Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Kemurungan Liora


__ADS_3

Gimana ni puasanya, pasti lancar dong ? Semoga selalu diberi kelancaran dalam puasanya readers.. 😘🙏


💞💞💞💞💞


"LIORA !!"


"Eh !!" Mona dan Liora menoleh kearah suara yang berteriak.


"Lo ngapain malah di sini berduaan sama Mona ? Gila lo ya, dosen sampe marah marah tau ga karna lo kita baru mulai pelajaran lima belas menit kemudian !" Oceh Sisi dengan wajah kesalnya.


"Ya sorry deh Si. Gue gak mood banget soalnya !" Sahut Liora memaksakan tersenyum.


"Lo berantem ya sama pak Aileen ?" Tanya Sisi mendekati Liora. Sedangkan Liora hanya menggeleng.


"Liora ngediemin si Jhofan !" Sahut Mona dan Sisi membulatkan bibirnya membentuk huruf O. "Tega lo tega, ga ada yang cerita sama gue !"


"Gimana gue mau cerita coba Mon, cafe aja rame banget. Gue sama Vanno ikut turun tangan sampe gue panggil tukang Boba yang di depan buat bantuin tau ga !" Jelas Sisi mencerocos.


"Serame itukah ?" Sisi mengangguki pertanyaan Mona.


"Terus tuh orang lo kasih upah ga Si ? Kasian kan dia jadi ikut capek !" Tanya Liora cengengesan.


"Emang gue ada tampang penjahat apa, sampe gue setega itu nyepelein tenaga orang !" Kesal Sisi.


Liora dan Mona hanya tersenyum dan menaik turunkan alisnya mengejek Sisi.


Tak lama Juna menyusul dan kemudian memberikan mereka minuman dan makanan. Karena Sisi yang belum sempat sarapan, hingga ia meminta Juna membelikannya dikantin.


"Mahesa mana Mon ?" Tanya Juna sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Bentar lagi mungkin, soalnya tadi gue berangkat sendiri dia lagi ada urusan !" Sahut Mona.


Liora hanya membuka kotak makanan tersebut tanpa mau memakannya, ia hanya mengaduk aduk nya dan kemudian menutupnya kembali. Lalu Liora meminum jus yang diberikan Juna hingga tersisa setengahnya.


"Li, lo ga makan ?" Juna menghentikan makannya karena melihat kemurungan Liora.


"Ga laper gue Jun !" Sahutnya sambil menunduk dan menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinganya.


"Apa mau gue suapin ?" Goda Juna, tapi Liora hanya manggeleng tanpa mau melihat kearah Juna.


"Modus buaya buntung tuh gini !" Sahut Sisi dengan mulut penuh.


"Telen dulu baru ngomong Sisi." Liora mengomel pada Sisi.


"Glek.. Coba Jun lo suapin si Liora, kali aja dia mau makan makanannya !" Ucap Sisi menyuruh Juna.


"Aaa... Ra !" Juna pun menyodorkan makanan kearah mulut Liora. Sedangkan Liora hanya menggeleng.


"Pake punya nya Liora lah Jun, ya kali dia satu sendok sama lo ?" Seru Mona.

__ADS_1


"Oh iya lupa gue. Sini makanan lo, gue suapin aja kaya biasanya !" Juna mengambil alih makanan Liora dan berusaha menyuapi Liora yang sedari tadi terus menolak. Tapi karena kegigihan Juna, akhirnya Liora mau memakan makanan dari tangan Juna.


***


Cekrek..


Cekrek..


Cekrek..


"Hahaha. Bagus Liora ! Lo suap suapan sama sahabat lo, dan gue ambil gambar lo. Besok gue akan buat geger satu kampus karena lo !"


***


"Udah ya Jun. Udah kenyang gue !" Tolak Liora saat Juna menyodorkan suapan yang kesekian.


"Oke oke. Karena lo udah habis setengah, maka gue bebasin lo !" Sahut Juna yang langsung memberikan minuman pada Liora.


"Apaan si lo, ga jelas banget Jun !" Sahut Sisi.


"Puas kan lo Mon, Si, Jun !" Ucap Liora setelah menghabiskan minumnya. Ketiga temannya menganggukinya.


Tak lama Mahesa datang dengan membawa sekantung coklat dan membaginya kepada ketiga cewek. Liora begitu bersemangat dan langsung melahapnya.


"Pelan pelan Ra !" Ucap Sisi yang melihat Liora hampir menghabiskan setengah batang coklatnya.


"Adek banget hati gue Si. Hahaha" Sahut Liora yang menertawakan dirinya sendiri.


"Nanti kumpul di cafe yak !" Sahut Liora.


Mona memberikan ibu jari pada Liora, sedangkan Mahesa menjawab dengan "oke" dan kemudian mereka langsung pergi ke gedung fakultas seni.


Ditempat lain.


"Kamu seriusan Ke ?"


"Aku serius Indah. Kapan coba aku bohong sama kamu !"


"Terus gimana hubungan mereka sekarang ? Liora ga ada cerita sama aku."


"Kemarin sih merek biasa aja, cuma si Jhofan yanh terlalu memikirkan perempuan itu. Aku ga tau juga Jhofan udah punya perasaan atau belum sama Liora, tapi yang aku tangkep dari sikap Jhofan tuh ya dia kaya ketakutan kalo Liora marah !"


"Mudah mudahan aja ya Ke, Jhofan ga ke pancing sama perempuan itu. Aku ga mau rumah tangga anak aku bermasalah, ini lagi mereka baru aja kemarin menikah !"


"Iya Dah aku juga khawatir banget. Rasanya gimana ya Dah, aku yang jadi takut gitu !"


"Aduh Ke. Ko aku jadi ikutan takut ya ?"


Ya benar, itu adalah obrolan Mama Keke dan bunda Indah. Mereka sedang membicarakan Aileen dan Liora. Tapi mereka tidak mau terlalu ikut campur, tapi tetap mengawasi rumah tangga Aileen dan Liora.

__ADS_1


***


Dikediaman Aileen dan Liora


Sore hari sepulang dari kampus, Liora langsung merebahkan tubuhnya disofa dan menyenderkan kepalanya di sandaran sofa tersebut sambil memejamkan matanya. Ia menarik nafasnya dengan panjang dan kemudian ia hembuskan dengan kasar. Sedangkan Aileen langsung pergi menuju ke perusahaan setelah jam mengajar nya selesai, dan memberitahu Liora bahwa ia tak bisa mengantar Liora pulang.


"Silahkan diminum dulu Non !" Ucap mbak Tuti yang membawakan segelas air putih untuk Liora. Liora yang masih memejamkan mata pun langsung membuka matanya dan merubah posisinya menjadi duduk. "Makasih mbak !" Sahutnya sambil tersenyum dan langsung meminum air tersebut hingga tandas tanpa bernafas.


"Mau mbak pijit ga Non ? Kayanya Non Liora capek banget !" Tawar nya yang dijawab dengan gelengan kepala. "Aku cuma ngantuk aja ko mbak, soalnya tadi dikelas dosennya ngebosenin malah bikin ngantuk !" Sahut Liora tersenyum.


"Oh yaudah atuh Non. Mbak balik ke dapur ya !"


"Emang belum selesai mbak beres beres nya ?"


"Dikit lagi Non. Oya tadi mbak masak buat Non makan siang, tapi Non pulangnya sore. Jadi masakannya bibi masukin kulkas."


"Yaudah mbak nanti biar Liora panasin deh, soalnya Liora tadi udah makan dikantin. Mbak udah makan belum ?"


"Udah ko Non. Mbak selesain kerjaan mbak lagi ya Non." Liora mengangguk dan mbak Tuti pun langsung kembali membereskan dapur yang sedikit berantakan.


Liora beranjak dari sofa dan menenteng tas jinjing yang berisi laptop kedalam kamarnya. Ia menaruh tasnya diatas meja, dan kemudian meraih handuk dan masuk ke kamar mandi. 20 menit berlalu, Liora sudah segar dengan rambut basah yang dililit dengan handuk kecil, dan tentunya masih menggunakan handuk kimono. Ia kembali merebahkan dirinya dan kemudian menutup matanya hingga akhirnya ia tertidur dengan masih menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya.


Setengah jam kemudian, mbk Tuti yang sudah selesai dengn pekerjaannya hendak berpamitan pada Liora. Namun saat ia mengetuk pintu kamarnya tak ada sahutan, ia berfikir jika majikannya sedang tertidur dan ia pun langsung meninggalkan rumah Liora dan berpamitan pada satpam.


Hingga adzan maghrib berkumandang, Liora baru membuka matanya dan ia segera berganti pakaian. Setelahnya ia turun kebawah menuju dapur untuk memanaskan makanan yang telah dimasak oleh mbak Tuti sambil menunggu sang suami kembali dari kantor.


Setelah selesai Liora menuju keruanh tengah untuk menonton televisi, karena Aileen belum juga sampai dan tak memberi kabar sama sekali pada Liora.


Ddrrrtttt....


Liora melihat ke layar ponsel ketika ponselnya berdering, ia segera menekan icon berwarna hijau.


"Iya hallo Mas !"


Ra kamu dirumah kan ? Aku sebentar lagi sampai.


"Hmm.."


Yaudah tunggu, aku sebentar lagi !


"Iya, Mas."


Bye Ra.


Aileen langsung mematikan sambungan telponnya dan Liora langsung berpindah posisi menjadi keruang tamu untuk menunggu sang suami. Walau sebenarnya Liora tak perlu melakukannya karena Aileen memegang kunci sendiri, namun Liora masih tetap ingin menjadi istri yang berbakti pada suami.


Sepuluh menit kemudian terdengan suara bel dan Liora segera membukakan pintu.


"Hai.."

__ADS_1


"Huh ?"


__ADS_2