
Mereka bertiga pun memutuskan untuk langsung pulang, namun saat di lorong tak sengaja Liora menabrak seseorang dengan tubuh tinggi dan tegap.
"Aduh !" pekik Liora.
Arjuna dan Sisi pun terkejut saat melihat siapa yang ditabrak oleh Liora.
"hehehe.. bapak. maaf ya pak saya ga sengaja !" Ucap Liora.
"sudah biasa !" Ucap Aileen.
Ya memang ini bukan kali pertama atau kedua bagi Aileen bertabrakan dengan Liora, jika dihitung mungkin sudah yang kelima atau ke enam Liora menabrak Aileen dengn tidak sengaja.
"maaf ya pak sekali lagi !" Ucap Liora lagi sambil menundukkan kepalanya.
"iya, saya maafin !" Sahut Aileen sambil berlalu meninggalkan Liora, Juna dan Sisi.
"Kenapa tuh pak Aileen, tumbenan dingin banget sama kita ?" Tanya Sisi yang memang merasa ada yang berbeda dari Aileen.
"lagi dapet kali dia. hahaha" sahut Liora dengan tawa renyahnya.
"yeyy si Liora ya, orang gue seriusan juga !" Kesal Sisi.
"ya man gue tau lah Si. Mungkin mood nya lagi ancur kali makanya dia dingin kaya gitu !" Seru Liora.
"udah ah lo berdua debat mulu, tar gue tinggal ni !" Ucap Juna.
"yaudah iya. ayo Ra, entar pak supir marah !" Ledek Sisi.
"sialan lo gue dikata supir !" Kesal Juna.
"oya Jun, anterin gue ke bengkel pak Agus ya, gue mau ambil mobil gue ni. Soalnya tadi pak Agus telpon ke gue katanya mobil gue dibawa sama karyawannya kesana, orang yang dititipin mobil udah harus pulang !" Seru Liora sambil berjalan beriringan dengan Juna dan Sisi.
"oke, sekalian gue mau cek keadaan mob gue juga deh !" Sahut Juna bersemangat.
"tapi anterin gue dulu ya ke cafe, gue udah janji sama mas Vanno mau balik selesai matkul !" Ucap Sisi.
"yaudah oke." sahut Juna pasa Sisi.
-
-
__ADS_1
Hari minggu
Mahendra, Indah dan Liora yang sudah membuat janji untuk bertemu dengan keluarga Johan pun sedang bersiap untuk makan siang bersama disebuah cafe disalah satu mall.
Luora terlihat begitu cantik dengan dress berwarna biru tua, dan polesan diwajahnya.
"Wah sayang.. kamu cantik banget !" puji Bunda pada Liora.
"makasih.. bunda juga cantik banget loh bun !" Liora pun memuji sang bunda yang tak kalah cantik.
"Liora. kamu udah siap nak ?" tanya Mahendra sambil memakai jam tangan.
"udah yah. Liora udah siap ko !" Sahut Liora.
"ga usah gugup sayang, ini cuma kenalan aja ko !" Seru Indah sambil merangkul kedua bahu Liora.
"iya bun, Liora ga gugup ko santai aja !" Liora pun tersenyum.
"yaudah ayo kita berangkat sekarang, nanti ga enak kalo kita kelamaan dateng nya !" Ucap Mahendra.
Mereka bertiga pun berangkat diantar oleh pak Harun, supir setia sang Mahendra dan teman seperjuangan Agus. Namun berbeda dengan Agus, Harun masih tetap setia menjadi supir keluarga Mahendra. Tapi tetap saja semua kebutuhan keluarga Harun ditanggung oleh Mahendra.
"sudah lama nunggu ya ?" Tanya Mahendra.
Johan dan Mahendra pun saling berpelukan, Indah dan Keke (istri Johan) pun saling bercipika cipiki. Dilanjut dengan Liora yang mencium punggung tangan Johan dan Keke bergantian.
"wah anak kamu ternyata cantik banget ya Man, Dah.." Puji Keke pada Liora.
"anak siapa dulu dong Ke, anak aku gitu loh. hahaha" Indah pun menyahuti dan tertawa garing.
dddrrrtttt... dddrrrtttt...
Hp Liora pun bergetar karena ada panggilan masuk dari Anya, sang manager cafe cabang Bandung.
"Bun, Yah, om, tante, maaf sebelumnya Liora angkat telepon sebentar ya." Izin Liora sopan.
"siapa yang telpon sayang ?" Tanya indah.
"Anya, Bun. Takutnya penting masalah cafe !" Sahut Liora.
__ADS_1
"yaudah jangan lama lama ya telponnya ga enak sama om dan tante !" Seru Indah.
"iya Bun, sebentar ya om tan.." Liora pun berpindah tempat untuk menerima telpon.
Saat Liora menerima telpon masuk dari Anya, ada seorang pria berbadan tinggi dan tegap dengan wajah tampan yang menghampiri keempat orang paruh baya yang sedang asik mengobrol. Pria tersebut pun mengenalkan dirinya pada Indah dan Mahendra dengan sopan. sama seperti halnya Liora, pria itu pun mencium punggung tangan Mahendra dan Indah.
Liora pun telah selesai dengan acara telpon menelponnya tersebut, dan berniat untuk kembali bergabung dengan kedua orang tuanya. Namun saat Liora berbalik tidak sengaja menyenggol seorang pramuniaga yang sedang membawa nampan yang berisi minuman, dan minuman itupun tumpah tepat di baju Liora.
"ya ampun mbak, maaf ya saya ga sengaja !" Seru pramuniaga tersebut panik sambil meletakkan nampan tersebut diatas meja yang kosong.
"gapapa mbak, malah saya yang minta maaf karena ga lihat ada mbak dibelakang saya !" Ucap Liora sambil senyum.
"mari mbak biat saya bersihkan baju mbak dibelakang !" Ajak pramuniaga.
"udah mbak gapapa, biar saya sendiri aja. mbak balik kerja aja, saya beneran gapapa ko. lagi juga ini cuma sedikit dan ga terlalu basah, dan juga ini ga kelihatan kotor !" Tolak Liora sangat lembut.
"beneran mbak gapapa. sekali lagi saya minta maaf ya mbak !" Ucap pramuniaga lagi sambil menundukkan kepalanya.
"iya mbak gapapa. saya permisi ya mbak, mbak lanjutin aja kerjanya !" Liora pun berlalu meninggalkan pramuniaga tersebut menuju toilet untuk membersihkan bajunya yang terkena tumpahan minuman agar tidak terasa lengket.
Dan ternyata, kedua orang tua Liora, Johan, Keke dan pria tersebut melihat kejadian yang dialami Liora. Johan semakin memuji kebaikan hati Liora. Bagaimana tidak, jika gadis lain yanh terkena tumpahan minuman tentunya akan memarahi sang pramuniaga habis habisan. Tapi tidak dengan Liora, ia tidak sedikit pun marah malah ia yang meminta maaf karena merasa bersalah. Begitupun dengan pria yang baru saja bergabung dengan keempat paruh baya tersebut, ia begitu kagum walau ia tak melihat wajah Liora karena dibelakangi.
Setelah beberapa menit Liora pun akhirnya kembali ketempat dimana orang tuanya berada, dan Liora kembali duduk disamping Indah dan Keke. Mata Liora tertuju pada seorang pria yang tadi tidak berada disana saat ia menerima telpon, mata Liora terbelalak saat tahu siapa pria tersebut. Sedangkan sang empunya masih sibuk dengan hp yang dipegang nya.
"Sayang, kenalin ini Liora anaknya om Mahendra dan tante Indah !" Ucap Keke pada pria tersebut.
Pria itupun segera mengangkat kepalanya dan melihat kearah gadis yang dipanggil Liora tersebut. Sontak mata pria itupun menjadi membulat sempurna melihat keberadaan Liora yang kini sedang berada dihadapannya dan tentunya dengan tatapan yang sama terkejutnya.
"Kamu !" Ucap Liora dan pria tersebut berbarengan.
-
**Bersambung..
-
Hayo tebak siapa pria yang dimaksud ?
Ditunggu ya kelanjutannya.
Maaf kalo update nya cuma sedikit, karen biar penasaran aja ni kalian bacanya hihihi
__ADS_1
jangan lupa komen atau kasih tips dan saran ya buat author, bisa juga kalian like dan vote ya. Makasih readers ku tersayang..
Babay**..