Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
kejujuran Noval


__ADS_3

Hana tercengang mendengar perkataan Agus.


"bener Han, kamu harus kembali buat perjuangin cinta kamu. sekarang Marwan sendiri Han !" tambah Safira


"maksud kamu ? sendiri ?" Hana bingung dengan ucapan Agus dan Safira


"huufft..." Agus menghembuskan nafasnya "gini Han.. 5 tahun setelah kepergian kamu Marwan mengalami kecelakaan yang membuat anak dan istrinya meninggal. istrinya meninggal ditempat, dan anaknya meninggal setelah 4 hari dalam perawagan. Cuma Marwan yang selamat tapi dia juga mengalami koma selama hampir 3 bulan. Saat Marwan sadar dia ga terima dengan keadaan anak istrinya, dia frustasi dan hampir gila. Cuma Aku, Safira dan Santi yang terus nguatin dia. Mama Iva juga ga bisa dan ga kuat ngeliat kondisi Marwan ada saat itu. Dan dalam setahun Marwan baru bisa menerima kenyataannya dan mulai bangkit sampai sekarang !" jelas Agus sambil menitikan air matanya.


Hana yang mendengar kan pun menjatuhkan air matanya sambil menutup mulut nya karena tidak mempercayai semuanya.


"Gus, Fir... aku... aku beneran ga tau ini semua.. hiks hiks hiks" tangis Hana semakin pecah.


Diandra yang baru saja keluar kamarnya langsung mendengarkan pembicaraan orang tuanya tanpa terasa dia pun menangis mengingat keadaan Marwan waktu itu.


"ma, pa, tan..." panggil Diandra sambil mengusap air matanya yanh jatuh di pipinya. "Diandra pamit ya, nanti Diandra sarapan ditoko aja !" Diandra langsung mencium tangan Agus, Safiran dan Hana bergantian karena tidak ingin mendengarkan kisah para orang tuanya dahulu yang terlalu menyedihkan.


"assalamualaikum.." ucap Diandra dengan senyum tipisnya yang menyembunyikan kesedihannya.


"waalaikumsalam." ucap mereka kompak.


"Dan kamu juga harus tau Han, kalo suaminya Santi juga udah meninggal karena sakit !" ucap Safira


"astaghfirullah... hiks hiks hiks" tangis Hana terdengar lagi "aku bener bener jadi sahabat yang kejam buat kalian, disaat kalian terpuruk aku malah ga ada buat kalian.. maafin aku.. maafin aku..." ucap Hana dengan tangis sesegukan


"sabar Han. ini semua bukan salah kamu." Safira memeluk Hana menguatkan.


"maafin aku Gus, Fir.. aku terlalu egois tanpa pernah memikirkan kalian. Aku benar benar wanita bodoh yang cuma memikirkan perasaan aku sendiri tanpa mau memikirkan sahabat aku !" Hana begitu menyesali sikapnya 10 tahun lalu yang begitu ingin melupakan semua kenangan pahitnya.


"Han.. aku yakin kamu melakukan itu semua buat kita, supaya kita ga saling menyakiti satu sama lain. dan aku yakin sekarang kamu kembali kesini karna memang kamu sudah benar benar siap !" ucap Agus


"aku janji sama kalian, aku akan nebus semuanya !" batin Hana sambil menghapus air matanya dan tersenyum.


Agus, Safira dan Hana pun terus mengobrol sampai Agus lupa untuk datang menjemput Mahendra yang akan pergi meeting di jam 10.


"astaghfirullah.. aku harus cepet cepet berangkat !" Agus buru buru beranjak dari duduknya dan langsung keluar melajukan mobilnya kerumah besar Mahendra.


*****


Dijalan Diandra tidak berbicara pasa Farisya satu kata pun karena terus mengingat ucapan papanya tentang Marwan. Farisya merasa bingung dengan sikap Diandra yang diam.


"Di, lo kenapa si diem aja dari tadi ?" tanya Farisya dengan sedikit berteriak diatas motor.


"gapapa Sya, nanti gue ceritain ditoko !" jawab Diandra.

__ADS_1


"oke oke.." Farisya pun melajukan motornya dengan sedikit kencang karena jalanan yang sepi.


Hanya memakan waktu 10 menit bagi Farisya untuk sampai ditoko, dan mereka berdua langsung menuju ke dalam toko yang sudah dibuka oleh Noval.


"assalamualaikum" ucap Diandra dan Farisya saat masuk kedalam toko.


"waalaikumsalam" sahut Noval "tumben udah dateng jam segini kamu ?" karena melihat jam ditangan baru jam 8.10 pagi. Biasanya Diandra dan Farisya datang lebih lambat.


"hmm.. lagi pengen aja" sahut Farisya dengan wajah sendunya.


"kamu kenapa yang, ada masalah ?" tanya Noval


"ga ko, cuma lagi inget sesuatu aja yang !" Diandra.


"tau tucb si Diandra kenapa padahal biasanya udah kek beo dijalan ngoceh aja !" celetuk Farisya membenarkan ucapan Diandra. "jangan lupa lo utang penjelasan sama gue !" lanjutnya mengingatkan.


"tadi gue denger pembicaraan mama papa sama tante Hana dirumah Sya.." Diandra mulai menjelaskan kenapa dia begitu sedih pagi ini, Farisya dan Noval mendengarkan setiap kata kata Diandra.


"ya ampun Di, serumit itu ya kisah orang tua kita !" ucap Farisya


"makanya gue sedih Sya waktu denger obrolan mereka tentang tante Hana dan om Marwan" Diandra meletakkan dagunya diatas tangan yang ditumpukkan dimeja.


"ko gue ikutan melow ya denger cerita kalian" celetuk Noval


"pantesan aja si bos diturunin jabatannya sama ayah, ternyata ini alasannya ?" gumam Noval namun terdengar oleh Diandra.


"maksud kamu apa yang, siapa yang nurunin jabatan om Marwan ?" ucap Diandra penuh tanya.


"ehh ga ada yang, aku ga bilang apa apa !" elak Noval


"gue juga denger Val apa yang barusan lo bilang. terus yang lo maksud Ayah siapa ?" tanya Farisya yang mulai menyudutkan Noval.


Noval yang berniat menjelaskan kepada Diandra setelah pulang mengurus proyek pun mau tidak mau akhirnya mengatakan yang sebenarnya kepada Diandra dan Farisya.


"Val jawab gue !" ucap Farisya tegas, Noval masih diam dan menunduk karena bingung harus mengatakan atau tidak


"kamu ga mau jawab pertanyaan kita yang ? terus apa maksud kamu ngomong kaya gitu ?" Diandra.


"aakkhh... oke oke aku jelasin. tapi janji sama aku setelah aku cerita kamu ga akan marah dan ga akan ninggalin aku !!" ucap Noval dengan sedikit kencang.


Farisya pun dibuat bingung dengan ucapan Noval yang meminta Diandra untuk tidak meninggalkan Noval. "ko lo ngomong begitu ?" Farisya


"pokoknya kalian harus janji sama gue, selesai gue cerita kalian ga akan marah dan ga akan ninggalin gue, lo Sya masih harus tetap jadi sahabat gue. dan kamu Di, aku ga mau ditinggal sama kamu !" Noval

__ADS_1


"makanya kamu jelasin sekarang sebelum aku marah sama kamu dan ga mau ketemu lagi sama kamu !" ancam Diandra.


Akhirnya Noval pun menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya. Tanpa terasa buliran bening lolos di pipi Diandra karena tidak percaya dengan ucapan Noval yang telah membohongi dan menyembunyikan statusnya selama ini. Farisya hanya bisa menutup mulut nya karena terlalu terkejut dengan ucapan Noval.


"dan cuma kamu Di, cuma kamu yang ga pernah mempermasalahkan siapa aku. Mau aku keadaannya kaya gimana pun kamu tetap terima aku. Makanya aku yakin kalo kamu itu bener bener cewek yang terbaik buat aku !" lanjut Noval.


"Val.. Lo, lo bener bener.. lo bener bener.. aakkhh !" ucap Farisya terbata bata dan tidak dapat melanjutkan ucapannya.


"Sya maafin gue Sya, gue tau gue salah ga pernah jujur sama lo !" bujuk Noval sambil menunduk.


"ada apa ini ?" tiba tiba Marwah datang, karena melihat ketegangan diantara mereka bertiga Marwan pun mulai kepo


"om..." Diandra langsung memeluk Marwan sambil menangis.


"kamu kenapa sayang ? Sya, Val ada apa ini ?" tanya Marwan mulai khawatir.


"om.. Farisya bingung buat ngomong nya, jadi om tanya aja sama Noval !" ucap Farisya kepada Marwan


"mereka udah tau semua pak !" tiba tiba Noval membuka suara kepada Marwan. Dan ketika itu pula Diandra melepaskan pelukannya dari Marwan.


"jadi om juga udah tau semua ?" tanya Diandra yng diangguki oleh Marwan.


"Sya, tutup dulu tokonya. kita masuk keruangan om aja dan kita bicara disana !" perintah Marwan.


Mereka berempat duduk di sofa dalam ruangan marwan, dan Marwan pun mulai menjelaskan kepada Diandra dan Farisya.


"om kenapa ga bilang kalo om udah tau, om sama jahatnya sama Noval ?" rajuk Diandra.


"om diminta sama tuan Mahendra buat sembunyiin ini semua sampai Noval sendiri yang bilang sayang. Maafin om ya !" Marwan langsung memeluk kembali Diandra.


"Di.. please maafin aku. Ini semua aku lakuin karna aku ga mau salah pilih orang yang akan jadi pendamping aku nanti, dan aku juga ga mau salah pilih teman yang cuma bisa manfaatin kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki ayah !" jelas Noval kembali meyakinkan Diandra


"aku butuh waktu Val buat nerima semua ini, aku mohon sama kamu buat sementara biarin aku sendiri dulu !" Diandra


"tapi Di, aku..." ucapan Noval terhenti karena Diandra langsung keluar san meninggalkan mereka bertiga.


"kamu harus mengerti posisi Diandra ya Val. saya harap kamu bisa menuruti ucapan Diandra saat ini sampai dia bisa benar benar terima kamu. saya yakin Diandra ga akan ninggalin kamu !" ucap Marwan menguatkan dan Noval hanya bisa mengangguk sambil menunduk.


"jujur Val sebenarnya gue juga kecewa dan marah sama lo karna kebohongan lo. Tapi gue yakin lo ngelakuin ini semua buat kebaikan. Gue akan tetap jadi Farisya sahabat lo, dan akan tetap mendukung segala keputusan lo. Gue harap lo sabar sebentar dengan sikap Diandra !" Farisya memeluk bahu Noval


"makasih ya Sya, maafin gue yang dari awal udah bohongin kalian !" Noval mengusap tangan Farisya yang berada dibahunya.


*****

__ADS_1


__ADS_2