Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
Noval & Angga


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar mandi Farisya mendapati Noval yang masih menertawakannya.


"Noval ihh.. udah dong ketawanya ga lucu ahh. gue kan malu Val" ucap Farisya sambil memukuli lengan Noval


"iya iya gue udahan. hahaha" Noval masih tetap tidak bisa menahan tawanya. "besok besok kalo mau pacaran liat waktu dan tempat, jangan sembarangan lagi" ledek Noval


"ihh siapa yang pacaran si Val orang mas Ilham nya aja tuhh yang main nyosor aja pas ada kesempatan." Farisya mulai kesal dengan ejekan Noval dan menyilangkan kedua tangannya didada. "ehh iya Diandra gimana keadaannya ?" Farisya mengalihkan pembicaraan nya.


"langsung gue suruh istirahat si tadi, tapi dia kelihatan udah lebih segeran ko !" jawab Noval


"syukur deh... semoga aja besok dia udah masuk kerja lagi." Farisya


"aamiin..." sahut Noval.


***ditempat lain***


Angga sedang berada di cafe X bersam tata sambil mengerjakan tugas kuliahnya. Adam dan Helmi pun datang dan bergabung bersama Angga dan Tata.


Mereka mengerjakan tugasnya bersama hingga jam menunujukkan pukul 7 malam.


Mereka berempat segera merapikan barang bawaannya masing masing dan hendak beranjak dari tempat duduknya.


Tiba tiba Angel datang dan langsung menyiram Tata dengan minuman yang dibawa olehnya.


...byuur...


Angga, Adam dan Helmi pun menoleh kearah Angel dengan begitu terkejut.


"aaahhh..." ucap Tata yang begitu kaget dengan keadaannya


Adam lun berdiri lalu menarik tangan Angel yang masih memegang gelas "Lo apahan si datang datang main nyiram Tata aja ?" ucap Adam berteriak karena emosi


"kenapa ? emang dia pantas ko karena dia udah ngerebut pacar gue. Dasar pelakor !" Angel menekan kata pelakor sambil menatap Tata


Angga yang sedang membantu Tata membersihkan wajahnya dengan tisu pun langsung menghampiri Angel dan ...plaaak... satu tamparan keras berhasil mendarat di pipi Angel.


Angel kaget dengan kemarahan Angga yang menamparnya dan memegangi pipinya yang terasa sangat panas. "Angga, lo berani nampar gue ?" ucap Angel yang terus memegangi pipinya sambil menatap sinis kearah Angga


"iya karna lo pantes mendapatkan nya." ucap Angga kepada Angel dan Angga langsung membawa Tata pergi dari hadapan Angel.


"dasar cewek setress.. ga tau malu !" ucap Helmi dengan kesal mengatai Angel.


"aaarrrggghhhh....." Angel berteriak sambil menggebrak meja yang tadi ditempati oleh Angga dan yang lain. "awas lo. liat aja apa yang akan gue lakuin ke lo !" umpat Angel dengan begitu kesal.


***

__ADS_1


Mobil Angga pun sampai dihalaman rumah Tata yang terlihat lumayan besar tapi tak sebesar rumah Angga. Ya walaupun orang tua Tata memiliki kekayaan yang setara dengan orang tua Angga, namun tidak membuatnya menjadi seorang yang ingin memamerkan kekayaannya. Dan Tata pun sedari kecil memiliki sifat papanya.


"Angga, lo ga mau mampir dulu ?" tanya Tata sambil membuka pintu mobil


"lain kali aja ya, ada yang perlu gue urus habis ini !" tolak Angga.


"lo ga akan macem macem kan Ngga. gue gak apa apa ko !" Tata


"tenang ja Ta, ini bukan masalah Angel ko tapi ini masalah proyek yang sedang gue tangani bareng Noval" jelas Angga jujur. Padahal sebenarnya Angga pun akan menelpon seseorang untuk memberi pelajaran kepada Angel, tapi Angga tidak memberitahukannya kepada Tata


"yaudah kalo begitu, lo hati hati ya bawa mobilnya jangan ngebut." ucap tata sambil turun dari mobil yang langsung diangguki oleh Angga.


Angga pun segera melakukan mobilnya menuju sebuah taman tempat dia berjanji bertemu Noval.


Sesampainya disana dia langsung menghampiri Noval yang letaknya tak jauh dengan mobil Angga terparkir.


"nih berkas yang lo minta. lo pelajarin isinya, lo simak baik baik. kalo ada yang kurang pas lo tandai aja. kalo udah selesai langsung balikin ke gue !" suruh Angga kepada Noval sambil memberi berkas yang dipinta Noval.


"oke, 3 hari lagi gue balikin ke lo kalo udah selesai !" jawab Noval. "lo mau langsung pulang atau mau mampir ke kosan gue ? deket ko dari sini" tawar Noval


"ada angin apa lo baik banget sama gue ?" tanya Angga pada Noval karena meras ada sesuatu


"ayo laaah Nggaaaa... salah gue menawari lo mampir ketempat gue ? gue cuma lagi memposisikan diri gue sebagai partner kerja lo, bukan saingan lo mendapatkan Diandra, men !" ucap Noval tersenyum sambil menepuk nepuk bahu Angga


"lo serius ?"


"oke gue ikut !" Angga pun menyetujuinya


Mereka pun akhirnya menuju kosan Noval yang lumayan besar dan bagus.


"malem pak" sapa Noval kepada satpam yang sedang membuka gerbang.


"malem mas Noval. eh bawa temen ya ?"


"iyah pak, tolong bukain ya !" suruh Noval dan langsung melakukan motornya ke halaman kosan.


"lo tunggu sebentar ya, gue izin yang punya kosan dulu !" suruh Noval kepada Angga yang langsung mengangguk.


Tak berapa lama Noval sudah kembali dan mengajak Angga masuk kedalam kamar miliknya.


"lo kenapa milih tinggal di kosan kecil kaya gini padahal rumah lo jauh lebih besar dan nyaman ?" Angga


"seperti yang lo tau, hidup gue ya hidup gue bukan hidup orang lain !" Noval


"jadi lo beneran bukan putra kedua tuan Mahendra ?" Angga pun penasaran.

__ADS_1


"hhuuufffttt..." Noval membuang nafas melalui mulutnya. "cuma lo yang tau, jangan sampai bokap lo tau ya gue ga enak sama tuan Mahendra." jelas Noval


"lo... lo jelasin deh gue ga ngerti apa maksudnya kalian itu menipu bokap gue ?" Angga mulai kesal


"tuan Muda Noval menolak kerjasama ini. Dan akhirnya pak Johan kasih ide buat jadiin gue Noval mahendra. Karena kemiripan nama gue dengan tuan muda jadi tuan Mahendra menyetujuinya supaya proyek ini berjalan lancar !" jelas Noval kembali


"akh.." Angga pun mengibaskan tangannya karena tak merasa puas atas jawaban Noval yang difikir Noval benar benar anak Mahendra atau bahkan Noval yang mempengaruhi Mahendra.


"tapi gue seneng lah dengan begini kan sedikit banyk gue jadi ngerti cara menjalankan bisnis. Siapa tau nanti gue naik jabatan. hahaha"


"yah mimpi lo ! emang bisa apa lo?" Angga mengejek


"ya kan berharap ga ada salahnya dan gue yakin pasti suatu saat nasib gue akan berubah !" ucap Noval penuh keyakinan.


"hmm. gue nginep disini boleh ga Val ?" ucap Angga tiba tiba membuat Noval menatap heran Angga. "kalo ga boleh ya gapapa, gue pulang !" lanjut Angga


"bo..boleh ko kalo lo mau nginep disini. cuma gue mikir apa orang kaya lo bisa tidur ditempat yang cuma beralaskan kasur lantai ?" ejek Noval


"gue ga semanja itu !" Angga langsung menarik bantal yang dipakai Noval hingga Noval sedikit jatuh dari duduknya menjadi tiduran.


"weii.. selow man hahaha"


Dan sejak saat itulah Noval dan Angga memperbaiki hubungannya.


"Val... gue mau tanya tapi lo jangan marah ya ?" ucap Angga ragu ragu


"apaan ?"


"apa lo benar benar mencintai Diandra ?" Angga membalikkan badannya yang tadinya membelakangin Noval menjadi menghadap Noval.


Noval menatap sinis kelas Angga namun dia langsung menjawab pertanyaan Angga. "ya, gue sangat amat mencintai dia. dan gue ga akan biarinin siapa pun buat rebut Diandra dari gue. termasuk lo !" ucap Noval sambil melempar selimut kepada Angga yang terus menatap mencari jawaban Noval.


"tenang aja gue ga akan ngerebut dia dari lo karna gue tau dia pasti lebih bahagia sama lo dibandingkan gue !" jawab Angga


"anak pinter..." Noval mengacak rambut Angga seperti adiknya sendiri.


"gue mau coba buat ngebuka hati gue buat Tata. karna gue tau kalo Tata tulus sama gue !" ucap Angga serius


"gue tahu Tata orangnya sangat tulus dan itu gue lihat dengan mata kepala gue sendiri gimana dia sayang nya sma Diandra dab Farisya. Padahal Diandra udah menyakiti hatinya, tapi dia tetap ngejadiin Diandra sebagai sahabatnya !" sahut Noval. "dan gue yakin kalo lo pasti akan sangat bahagia kalo sama Tata. bukan karna gue ga mau Diandra diambil sama lo ya makanya gue ngomong kaya gini, tapi gue ngomong apa yang harus gue omongin !"


"iya gue ngerti apa yang lo maksud." jawab Angga. "gue titip Diandra dan gue harap lo jangan pernah nyakitin Diandra kaya apa yang gue lakuin dulu ke dia !" pinta Angga kepada Noval


"gue janji..." sahut Noval.


Malam itu pun mereka terus berbincang hingga tengah malam dan mulai merasa mengantuk. Akhirnya mereka tidur dengan posisi mereka masing masing.

__ADS_1


******


__ADS_2