Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Diandra Diculik 5


__ADS_3

Aileen, Mahesa dan Arjuna yang baru saja sampai di lokasi tempat dimana Diandra disekap pun langsung berlari berkeliling mencari keberadaan Diandra dan yang lainnya, namun nihil tak ada satu orang pun disana. Mereka hanya menemukan pistol dan darah yang masih segar dilantai. Mereka bertiga begitu terkejut karena berfikir terjadi sesuatu pada Diandra.


Aileen, mahesa dan Arjuna langsung mengambil ponsel mereka masing masing dan menelpon siapa pun untuk mancari tahu tentang yang sebenernya terjadi, namun tetap saja tak ada satu pu telpon mereka yang diangkat.


Mereka pun memutuskan untuk kembali pulang kerumah Mahendra dengan perasaan yang entah kemana. Saat dalam perjalanan ponsel Aileen tiba tiba berdering dan menampakan nama Mahendra di layar, dengan segera Aileen menepikan mobilnya dan mengangkat panggilan masuk tersebut.


"hallo om." Aileen bersemangat.


".................." Mahendra diseberang telpon.


"baik om, saya segera kesana sekarang !" Aileen pun memutuskan telponnya dan memberi tahukan pada Mahesa dan Arjuna bahwa Diandra baik baik saja dan sekarang sedang berada di rumah sakit.


Mahesa segera menghubungi Mona dan memberitahu Mona agar segera kerumah sakit bersama dengan Bunda, Mama safira, Liora dan Sisi. Mahesa pun memberitahukan jika sekarang ia sedang dalam perjalanan menuju kesana.


-Rumah Mahendra-


"Bunda, Mama Safira.. Kak Diandra baik baik aja, dan sekarang dia ada dirumah sakit. Ayo kita sekarang kesana, Mahesa, Juna dan pak Aileen sedang menuju kesana !" Seru Mona bersemangat.


Mereka berlima pun langsung pergi menggunakan satu mobil dan tentunya disopiri oleh pak Harun sang sopir setia keluarga Mahendra.


Setelah perjalanan lebih dari satu jam, mobil yang dikendarai Harun pun terparkir dipekarangan rumah sakit tersebut. Mereka pun langsung berlarian dilobi rumah sakit dan menuju meja resepsionis dan menanyakan dimana ruangan pasien atas nama Diandra. Dan setelah mengetahui, mereka pun langsung menuju ketempat yang sudah diberitahu sebelumnya tentunya Harun pun turut ikut bersama mereka.


"Dimana Diandra ?" Tanya Indah pada seorang pengawal yang berada di kursi ruang tunggu. "didalam Nyonya !" Sahutnya.


Indah dan yang lainnya langsung masuk ke ruangan namun tidak dengan Harun yang berada didepan pintu.


"Sayang.." Indah dan Safira pun langsung memeluk Diandra bergantian dengan Liora, Mona dan juga Sisi.


"Mona senang kakak selamat !" Ucap Mona sambil meneteskan air matanya.


"Kaka Diandra !" Mahesa, Arjuna dan Aileen pun baru saja sampai dan langsung menyerbu ruang Diandra, sehingga membuat yang berada menjadi terkejut.


"ya ampun kalian kenapa buru buru gitu si udah kaya habis lihat setan aja !" Ucap Agus terkejut.


"maaf om, panik ini sayaaa !" Sahut Juna sembarangan.


"Diandra baik baik aja jangan khawatir !" Ucap Mahendra.

__ADS_1


"Gimana ga khawatir om ?" Sahut Juna lagi.


"udah deh kalian jangan barbar begitu, kasian kan kak Diandra baru sadar !" Omel Liora.


"Maaf maaf. Semangat banget gue denger kak Diandra selamat. Serasa duniaku hidup kembali !" Arjuna pun lebay.


"hadeh.. kakaknya sakit masih aja di gombalin, kalah deh suaminya !" Celetuk Noval.


"eh ada kak Noval juga ? Maaf kak ga keliatan." Seru Juna.


"ga kelihatan apa sengaja pura pura ga lihat ni !" Ejek Noval.


"dua duanya !" Juna pun menutup mulutnya. "keceplosan !" Lanjutnya.


"hahaha" Seisi ruangan yang begitu ramai pun menjadi tambah ramai dengan Juna.


Malam hari


Diandra sudah diizinkan pulang oleh dokter karena memang kondisinya yang tidak terdapat luka sedikitpun hanya sedikit shok. Namun bukannya pulang kerumah, Diandra malah pergi ke ruangan dimana Angel dirawat setelah operasi.


"hai Di, Val. ayo masuk, silahkan !" Suruh Mike.


"gimana keadaan Angel, kak ?" Tanya Diandra.


"alhamdulillah.. operasinya lancar dan ga ada yang perlu di khawatir kan. tinggal nunggu dia sadar karena obat biusnya !" Jelas Mike.


"syukurlah.." Ucap Diandra memegang tangan Angel.


"maafin Angel ya Di. karena dia udah ngelakuin hal ini ke kamu. Andai aja sedari kecil Papa ngedidik dia dengan cara yang benar, mungkin saat ini dia punya hati malaikat sesuatu dengan nama yang diberi Papa untuknya !" Seru Mike lirih.


"kak.. kakak ga perlu minta maaf, ini semua bukan salah kak Mike. Mungkin untuk saat ini Angel belum bisa terima, siapa tau suatu saat dia bisa berubah dan menjadi gadis yang baik. Sesuai dengan keinginan kakak !" Ucap Diandra.


"makasih banyak ya Di, kamu memang seorang wanita yang benar benar berhati malaikat !" seru mike.


"sama sama kak. oya kalo begitu aku permisi ya kak !" Pamit Diandra.


"oke. kamu istirahat dirumah, jaga diri kamu baik baik !" Mike tak ada rasa canggung sedikitpun pada Diandra untuk mengelus kepalanya.

__ADS_1


"makasih kak." sahut Diandra tersenyum.


"oke Mike, kita pamit ya. jaga Angel baik baik !" Noval dan Diandra pun keluar dari ruangan diman Angel berada dan segera pulang.


Diperjalanan Diandra kembali tertidur karena memang ia masih sangat lelah setelah kejadian ini, Noval pun membaringkan Diandra dipundaknya agar terasa nyaman.


Setelah melalui jalan yang lumayan penuh dan sedikit macet, akhirnya Noval dan Diandra pun tiba dirumah Mahendra. Terlihat Zein dan Zeina yang sedang terisak didalam pelukan Indah dan Safira karena menunggu Diandra yang tak kunjung pulang.


"Zein, Zeina !" Seru Diandra dari depan pintu.


"MOMMY !" Zein dan Zeina pun langsung berlari dan memeluk mommy nya.


"Mommy kenapa pergi tinggalin Nana dan Zeze ? Apa mommy udah ga sayang lagi sama kita ?" Tangis Zeina begitu sedih hingga membuat Diandra ikut menangis.


"sayang, maafin Mommy ya karena pergi ga bilang kalian. Mommy ga sempat karena hp mommy jatuh waktu mommy mau pergi tadi !" Jelas Diandra sambil terus memeluk kedua anaknya.


"Mommy janji ya jangan pernah lagi tinggalin kita !" Ucap Zein.


"iya sayang, mommy janji sama kamu kalo mommy ga akan pernah lagi buat ninggalin kalian !" Sahut Diandra.


"Benar kan kata daddy, kalo mommy ga marah sama kalian dan sebentar lagi akan pulang ?" ucap Noval.


Zein memperhatikan wajah Noval yang berbeda pada malam hari ini, ada sedikit luka lebam dibagian bawah matanya dan terlihat sangat jelas.


"Daddy kenapa pipinya lebam ? Apa daddy berkelahi !" Diandra langsung melepas pelukannya dan membalikkan badannya melihat Noval.


Ya Diandra memang tak memperhatikan sama sekali luka pukulan yang ia terima dari pria bertopeng tersebut pada Noval.


"oh.. ini tadi daddy kebentur pintu sayang waktu mau keluar jemput mommy, daddy tadi ga hati hati jadi ga sengaja kebentur." jelas Noval berbohong.


"mas, luka kamu !" Noval hanya mengangguki ucapan Diandra.


"sayang ayo sini sama eyang dan oma, biarin mommy kalian obati luka daddy dulu. Terus habis itu mommy kalian harus mandi dan istirahat, soalnya kan mommy habis pergi pasti capek !" Ucap Indah lembut membujuk kedua cucunya.


"oke. Daddy obati ya lukanya biar cepat sembuh. Mommy istirahat juga ya ! Zeina sayang mom and dad." Zeina langsung menciumi pipi Diandra dan Noval, pun dengan Zein.


Setelahnya Diandra dan Noval masuk ke kamar dan membersihkan diri mereka, lalu Diandra mengompres luka lebam pada wajah Noval. Hingga akhirnya mereka pun memutuskan untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2