Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Cincin dan Hadiah


__ADS_3

Sagu bulan sudah berlalu, dan kini persiapan pernikahan Liora dan Aileen pun sedang dipersiapkan sedemikian rupa. Mulai dari undangan, dekorasi gedung, gaun pengantin hingga souvenir. Walau hanya dihadiri oleh keluarga besar dari kedua mempelai.


"ahh.. akhirnya sahabat gue nikah juga !" Seru Mona saat menemani Liora ke salon kecantikan untuk sekedar luluran.


"iya gue sekarang deg degan banget deh Mon. Campur aduk deh pokoknya !" ujar Liora.


"apaan yang bikin lo deg degan si ? secara persiapan udah disiapin semua sama emak bapak lo Li ! apa jangan jangan lu deg degan pas malam pertama nya ya ?" Mona pun berucap dengan ekspresi meledek.


"ish.. Mona apa si ? ngaco aja deh lo !" Sahut Liora. "lagi tuh ya, gue sama pak Aileen udah buat perjanjian, selama gue belum siap dia ga boleh lakuin apa apa ke gue !" Lanjutnya.


"dih tega amat lu sama laki sendiri !" Mona menyedikapkan tangannya di dada.


"ya terus gimana dong ? ya kali deh dia juga langsung nerkam gue gitu aja !" Ujar Liora.


Kedua pegawai salon yang sedang melakukan pekerjaannya pun hanya mendengarkan dan sesekali tersenyum dan ikut menyahuti pembicaraan mereka.


"mbak dijodohin ya ?" Seru pegawai salon sang disahuti Liora.


"gapapa mbak, nanti juga lama kelamaan pasti saling cinta dan sayang. Saya juga begitu mbak, nikah Karena dijodohin !" Seru pegawai lagi.


"oh ya mbak ? Terus gimana mbak rasanya, pas awal awal ketemu sama calon suami mbak ?" Tanya Liora yang mulai kepo.


"waktu belum ketemu si ya rasanya takut mbak. Pas ketemuan terus liat orang nya agak ragu, tapi pas habis nikah terus tinggal bareng baru deh ngerasain gimana sikapnya ke saya mbak." Jawab pegawai salon tersebut.


"gimana sikapnya mbak ?" Liora pun mulai semangat mendengarkan.


"awal awal nikah dulu itu suami saya pendiem aja mbak tapi sikapnya baik banget dan dia perhatian sama saya. Tapi saya nya cuek aja setiap diperhatiin gitu. Lama kelamaan saya terbiasa sama sikapnya dan mulai dari itu saya semakin senang diperhatiin sampe saya ngerasa cinta sama dia !" Ujar pegawai.


"tapi kan lo tau sikapnya Jhofan gimana, terus ngapain juga harus difikirin !" Ucap Mona.


"iya juga si ya Mon. kenapa juga gue mikirin ? toh pak Aileen orang nya baik, perhatian pula. walau kadang sikapnya dingin dan cuek gitu !" Sahut Liora.


"berarti mbak beruntung kalo udah kenal sama calon suami mbak !" Ucap pegawai yang satunya.


"betul mbak, ga kaya saya yang setiap hari bingung harus bersikap kaya gimana sama suami saya. hahaha" Sahutan pegawai yang sudah menikah pun membuat Liora dan Mona tersenyum mengerti.


^^^


- Liora's Cafe -


"Sisi !" Panggil Liora sambil mendudukan dirinya di kursi.


"wihh.. bu Bos udah pulang dari salon ni !" Seru Sisi.


"Si, ni baju lo sama Megha ya !" Liora memberikan dua paperbag pada Sisi.


"Ra lo serius ni mau gue sama Megha jadi bridesmaid di nikahan lo ?" Tanya Sisi sambil mengambil paperbag tersebut. Dan Liora pun mangangguki.


"Besok cafe tutup duli selama tiga hari kedepan ya, dan lo sama Megha langsung kerumah gue aja !" Suruh Liora.


"nginep disana dong ? kan acara lo lusa Ra !"

__ADS_1


"iyahh lo, Megha sama Mona nginep dirumah gue !" Sahut Liora. "Megha kesini sebentar !" Panggil Liora ketika Megha sedang kembali ke dapur.


"iyah mbak, ada apa ?" Tanya Megha.


"ni buat lo, lusa kita jadi bridesmaid dia caranya Liora. Besok lo sama gue nginep di rumah nya terus cafe juga tutup selama tiga hari !" jelas Sisi.


"iyahh.. Nanti biar aku yang izin sama ibu kamu ya !" sambung Liora.


"yaudah kalo mbak Liora mau minta izin kerumah, Megha mau. Soalnya Megha ga berani bilang nya takut diomelin. hihihi" Liora dan Sisi pun tersenyum dan mengangguki ucapan gadis ABG tersebut.


"yaudah balik kerja lagi ya, sekalian bikinin aku minum ya Megha !" Seru Liora dan diangguki oleh Megha.


"Ra, berarti senin lo masih ambil cuti dong ?" Ucap Sisi.


"gue cuti dua minggu Si, habis acara gue langsung honeymoon. Ayah udah pesan tiket ke korea soalnya !" Jelas Liora.


"mau ikut Ra !" Rengek Sisi.


"gue si mau aja ajak kalian, cuma kan ini ayah yang rencanain Si. Lain kali aja ya kita liburan bareng kesana !" Sahut Liora.


"yah gue si cuma bisa mimpi bisa pergi keluar negeri. Bisa jalan jalan ke Bali aja udah sukur ! hahaha" Canda Sisi.


"makanya kejar target, kalo berhasil gue ajak lo, mahesa, arjuna dan Mona le korea !" Ujar Liora.


"oh, jadi bu bos ga ajak saya juga ni !" Ucap Vanno.


"lo mah hue kasih mentahnya aja, kan bentar lagi lo mau nikah. Mending uang nya buat calon istri lo Van !" Liora menyahuti.


"ya gue si terserah apa kata bu bos aja yang penting gue dapet bonus." vanno menarik turunkan alisnya.


"kejar target dulu, baru bonus !" Liora pun mengikuti gaya Vanno.


"kalo gue berhasil, bonus gue yang delapan angka terus depannya nomor satu ya !" Goda Vanno.


"kecil !" Sombong Liora.


"widih.. mentang mentang bos, belagu banget deh !" Ledek Sisi.


"jangankan angka satu, angka dua puluh lima juga gue kasih deh kalo emang dalam waktu tiga bulan kalian capai target !" Tantang Liora.


"idiiiihhh... Makin semangat ni gue kalo begini Si !" Seru Vanno.


"tarik sist... hahaha" canda Sisi.


"SEMONGKO !" Timpal Liora.


"Hahaha" mereka bertiga pun tertawa bersama hingga membuat semua pengunjung melihat kearah mereka.


Disisi Lain..


"Ma, mau cari yang gimana lagi si ?" Keluh Aileen yang mulai lelah mengikuti kemauan sang mama.

__ADS_1


"pokoknya harus yang terbaik. Masa si kamu ga punya pilihan ?" Seru Keke.


"yaudah biar aku aja yang pilih ya Ma !" Sahut Aileen.


Mereka sedang berada ditoko perhiasan dan sedang milih cincin untuk Liora. Karena semuanya terlihat begitu cantik semua, Keke pun kebingungan memilih cincin tersebut. Hingga akhirnya Aileen lah yang mendapatkan cincin nya.



"lumayan. simple tapi elegan !" Seru Keke.


"haduh Ma, masih aja deh !" Kesal Aileen.


"iya iya.. ini cocok ko buat kamu sama Liora, sayang !"


Aileen dan Keke pun membawa pulang cincin tersebut dan beberapa perhiasan yang akan diberikan kepada Liora.


Sesampainya Aileen dirumah, ia dikejutkan dengan keberadaan Mona yang sudah terbaring di kasur nya.


"ngapain lo ?" Tanya Aileen.


"ketus amat lo. padahal baru pulang beli cincin nikah !" Ledek Mona.


"pusing gue mikirin acara besok !" Sahut Aileen.


"udah lah ga usah diambil pusing, lo jalanin aja apa adanya Jho !"


"gue bingung aja Mon. Gue takut salah ambil sikap didepan Liora !" Sahut Aileen lagi.


"ngapain bingung si lo ? kan lo tau Liora orang nya kaya gimana, yaudah si biasa aja !" Seru Mona.


"oya, lo ngapain kesini ?" Tanya Aileen.


"eh.. iya gue mau kasih ini buat lo !" Mona memberikan sebuah kotak berukuran kecil.


"apaan ni ? jepit rambut !" Aileen pun memicingkan matanya. Mona pun mengangguk.


"gila lo ! gue masih normal kali Mon." kesal Aileen meletakkan kotak iti diatas nakas.


"hish.. bodoh lo. ini tuh nanti lo kasih sama Liora, dan jangan bilang dari gue !" Jelas Mona.


"ohh.. gue kira lo suruh gue pake ini semua !" Seru Aileen tertawa.


"tau ah. udah gue mau balik. Inget, jangan bilang dari gue, bilang aja itu hadiah dari lo !" Mona langsung keluar dari kamar Aileen dan kembali pulang.


Aileen pun mengambil kembali kotak jepit rambut tersebut dan memperhatikan nya satu persatu. Tanpa terasa Aileen pun membayangkan Liora yang sedang memakainya "cantik !" Ucap Aileen sambil tersenyum.


-


Bersambung..


-

__ADS_1


__ADS_2