
"Sayang.. Ayo duduk !" Ucap Mama Keke.
"iya Ma. Mama apa kabar ?" Basa basi Liora.
"Seperti yang kamu lihat, Mama sehat ! Oya, mana Jhofan ?" Tanya Mama Keke yang tak kunjung melihat kehadiran Aileen.
"Lagi terima telpon Ma, kayanya sedikit penting deh !" Sahut Liora yang diangguki oleh Mama Keke. "Ma, ada yang mau Liora tanyain ke Mama. Tapi Mama jawab yang jujur ya Ma !"
"Apa sayang ?"
"Sebenernya apa sih tujuan Mama sama Papa jodohin mas Jhofan sama Liora ?" Dengan ragu Liora bertanya, Mama Keke terdiam tak bergeming. "Maaf Ma, mungkin pertanyaan Liora terlalu lancang. Mama ga perlu jawab gapapa ko !" Lanjutnya.
"Mama sama Papa jodohin kalian karena Mama sama Papa fikir kalo Jhofan berhak bahagia. Mama udah ga tega sama hidup Jhofan dua tahun terakhir, semenjak Jho ditinggal sama Joanna." Sahut Mama Keke.
"Apa mama tau gimana perasaan mas Jhofan sama Joanna sekarang Ma ? Apa mas Jhofan masih punya perasaan yang sama buat Joanna sampe sekarang Ma ?" Tanya nya lagi menyelidik.
"Mama juga ga tau Ra. Tapi yang jelas sehari sebelum pernikahan kalian, Jhofan pernah bilang ke Mama kalo sebenernya dia udah suka sama kamu dari pertama ketemu. Dia bilang kamu itu unik dan asik, dan lagi kamu perempuan yang tegar !" Liora tersenyum senang mendengar penuturan Mama mertuanya.
"Apa kalian lagi ada masalah Ra ?" Kali ini mama Keke yang menyelidik Liora.
"Entahlah Ma, ini dibilang masalah atau apa !" Liora menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.
"Sayang. Cerita sama Mama, apa yang terjadi sama kalian ?"
"Mungkin ga sekarang ya Ma, Liora rasa masih bisa Liora selesaikan berdua sama mas Jhofan." Mama Keke hanya mengangguk mengerti.
Liora beranjak dari duduknya dan menuju dapur untuk membuat minuman, padahal ia bisa menyuruh ART untuk membuatkannya. Tapi Liora lebih senang membuat ya sendiri ketimbang harus menyusahkan.
Aileen yang sudah selesai dengan acara telponnya pun langsung masuk dan mencium tangan Mamanya yang masih duduk disofa ruang tamu. Liora membawa tiga gelas orange jus dan meletakkannya.
"Gimana mas ?" Tanya Liora.
"Ya begitu Ra. Dia tetap maksa mau dateng !" Sahut Aileen. Liora hanya manggut manggut.
Mama Keke yang tak tau maksudnya pun mulai penasaran, tapi bukannya mengeluarkan suara untuk bertanya ia malah memberi isyarat pada putranya.
"Mama kepo !" Sahut Aileen dengan senyum jahilnya.
__ADS_1
"Dih.. awas kamu ya !" Kesal mama Keke.
"Hmm.. Ma bisa temenin Liora ga sebentar, ada yang mau Liora beli tapi Liora ga tau tempatnya !" Liora beralibi.
"Emang mau beli apa Ra ?" Tanya penasaran Mama Keke.
"Yaudah si Ma, anterin itu menantunya !" Aileen memaksa.
"Kalian lagi ga sembunyiin sesuatu kan dari Mama ? Soalnya perasaan Mama sedikit ga enak ni sama kedatangan kalian yang tiba tiba gini !"
Feeling mama Keke memang tak salah, memang ada sesuatu yang Aileen dan Liora sembunyikan. Ia menyembunyikan tentang kedatangan Joanna sebentar lagi yang memaksa.
"Ma.." Baru ingin berkata tapi sudah dipotong oleh Aileen.
"Nanti mama akan tahu sendiri. Aku ga bisa cerita sekarang Ma !" ucap Aileen. Liora menatap sendu pada Aileen karena tidak mau berkata yanh sebenarnya pada Mama.
"Oke. Mama ga akan tanya kalian berdua sampai kalian siap cerita ke Mama. Tapi Mama harap hubungan kalian yang baru sebulan ini ga ada masalah apa apa !" Sahut Mama Keke tegas.
"Rumah tangga kita baik baik aja Ma. Cuma emang ada sedikit masalah aja ko, tapi ga berpengaruh sama sekali !" Liora meyakinkan.
"Ya. Semoga aja !"
Sore hari
Aileen dan Liora terus menunggu kedatangan Joanna, dengan sikap Aileen yang terus gelisah. Liora selalu berusaha menenangkan suaminya agar tak di curigai oleh Mama Keke. Tapi tetap saja Aileen tak dapat menyembunyikan kegelisahannya.
Entah mengapa perasaan Liora menjadi sakit karena Liora berfikir jika Aileen benar benar menunggu kedatangan Joanna dengan rasa bahagia dihatinya hingga ia sangat gelisah seperti itu. Liora menarik nafas dalam dan mambuangnya kasar.
Mama Keke yang tadi berpamitan pasa Liora dan Aileen ternyata sedang memperhatikan mereka dari balik pintu kamar yang berada dilantai bawah. Ia tak benar benar istirahat, tapi ia malah mengintip.
Kenapa perasaan aku tertuju sama Joanna ya lihat Jhofan segelisah itu ! Ya Allah.. Semoga aja ini cuma masalah pekerjaan. Batin Mama Keke.
"Mas, please.. Kamu ga usah berlebihan kaya gitu !" Ucap Liora menenangkan Aileen.
"Aku takut Ra, aku takut !" Sahut Aileen.
"Apa yang kamu takutin mas ?" Liora menatap Aileen dengan tajam dan mata memerah yang sedari tadi menahan tangis melihat suaminya.
__ADS_1
"Aku takut ga bisa kontrol emosi aku. Aku ga mau sakit lagi Ra !" Jawabnya menggenggam tangan Liora.
"Kita pulang aja ya mas, kita ga usah temuin dia !" Bujuk Liora lembut.
"Tapi Ra, dia bakalan terus gangguin aku kalo aku ga temuin dia sekarang juga !"
"Mas, kalo dia lihat kamu kaya gini, yang ada dia berfikiran kalo kamu emang belum bisa move on dari dia. Kecuali emang benar kamu masih simpan perasaan buat dia mas !" Liora tertunduk lesu.
"Ra, ko kamu ngomong kaya gitu ?"
"Aku ga tau mas perasaan kamu yang sebenernya kaya gimana. Emang status kita suami istri sekarang, tapi kita menikah bukan atas dasar cinta kan mas tapi karena perjodohan !" Akhirnya tangis Liora pecah yang sedari tadi ia tahan.
Aileen merengkuh tubuh Liora dalam pelukannya, ia tak tahu mengapa Liora bis berkata seperti itu. Padahal sepenuhnya ia sudah melupakan Joanna dan bahkan sekarang ia mulai mencintai Liora. Tapi ia tak dapat menutupi kegelisahannya jika bertemu dengan Joanna. Bukan karena masih memiliki perasaan, tapi Aileen takut jika ia akan memaki Joanna.
"Mas. aku mau pulang !" Ucap Lior sambil terisak.
"Yaudah kita pulang Ra !" Akhirnya Aileen menyerah.
Liora melepas pelukannya dan menghapus air matanya. Ia menuju dapur dan mengambil segelas air yang langsung ia minum hingga tandas.
"Bi, aku sama mas Jhofan mau pulang. Nanti bilang sama Mama ya, soalnya aku ga enak bangunin Mama dia lagi istirahat !" Ucap Liora pada ART yang sedang memasak di dapur.
"Iya non, nanti bibi sampein. Hati hati ya non !"
"Iya bi. Liora pamit ya !"
Liora berjalan keluar dari dapur menuju ruang tamu dan keluar tanpa menunggu Aileen yang sedang menunggunya diruang tamu. Aileen membukakan pintu mobil untuk Liora, dan Liora masuk dengan wajah yang masih meneteskan sedikit air mata.
Sepanjang perjalanan Liora hanya diam menatap keluar jendela tanpa berbicara sepatah katapun.
"Ra. Please kamu percaya sama aku Ra. Aku udah ga punya perasaan apa apa sama dia Ra !" Ucap Aileen.
Liora tak menjawab apapun dan terus mental keluar. Hingga Aileen memberhentikan mobilnya dipinggir jalan. Ia mendekatkan tubuhnya pada Liora, dan memegang dagu Liora memutar wajah Liora untuk menghadap nya.
"Ra, kamu ga percaya sama aku ?" Tanya Aileen.
"Ga tau mas aku percaya sama kamu atau ga ! Yang jelas sekarang aku cuma lihat bukti yang kamu tunjukkin." Sahutnya.
__ADS_1
"Huftt... oke kalo kamu ga percaya sama aku. Biarin aku sendiri yang buat kamu percaya dan ngebuktiin sama kamu kalo aku udah ga ada perasaan apa apa sama dia Ra !" Aileen kembali melakukan mobilnya membelah jalanan yang lumayan padat. Hingga hampir maghrib mereka sampai dirumah.