
"bagaimana, berhasil ?" tanya seorang wanita kepada seorang lelaki berbadan kekar.
"sudah nona. sekarang mereka sedang berada dirumah sakit." sahut pria kekar tersebut.
"bagus. ini baru langkah awal. sekarang kamu urus gadis ini, lakukan hal yang sama dengan kedua gadis yang semalam, jangan sampai terlalu parah karena ini hanya peringatan !" wanita itu memberikan amplop coklat yang berisi informasi orang yang harus dicelakai lagi.
"siap nona. yang penting bayaran anda jangan lupa." lelaki itu tersenyum licik.
"sekarang segera urus wanita itu, saya tunggu kabar kamu secepatnya !" gadis itu berlalu pergi meninggalkan pria tersebut.
Pria itu segera menuju kampus setelah sebelumnya membaca informasi yanh terdapat pada amplop coklat tersebut untuk mematai Tata dan segera bertindak ketika ada kesempatan.
Dikampus pada pukul 09.00..
Tata masih berada dalam kelas pertamanya pada pagi hari, sedangkan Angga CS masih dalam perjalanan menuju kampus karena memang jadwal kelas mereka dimulai pukul 10.00..
Setelah selesai dengan semua kelasnya Tata memilih untuk langsung pergi keperusahaan milik ayahnya tanpa menunggu Angga CS dan mengirim pesan pada Angga bahwa Tata akan pulang.
Tata menuju parkiran dan segera masuk kedalam mobil miliknya, dia memajukan mobilnya perlahan menuju perusahaan tanpa disadari ada sepasang mata yang terus mematainya.
Tata terus melajukan mobilnya membelah jalanan yang tidak terlalu ramai, dari kaca spion dia melihat ada motor yang sedang mengikutinya. Tata pun semakin mempercepat laju mobilnya, dan motor itupun semakin kencang melajukan motornya.
Tata yang semakin tidak konsen menyetir pun sedikit lengah dan dengan laju lebih kencang motor itu menyalip mobil Tata dan berhenti didepan mobil Tata hanya berjarak 15 meter didepannya. Tata yang terkejut pun menginjak pedal rem dengan sekuat tenaga dan memutar kemudinya kesembarang arah menghindari motor tersebut agar tidak tertabrak.
bruuukkkk... tttiiiiinnnnn.....
mobil pun terhenti tepat menabrak tiang pembatas jalan yang berada disebelah kanan bahu jalan. sukur keadaan dijalan itu tidak terlalu ramai hanya ada beberapa motor dan mobil yang berlalu lalang. Kepala Tata terbentur kemudi mobil, dan membuat Tata sangat syok.
Setelah berhasil membuat mobil Tata celaka, pria itu langsung pergi meninggalkan Tata tanpa rasa takut sedikit pun.
Beberapa pengendara yang melintas dan melihat kejadian itu pun langsung menghampiri mobil Tata dan menggedor kaca mobil Tata.
"Mba, mba buka mba.."
"mba buka pintunya, mba ga kenapa kenapa kan ?
"mba,, cepat buka mba pintunya mba !"
Tata masih memegangi keningnya yang merasa pusing, dengan menahan rasa sakit Tata pun membuka perlahan pintu mobil. Dengan bantuan warga Tata turun dari mobil dan dibawa kesebrang jalan menuju warung terdekat dab mendudukan nya disana.
"ayo mba diminum dulu !"
Tata mengambil seboto air mineral yang diberi oleh warga. Mobil tata sudah terparkir didepan warung tempat Tata duduk karena dipindahkan oleh salah seorang warga.
__ADS_1
"makasih pak !" ucap Tata yang masih terus memegangi keningnya. Bapak warung itu memberikan es batu pada kening Tata agar tidak terlalu memar.
"maaf mba, apa ada yang bisa dihubungi ?" tanya seorang warga.
Tata mengambil ponsel dalam sakunya dan memberikan kepada orang tersebut dan memintanya menelpon nama "my daddy" yang tertera pada kontak ponselnya.
Sekitar 35 menit barulah daddy dan bodyguard Tata datang.
"honey, kamu kenapa bisa sampai seperti ini ?" tanya daddy panik ketika melihat kening Tata yang memar dan Tata yang sedang terbaring di kursi panjang depan warung dengan beberapa warga.
"maaf pak, apa bapak orang tua nya mbak ini yang tadi saya telpon ?" tanya warga.
"benar, saya daddy nya Tata. apa yang terjadi dengan anak saya ?" tanya daddy
"yang saya lihat dari kejauhan mobil anak anda dihadang oleh pria dengan menggunakan motor besar dan memakai helm tertutup pak. mungkin anak anda terkejut dan membuang setir mobil ke sembarang arah hingga menabrak tiang yang berada disebrang kanan." jawab warga yang memang melihat kejadian tersebut.
"astaga honey.. apa kalian tau siapa orang nya ?" daddy
"maaf pak kami tidak tahu, tapi ini nomor polisi yang berhasil kami catat." warga pun menyerahkan kertas yang bertuliskan nomor polisi pemotor tersebut.
"terima kasih. ini bisa menjadi bukti untuk saya !" daddy mengambil kertas tersebut dan memberikan pada bodyguardnya.
"honey bangun sayang.. daddy ada disini !" daddy membangunkan Tata lembut sambil membelai pipi Tata.
"tenang sayang tenang. kamu akan baik baik saja, ada daddy disini !" daddy mengelus rambut Tata lembut.
"Dad, maafin aku karena ga hati hati." ucap Tata sambil melepaskan pelukannya.
"tidak sayang, ini bukan salah kamu. tapi salah orang yang mau mencelakai kamu. daddy akan kejar orang itu bahkan sampai ke lubang semut sekalipun. apa yang sakit honey ?" Daddy
"no Dad. Cuma aku merasa pusing aja karena tadi kepala aku kebentur setir !" jelas Tata.
"sekarang kita kerumah sakit ya, kita cek keadaan kamu." Daddy membantu Tata berdiri.
"bapak dan ibu, saya berterima kasih kepada kalian karena membantu anak saya. sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak untuk kalian !" ucap daddy sambil menundukkan dirinya kepada warga.
"sama sama pak, kami sebagai warga hanya bisa menolong yang sedang kesusahan. anda hati hati dijalan !" ucap warga mewakili.
"sekali lagi saya mengucapkan terima kasih. kalau begitu saya permisi untuk membawa anak saya kerumah sakit !" warga pun mengangguk dan daddy menyalami semua warga yang ada disana sebelum masuk kedalam mobil.
Daddy membawa Tata kerumah sakit, sedang kan sang bodyguardnya pergi membawa mobil Tata ke bengkel kepercayaan keluarga Tata.
Setalah sampai dirumah sakit dokter pun langsung memeriksa keadaan Tata, untungnya tak ada luka serius yang dialami Tata hanya sedikit syok pada dirinya. Setelah selesai memeriksa dokter memberikan resep obat pada daddy dan membolehkan Tata untuk pulang.
__ADS_1
Daddy langsung membawa Tata pulang kerumahnya dan menyuruh Tata untuk istirahat.
"sayang.. kamu kenapa bisa kaya gini ?" tanya mommy Tata.
Tata menceritakan semuanya pada mommy sedetil mungkin pada mommy. Mommy memeluk Tata dan mengecup lembut pipi Tata.
"kamu istirahat ya, mommy tinggal keluar ya sayang !" mommy pun menyelimuti tubuh Tata yang sudah berbaring dikasur dan segera kembali keluar.
"hallo Angga.. kamu datang sekarang ada yang mau om bicarakan. ajak teman kamu sekalian om punya tugas untuk mereka !" suruh daddy pada Angga.
"baik om, saya akan segera kerumah om." Angga langsung mematikan telponnya dan mengajak kedua temannya datang kerumah Tata.
sekitar 40 menit mereka baru sampai dirumah Tata.
"silahkan duduk !" suruh daddy
"ada apa om, kayanya penting ?" tanya Adam.
Daddy memberikan amplop coklat kecil pada Angga , Adam dan juga Helmi. Mereka membuka amplop tersebut dan melihat isi yang da didalamnya.
"apa ini om ?" tanya Angga.
"itu orang yang sudah membuat Tata celaka tadi sepulang kuliah !" ucap daddy kesal.
"apa om bilang Tata celaka ? lalu bagaimana keadaan Tata om ?" Angga panik.
"untung nya Tata hanya terbentur setir di kening nya dan cukup syok. namun tidak apa apa !" jawab daddy
"hahh syukurlah.. terus apa yang harus kita lakukan sam orang ini om ?" tanya Angga lagi.
"kamu tetap bersama Tata jaga dia, dan kamu Adam, Helmi saya minta kamu membuntuti setiap gerak gerik orang ini. kalian akan dibantu oleh pengawal saya, sampai kalian menemukan dalang dari semua ini !" jawab Daddy
"oke om, kita siap jadi mata mata om !" ucap Helmi dengan gaya cool nya.
"om.. saya boleh jenguk Tata ?" tanya Angga
"silahkan, tapi jangan bangunkan dia !" daddy
"baim om." Angga pun langsung menuju kamar Tata.
Angga melihat Tata tertidur lelap, lalu Angga mendekati Tata dan menundukkan dirinya tepat didekat kepala Tata.
"maafik aku sayang ga bisa jagain kamu, harusnya aku paksa kamu buat nungguin aku atau aku yang bolos kuliah tadi. maafin aku sayang maafin aku !" Angga mengusap lembut pipi Tata dan kemudian mencium pucuk kepala Tata, setelah itu Angga kembali keluar dan mengobrol dengan daddy, Adam dan Helmi.
__ADS_1
*****next 👉👉*****