihat pertengkaran mereka segera menarik tangan Dania dan Salsa keluar.


"Lepasin gue !" Dania melepaskan tangan Juna dari lengannya.


"Jangan balik lagi ke kelas ini dan ganggu Liora. Atau gue yang akan turun tangan !" Ancam Juna.

__ADS_1


"Hah.." Senyum mengejek dari Dania. "Dibayar berapa lo sama cewek murahan itu ?"


"Lo ga sadar diri ya ? Disini yang terlihat murahan itu lo !"


"Ga punya kaca kali dia !"


"Kasihan ya jadi setres karena pak Aileen udah nikah jadi kaya gini !"


Itulah yang dikatakan beberapa mahasiswa yang memihak pada Liora.


"Ada apa ini ?" Tanya Aileen yang sudah berdiri dibelakang Dania dan Salsa.


"Pak. Tolong saya pak, mereka ngatai saya pak !" Ucap Dania manja membela diri.


"Jun !"


"Nih cewek dua dateng ke kelas buat labrak Liora karena dia satu mobil sama bapak berangkat bareng sama bapak !" Jelas Juna.


Aileen hanya manggut manggut.


"Pak, pokoknya Dania ga suka ya pak kalo bapak dekat dekat sama dia. Bapak itu calon pacarnya Dania !" Ucap Dania penuh penekanan.


"Halu lo ?"


"Ga tau malu !"


"Ngatai orang murahan, sendirinya nunjukkin kalo dirinya yang murah."


Hina para mahasiswa yang berada dikelas.


Aileen melirik kearah Liora yang sedari tadi sedang menatap tajam padanya.


"Kalian masuk kekelas. Kita bicara dan selesaikan didalam !" Ucap Aileen menyuruh Juna, Dania dan Salsa.


Mereka berempat masuk bersama dan Aileen mempersilahkan Dania dan Salsa di kursi yang kosong.


"Jadi apa yang sebenarnya terjadi disini ?" Tanya Aileen mambuka suara.


Salah satu mahasiswa pun menjelaskan pada Aileen secara gamblang tanpa memihak pada Liora atau Dania.


"Dania, saya harap kamu tidak melakukan hal bodoh seperti ini lagi. Karna pasti kamu sendiri yang akan malu nantinya !" Seru Aileen menatap tajam pada Dania.


"Pak. Saya ga suka kalo bapak dekat sama Liora. Bapak itu pacar saya !"Sahut Dania.


"Sejak kapan saya jadi pacar kamu ?" Tanya Aileen mengernyitkan keningnya.


"Bapak ingat kan kemarin saya bilang apa ? Kalo bapak mau Papa saya menandatangani kerjasama tersebut, bapak harus mau jadi pacar saya. Kalo ga bapak akan rugi besar !" Ucap Dania mengingatkan kejadian kemarin.


Liora yang sedari tadi membuang pandangannya pun akhirnya menoleh kearah Aileen dan meminta jawaban pada Aileen dengan hanya tatapan matanya.


"Tapi maaf Dania. Saya lebih baik kehilangan uang dari pada kehilangan kepercayaan istri saya. Dan saya memang tidak pernah tertarik sama kamu !"

__ADS_1


Wouw.. Dania, ini kah jawaban yang kamu tunggu sedari kemarin. Kamu kira Aileen mudah begitu saja untuk menerima tawaran kamu ? Tidak Dania, tidak.


__ADS_2