Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Masih Liora 23


__ADS_3

Sore hari sepulang Liora dari kampus dan mengantar Sisi ke cafe, Liora langsung beristirahat dikamar nya karena cukup melelahkan baginya. Ia tertidur tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Saat waktu maghrib Indah pun membangunkan Liora yang masih terlelap, Liora pun segera beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan kemudian ia menjalankan ibadah sholat maghrib di kamar nya.


Setalah itu ia pun turun kebawah dan bergabung untuk makan malam bersama Mahendra dan Indah.


"Yah, Bun. Liora balik kamar ya soalnya ada tugas." Pamit Liora ketika sudah selesai makan.


"iya.." Sahut kedua orang tuanya.


Liora pun kembali ke kamar nya, namun bukan untuk mengerjakan tugas melainkan melamun di balkon kamarnya.


Kenapa semakin gue terima kenyataan semakin terasa sakit ya hati gue ? Kenapa si lo harus sejahat itu sama gue, seandainya aja lo ga pernah lakuin itu mungkin gue ga akan begini Fir. Lo tau kalo lo itu cinta pertama gue dan lo berjanji sama gue akan setia sama gue. Tapi kenapa lo malah lakuin hal itu. Padahal dulu lo selalu aja ada dideket gue, bahkan kakek gue sendiri lebih percaya in gue ke lo ketimbang sama om dan tante gue ! Lamun Liora.


"ko gue malah terus ke fikiran Firly ya, bahkan ga terlintas sedikit pun buat gue merasa tertekan dengan perjodohan ini !" Ucap Liora pada dirinya sendiri. "Tuhan.. kenapa si hamba harus merasakan yang namanya sakit hati ?" Lanjutnya.


Hembusan angin yang cukup kencang membuat Liora memeluk dirinya sendiri sambil memejamkan matanya. Langit seolah mengerti tentang perasaan Liora yang sedang merasakan kegundahan dalam hatinya, air hujan pun turun membasahi tubuh Liora yang masih enggan beranjak dari posisinya. Ketika merasa tubuhnya sudah terlalu dingin barulah Liora masuk ke kamar nya dan segera mengganti pakaian yang tadi ia kenakan.


Kemudian Liora membaringkan tubuhnya diatas kasur, dicarinya benda berbentuk kotak pipih miliknya yang tadi ia lemparkan diatas kasur. Lalu Liora melihat dalam layar hp nya ada beberapa panggilan tak terjawab dari kontak yang tak dikenal di aplikasi Whatsapp nya.


"nomor siapa ni ?" Tanya Liora sambil memperhatikan nomor tersebut.


Kemudian hp Liora kembali berdering, dan Liora segera mengangkat telpon tersebut.


"hallo.." Ucap Liora.


"hallo Za !" Ucap seseorang diseberang telpon.


Liora sangat terkejut mendengar suara lelaki yang selalu memanggilnya dengan 'Za' tersebut. Seketika Liora memutuskan sambungan telponnya dan matanya mulai berkaca kaca. Ia menahan tangis nya dan segera meng nonaktifkan hp nya tersebut. Akhirnya Liora pun menangis tanpa bersuara dan mengambil selembar foto yang berada dilaci nakas, dipandang foto dirinya dengan seorang lelaki yang memanggilnya Za tersebut.


Hingga rasa lelah menghampirinya Liora pun memejamkan matanya dan tertidur dengan mata yang sangat basah dan sedikit membengkak.


Pagi hari


Liora pun terbangun ketika mendengar suara adzan berkumandang, ia pun menuju kamar mandi dan setelahnya ia melakukan sholat subuh dan membaca ayat suci Al-Qur'an. Hingga waktu menunjukkan pukul 05.30 pagi hari, Liora berganti pakaian menggunakan pakaian olahraga karena ia akan lari pagi disekitaran rumahnya.


Setelah merasa cukup lelah berlari Liora pun kembali ke rumah nya dan segera membersihkan dirinya kemudian ia pun merapikan dirinya untuk pergi kekampus.

__ADS_1


"Pagi Bun, Yah.." Sapa Liora saat setelah berada dimeja makan.


"pagi.." Mahendra.


"pagi sayang.." Indah.


"Bun, Yah.. Liora pulang telat ya soalnya siang ini Liora harus ke cafe, ada sedikit masalah !" Izin Liora sambil memakan roti bakar kesukaannya.


"kamu sendiri atau sama yang lain ?" Tanya Indah.


"paling sama Sisi aja Bun, sekalian antar dia. Lumayan irit ongkos Bun !" Sahut Liora sambil senyum.


"Yaudah, tapi jangan sampai pulang malam ya. Kamu diantar supir atau bawa mobil sendiri ?" Tanya Mahendra.


"kayanya bawa mobil aja deh yah, biar ga ribet juga kalo harus nunggu !" Jawab Liora.


"kenapa ga minta jemput aja sama calon suami ?" Ejek Bunda.


"Bunda apa sih ? Aku sama pak Aileen kan belum Sepenuhnya setuju, jadi ga mungkin lah aku minta jemput Sama dia !" Liora pun menyahuti.


"becanda sayang.. uhh baper deh !" Indah.


Sedangkan dikampus sudah terdengar kabar Liora yang dijodohkan dengan seorang lelaki kaya dan tampan, tentunya kabar tersebut berasal dari pembicaraan Mona, Mahesa, Arjuna dan Sisi yang sudah lebih dahulu berada disana.


Liora pun turun dari mobilnya dan berjalan menuju ke fakultasnya. Seperti biasa Liora selalu melempar senyu manisnya kepada teman teman yang menegurnya.



Saat akan menghampiri keempat temannya Liora pun kembali dibuat kesal oleh dua gadis dengan penampilan yang seksi. Siapa lagi kalau bukan Dania dan Salsa tentunya.


"Pagi Liora.." Sapa Dania dan Salsa dengan senyum mengejek.


"pagi Dania.. Pagi Salsa.. hari yang cerah ya sampe sampe lo nyapa gue ?" Sahut Liora.


"iyalah hari ini cerah dan angin nya juga berhembus bikin segar. Sesegar diri lo yanh sebentar lagi mendapatkan suami yang kaya raya dan tampan tentunya !" Ejek Dania.


"pastinya dong. Secara gue kan Liora, sang putri bungsu Firman Mahendra." sahut Liora menekankan kalimat terakhirnya.

__ADS_1


"tentunya. Karena lo saking ga lakunya dan lo itu selalu menggoda para lelaki, makanya orang tua lo sampai cariin lo jodoh !" Seru Salsa.


"oh ya ? Bukannya udah ke bukti ya disini yang jadi penggoda siapa ! apa perlu gue kasih tau ke orang orang tentang vidio itu ?" Balas Liora lalu ia pun meninggalkan Dania dan Salsa.


"Pagi guys..." Sapa Liora kepada keempat orang yanh sedang asik berbincang.


"pagi.." Sahut mereka.


"apes banget gue, pagi pagi bukan sarapan yang enak malah sarapan ngoceh barenga Dania sama Salsa !" Ucap Liora menumpahkan kekesalannya.


"kenapa lagi tuh anak. kan kemarin udah lo skak pake vidio dia yang kecentilan ?" tanya Juna.


"lah iya. tapi tadi dia bilang gue ga laku dan sukanya ngegodain cowok cowok makanya gue dicariin jodoh ! Emang siapa si yang bilang sama mereka kalo gue mau dijodohin ? lo ya, lo, lo apa lo Si ?" Tunjuk Liora pada mereka.


"gue ? gila aja lo, gue kalem begini dikira mulut ember !" Elak Sisi.


"lagi tuh ya siapa juga yang ngomong sama mereka ? kita cuma ngobrol berempat aja dari tadi disini, lagi ngebayangin wajah cowok yang beruntung dapetin lo itu kek gimana Liora !" Jelas Mahesa.


"wah kacau lo pada. pantesan aja pada tau, mungkin pada dengerin obrolan lo lo pada ni !" Tebak Liora.


"mungkin aja kali ya.. secara kita kan ngobrol ditempat ramai kaya gini !" Sahut Mona. "tapi sumpah ya sedari tadi kita disini ga ada tuh ngeliat dua bohai lewat Li !" Lanjutnya.


"betul itu !" Sisi membenarkan.


"ya paling juga mereka ngedegerin omongan orang orang yang pada ngomongin gue. trending topik dikampus lagi tentang Liora ni ! Hahaha" Celetuk Juna.


"emang lo kira gue seleb apa !" Juna pun mendapat pukulan dibahunya dari Liora.


"buset dah.. Panas pundak gue, bogeman lo udah kek bogeman kuli aja Li !" Keluh Juna sambil memegangi bahunya.


"enak aja lo !" Kesal Liora.


Mereka berempat pun tertawa, hingga akhirnya Mona dan Mahesa berpamitan menuju fakultasnya karena kelas akan dimulai sebentar lagi.


-


Bersambung..

__ADS_1


-


__ADS_2