Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Masih Liora 2


__ADS_3

Malam hari di cafe


Walaupun Liora adalah pemilik Cafe, namun Liora malah ikut membantu para pelayan untuk melayani pelanggan yang semakin banyak berdatangan, pun dengan Mahesa, Mona dan Arjuna. Semua pun kerepotan karena semakin malam cafe semakin ramai.


"kaki gue. aaahhh..." Keluh Mona.


"sini gue pijitin !" Mahesa pun memijit kaki Mona.


"Nya lo setiap hari kek gini ga capek apa ?" Tanya Liora yang sedang memijit kakinya sendiri.


"ya capek si, cuma kan ini tugas gue yang harus sepenuhnya gue tanggung jawab !" jawab Anya penuh ketegasan.


"makasih ya Nya, lo udah ngebuat Cafe gue semakin maju disini !" Ucap Liora


"sama sama Li, gue juga seneng bisa bekerja sama bareng kalian !" Anya pun tersenyum pada semuanya. "dan untuk keempat cafe lo yang lain, besok gue kirim laporannya ya. Capek gue soalnya !" tambah Anya.


"kumpulin anak anak deh, kalian gue kasih cuti selama 2 hari + bonus yang tadi gue bilang !" Liora menarik turunkan alisnya.


"seriusan lo Li ?" Anya kegirangan.


"serius lah. mana pernah gue bohong si !" Jawab Liora.


"guys.. kumpul kumpul ! bu bos mau kasih bonus ni sama kita..." Anya pun meneriaki mereka semua.


7 pelayan dan 4 chef pun segera berkumpul dihadapan Liora. Dan Liora pun menyuruh Anya mengambil uang dalam brankas.


"2 hari kedepan gue kasih kalian cuti ya, gue kasian sama kalian semua udah kerja keras selama ini bantu gue. Dan karena omset semakin naik, gue juga mau kasih kalian bonus masing masing satu bulan gaji ya !" Ucap Liora.


"yess liburan.." Pelayan 1


"alhamdulillah.. mayan buat tambahan bayar kuliah" pelayan 2


"makasih bu bos cantik !" Chef 1


"Nya bagiin aja, lo yang tau gaji mereka !" Suruh Liora.


Akhirnya Anya pun membagikan uang yang sebelumnya sudah dimasukkan kedalam amplop coklat, mereka pun pulang dengan keadaan senang hati.


"Dan khusus buat lo, silahkan lo ambil sendiri !" Anya pun mengambil uang bonusnya sambil cengengesan kegirangan.


"makasih Liora sayang, semoga kedepannya cafe lo semakin berkembang pesat dan lo bakalan sering sering kasih bonus buat kita semua !" Doa Anya.


"tapi jangan lupa lo, sebulan sekali harus tetap kasih ke anak yatim. Awas kalo lo lupa w pecat lo !" Ucap Liora galak.


"tenang bu bos, kan setiap bulan udah gue kasih laporannya. ya kali gue embat juga tuh uang anak yatim, gue belum siap masuk neraka !" Anya bergidik ngeri.

__ADS_1


"emang lo yakin lo bakalan masuk surga ?" Tanya Arjuna datar.


"yaelah Jun, berharap sama tuhan kan boleh. aminin aja kenapa si !" Ketus Anya


"aamiin.." Liora, Mona, Arjuna, Mahesa dan Anya pun kompak mengucapkan kata aamiin.


-


K****ampus


Liora yang tidak pulang pun langsung menuju kekampus bersama dengan Arjuna setelah mengantarkan Mona dan Mahesa pulang kerumah masing masing, karena hari ini mereka tidak ada jadwal.


Liora yang kelelahan pun tertidur di matkul pertamanya, untung saja Liora dan Arjuna duduk di kursi paling pojok belakang jadi Dosen ga terlalu merhatiin.


2 jam berlalu akhirnya mereka pun beristirahat sebelum melanjutkan matkul keduanya setengah jam lagi.


"Kantin yuck !" Ajak Arjuna.


"ga deh, gue ke rooftop aja !" Liora dan Arjuna pun berpisah.


Saat Liora berjalan dengan santai, dibelakang ada seseorang yang mengikutinya.



"Land lepasin Land, tanga gue sakit !" Rintih Liora dengan terus memberontak berusaha melepaskan genggaman tangan Harland.


Harland tak memperdulikan ucapan Liora yang terus meringis kesakitan. Harland mendorong tubuh Liora hingga membentur tembok dengan sangat kencang, punggung nya terasa sangat sakit.


Saat Liora akan berdiri dengan cepat Harland menghimpit tubuh Liora dengan tubuhnya sendiri, sebelah tangan Harland memegang pipi Liora dan mengelusnya perlahan dan sebelahnya lagi memegang sebelah tangan Liora dan menghimpit nya ke tembok.


"Apa mau lo ?" Bentak Liora.


"kenapa lo putusin gue Li ? Bukannya lo cinta sam gue, sayang sama gue ?" Bukannya menjawab Harland malah bertanya.


"udah jelas kan alasan yang gue kasih ke lo. ortu gue ga setuju gue berhubungan sama lo Land, dan gue ga mau jadi pembangkang !" Jelas Liora dengan wajah yang memanas akibat terlalu dekat dengan tubuh Harland.


"ga segampang itu lo putusin gue. Gue mau lo jadi milik gue Liora !" Harland pun menurunkan tangannya tepat dikancing baju kemeja Liora.


"Lo jangan kurang ajar Land !" bentak Liora dengan meneteskan air matanya.


Liora mendorong tubuh Harland dengan sekuat tenaga menggunakan sebelah tangannya namun tidak berhasil. Harland memegang tengkuk Liora dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Liora. Liora semakin banyak mengeluarkan air matanya karena bingung harus berbuat apa, berteriak pun percuma tidak ada satu orang pun disana.


"Land gue mohon Land jangan lakuin apa apa Land !" Lirih Liora.


"gue gak perduli. Pokoknya lp harus jadi milik gue Nafiza Eliora Mahendra" Harland berucap penuh penekanan sambil menarik kemeja Liora dengan keras dan 2 kancing atas Liora terlepas.

__ADS_1


Saat akan mendekatkan kembali wajahnya ke Liora tiba tiba tubuh Harland tertarik kebelakang dan seketika


bugh


"aaa..." Teriak Liora


bugh


"aaa..." teriak Liora lagi.


Dan saat akan melayangkan pukulan ketiga Liora langsung berteriak dalam tangisnya.


"Stop pak stop !" Liora berlari dan segera membantu Harland berdiri dan langsung menghampiri Aileen.


"kenapa Liora, bukannya dia mau melecehkan kamu ?" Tanya Aileen yang emosi.


"please pak stop. Saya ga mau bapak kena masalah karena bapak udah mukulin siswa disini !" Ucap Liora tegas.


"oke. saya terima alasan kamu. Tapi kalau sekali lagi anak ini berlaku yang bukan bukan pada siapapun bahkan kepada kamu, saya jamin saya sendiri yang akan menjebloskan nya kedalam penjara !" ancam Aileen pada Harland.


"Land gue mohon Land lo terima semua keputusan gue dan ga akan ngelakuin hal kaya gini lagi sama gue. Bukan cuma pak Aileen yang akan bertindak, tapi pasti ortu gue juga Land. Please Land kalo lo sayang sama keluarga lo, lo harus dengar apa yang gue ucap !" Lirih Liora masih tetap menangis.


"Aaarrrggghhhh...." Harland pun pergi meninggalkan Liora dan Aileen.


Aileen melihat kearah Liora dan melihat kemeja Liora yang kancing nya terbuka bahkan sudah tak berada di posisi nya hingga sedikit terlihat gundukan kembar milik Liora. Lalu Aileen melepaskan jas nya dan memakaikan pada Liora yang masih tertunduk dan mematung ditempatnya.


"ayo saya antar kamu pulang !" Aileen pun merangkul kedua bahu Liora dan membawa Liora turun dari rooftop. Liora pun menyandarkan wajahnya di dada Aileen menyembunyikan wajahnya karena malu.


Saat akan menginjak anak tangga, seseorang pun datang dan sangat terkejut dengan keadaan Liora yanh menangis dalam dekapan Aileen.


"Liora..."


-


**BERSAMBUNG..


-


Lanjut ga ni ?


Kalo lanjut komen ya


Sekalian di like dan vote ya


😘😘**

__ADS_1


__ADS_2