Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 keributan 2


__ADS_3

"Tapi maaf Dania. Saya lebih baik kehilangan uang dari pada kehilangan kepercayaan istri saya. Dan saya memang tidak pernah tertarik sama kamu !"


Dania terperangah mendengar perkataan Aileen yang menolaknya mentah mentah. Salsa memegang bahu Dania dan mengusap perlahan.


Semua mahasiswa yang mendengarkan ada yang menahan tawa, ada yang menggelengkan kepalanya bahkan ada juga yang merasa iba pada Dania karena mendapat penolakan dari sang dosen.


"Kamu tahu Dania ?" Ucap Aileen lagi. "Istri saya ga bisa ditukar dengan apapun, dia terlalu berharga buat saya. Dan bahkan jika mantan pacar saya yang dulu pernah amat sangat saya cintai dan bahkan dia bisa membuat saya hampir gila datang kesini dan ingin kembali dengan saya. Saya akan menolaknya, karena saya mencintai, amat sangat mencintai istri saya !" Aileen menatap lurus pada Liora yang terharu mendengar pernyataan Aileen dan dengan mata yang berkaca kaca.


Sisi mengusap air mata Liora yang sudah meluncur tanpa seizin Liora.


"Dan untuk Liora yang ada didalam mobil saya dan berangkat bersama saya. Saya rasa itu ga masalah, karena sewajarnya seorang dosen membantu mahasiswa yang sedang kesulitan. Dan masalah saya punya istri dan Liora punya suami, itu masalah pribadi saya dan Liora. Ga ada sangkut pautnya dengan ini semua. Saya sangat mengenal siapa suami Liora, dan Liora pun begitu kenal dengan istri saya !" Jelas Aileen lagi panjang lebar.


Dania tak lagi mampu menampung air matanya, pipinya sudah sangat basah dengan air mata yang sedari tadi sudah berjatuhan. Entah apa yang membuat air mata Dania beejatuha. Sakit hati kah, atau rasa malu kah ? Entahlah.. yang jelas saat ini Dania merasa sedang terjatuh ke dasar lembah jurang yang amat dalam dan gelap.


Liora tersenyum dalam tangisnya, rasanya ia ingin sekali beranjak dari kursinya dan berlari ke arah Aileen dan memeluknya erat. Meminta maaf atas dikira negatifnya, dan mengucapkan terima kasih karena akhirnya ia mengatakan secara jelas jika ia mencintai Liora. Walau ini hanya sekedar pembelaan, tapi Liora begitu senang mendengar ucapan cinta dari mulut Aileen.


"Juna. antarkan Dania pulang !" Suruh Aileen.


"Baik pak. Ayo Dan, gue anterin pulang sebelum gue berubah fikiran !" Juna langsung menarik kedua bahu Dania yang masih menangis dan tak dapag berkata apa apa. Salsa pun membantunya, walau ia juga menangis mendengar pernyataan Aileen.


"Oke. Apa saya bisa mulai pelajaran saya ?" Tanya Aileen sambil beranjak dari kursinya.


"Bisa pak !" Sahut seluruh mahasiswa.


Aileen pun memulai mata kuliahnya. Walau sebenarnya hari ini ia sebenarnya sangat segan mengajar, tapi ia tetap profesional.


Liora sedari tadi terus menatap pada Aileen bahkan ia mengikuti gerak langkah suaminya yang sedang fokus mengajar. Hingga satu jam berlalu tanpa terasa.


Aileen dan para mahasiswa yang lain sudah berhambur keluar sedari tadi, tapi tidak dengan Liora. Sepertinya ia sangat betah berdiam diri dikelas kosong tersebut. Sisi yang baru kembali dari kantin pun meletakkan segelas jus strawberry dengan sedikit perasan jeruk lemon, atas permintaan Liora.


"Jadi lo mau kan kasih sedikit kepercayaan sama suami lo buat dia buktiin semuanya ?" Tanya Sisi pada Liora yang sedang menyedot jus miliknya.


"Mungkin iya Si. Gue juga ga mau rumah tangga gue yang baru sebulan ini udah hancur Si." Sahut Liora lirih.


"Ra, gue yakin sama pak Aileen. Dia ga mungkin kembali sama perempuan yang udah nyakitin hatinya, terlebih perempuan itu udah menikah dan berstatus istri orang. Dania aja yang single dicuekin !" Seru Sisi. Liora hanya mengangguk.


***


Liora menunggu Aileen sambil bersandar pada pintu mobil Aileen. Sisi masih dengan setia menemaninya. Kemanakah Mona dan Mahesa ? Mereka sedang ditugaskan oleh Liora melihat lahan pembangunan cabang Liora's Cafe dikota Bogor.

__ADS_1


Saat melihat Aileen yang tengah berjalan kearahnya, Liora langsung masuk kedalam mobil diikuti Sisi yang juga masuk dan duduk di kursi belakang. Liora tak mau hal tadi kembali mengundang keributan.


Aileen menancap gas menuju cafe untuk mengantarkan Sisi bekerja, sebelumnya Liora sudah menghibungi Juna untuk datang langsung ke cafe.


"Kita mampir dulu sebentar !" Ucap Liora dingin. Aileen hanya bisa mengikuti kemauan Liora tanpa menjawab.


Didalam, Liora dan Aileen disambut oleh beberapa karyawan yang sibuk dengan aktifitasnya.


"Siang mbak, siang pak !" Begitulah sapaan mereka pada Liora dan Aileen.


Dikursi paling sudut, ada tiga pasang mata yang sedang memperhatikan ke datangan Liora dan Aileen.


"Itu dosen ganteng yang dikampus kita kan ?" tunjuk orang 1.


"Iya dia pak Aileen !" Orang 2.


"Benar ya dia punya hubungan sama si Liora pemilik cafe ini ?" Orang 1.


"Jangan su'udzon deh. Siapa tahu mereka cuma sekalian aja, kan mereka kenal dekat !" Orang 3.


Liora


Aileen duduk dikursi disamping Liora. "Kamu masih marah sama aku Ra ?" Tanyanya menatap pada Liora.


"Aku ga tau mas. Yang jelas rasanya masih belum bisa terima kejadian kemarin !" Jelas Liora membuka laptopnya.


"Ra, apa kurang pembuktian aku ke kamu tadi ?"


"Kurang mas. Aku mau kamu mengakui aku istri kamu di seluruh kampus juga dihadapan 'Dia', biar aku bisa yakin kalo kamu emang cinta sama aku !" Ucap Liora sambil terus menatap layar laptop dan memainkan jarinya diatas keyboard.


"Oke. Besok aku undang dia kesini, dan aku bakalan kenalin kamu ke 'Dia'. Sebenarnya itu mau aku lalui kemarin, sebelum kamu marah sama aku dan 'Dia' ternyata cuma ancam aku aja !"Sahut Aileen tegas.


"Udah dong baikan jangan dingin dingin begini terus, ga enak tau lihatnya !" Ujar Sisi sambil meletakkan coffee latte untuk Aileen dan jus strawberry untuk Liora.


"Saya maunya kaya gitu Si. Tapi kayanya saya harus lebih keras lagi buat buktiin rasa cinta saya ke istri saya !" Sahut Aileen memandang Sisi meminta dukungan.


"Semangat pak !" Ucap Sisi sambil mengangkat sebelah tangan nya.


Aileen tersenyum melihat tingkah mahasiswinya, sedangkan Liora hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ra, aku pinjam ruangan kamu ya sebentar. Aku capek !" Izin Aileen pada Liora, dan dianggukinya.


Aileen langsung masuk ke ruang pribadi Liora yang berada dibelakang pantry tempat membuatkan minuman.


"Permisi." Ucap salah seorang wanita yang baru saja duduk tak jauh dari Liora.


"Iya mbak, mau pesan apa ?" Tanya salah satu pegawai Liora.


"Saya mau pesan coffee latte sama cake strawberry ya !" Ucapnya.


Lalu ia menggapai ponsel miliknya dan melakukan panggilan telpon.


"Sayang. Kenapa sih kamu ga mu angkat telpon aku ?"


"Ayolah.. aku udah bilang sama kamu, aku ga percaya sebelum aku lihat sendiri !"


"Ck.. Sial !" Umpat wanita tersebut.


Tak berapa lama Aileen kembali duduk disamping Liora dan menyandarkan kepalanya di bahu Liora. Liora menoleh kearah suaminya.


"Kenapa balik lagi bukannya kamu bilang capek ?" Tanya Liora yang sudah kembali menatap layar laptop dan kemudian ia menutupnya.


"dia ganggu aku lagi Ra !"Sahut Aileen lesu.


"Cie cie.. pengantin baru maunya nempel terus ni. Mau dong di tempel juga sama pak Aileen. hihihi" Ejek Megha yang baru saja datang masih dengan seragam sekolah.


"Kamu tuh ya, sini saya tempelin pake plester mulutnya !" Sahut Aileen tersenyum.


"Astagfirullah.. pak dosen jahat amat !"


"Hahaha" Aileen tertawa melihat ekspresi Megha.


"Jhofan !"


*


**


***

__ADS_1


__ADS_2