
Masih diwaktu yang sama..
Liora yang memang belum tidur pun beranjak dari tempat tidur dengan memakaikan selimut ditubuhnya, ia berjalan menuju pintu dan keluar. Sayup sayup ia mendengar obrolan suaminya dan Mahesa diruang tengah, terdengar pula teriakan Sisi dari kamar yang berada dilantai bawah.
"Mona kenapa gue ditinggal sih ?" Teriak Sisi dari dalam kamar.
"Hmm.. berisik banget si lo pada !" Juna mengerjapkan matanya. Ia begitu terkejut melihat Aileen yang berada disamping Mahesa. "Bapak !" ia langsung bangun dan duduk sambil mengucek matanya.
Brukk...
"Aduuhhh...!!" Liora pun terjatuh di anak tangga terakhir karena ia menginjak selimut yang menjuntai kebawah.
"Astaga !" Kaget Aileen langsung beranjak menghampiri Liora.
"Aduuh.. kepala gue sakit banget !" Keluh Liora dibawah selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Kamu ngapain sih Ra ?" Tanya Aileen yang sudah berhasil menyingkirkan selimut dan membantu Liora bangun.
"Mau ikut ngobrol mas !" Jawabnya polos.
"Maksud aku ngapain bawa selimut gini. Kurang kerjaan tau ga !" Omel Aileen.
"Hahahahaha" Ketiga sahabat Liora sibuk mentertawainya. Sedangkan Sisi yang baru keluar dari kamarnya merasa kaget melihat Liora yang dipapah Aileen.
"Ra, lo kenapa ? itu jidat lo merah gitu !" Panik Sisi.
"gapapa gue cuma jatoh doang ko Si."
"Pasti lo mau nakutin kita kan, makanya lo bawa selimut gitu !" Tuduh Mona. "Sukurin aja lo kena sendiri kan ?" Lanjutnya.
"Eh gak ! Gue cuma ngerasa dingin makanya gue pake tuh selimut. Nuduh aja lo !" Elak Liora.
Ya memang Liora merasa tubuhnya sedikit dingin karena terlalu lelah merapikan rumahnya seharian ini, ia menjadi sedikit tak enak badan.
"Udah udah. Jangan ribut udah malem !" Mahesa pun menghentikan mereka sebelum mereka melanjutkan adu mulut mereka.
"Si, mending bikinin kita teh hangat deh !" Sudah Juna pada Sisi yang baru akan duduk di kursi.
"Temenin Jun !" Manja Sisi sambil tersenyum menunjukkan gigi gingsulnya.
__ADS_1
Memeleh gue kalo liat Sisi senyum gitu. Batin Juna.
"Manja banget lo Si. Ayo gue temenin sekalian gue mau cuci muka !" Juna pun berjalan kearah dapur bersama Sisi.
Aileen terus mengusap lembut kepala Liora dan meniupinya. Mona dan Mahesa menatap senang pada mereka. Tak lama Sisi datang membawa nampan berisi enam gelas teh hangat, dan Juna membawa cemilan.
Mereka berenam terus mengobrol dan bermain Playstation hingga larut malam dilantai yang hanya beralaskan kasur lantai yang tipis. Dan tanpa terasa Mona berbaring di paha Mahesa, Sisi yang tertidur di kursi dan Liora tertidur dipundak Aileen. Sedangkan ketiga lelaki itu masih asik bergantian bermain Playstation.
Pukul satu malam, Aileen yang sudah mulai merasa mengantuk pun ikut tertidur dan meletakkan kepalanya diatas kepala Liora dan masih diposisi yang sama. Sedangkan Mahesa malah ikut berbaring disamping Mona yang sebelumnya sudah meletakkan kepala Mona di bantal. Juna ? Juna tertidur di sembarang tempat.
Pukul 05.20
Liora terbangun saat alarm di ponsel nya berbunyi. Ia segera meraih ponselnya yang ia letakkan di dekat nya dan langsung mematikan alarm tersebut.
"Mas. Bangun, Mas !" Liora mengusap lembut pipi Aileen.
Aileen mengerjapkan matanya perlahan dan segera merubah posisi kepalanya yang masih berada diatas kepala Liora. "Jam berapa Ra ?" Tanya nya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Hampir setengah enam mas !" Jawabnya.
"Sisi libur ya, Sisi lagi dapet jatah bulanan soalnya !" Sahut Sisi seperti orang mengigau.
"Juna, Mahesa. Bangun, subuhan dulu !" Liora langsung beralih pada Juna dan Mahesa.
"Jam berapa si Ra ? Perasaan cepet banget deh gue baru merem !" Ucap Mona.
"Udah setengah enam. Udah bangun nanti kesiangan !" Jawab Liora.
Aileen menggoyangkan badan Juna dan Mahesa bergantian.
"Lima menit lagi Bu !" Oceh Juna.
"Bu, bu. Bangun wouy subuhan dulu !" Teriak Mona mengejutkan.
"Mona si*lan lo !" Kesal Juna.
Terpaksa Juna pun bangun dan langsung menuju kekamar mandi yang berada didekat dapur. Disusul oleh Mahesa bergantian.
__ADS_1
Aileen dan Liora langsung pergi ke kamar nya dan kembali kebawah menuju kekamar bawah untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Sedangkan Sisi, ia kembali ke alam mimpinya yang indah.
Pukul 7, Liora dan Mona sudah menyelesaikan memasak sarapan. Sisi yang baru saja bangun langsung menuju kekamar dan segera mandi. Sekarang mereka berenam sudah berada dimeja makan dan sarapan bersama dengan suasana hangat.
Selesai itu, Juna, Sisi dan Aileen berangkat kekampus bersama menggunakan mobil Aileen. Mahesa dan Mona memilih menemani Liora karena ia ada jam siang hari ini.
Seperti kemarin, Liora akan merapikan seluruh ruangan dirumahnya, namun kali ini Mona dan Mahesa pun membantunya.
Pukul 11 siang, Aileen telah kembali dari kampus. Mona dan Mahesa sudah pulang sejak pukul 10 tadi. Aileen langsung mengajak Liora kerumah orang tuanya, dan sore hari barulah mereka kerumah orang tua Aileen.
Singkat waktu..
Pukul 10 malam Aileen dan Liora sudah kembali kerumahnya dan langsung membersihkan dirinya masing masing sebelum beristirahat. Rasa lelah dan kantuk bercampur jadi sati hingga akhirnya kedua manusi tersebut tertidur dengan saling berpelukan atas permintaan Aileen.
Pagi hari kembali Aileen pergi kekampus sedangkan Liora masih betah berada di rumah. Bunda yang sudah memberitahu Liora sebelumnya bahwa akan ada orang yang akan bekerja membantu membereskan rumah pun datang bersama orang tersebut, walau tak dipekerjakan setiap hari namun itu cukup meringankan pekerjaan Liora.
"Nih Ra, namanya mbak Tuti. Jadi dia nanti dateng nya seminggu tiga kali. Lumayan kan ngeringanin kerjaan kamu ngurus rumah segede gini !" Ucap Indah memperkenalkan.
"Iyah Bun. Apa lagi besok Liora udah harus kuliah lagi kan. Mbak kalo urusan masak biar Liora aja ya. Mbak cuma ngurusin rumah sama cuci setrika aja !" Sahutnya menjelaskan.
"Siap non. Itu mah kecil !" Canda mbak Tuti.
"Mbak Tuti umur berapa sih ? kayanya masih muda banget ya !" Tanya Liora.
"Baru 35 tahun non. Tapi tenang aja non, mbak mah udah nikah udah punya buntut dua juga. hehehe" Canda nya lagi.
"Ih si mbak nya gemesin deh. Yaudah mbak, mbak Liora terima disini, nanti mbak pake ojek langganan aja biar Liora yang bayar. Soalnya kalo mbak pake angkot atau bis kasian mbak harus jalan kaki dari depan kesini !"
"Eh ga usah non, kan itung itung mbak olahraga. Lagi juga mbak mah udah dibolehin kerja disini aja udah alhamdulillah." Tolak mbak Tuti merasa tak enak.
"Mbak gapapa, cari ojek langganan aja. Kan ga mungkin juga saya tega sama mbak Tuti. Nanti saya dimarahin sama mas Hendra loh mbak !" Bujuk Indah.
"Hmm.. Iya deh bu, Tuti nurut aja kalo udah bawa bawa tuan mah. Hahaha"
"Gitu dong mbak. Kan Liora juga jadi enak, ga takut mbak kecapean terus sakit. Nanti Liora siapa yang bantuin !" Ujar Liora.
"Oke deh non, siap kalo gitu !" Sahut mbak Tuti.
Liora dan Indah pun memberitahukan apa saja pekerjaan yanh harus dilakukan oleh mbak Tuti.
__ADS_1