
"Cukup ya Dania, Salsa jangan sampe gue yang masih bisa tahan emosi gue akhirnya ngamuk disini. Dan kalo lo udah buat gue marah, gue jamin seujung rambut lo pun ga akan selamat !" Liora pun berucap dengan nada mengancam.
"lo fikir gue takut sama lo ? ga akan pernah !" Dania dan Salsa pun berlalu meninggalkan mereka dan berbalik arah.
"iiiiisssss..... gemessss gue gemessssss !" Sisi pun mengepalkan kedua tangannya didepan wajahnya "pengen banget gue cakar cakar gue tinju tunji tuh cabe !" tambahnya.
"sama gue juga Si. Lo kenapa diem aja si Li, kenapa ga lo pites aja tuh dua cabe ?" Arjuna pun tersulut emosi.
"ga perlu, kalo gue ngamuk sekarang ga lucu dong. Lo ga lihat apa gue udah cantik dan anggun kaya gini, masa barbarnya keluar !" Liora pun memutar badannya sambil meletakkan satu tangannya di pinggang dan bergaya ala model.
"halah gaya lo pera kek beras kutuan Ra !" Cela Sisi.
"dih apaan lu kate !" Liora pun menyahuti
"ga pantes lo jadi model, badan bantet kek gini pake segala bergaya lo !" Arjuna pun menanggapi celaan Sisi.
"gila gue dikata bantet, badan bohai sexy begini woyy !" Seru Liora
"coba deh lo sama Sisi berdiri bersebelahan !" Suruh Arjuna.
Liora dan Sisi pun melakukan yang diperintah Arjuna, dan Liora langsung melirik kearah Sisi yang emang badannya lebih tinggi daripada Liora.
"hehehe..." Liora pun langsung memasang nyengir kudanya.
"nah kan bener gue bilang !" Arjuna.
"tetap aja gue cantik. wleee.." Liora langsung berlalu meninggalkan Arjuna dan Sisi menuju kantin.
"lah kita ditinggal Si !" Arjuna pun meninggalkan Sisi.
"lah gue ditinggal sendirian. temen lucknut ni mereka !" Sisi pun berlari kecil mengejar Liora dan Arjuna.
***
Rooftop
"Nih laporan gue, udah gue kirim ya Li !" ucap Mona.
"gue juga udah ya !" Arjuna.
"bentar gue mah belum selesai kayanya ada masalah ni sama laporannya !" Seru Mahesa.
Mahesa pun langsung menelpon sang manager cafe milik Liora yang berada di Jogja. Sekitar hampir setengah jam mereka bertelponan, akhirnya Mahesa memutuskan sambungan telpon tersebut.
"Agen pemasok ayam lagi mogok Li !" jelas Mahesa pada Liora.
"wahduh terus gimana dong sama cafe gue kalo mogok ?" Liora pun kebingungan.
__ADS_1
"ya mas Jamal terpaksa belanja sendiri kepasar cuma harga nya lebih mahal dibanding harga dari pemasok Li !" Jawab Mahesa.
"haduh haduh haduh.. ga bisa di biarin ini Hes, kita harus kesana buat mastiin !" Tegas Liora.
"tapi ga mungkin sekarang Li !" Seru Mona.
"Hes, lo pastiin lagi sama mas Jamal harus dapet pemasok baru sementara dengan harga yang sama !" Suruh Liora.
"oke nanti coba gue bicarakan sama mas Jamal ya, siapa tau dia punya kenalan !" Sahut Mahesa.
Kini mereka pun memutuskan untuk kembali pulang setelah dirasa cukup untuk mengecek laporan masing masing. Liora berjalan ke parkiran menuju mobilnya dengan santai, pun dengan ketiga sahabatnya. Mereka berpisah dengan tujuan rumah masing masing.
***
"assalamualaikum.. Liora yang cantik udah pulang ni !" teriak Liora.
"bisa ga si ga usah teriak gitu !" Marah Indah.
"bunda... kangen !" Liora langsung memeluk indah.
"sama ayah ga ni jadinya ?" Suara Mahendra membuat Liora melepaskan pelukannya dari sang Bunda.
"kangen dong yah.. kalian kenapa lama banget si pulang nya !" Keluh Liora sambil memeluk ayahnya.
"maaf ya, ayah sama bunda kan sekalian jalan jalan !" Sahut Mahendra.
"yaelah dek, kamu tuh udah gede bahkan udah ga pantes lagi buat diajak. Yang pantes itu kamu ajak Zein sama Zeina jalan jalan !" Seru Diandra sambil meledek Liora.
"oke, besok aku ajak mereka jalan jalan sepulang ngampus. aku besok ada kelas pagi, jadi siangnya aku bisa ajak mereka main kak !" Sahut Liora sambil meletakkan buku bukunya diatas meja.
"bibi. buatin Liora jus melon dong, Liora haus ni !" Titah Liora sedikit mengencangkan suaranya.
"baik non." teriak bibi dari dalam dapur.
"kak, kakak ga jemput Zein sama Zeina ?" tanya Liora.
"ga Li, nanti mas Noval yang jemput !" Sahut Diandra sambil duduk di pinggiran kursi dekat Liora.
"oh.. padahal aku mau ikut kak kalo kakak yang jemput !" Ucap Liora.
"yaudah kalo gitu kakak telpon mas Noval deh bilang ga jadi, biar kakak sama kamu aja yang jemput !" Sahut Diandra yang langsung beranjak dari duduknya dan menuju ke kamar nya untuk menelpon Noval.
"ini non, silahkan !" Bibi meletakkan segelas jus melon pesanan Liora.
"makasih bi." Ucap Liora tersenyum dan langsung meminum jus melon nya hingga tandas.
"beneran haus kamu ya ?" Ledek Mahendra.
__ADS_1
"banget yah, soalnya tadi dikampus pas mau pulang Liora lupa mampir ke kantin, terus dijalan juga males berenti yah." jelas Liora panjang lebar.
"Liora, ayo kita jalan sekarang jemput Zein sama Zeina !" Ajak Diandra keluar dari kamarnya.
"bentar kak, Liora mandi dulu ya. Soalnya badan Liora lengket ni, lima belas menit ya kak !" Liora langsung berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berada dilantai dua.
Setelah lima belas menit berlalu Liora kembali menuruni anak tangga dan segera mengajak Diandra untuk menjemput kedua keponakannya yang tengah berada dikediaman orang tua Diandra.
"Bun, Yah,, aku sama Liora pamit ya jemput anak anak dulu !" Diandra pun mencium kedua tangan mertuanya tersebut disusul Liora.
"kakak aja ya yang nyetir, aku pegel. Hehehe" Ucap Liora sambil nyengir kuda.
"yaudah oke. Tapi kita mampir ketoko buat dulu ya Li, soalnya mau bawain mama papa buah buahan." Imbuh Diandra.
"oke kak. sekalian deh aku juga mau beli, kayanya stok buah dirumah udah tinggal sedikit !" Liora pun semangat.
Hampir satu jam perjalanan mereka karena jalanan cukup padat dan sedikit macet, membuat keduanya sedikit terlambat sampai di rumah orang tua Diandra.
"Mom.. Aunty.." Teriak Zeina ketika melihat Diandra dan Liora turun dari dalam mobil.
"Assalamualaikum.." Ucap Diandra dan Liora bersamaan.
"waalaikum salam." Sahut Agus, Safira, Zein dan Zeina serta pengunjung bersamaan.
"Mommy ko Daddy ga ikut ?" Tanya Zein pada Diandra.
"Daddy masih dikantor sayang, paling sebentar lagi kesini !" Sahut Diandra sambil mengelus kepala Zein.
"jadi ga seneng ni kalo yang jemput aunty ?" Liora mengembungkan pipinya pasa Zein.
"ga aunty.. Zeze senang ko aunty ikut !" Zein berusaha meraih pipi Liora sambil meloncat loncat kan tubuhnya.
Liora pun berjongkok menyamakan posisinya sejajar dengan Zein. "iya Zeze sayang, aunty gapapa ko aunty ga marah !" Zein langsung mengelus pipi Liora seperti orang dewasa.
"emesh deh sama kamu !" Liora mencubit kedua belah pipi Zein.
"aunty sakit !" Keluh Zein
Tin... tin...
-
**### Bersambung..
Ayo dong mana ni like dan komennya biar author semakin semangat buat update ?
Buruan klik like, ketik komen, klik rate dan klik vote sebanyak banyaknya ya readers**..
__ADS_1