
"iyalah gue deket, kan gue lagi makan sama Liora satu kursi pula !" Kali ini Aileen yang menjawab.
Bugh... braaaakkk...
Mata Liora, Aileen, Mona dan Mahesa pun tertuju pada suara yang bising tersebut. Seketika mereka pun tertawa melihat Arjuna yang sudah tersungkur dengan buku buku yang dipegang nya.
"wouy.. sialan lo pada bukannya bantuin gue malah ketawa lo pada !" Teriak Arjuna sambil merapikan buku bukunya.
Mahesa langsung menghampiri Arjuna dan segera menolong nya. "dari tadi kek lo nolong nya !" Kesal Arjuna.
"ya sorry Jun. lagi lo kenapa si bawa banyak buku kek gini ?" sahut Mahesa.
"noh si bos yang nyuruh gue, buat kerjain tugas dari pak Alien !" Jawab Arjuna masih dengan kesal.
"eh.. lo kenapa jun ?" Tanya Sisi yang sudah berada dibelakang Arjuna dan Mahesa.
"lagi nyanyi gue Si !" Sahut Arjuna.
"ish.. gue serius tau Jun !" Kesal Sisi.
"udah Si mending lo kesini aja dari pada nanya sama cowok ga jelas kek Juna !" Teriak Liora.
Sisi pun langsung melangkahkan kakinya menuju Liora tanpa menyadari keberadaan Aileen yang masih asik dengan mie goreng nya.
"Lo mah tega Ra, Jun disuruh cari semua buku. Untung ada gue !" Omel Sisi pada Liora.
"hehehe.. kalo ga gue suruh dia makan gaji cuma cuma dong !" sahut Liora.
"yaelah lagi kapan coba gue makan gaji cuma cuma Li ? sadis bener ngomong nya !" Arjuna pun meletakkan tumpukkan buku tepat dihadapan Liora. "eh ada pak Alien.. eh maksud nya pak Aileen !" tambahnya.
"hmm.." singkat Aileen menjawab.
"eh iya saya ga sadar ada bapak disini. Siang pak !" Ucap Sisi kikuk.
"Siang Si.." jawab Aileen.
"Jun, lo pesan makan sana sekalian buat Sisi !" Suruh Liora pada Jun.
"Nasib nasib jadi bawahan kek gini deh !" Ucap Jun memasang muka melas.
"hehehe bawahan juga kan digaji Jun !" Sahut Liora sambil menjulurkan lidah.
"iya iya bu Bos !" Arjuna pun langsung berdiri dan segera kembali kebawah menuju kantin.
"Ra, lo yakin ni kita kerjain tugas dari pak Aileen disini ?" Tanya Sisi.
"iyahh.. gue males kalo dirumah pasti ada drama deh dari dua keponakan gue." jawab Liora santai.
"loh ko dua Li, bukannya keponakan lo sekarang udah ada empat ya dirumah ?" tanya Mahesa.
"Bang Raga sama kak Nindya udah balik, jadi tinggal kak Noval sama kak Diandra aja." Sahut Liora.
"owh.. sepi dong sekarang rumah lo ?" tanya Sisi.
__ADS_1
"ya begitu deh.. oya Mon, kira kira gue beliin apa ya buat Zeze sama Nana ? mereka minta hadiah sama gue sepulang ngampus !" Liora pun meminta pendapat pada Mona.
"lo tanya sama gue ni Li ?" Heran Mona.
"iyalah.. masa gue nanya sama setan !" Sahut Liora sambil memutar bola matanya.
"pakaian, tas, sepatu, mainan !" Mahesa pun memberikan ide.
"yaelah bosen gue beliin itu mulu hampir tiap waktu gue beliin nya !" Sahut Liora.
"Ra, mereka udah punya sepeda belum ?" Tanya Sisi.
"pinter !" Teriak Mona untuk Sisi. "Li, Zein sama Zeina kan belum punya sepeda, mending beliin itu aja deh !" lanjutnya.
"iya juga ya, kenapa gue ga ke fikiran kesana ya. Thanks ya Si idenya." Liora pun langsung memeluk Sisi dan dibalas dengan Sisi.
Aileen, Mona dan Mahesa yang melihatnya pun tersenyum.
"Sama sama.. padahal gue cuma asal lho Ra." Sahut Sisi sambil melepaskan pelukannya.
"asal asalan tapi cemerlang. hahaha" Ucap Mahesa.
"Monaaaa...." Liora tersenyum pada Mona sambil mengedipkan kedua matanya cepat.
"yah elah Hes, ini ni yang bikin gue sebel, kesel, geram, geregetan sambil pengen karungin si Liora !" Mona yang ditatap oleh Liora pun berucap dengan kesal.
"tenang gue ganti yang ini, sekalian bonus buat kalian kan belum gue transfer !" Liora kembali mengedipkan kedua matanya.
"lo mah meres gue namanya !" Kesal Liora.
"sabar ya Liora, tapi sekalian ya transfer juga ke gue. ga perlu banyak ko cukup lima juta aja yang penting gue bisa bayar buat satu semester. hahaha" Sisi yang memang mengetahui tentang Liora pun ikut meledek Liora.
"ya ampun Sisi.. ternyata lo sama ya kaya mereka, doyan makan gaji buta !" Liora memelototkan matanya menatap Sisi yang sedang tertawa bersama Mona dan Mahesa. Dan Aileen hanya bisa menyimak obrolan mereka.
"kenapa ga di cafe si, kan enak tuh sambil cuci mata !" Ucap Sisi lagi.
"lo ngajak ngerjain tugas di cafe ? yang ada bukan kerjain tugas, malah kerjain laporan ogeb !" Sisi pun mendapat toyoran dari Mona.
"yaelah Mon, ga pake motor berapa uang si ?" Kesal Sisi.
"500 juta. sanggup lo ? hahaha" Sahut Mona.
"buset dah, jual ginjal aja ga segitu !" Sisi pun menyahuti.
"ya lagi lo, Liora kalo udah di cafe yang ada bukannya kerjain tugas kampus, mlah kerjain laporan dari manager dodol !" Jelas Mona kesal.
"hmm.. iya deh ngerti gue yang jadi bos mah beda ! eh Ra, tempat lo terima part time ga si ?" Tanya Sisi pada Liora.
"hmm.. kenapa lo mau kerja part time ditempat gue Si ?" Tanya Liora balik.
"kalo bisa itu juga si Ra. Ya gue butuh buat tambahan gue di kosan, lo tau kan gue anak rantau !" Imbuh Sisi.
"yaudah dateng aja, nanti gue telpon Vanno buat terima lo kerja part time. Dan masalah uang gaji, langsung sama gue aja !" jawab Liora.
__ADS_1
"eh ko gitu Ra, kan gue kerjanya dibawah kepemimpinan manager cafe lo. ko gaji gue langsung dari tangan lo si, ya ga enak lah gue !" Tolak Sisi halus.
"Yaelah Sisi ketularan b*go kaya Juna ni. Maksud Liora tuh, gaji lo sama karyawan dibedain makanya lo langsung digaji sama Liora !" Jelas Mahesa.
"ohh.. oke oke gue ngerti sekarang !" Sisi pun mengangguk.
"makanan datang.." teriak Arjuna.
"cepat juga lo !" Ucap Mahesa.
"iya dong.." sahut Arjuna. "ni Si, sorry ya gue pesen nya cuma nasi goreng sama jus jambu, soalnya gue lupa tanya sama lo mau makan apa !" Lanjutnya sambil menyerahkan makanan pada Sisi.
"gapapa Jun, gue mah bebas selagi ditraktir. hahaha" Sahut Sisi.
Arjuna dan Sisi pun langsung menyantap makanannya masing masing, dan bagi Sisi makanan seperti ini sangatlah nikmat apalagi hasil dari traktiran. hahaha
Mona, Mahesa dan Aileen pun asik berbincang dan tertawa sambil menunggu ketiga temannya mengerjakan tugas yang diberikan oleh Aileen. Sebenarnya Aileen sudah akan pulang, namun ditahan oleh Mona dengan berbagai alasan dan akhirnya Aileen pun mengurungkan niatnya.
Dan dengan begitu, Liora, Arjuna dan Sisi sedikit terbantu ketika ada beberapa hal yang mereka kurang mengerti dengan bertanya pada Aileen.
Sore hari sekitar pukul 17.00 barulah mereka memutuskan untuk pulang walaupun tugas mereka belum selesai.
"yaudah gue balik duluan ya guys, pak !" pamit Sisi pada semuanya.
"hati hati.." sahut Aileen.
"oke pak. makasih ya bantuannya !" Sisi pun menundukkan kepalanya pada Aileen dan segera melangkah kan kakinya.
Namun baru beberapa langkah kaki Sisi berjalan, Liora memanggilnya dan Sisi memberhentikan langkahnya dan berbalik.
"kenapa Ra ?" Tanya Sisi.
Liora langsung berlari dan merangkul bahu Sisi saat sudah sampai dihadapan Sisi.
"gue minta nomor rekening lo ya ? gue mau transfer uang buat lo bayar kosan. kan kemarin lo cerita sam gue kalo ibu kos udah nagih uang nya, ya anggap aja lo terima gaji dimuka !" Ucap Liora berbisik.
"tapi Ra........." Ucapan Sisi terpotong oleh Liora "please Si, cuma dengan cara ini gue bisa bantu lo. Dan lo selama ini g pernah mau terima bantuan gue, bahkan lo selalu balikin uang yang yang gue kasih dengan alasan lo cuma pinjam !"
"hmm.. oke deh Ra, tapi nanti gaji gue lo potong aja ya tiap bulannya buat tutup gaji dimuka gue !" Sisi pun mengulurkan jari kelingking nya pada Liora.
"oke, gue akan potong uang gaji lo setiap bulannya !" Liora pun menyambut kelingking Sisi dan mengalungkannya.
-
**Bersambung..
-
Readers ayo dong dukung author biar lebih semangat..
Kirim like, komen, rate dan vote ya
Happy reading.. 😘**
__ADS_1