
Sore hari..
Siang tadi Aileen berpamitan pada Liora untuk pergi ke perusahaan milik papanya untuk menandatangani berkas. Liora yang sudah diberitahu akan kedatangan temannya pun langsung memasak untuk menyambut mereka.
Setelah selesai dengan ritual memasaknya, Liora langsung menuju kamar nya untuk mandi. Setelahnya ia kembali kebawah dan menunggu kedatangan keempat sahabatnya diruang tengah sambil menonton tv.
Pukul lima sore hari Aileen sudah kembali dari perusahaan. Liora langsung menyiapkan pakaian ganti dan membuatkan teh hangat untuk suaminya. Walau belum terbiasa melakukannya tapi Liora selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk Aileen.
Aileen menyusul Liora ke ruang tv dan segera meminum teh hangatnya dan menemani Liora hingga Adzan maghrib berkumandang. Liora dan Aileen langsung menjalankan sholat maghrib bersama di kamar nya.
Ting tong
Baru saja Liora akan menghubungi Mona, namun sepertinya Mona sudah berada didepan rumahnya.
"Malem pengantin baru.." Sapa Mona setelah dibukakan pintu oleh Liora.
"Malam juga calon pengantin !" Sahut Liora.
"Ya ya ya.."
"Ayo masuk.. Gue udah nunggu kalian dari tadi tau !" Liora mempersilahkan keempat sahabatnya masuk dan langsung menuju meja makan.
"Wah.. Pengertian banget ni lo sama kita. Baru dateng udah di ajak kemeja makan aja !" Ujar Juna.
"Gapapa lah. Apa si yang ga buat kalian ?" Liora menarik turun kan alisnya. "Bentar ya gue panggil mas Aileen dulu !" Lanjutnya.
"Mas !" Kaget Sisi mendengar ucapan Liora.
"Eh.. hehehe" Liora pun tersadar dan merasa malu. "Ya kali gue masih panggil dia bapak. Ga lucu kan !" Kikuk Liora.
"Iya juga sih. Cuma lucu aja gue dengernya. hihihi !" Sisi tertawa kecil.
"Hmm.. yaudah ah gue tinggal bentar ya !" Liora berlalu meninggalkan mereka dan memanggil Aileen untuk segera turun dan makan malam bersama.
"Malam pak.." Sapa Sisi, Juna dan Mahesa tapi tidak dengan Mona.
"Malam. Makasih ya udah pada mau dateng !" Sahut Aileen hangat. "Wouyy, lo ga mau sapa gue !" Ketuanya pada Mona.
"Ga perlu. Udah kan tadi pagi !" Sahut Mona datar.
"Dasar lo !" Aileen mengusap kasar wajah Mona.
"ish.. luntur makeup gue Jho !" Kesal Mona.
"Makanya kalo makeup jangan ketebelan !" Ejek Aileen.
"huuhhh..."
"Udah udah. makan dulu aja baru terusin berantemnya. Laper ni !" Seru Juna menghentikan Aileen dan Mona.
"Hehh.. yang punya rumah siapa ?" Sisi memelototi Juna.
"Eh.. sorry !" Juna nyengir kuda menatap Aileen. Sedangkan yang ditatap hanya tertawa kecil.
"Yaudah silahkan dimakan !" Ucap Aileen mempersilahkan.
__ADS_1
Mereka pun langsung menyerbu makanan yang dibuat oleh Liora. Sedangkan Liora masih sibuk mengambilkan makanan untuk Aileen. Sisi dan Mona terpaku melihatnya, mereka terheran dengan Liora yanh begitu memerhatikan Aileen. Padahal sebelumnya, Liora mengeluh tak ingin menikah dengn Aileen.
"Udah Ra, itu aja !" Ucap Aileen dan Liora langsung meletakkan piring tersebut kedepan Aileen. Kemudian Liora mengambil makanan untuknya sendiri.
Setelah selesai makan, Sisi dan Mona membantu Liora membersihkan meja makan dan mencuci piring karena Aileen dan Liora belum memiliki ART.
"lo berdua nginep aja ya temenin gue !" Bujuk Liora pada Mona dan Sisi.
"Ya kali gue sama Sisi nginep, yang ada ganggu kalian yang mau uwu'an !" Ejek Mona.
"Apaan sih, ya ga lah ! Ngaco aja lo Mon." Elak Liora tersipu malu.
"Eh Ra. Lo udah itu belum sama pak Aileen ?" Tanya Sisi nyablak. Mona yang penasaran pun mengangguki pertanyaan Sisi pada Liora.
"Ish.. lo berdua apaan si ? Pasti omes deh ya ?" Liora pun menunjuk Mona dan Sisi bergantian.
"Yaelah Li, kita kan cuma mau tau !"
Liora menggeleng pelan karena merasa ragu dengan jawabannya.
"Yaelah Ra. Kenapa belum sih ? Kan gue pengen cepet punya keponakan dari lo !" Ucap Sisi kecewa. "tau ni si Liora, ga asik !" Mona menimpali.
"Kenapa kalian ga buru buru nikah aja terus kalian duluan yang punya anak ?" celetuk Liora.
"Mau nikah sama siapa gue Ra ? Pacar aja ga ada apa lagi suami. Ogeb lo akh !" Sisi menoyor kepala Liora.
"Hei.. uukh.." Keluh Liora.
"Gue sih mau aja buat cepat nikah dan punya anak, tapi kan gue juga harus nunggu Mahesa !" Sahut Mona.
"Jun, Hes. Kalian nginep aja deh disini, sama Sisi dan Mona juga !" Ucap Lior tetiba dan duduk disamping Juna.
Aileen menatap pada Liora. "Boleh kan mas ?" Tanya Liora.
"Terserah aja aku mah." Sahur Aileen datar.
"Ga deh. Tar kita malah ganggu lo berdua lagi !" Dari belakang Mona langsung menyambar.
"Emang lo kerjaannya gangguin doang, Mon !" Aileen menyahuti.
"Nah kan Li, lo dengar sendiri kan apa kata suami lo !" Ucap Mona.
"Boleh ya mas. Please...." Bujuk Liora.
"Terserah mereka aja Ra !" Sahut Aileen.
"Gimana ?" Tanya Liora pada mereka.
"Serah sih gue mah !" Sahut Juna.
"Udah sih Mon, iya aja deh. Kasian los istri gue entar dia semedi lagi !" Aileen malah mengejek Liora.
Liora menatap tajam pada Aileen yang sedikit tertawa, lalu ia menatap keempat temannya bergantian yang juga tertawa.
"Iyah aku mau semedi biar kamu ga bisa gangguin aku, mas !" Kesal Liora.
__ADS_1
"Ngancem ni jadinya ?" Aileen menatap Liora dengan senyum mengejek.
"Ga ngancem ko. Cuma ingetin aja !" Sahutnya.
"Ekhm.. ekhm.. Serasa ngontrak ni gue !" Celetuk Mahesa.
Tersadar dengan ucapannya Liora langsung menyalahkan Aileen. "Gara gara kamu si Mas !"
"Ko aku sih Ra !" Aileen tak mau disalahkan.
"Udah dong lo berdua. Pusing gue liatnya !" Mona menarik Sisi menuju salah satu kamar.
"Eh.. Mona mau kemana ?" Sisi terkejut karena ditarik paksa oleh Mona.
"Li, kalo lo mau semedi sama kita aja yak !" Seru Mona sambil tertawa kecil mengejek Aileen.
Bruk..
Mona dan Sisi langsung menutup pintu kamar mereka.
"Pak, kayanya kita juga permisi deh !" Juna langsung menarik Mahesa menuju ruang tengah untuk menghindari perkelahian antara Aileen dan Liora.
"Amaaan !" Ujar Juna yang langsung merebahkan badannya di sofa.
"Mereka ga asa mesra mesranya sebagai suami istri ya Jun. Gimana mau bikin keponakan coba ?" Ucap Mahesa asal.
"Otak lo Hes, Hes... ck..ck..ck.." Juna menggeleng gelengkan kepalanya.
"Lah kenapa sama otak gue ? Emang bener kan apa yang gue bilang ?" Mahesa merasa tidak ada yang salah dengan ucapannya. Juna pun berfikir demikian.
Sementara dikamar Aileen dan Liora sama sama tidur saling membelakangi, padahal hanya masalah sepele.
Aileen beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamarnya, ia langsung duduk disebelah Mahesa yang masih terjaga.
"Eh.. Pak ko belum tidur ?" Tanya Mahesa yang terkejut.
"Bisa ga, ga usah seformal itu kalo lagi ga dikampus ?" ujar Aileen.
"Eh.. ga enak lah pak, bapak kan dosen !" Mahesa menjadi tak enak hati.
"Ya seenggaknya jangan panggil bapak. mungkin kakak, abang, mas atau apalah sesuka kamu aja yang penting jangan panggil saya bapak kalo lagi diluar kampus. Saya ngerasa tua !"
"Emang lo tua !" Ejek Mona yang baru saja keluar dari kamarnya.
"lo belok tidur, Yang ?" tanya Mahesa.
"Perasaan tuh kamar lumayan jauh ya letaknya, tapi kuping lo tajem bener !" Aileen.
"Gue ga budek Jho. Gue ga ngantuk makanya gue keluar pas denger kalian ngobrol !" Sahut Mona.
"Mona kenapa gue ditinggal sih ?" Teriak Sisi dari dalam kamar.
"Hmm.. berisik banget si lo pada !" Juna mengerjapkan matanya. Ia begitu terkejut melihat Aileen yang berada disamping Mahesa. "Bapak !" ia langsung bangun dan duduk sambil mengucek matanya.
Brukk...
__ADS_1
"Aduuhhh...!!"