
"Jhofan !" Panggil seorang wanita yang sudah berdiri didekat kursi Ailen dan Liora.
"Anna !"
"Joanna !" Gumam Liora.
"Ternyata ga sesulit yang aku bayangkan buat ketemu sama kamu !" Ucap Joanna hendak memeluk Aileen.
Tangan Aileen terangkat dengat cepat menandakan bahwa ia tak ingin lagi disentuh oleh Joanna.
"Kenapa Fan ? Apa kamu malu karena ini tempat umum !" Ucap Joanna tak tahu malu.
Liora menatap sinis pada wanita yang hendak memeluk suaminya tersebut. Rasanya ia ingin sekali memaki wanita dihadapannya ini, jika ia tak sedang berada dicafe.
"Silahkan duduk mbak !" Seru Liora pada Joanna.
"Ra !" Kesal Aileen menatap Liora.
"Sisi. Buatin minuman baru ya !" Teriak Liora. "hmm.. mbak mau minum apa biar pegawai saya buat kan sekalian ?" tanya Liora pada Joanna.
"Ah.. kebetulan saya sedang memesan coffee latte." Joanna menyahuti.
"Oh oke !" Sahut Liora.
Aileen tak mengerti mengapa Liora membiarkan Joanna bergabung bersamanya, padahal rasanya ingin sekali Aileen mengusir Joanna dari hadapannya. Aileen terus menatap Liora yang sedari tadi berbicara pada Joanna, tanpa sebelumnya memperkenalkan diri.
"Jadi anda manager cafe ini ? Wah.. Luar biasa sekali, masih muda dan cantik !" Puji Joanna pada Liora.
"Ra. Aku ke toilet sebentar !" Ucap Aileen meminta izin.
"Oke !" Sahut Lior tersenyum pada Aileen.
"Jho, kamu ga akan kabur kan karena mau menghindar dari aku ?" Tanya Joanna pada Aileen.
"Tenang aja mbak, pak Aileen ga akan kabur. Karena istrinya ada disini, jadi ga mungkin dia ninggalin istrinya !" Liora menyahuti.
Aileen berlalu begitu saja ketika mendengar perkataan Liora menuju ke toilet.
"Istri ? Jadi benar Jhofan udah menikah ?"
"Iyah mbak. Dan istrinya pemilik cafe ini !" Sahut Liora tanpa merubah ekspresinya.
"Oh ya ? Berarti aku bisa dong ketemu langsung sama istrinya Jhofan ?" Joanna antusias.
"Bisa mbak. Tapi maaf untuk sekarang mbak Lioranya lagi ga ada. Mungkin sebentar lagi akan kesini !" Sahut Liora dan Joanna hanya mengangguk.
"Permisi mbak. Maaf ini pesanan mbak yang tadi duduk disebelah sana ya ?" Ucap pegawai Liora.
__ADS_1
"Iyah terima kasih." Sahut Joanna. "Kira kira istrinya Jhofan kaya gimana ya ? Hmm... mbak..."
"Rara. Panggil aja Rara." Sahut Liora buru buru.
"ok Rara. Nama yang bagus !"
Liora hanya tersenyum pada Joanna.
"Ra, apa kamu tahu bagaimana istrinya Jhofan ?"
Liora hanya bisa terdiam karen bingung mau menjawab apa, karena memang dia tak pernah menyebutkan kelebihannya sendiri.
"Hmm.. gimana ya mbak ? Susah buat dijelasin. Nanti kalo udah ketemu sama orang nya, mbak bisa menilai sendiri bagaimana mbak Liora !" Sahutnya dengan senyum.
"Kalo wajahnya gimana ? Apa dia cantik ?" Tanya Joanna lagi.
"Cantik itu nilai plus dari seseorang yang memang menganggapnya cantik mbak. Bukankah semua wanita memang cantik !" Sahut Liora yang hanya bisa diangguki oleh Joanna.
"Ra, bisa kita bicara sebentar ?" Aileen yang baru selesai dari toilet langsung mengajak Liora berbicara.
"Hmm.. mbak sebentar ya ?"
"Jho-..."
"Ayo Ra !" Aileen langsung menarik tangan Liora menuju pantri.
"Kamu bicara apa tadi sama Anna ?" Tanya Aileen menyelidik.
"Ya aku bolak kamu udah menikah, dan cafe ini milik istri kamu !" Sahut Liora.
"Berarti dia udah tahu kalo kamu istri aku ?"
"Aku ga bilang kalo aku ini istri kamu !" Jawabnya.
"Kenapa Ra ? kenapa kamu ga bilang kalo kamu istri aku ?" Heran Aileen.
"Aku mau kamu yang bilang langsung sama dia. Tapi kalo kamu ga mau juga gapapa mas, aku udah bilang ko sama dia kalo aku cuma manager cafe dan nama aku Rara." Liora hendak berbalik badan, namun dengan cepat Aileen menarik Liora dalam pelukannya.
Joanna yang sedari tadi sedang memperhatikan mereka pun terkejut dengan apa yang dilihatnya, ia segera beranjak dari kursi nya dan menghampiri Aileen dan Liora.
"Jhofan, Rara. Kalian apa apaan ?" Joanna melepaskan pelukan Aileen pasa Liora. "ngapain kamu peluk Rara !"
"Dia istri aku. Jadi ga masalah dong kalo aku peluk dia !" Sahut Aileen dengan tegas.
"Istri kamu ? Dia bilang dia cuma manager di sini. Dan istri kamu lagi ga ada !" Sahut Joanna tak percaya.
Liora menatap Joanna, dan kemudian ia berbalik menatap Aileen. Kemudian Liora hendak melangkahkan kakinya, namun dengan cepat Aileen menarik pergelangan tangan Liora dan mengangkatnya.
__ADS_1
"Ini buktinya kalo kamu ga percaya. Dijari dia tersemat cincin pernikahan kita !" Sahut Aileen begitu tegas.
"Ga mungkin Jho. Ga mungkin kamu punya istri cuma seorang manager cafe. Lebih baik kamu sama aku, jelas jelas aku yang terbaik buat kamu !"
"Kamu fikir mas Jhofan melihat sesuatu dari harta ? Kamu salah mbak. Dia punya hati yang tulus. Bahkan kalo saya gelandangan sekali pun pasti pasti mas Jhofan akan tetap mncintai saya !" Sahut Liora penuh penekanan. "Dan lagi, bukannya mbak udah menikah dan ninggalin mas Jhofan gitu aja ? Kenapa sekarang mbak mau kembali ke mas Jhofan, kemana suami mbak !" Lanjut nya dengan penuh emosi.
"Ra, sabar Ra !" Ucap Aileen merengkuh bahunya.
"itu bukan urusan kamu. Yang jelas aku kesini demi Jhofan. Dan kamu tau kan, kalo Jhofan dulu sangat mencintai aku ?"
"Itu dulu An. Sebelum kamu memilih menikah dengan pria itu. Aku udah lupain kamu, tentang kita setelah kamu menikah sama dia !" Aileen menyahuti.
"Oh ya ? Apa buktinya kalo kamu udah lupain aku Jho ?"
"Aku ga perlu buktiin apa apa ke kamu. Yang jelas sekarang aku benar benar mencintai Liora. Istri sah aku satu satunya dan ga akan pernah ada yang kedua An !" Sahut Aileen.
"Permisi mbak. Maaf mengganggu." Salah satu pegawai Liora datang.
"Ada apa Gha ?" Tanya Liora.
"Ada mertuanya mbak Liora !" Sahut Megha.
"Oh iya ? Kamu buatin minuman ya buat mama, sebentar lagi saya kesana !" Suruh Aileen pada Megha.
"Oke pak. Megha permisi ya !" Megha pun meninggalkan Liora, Aileen dan Joanna.
"Apa itu tante Keke ?" Tanya Joanna.
"Menurut kamu ?"
"Ayo mas. Kasian mama nanti nunggu lama." Liora langsung menarik tangan Aileen untuk menghampiri Mama Keke.
Joanna mengikuti langkah Aileen dan Liora. Ia sengaja karena ingin melihat bagaimana sebenarnya pernikahan Aileen dan Jhofan, yang menurutnya ini hanya pura pura.
"Mama. kenapa ga didalem aja ?" Sapa Liora pada mertuanya yang langsung disambut pelukan hangat. Bergantian dengan Aileen.
Mata mama Keke seketika membelalak menatap seorang wanita yang amat ia kenali, ia memicingkan matanya menatap gadis tersebut.
"Ngapain wanita itu ada disini ?"
Liora dan Aileen menoleh kebelakang dan mendapati Joanna yang sedang berdiri sambil tersenyum pada mama Keke.
"Tante.."
Joanna hendak memeluk mama Keke, namun dengan cepat mama Keke mencegahnya.
"Berhenti ! Saya tidak mau disentuh sama kamu."
__ADS_1