Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Mengungkap Hubungan


__ADS_3

Aileen meraih tangan Liora dab menakutkan jari jemarinya pada jari Liora, kemudian Aileen mengangkat tangannya sebatas dada dan menampilkan cincin yang dipakainya sama persis dengan yang dipakai Liora. Kemudian Aileen menarik Liora dalam dekapannya dan dan mencium kening Liora dalam. Liora menikmati nya dan mengulum senyum, dan tangannya bergerak memeluk tubuh Aileen.


"Mak-maksudnya apa ?" Suara Dania bergetar melihat pemandangan romantis didepannya.


Mona menarik tas Liora dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya, membuat Liora sedikit tertarik.


"Nih, lo lihat sendiri maksudnya apa !"


Mona memberikan buku nikah berwarna hijau milik Liora yang ia ambil dari dalam tas Liora pada Dania. Dania mengambilnya dengan Ragu, kemudian ia membuka lembar pertama dan membaca isi dalam buku tersebut. Kemudian ia membulatkan mata dengan sempurna.


"Ja-jadi Li-liora - " Dania tak meneruskan perkataannya karena benar benar terkejut dengan kenyataan yang ia dapat.


Dengan cepat Salsa mengambil buku itu dan mengembalikannya kepada Mona. Kemudian Salsa menarik lengan Dania dan pergi menjauh dari mereka sambil menenangkan Dania yang mulai gemetar.


Tinggal lah Joanna yang menatap tak suka dengan kemesraan Aileen dan Liora yang masih saling memeluk satu sama lain. Joanna menarik Aileen hingga terpaksa melepaskan pelukannya pada Liora.


"Jhofan !"


"Cukup An !"


"Aku ga akan berhenti buat rebut hati kamu lagi dari dia. Aku akan pastiin kamu akan kembali sama aku dan akan menjadi milik aku Jho !"


"Jangan pernah mimpi di siang bolong deh lo !" Sergah Mona dengan cepat. "Mending sekarang lo balik ke habitat lo, dan jangan pernah ganggu kebahagiaan suami istri ini lagi."


"Jangan pernah ikut campur urusan gue !" Joanna menunjuk wajah Mona dengan penuh amarah.


"Turunin tangan kamu !" Aileen menepis tangan Joanna. "Sampai kapan pun aku ga akan pernah mau kembali sama kamu An. Walau aku harus memilih antara maut atau kamu, aku akan memilih maut !" Lanjutnya penuh ketegasan.


"Cih !" Joanna memutar badan dan melangkahkan kaki meninggalkan Aileen yang menatapnya dengan tajam. Joanna tidak menyerah begitu saja, didalam hatinya ia akan tetap berusaha untuk mendapatkan Aileen kembali. Walau sekarang Joanna pergi dari harapan Aileen, tapi ia tidak benar benar pergi. Melainkan ia tak ingin semakin memperpanjang perdebatan nya dengan mereka.


Aileen membalik badan dan tersenyum penuh arti pada Liora. Liora berjalan perlahan dengan penuh senyum dan kemudian ia langsung memeluk Aileen tanpa basa basi.


"I love you Ra. Aku sayang sama kamu. Aku cinta sama kamu. I love you. Aku ga mau kehilangan kamu !" Ucap Aileen mengulang kata nya.


"Aku juga sayang dan cinta sama kamu mas." Sahut Liora pelan.


"Apa Ra ? Kamu bilang apa barusan, aku ga denger !" Aileen menggoda Liora yang sekarang sedang tersipu atas ucapannya sendiri.


"Aku sayang dan cinta sama kamu mas !" Ulang Liora mengucapkan dengan lantang.

__ADS_1


Aileen semakin erat membalas pelukan Liora. Mona dan Mahesa saling memeluk satu sama lain. Sedangkan Juna dan Sisi ?


Ssssrrrrttttt...


"Astaga Sisi ! Baju gue !" Geram Juna ketika mendapati Sisi sedang mengelap hidungnya yang berair dengan kemeja yang dikenakannya.


"Gapapa kali Jun. Lo kan pake kaos juga ! Hiks.." Sahut Sisi sekenanya.


"Kan bisa pakai yang lain. Kaya sapu tangan atau tisu gitu loh Si !" Sahut Juna memberi saran. "Ga bawa dua duanya."


Juna semakin gemas dan rasanya ia mencakar cakar wajah polos Sisi. Dan dengan cepat Juna melepas kemeja yang ia kenakan dan hanya menyisakan kaos berwarna biru polos di badan nya dan memberikan kemeja tersebut kepada Sisi.


"Gak mau tau. Besok tuh kemeja usah harus bersih dan wangi.


"Ish.. iya iya besok gue bawa ke laundry !" Sahut Sisi.


Mona, Mahesa, Aileen dan Liora hanya tertawa kecil melihat pertengkaran antara Sisi dan Juna.


*****


Kini Liora dan Aileen sudah berada dirumah mereka, tepatnya mereka sedang duduk santai di balkon kamar mereka.


"Hmm.."


"Sejak kapan kamu cinta sama aku ?"


Uhuk uhuk


"Pelan pelan makanya Ra !"


"Kamu nanya kaya gitu tiba tiba. Jelas aku kaget lah mas !" Ketus Liora kesal.


"Aku penasaran. Sejak kapan Ra ?" Lagi Aileen menanyakan pada Liora.


"Ga tau sejak kapan !" Sahutnya dengan nada yang sangat ringan.


"Hmm.. Tapi aku bersyukur banget sekarang Ra. Karna kamu udah bisa benar benar terima aku sepenuh hati kamu, tanpa aku harus berfikir keras gimana caranya kamu mau buka hati kamu buat aku !"


"Kalo aku ga buka hati aku buat kamu, ngapain aku mau disentuh sama kamu. Bahkan keperawanan aku hilang ditangan kamu !"

__ADS_1


Aileen menatap Liora dan mencerna pernyataan yang dilontarkan oleh Liora barusan.


"Biasa aja dong liat aku nya. Aku tau aku cantik dan mempesona !"


"Astaghfirullah ! Sejak kapan kamu jadi ke geeran kaya gini Ra ?" Geram Aileen yang berhasil digoda oleh Liora.


"Aku ga geer mas. Tapi kan emang faktanya kaya gitu, bukti nyata ada didepan aku !" Sahut Liora tanpa dosa dan membuat Aileen mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya.


"iya iya. Kamu menang !" Jawab Aileen frustasi dengan jawaban Liora yang membuatnya mati kutu.


"Serius ? Padahal aku cuma asal nebak loh mas. Hahaha"


Aileen mengumpat kesal pada Lioraa yang sedang tadi terus saja menggodanya hingga membuat Aileen menjadi geram dan gemas pada istrinya yang sekarang sedang menertawakan nya.


Aileen beranjak dari posisinya dan mendekat kearah Liora dan duduk berhadapan dengan Liora yang Tenga asik tertawa dengan posisi duduk dengan menyilangkan kakinya.


"Eh ! Mau apa kamu ?" Cegah Liora menahan wajah Aileen dengan menangkap kedua pipi Aileen menggunakan kedua tangannya.


"Aku mau goda kamu, biar impas !" Sahut Aileen memundurkan sedikit wajahnya dan membuat Liora melepaskan tangannya dari pipi Aileen.


"Ish.. Dendaman !"


"Biarin lah. Aku dendam sama istri aku sendiri, dan pastinya hal yang akan aku lakukan ga akan buat kerugian !" Aileen mengedipkan sebelah matanya pda Liora.


"Mengerikan !"


Dengan perlahan Aileen menarik Liora untuk mendekat padanya.


"Ma-mau ngapain ?" Gugup Liora ketika hidung bingar miliknya telah menempel dengan hidung Aileen.


Satu kecupan singkat mendarat dibibir ranum Liora. Dan lagi Aileen mengecup berkali kali bibir tersebut hingga membuat Liora kesal sendiri.


"Mas udah dong !" Keluhnya sambil menutup mulutnya menggunakan satu tangannya.


Aileen hanya terkekeh kecil melihat wajah kesal istrinya tersebut. "Malam ini aku bakalan hukum kamu, karena kemarin kamu berani mengabaikan suami kamu !"


"Jangan macem macem. Kmu masih harus puasa maa, aku belum selesai !" Liora beranjak dan meninggalkan Aileen yang menunjukkan muka memelasnya karena jawaban Liora.


"Ra kan udah hampir seminggu !"

__ADS_1


Rengek Aileen yang mengikuti kemanapun langkah Liora. Seperti seorang anak kecil yang sedang merengek meminta dibelikan mainan oleh ibunya. Sungguh Liora ingin sekali tertawa sekencang mungkin melihat tingkah Aileen saat ini


__ADS_2