Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Mengapa harus dia ?


__ADS_3

Mata Liora mengerjap ketika sebuah tangan mengusap lembut sebelah pipinya. Liora menatap wajah lelaki yang sudah beberapa bulan ini menjadi suami yang amat ia cintai. Senyum manis yang diberikan Aileen membuat Liora semakin jatuh cinta setiap hari nya.


"Aku kesiangan lagi ya, Mas ?" Tanya Liora sambul merubah posisinya menjadi duduk bersandar pada sandaran tempat tidur.


"Sedikit. Ayo bangun, mandi terus kita solat subuh dulu, Ra !" Sahut Aileen dengan lembut.


Tanpa menunggu perintah untuk yang kedua kalinya, Liora langsung turun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Maaf ya, Ra. Selalu bikin kamu capek setiap malam !" Gumam Aileen merasa bersalah karena selalu meminta jatah malamnya pada Liora.


Selesai mereka sholat subuh, Liora langsung membuat sarapan untuk Aileen. Walau hanya sekedar nasi goreng, roti bakar atau bahkan sandwich yang Liora sediakan setiap sar apan, namun Aileen tak pernah mengeluh. Aileen tetap menerima apapun yanh dibuat oleh Liora setiap hari nya.


Ya inilah Liora. Meski ia seorang pemilik cafe ternama, namun tak membohonginya yang memang tak pandai berkutat dodapur dengan bahan makanan.


"Mas. Nanti sepulang dari kampus aku izin ke cafe ya !" Izin Liora saat mereka sudah berada dijalan menuju kampus. Dan Aileen hari ini akan pergi kekantor karena harus menghadiri rapat.


"Yaudah gapapa. Nanti kamu minta bareng sama Juna dan Sisi ya, jangan pakai ojek atau taksi. Nanti aku telpon Juna !" Liora hanya mengangguki apa yang diucapkan Aileen. Ia merasa sangat beruntung karena memiliki suami yabg begitu perhatian padanya.


Sesampainya dikampus, Liora langsung mencium punggung tangan suaminya dan mencium kedua pipinya. Aileen mencium kening Liora. Mereka semakin menunjukkan kemesraan mereka didepan umum tanpa rasa malu lagi.


Selepas kepergian Liora, Aileen langsung masuk kedalam mobil dan menjalankan kembali menuju perusahaan. Liora menghampiri Sisi yang sedang menunggunya di loby seperti biasa.


"Cerah banget wajah lo pagi ini, jadi tambah cantik deh !" Puji Sisi yang melihat ada sesuatu yang besa dari Liora.


"Apa sih Si ? Pagi pagi jangan ngegembel lah."


"Gombal kali Ra !"


"Itu maksud gue. hahaha"


"yeuhh.. Eh, gue serius kali Ra. Lo kaya ada yang beda gitu !" Sisi menghentikan langkahnya dan memperhatikan wajah Liora secara intens. "Nah kan benar Ra tebakan gue. Lo temukan sekarang !"


"Masa sih, ga akh !" Elak Liora yang merasa jengah dengan tatapan Sisi. "Udah ah Si, buruan bentar lagi kelas dimulai." Akhirnya Sisi mengikuti langkah kaki Liora yang semakin cepat.


Dikelas, mereka sangat serius mendengarkan pembahasan dari dosen, hingga dua jam lebih berlalu dengan wajah para mahasiswa yang terlihat mulai bosan.


"Gila ya ga ada jeda !"

__ADS_1


"Sumpah, gue ngantuk."


"Emak, eneng laper !"


Kira kira begitulah ocehan para mahasiswa yang baru kali ini mendapat pembahasan hingga dua jam lebih lamanya.


"Kantin atau langsung pulang ni ?" Tanya Juna yang ikut duduk disebelah Liora.


(Kelas sudah sepi, hanya tinggal beberapa orang saja)


"Kayanya kantin dulu deh, gue laper !" Sahut Sisi bersemangat.


"Yaudah ke kantin aja dulu, baru balik ! Juna gue ikut yakk." Juna menyahuti Liora dengan mengangguk.


Mereka bertiga beranjak dari kelas menuju kantin, dan setelahnya mereka kembali berjalan beriringan melalui koridor. Tiba tiba dari arah belakang terdengar suara seseorang yang meneriakkan nama Liora. Liora, Sisi dan Juna menoleh bersamaan.


"Liora ! Kangen !" Teriak orang itu sambil merentangkan kedua tangannya dan berlarian kecil.


Liora sempat mematung melihat siapa yang saat ini ada dihadapannya. Orang itu langsung menubruk tubuh Liora, dan Liora yang tidak siap pun terhuyung kebelakang dan hampir terjatuh.


"Ra, lo ko diem aja si ? Lo ga kangen sama gue !" Ucapnya dengan gaya kemayunya sambil melepas pelukannya dan memegang kedua bahu Liora.


"Iya Ra. Ini gue Widodo. Dodo nya elo Ra, saingan el9 sewaktu SMA !" Sahutnya mengingatkan Liora.


"Do. Gue kangen !" Sahut Liora yang langsung memeluk tubuh Dodo. "Ga nyangka kita bisa ketemu lagi disini !"


"Iya Ra, gue juga kangen banget sama lo. Ga nyangka deh gue." Sahut Dodo mengeratkan pelukan.


"Tunggu !" Liora melepaskan pelukannya. "Lo ngapain ada dikampus gue ?"


"Ra. Sorry ni, kita duluan ya. Lo lanjut aja. Bye !" Tanpa menunggu jawaban dari Liora Sisi menarik lengan Juna.


"Hmm.. ini kampus lo ?" Bukan menjawab Dodo malah balik bertanya. "Iya gue ngampus disini. Dan lo ga jawab pertanyaan gue tadi, lo ngapain disini ?"


"Dodo !" Panggil seorang pria yang melihat interaksi Dodo dan Liora.


Dodo dan Liora menoleh bersama. Ada keterkejutan hinggap pada diri Liora, tergurat sedikit kesedihan tatkala mata indah Liora memandang wajah tampan pria yang kini berada dihadapannya yang dulu pernah sangat ia cintai.

__ADS_1


Brrukk..


Buku yang dipegang Liora terjatuh kelantai dengan keadaan Liora yang diam mematung terus menatap lelaki tersebut. Pun dengan si lelaki, ia menatap tak percaya pada gadis yang berada dihadapannya.


"Liora, kangen !" Gadis yang tadi berada disamping si lelaki berlari kecil dan langsung memeluk Liora. Tersadar, Liora membalas pelukan gadis tersebut namun matanya tak luput dari si lelaki. "Gue juga kangen sama lo Va !" Sahut Liora.


"Akhirnya kita bisa ketemu lagi, Ra. Gue senang banget !" Ucap si gadis yang biasa dipanggil Nova. Liora memaksa tersenyum dengan kedatangan dua sahabatnya yanh secara tiba tiba dan tanpa di sengaja.


Mengapa harus dia, Tuhan ? Batin Liora menjerit.


Rasa sayang dan cinta yang pernah tumbuh begitu besar dihati Liora belum bisa hilang dengan sempurna, walau kini ia teramat begitu mencintai lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Sakit dan kecewa, mungkin rasa itu yang masih sangat terasa didalam hati Liora saat ini.


"Ra. A-apa kabar ?" Firlly mencoba menyapa Liora walau terasa begitu gugup.


Liora tersenyum pada Firlly. "Aku baik. Kamu sendiri apa kabar ?"


"Baik."


Ada kecanggungan diantara Liora dan Firlly. Tentu saja, karena dulu mereka pernah sama sama saling mencintai dan karena satu kesalahan mereka terpisah tanpa bisa menjelaskan satu sama lain.


"Hmm.. Kalian bertiga kesini ada apa ? Oya, kita ke kantin aja, biar lebih enak ngobrolnya !" Ucap Liora menarik Neva dan mengajaknya serta Dodo dan Firlly kekantin.


"Ra, kita bakalan pindah kuliah dikampus ini. Dan kebetulan, kakaknya Firlly salah satu dosen pengganti disini !" Ujar Neva menjelaskan.


"Hahh ?" Kejut Liora tak percaya.


Ya Allah.. Kenapa bisa ?


"Kalo kamu ga mau ketemu sama aku, aku bisa ko pindah ke kampus lain !" Lirih Firlly menatap sendu pada Liora.


"Bu-bukan begitu maksudnya !" Sergah Liora cepat. "Ya, gue kaget aja kalian tiba tiba bisa ada disini dan bilang pindah kuliah kesini." Lanjutnya memelankan suaranya.


"Nanti biar aku aja yang jelasin kenapa bisa kita bertiga ada disini." Sahut Firlly yang diangguki Liora.


Tak tak tak


Dari arah belakang Liora terdengar langkah kaki yanh menuju kearahnya. "Firlly, lo belom balik ?"

__ADS_1


Liora menoleh kebelakang dan mendapati Farlo berada dibelakangnya. "Kak Farlo ?" Liora mengernyit.


__ADS_2