
Pagi hari Indonesia..
Mona, Mahesa dan Arjuna sudah berada dikampus pada pukul tujuh, karena kini mereka memiliki jam kelas yang sama. Sisi yang baru datang pun langsung menuju kelasnya tanpa memperdulikan ketiga sahabatnya yang ia lewati. Juna merasa sangat kesal dengan perubahan sikap Sisi, dan ingin sekali marah dengan Sisi. Tapi ia sadar jika Sisi jadi begini karena ulah nya yang tak menjelaskan pada Cris.
Juna mendudukkan dirinya tepat dibelakang kursi Sisi. Sebelum dosen datang Juna mencoba mengajak Sisi berbicara.
"Si, lo masih marah sama gue ?" Tanya Juna, namun Sisi diam saja. "lo boleh marah sama gue sesuka hati lo Si. Tapi ga harus dengan Mona dan Mahesa, mereka ga salah apa apa sama lo !" Lanjut Juna.
"udah ya Jun ga usah bahas masalah ini lahi. Gue cuma ga mau ganggu hubungan kalian, gue takut adanya gue jadi masalah antara Mona dan Mahesa." Sahut Sisi masih dalam posisinya.
"oke oke. terserah lo deh Si. yang jelas gue ga akan diem sebelum lo kembali ke Sisi yang dulu !" Ujar Juna.
"terserah." Sahut Sisi singkat.
Dosen pun masuk dan mereka memulai pelajarannya.
Di korea..
Liora dan Aileen sudah berada dalam perjalanan menuju gunung halla. Hallasan atau Gunung Halla adalah gunung tertinggi di Korea Selatan. Gunung berapi dengan ketinggian 1.950 meter ini terletak di Pulau Jeju. Daerah sekitar Gunung Halla ini merupakan cagar alam Taman Nasional Hallasan.
Kawasan Hallasan National Park di Gunung Halla merupakan lokasi favorit bagi para pendaki. Tempat ini memiliki delapan jalur pendakian resmi, yaitu Eorimok, Gwaneumsa, Yeongsil, Donnaeko, Seongpanak, Eoseungsaengak, Seokgulam, dan lembah Tamna. Semua jalur menampilkan keindahan yang berbeda-beda. Di Gwaneumsa, misalnya. Anda bisa mengunjungi kuil Buddha tertua di Jeju yang dibangun pada masa Dinasti Goryeo. Jika melalui jalur Eorimok, pendaki bisa menyaksikan panorama Gunung Halla di belakang hamparan bunga azalea merah muda yang cantik. Sementara di puncaknya nanti pendaki bisa menyaksikan keindahan danau kawah yang dikenal dengan nama Baengnokdam, berarti 'kolam yang dihuni rusa putih'.
Walau sebenarnya Aileen lebih ingin pergi ke pantai tapi ia mengalah demi Liora yang ingin pergi ke gunung halla tersebut.
Sore hari mereka sudah kembali ke hotel, mereka langsung membersihkan diri dan segera pergi makan malam.
__ADS_1
Setelah selesai dengan makan malam mereka kembali ke kamar dan segera beristirahat karena lelah dalam perjalanan pulang pergi menuju gunung halla.
"Kok kaki gue pegel pegel semua sih ? uuhh... Pasti gara gara tadi terlalu semangat ni !" Gumam Liora sambil memijat kakinya.
"kenapa Ra ?" Tanya Aileen yang baru keluar dari kamar mandi.
"gapapa ko mas. Cuma kaki aku aja pegel sedikit !" Sahut Liora.
"Sini kaki kamu !" Aileen langsung menarik kaki Liora. "ga usah mas gapapa ko !" Tolak Liora.
Aileen menarik kembali kaki Liora dan memijatnya dengan perlahan. Liora yang awalnya menolak akhirnya menjadi diam dan menikmati pijatan Aileen. Liora terus memperhatikan wajah Aileen dan sesekali tersenyum padanya.
"Udah enakan ?" Ucap Aileen yang diangguki Liora. "Makasih ya mas." Sahutnya sambil tersenyum.
"Sama sama. Sekarang kamu istirahat !" Aileen menarik selimut ke badan Liora sebatas perut.
"kenapa jadi dia ya ? apa gue udah mulai suka sama dia ?" Tanyanya dalam hati.
Liora yang tak bisa tidur pun beranjak dari tempat tidurnya dab menghampiri Aileen. Kini ia berada tepat disamping Aileen.
"Langitnya cantik banget, banyak bintang bintang." Ucap Liora sambil melihat ke langit.
Aileen terkejut dengan kedatangan Liora yang tiba tiba, karena ia fikir Liora sudah tertidur.
"kamu belom tidur Ra ?" Tanya Aileen sambil melihat Kesamping kearag Liora.
__ADS_1
"belum mas." Liora mengalihkan pandangannya pada Aileen. Dan kini mata mereka bertemu, Aileen dan Liora sama sama mengulas senyum dibibir mereka.
Sepersekian detik mereka tetap bertatapan, hingga akhirnya angin berhembus kencang dan menerbangkan rambut Liora dan sedikit menutupi wajahnya. Aileen menyibak rambut Liora dan merapikannya. sedangkan Liora hanya bisa terdiam dengan perlakuan Aileen.
"Ra aku boleh tanya sesuatu ?" Ucap Aileen kembali menatap langit.
"Apa ? Liora menatap pasa Aileen.
"Apa kamu berencana membuat surat kontrak buat pernikahan kita Ra ?"
"Maksudnya apa ya mas ?" Liora benar tak mengerti perkataan Aileen.
"Ya semacam surat perjanjian pernikahan Ra, yang isinya kaya pernikahan kita cuma berjalan setahun dan setelahnya kita bercerai ? Mungkin." Jelas Aileen.
"Aku ga akan pernah lakuin hal itu mas. Buat aku pernikahan bukan hal main main, dan aku cuma mau menikah sekali seumur hidupku." Jawab Liora tegas.
Aileen tersenyum mendengar penjelasan Liora, karena Aileen pun berfikiran yang sama dengannya. Aileen perlahan memegang tangan Liora dan menyatukan jari jarinya.
"Aku janji sama kamu Ra, aku akan jadi suami yang baik buat kamu. Walau sekarang kita belum punya perasaan apa apa, tapi aku akan berusaha !"
"hmm.." Liora mengangguk. "Aku juga janji sama kamu mas, buat jadi istri yang baik dan penurut." Ucap Liora.
Tanpa sadar Aileen mencium punggung tangan Liora, dan itu membuat Liora tercengang melihatnya. Wajahnya pun kini memerah karena terus ditatap oleh Aileen. Kini Aileen melepaskan tangannya dan memegang sebelah pipi Liora mengusapnya lembut. "kamu cantik Ra !" Pipi Liora pun semakin memerah karena bertambah malu. Aileen menarik Liora kedalam pelukannya, dan Liora pun membalas pelukan Aileen. Sesaat mereka sama sama menikmati pelukan mereka yang terasa nyaman.
Kini mereka telah berada didalam kamar karena cuaca semakin dingin. Mereka sama sama merebahkan tubuh mereka diatas kasur. Posisi Liora kini membelakangi Aileen karena masih sangat malu dengan kejadian tadi. Aileen yang sama membelakangi Liora pun memutar tubuhnya menghadap punggung Liora, ia tersenyum melihat Liora. Kemudian ia menggeser tubuhnya mendekat pada Liora, dalam hitungan detik tangannya pun memeluk pinggang dan perut Liora.
__ADS_1
Deg deg deg
Jantung Liora berpacu dengan sangat cepat bagai sedang lari maraton. Ia membuka matanya dan melihat tangan yang melingkar diperutnya. "aku tau ko kamu belom tidur !" Bisik Aileen ditelinga Liora. "gapapa kan aku peluk kamu kaya gini, aku ga akan macem macem ko sama kamu Ra !" Lanjut Aileen. "i..iya mas, gapapa ko !" Sahut Liora pelan. Akhirnya mereka kembali tidur saling berpelukan untuk malam ini.