Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Aku gelisah (Aileen)


__ADS_3

Aileen prov


Sore itu selesai aku mandi, aku mendapatkan telpon dari seseorang yang nomornya aku tak kenali. Aku fikir salah sati client ku dikantor atau salah satu siswaku dikampus yang memang sering sekali mengisengiku hanya sekedar menyapa.


Tanpa ragu aku mengangkat telpon tersebut.


"Hallo." Ucapku.


Hallo sayang.


(deg)


Jantungku berpacu sangat kencang ketika mendengar suara yang teramat aku kenali. Dengan segera aku mematikan telpon tersebut. Tak lama ponselku kembali berdering dan menampakkan nomor salah sati client ku.


Setelah beberapa saat aku bertelepon, akhirnya aku berpamitan kepada Liora untuk menemui seseorang yang tadi meneleponku dan mengatakan pada Liora gar tak menungguku karena mungkin aku pulang larut malam.


Sekitar pukul delapan malam aku mengirim pesan pada Liora mengatakan sebentar lagi aku akan pulang. Liora membalas pesanku.


"Ya mas hati hati dijalan nya ya !"


Hingga pukul 22.43 aku baru melajukan mobilku kembali pulang kerumah. Tepat Pukul 23.24 aku baru saja sampai dan memarkirkan mobilku di garasi. Aku langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena aku memiliki kunci cadangan. Aku melihat Liora dari kejauhan yang sudah terlelap. Ada rasa bahagia karena ternyata istri ku menungguku, tapi aku juga ada rasa kasihan karena melihat Liora yang terlihat lelah. Karena seharusnya aku membantu Liora mengerjakan tugas yang aku berikan tadi pagi.


Aku mengecup kening istriku dan setelahnya aku mengangkat Liora menuju kamar. Walau harus menaiki tangga, namun langkahku tak goyah bahkan aku dengan gagahnya menggendong tubuh Liora hingga berhasil merebahkan Liora dikasur king size ku tersebut. Aku menyelimuti tubuh Liora dan kemudian aku segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aku ikut berbaring disamping Liora sambil memeluk Liora dan berkali kali mengecup wajah Liora, hingga membuat Liora sedikit terusik namun tak membangunkannya.


"Maafin aku ya Ra, kamu harus tidur disofa karena nungguin aku !" Ucapku sambil menatap lekat wajah Liora, dan kemudian aku mendaratkan ciuman di kening Liora. Akupun langsung menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya dan kemudian aku pun tertidur dengan memeluk tubuh istriku.


Pagi hari


Aku bangun terlebih dahulu karena mendengar dering ponselku. Aku menggapai nya dan mengangkatnya dengan suara pelan dan segera berpindah posisi.


"Ada apa ? ini masih subuh !" Ucapku pelan dengan suara serak khas bangun tidur karena tak mau sampai istriku terganggu.


"kita harus ketemu Fan. Bukannya kamu masih menunggu aku kembali ??"


"Kamu gila, bener bener gila tau ga !" Aku langsung memutuskan panggilan tersebut dan langsung merebahkan diriku kembali ke kasur.


Kenapa gue harus kejebak dalam situasi kaya gini sih ? Ya Allah apa yang harus gue lakuin, otak gue buntu ! Batinku.

__ADS_1


Aku terus bergelut dengan hatiku yang sedang kacau, hingga akhirnya aku menelusupkan kepalaku di dada Liora yang sedang dalam posisi miring.


Nyaman. Itu yang sekarang aku rasakan saat berada didekat Liora, bahkan rasanya tak ingin jauh dari Liora sedetik pun.


Pukul enam pagi Liora membuka matanya perlahan dan melihat aku yang sedang tertidur sambil memeluk tubuhnya. Ia mengelus rambut aku dan beralih ke pipiku. Ditepuk nya perlahan sebelah pipi ku untuk membangunkan aku.


"Mas, bangun !" Ucapnya penuh kelembutan.


"Hmm.. Lima menit lagi Ra !" Sahutku yang mengeratkan pelukan pada pinggang Liora.


"Mas ayo bangun, ini udah jam enam lho !" Ucap Liora lagi sambil mengusap pipiku.


"Morning kiss dulu Ra !" Ucapku dengan mata yang masih terpejam.


Cup


"Udah kan mas ?"


"ko cuma pipi aja si Ra, sebelah lagi ! entar aku jalannya miring ke kiri dong karena sebelah kanan nya ga !" Aku menggodanya dan memposisikan diriku menjadi terlentang.


"Ya ampun !"


Mau tak mau Liora menurutiku yang dengan telunjukku menunjukkan pipi sebelah kanan, kening dan yang terakhir adalah bibirku. Sesaat Liora menempelkan bibirnya pada bibirku dan hendak beranjak, namun dengan cepat aku menarik tengkuk Liora dan melahap bibir Liora. Liora tak menolak, ia juga malah menikmati pagutannya bersamaku. Dan akupun sangat sangat menikmatinya.


Hingga akhirnya kami harus menghentikannya karena lagi ponselku yang berbunyi. Aku menggapainya dan kemudian melihat nama yang tertera dilayar ponsel. Liora dapat melihat jelas siapa yang melakukan panggilan pada ponselku. Seketika Liora langsung beranjak dan meninggalkanku kekamar mandi.


"Shiit !!" Umpatku melempar ponselku yang masih berdering ke kasur.


Kenapa si harus sekarang ? Mau apa lagi, kenapa harus sekarang ? Disaat gue udah mulai ngebuka hati gue buat Liora, lo seenaknya mau narik lagi hati gue yang udah lo bikin mati !


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan sosok Liora yang masih dengan muka bantalnya karena tak mencuci muka sama sekali. Aku langsung menghampiri Liora dan menggenggam kedua tangganya.


"Aku mohon kamu jangan salah faham ya Ra ! Aku udah ga ada hubungan apa apa sama dia, semenjak dia pergi tinggalin aku !"


"Mas. Ga usah bahas masalah itu ya ! Aku percaya ko sama kamu." Sahut Liora tenang.


"Makasih ya Ra !" Aku langsung mengecup kedua tangan Liora bergantian.

__ADS_1


Drtt... drtt... drtt...


Kembali ponsel ku berdering dan menampakkan nama yang sama di layar ponsel. Aku menekan ikon berwarna merah dan langsung menonaktifkan ponselku.


Aku menatap nanar pada mata Liora seperti meminta maaf, Liora yang ditatap hanya tersenyum. Kemudian Liora menyuruh ku segera mandi karena hari ini aku harus pergi kekantor papa, untuk menandatangani berkas penting. Sedangkan Liora turun kebawah menuju dapur untuk membuat sarapan.


"Nanti aku jemput kamu ya Ra, selesai dari kantor !" Ucap ku sambil memakan sarapan.


"Ga usah mas, aku naik motor kamu aja. Nanti kamu capek harus bolak balik kantor, rumah sama kampus !" Sahutnya.


"Gapapa Ra. Aku ga ngerasa capek ko."


"Ga usah mas, biarin kamu fokus dikantor duku hari ini. Aku bisa ko bawa motor kamu. Lagi juga cuacanya ga panas panas banget, jadi ga bakalan bikin aku gosong." Tolak Liora lagi.


"Yakin ?" Aku menegaskan dan Liora menganggukkan kepalanya.


Selesai dengan sarapan, Liora mengantarku hingga depan pintu. Kemudian ia mencium punggung tangan ku, dan aku mendaratkan ciuman hangat di keningnya.


"Hmm.. Ra !" Liora mengangkat kepalanya menatapku. "kamu beneran percaya sama aku kan Ra ?"


"Iya mas. Aku percaya ko sama kamu !" Jawab Liora dengan senyum terpaksa.


"Yaudah ya Ra, aku berangkat ! Assalamualaikum." Aku langsung masuk kedalam mobil dan melajukan perlahan keluar halaman.


Liora melambaikan tangannya menatap mobilku yang mulai menjauh.


Dikantor.


Konsentrasi ku buyar setelah mengaktifkan ponselku yang sedari tadi kubiarkan mati. Aku begitu amat segan untuk mengangkat panggilan telpon di ponselku yang sudah pasti dari seseorang yang terus menggangguku sedari kemarin.


"Ada apa lagi sih !" Bentakku ketika sudah mengangkat telpon tersebut.


"Jho, aku cuma mau ketemu sama kamu sebentar. Atau aku kerumah kamu ya sekarang !" Ucapnya tersebut diseberang telpon.


"Udah aku bilang, jangan pernah ganggu hidup aku lagi Anna ! Aku udah bahagia sama istri aku." Sahutku yang mulai emosi.


"Aku ga percaya sebelum aku lihat langsung !"


Tut tut tut

__ADS_1


__ADS_2