
Kamu !" Ucap Liora dan pria tersebut berbarengan.
"Kalian udah saling kenal ?" tanya Mahendra.
"iya yah." Liora
"iya om !" Aileen.
Sahut mereka berbarengan.
Ya pria tersebut adalah Aileen Jhofan Gavrien, sang dosen tampan yang mengajar difakultas Liora.
"iya, jadi Jhofan ini dosennya Liora dikampus !" Sahut Johan yang memang sudah mengetahui dari cerita Liora tempo hari saat ban mobil Liora bocor dan Johan mengantarnya.
"iya yah, pak alien. eh maksud aku pak Aileen ini dosen aku yang waktu itu nolongin aku dari Harland, yah !" Ucap Liora dengan sedikit ragu.
"wah wah wah.. mereka memang berjodoh ya mas !" Seru Indah senang.
"iya sayang, ga nyangka ternyata mereka udah saling kenal !" Mahendra pun menyahuti.
"kenapa kemarin om ga bilang kalo anak om itu pak alien. eh pak Aileen ?" Tanya Liora gugup hingga salah lagi mengucapkan nama Aileen dengan alien.
"Liora ga sopan ah, masa namanya Aileen dipanggil alien si ?" Seru Indah.
"iya maaf ya, udah kebiasaan soalnya. Maaf ya pak, bibirnya udah kaku soalnya !" Celetuk Liora sembarangan membuat mereka menggelengkan kepala.
"sudah biasa !" Jawab Aileen santai.
"jadi kamu orang yang udah selametin Liora dari kejadian itu ya Jho ? Terima kasih banyak ya atas bantuannya, om benar benar ga habis fikir jika kamu ga menolong anak om !" Ucap Mahendra.
"sama sama om, sudah sewajibnya saya harus melindungi Liora, pun dengan wanita wanita lain yang hampir menjadi korban pelecehan !" Sahut Aileen.
"jadi gadis yang kamu ceritakan itu Liora, Jho ?" Tanya Keke yang diangguki Aileen.
"tante senang kalian udah kenal bahkan udah saling dekat. Jadi kita ga perlu repot repot buat maksa mereka untuk menerima satu sama lain. iya kan Mas ?" seru Indah.
"Bunda apaan sih. ga enak kan Liora jadinya !" Bisik Liora pada Indah.
"gapapa sayang, benar apa kata Bunda kamu. iya kan Jho ?" Tanya Keke pada Aileen.
"iya Ma !" Ucap Aileen santai. Berbeda dengan Liora yang malah menjadi gugup.
"om kenapa ga cerita ke Liora kemarin kalo anak om itu pak Aileen ?" tanya Liora pada Johan dengan sedikit ragu.
"om sengaja ga bilang sama kamu pas kamu cerita kemarin, soalnya om takut kamu menolak pertemuan ini kalo kamu tahu siapa anak om !" Jelas Johan.
"jadi kemarin papa kekampus antar Liora ?" Tanya Aileen yang dingguki Johan. "dan papa juga tahu kalo kamu asa dibelakang mobil papa dari kaca spion. Cuma papa ga mau aja sapa kamu, makanya papa langsung pergi setelah antar Liora kemarin !" Sahut Johan.
"jadi gimana Jho, Liora. Apa kalian setuju buat menerima perjodohan ini ? secara kalian sudah lebih dulu saling mengenal." pertanyaan Johan membuat Liora semakin gugup dan bahkan bingung untuk menjawab apa pada Johan.
__ADS_1
"Iya sayang, gimana keputusan kamu ?" tanya Mahendra pada Liora.
"Liora bingung Yah mau jawab apa ? Liora terserah Ayah sama Bunda aja deh." Liora pun menjawab pasrah dengan keputusan kedua orang tuanya nanti.
"kamu gimana Jho ?" Tanya Keke pada Aileen.
"oke !" Sahut Aileen singkat.
Liora mengalihkan pandangannya pada Aileen saat Aileen berkata 'oke', dan Liora meminta jawaban dari ucapan oke tersebut. Aileen yang ditatap pun hanya tersenyum sambil mengangkat kedua belah bahunya.
"oke. kalo begitu berarti Jhofan menerima perjodohan ini. Dan kamu Liora, juga harus menerimanya !" Tukas Mahendra.
"i-iya Yah.. Liora mau !" Ucap Liora pasrah.
Semua pun terlihat bahagia dengan keputusan anak mereka yang menyetujui perjodohan ini, walau sebenarnya Liora masih berat hati karena masih ada nama Firly terukir dihatinya. Namun, dengan lapang dada ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menerima apapun yang diberikan oleh kedua orang tuanya adalah yang terbaik baginya.
"tapi Yah, Bun, Om, tanya, pak. Liora mohon rahasiain ini dari kampus dab teman teman Liora, biar nanti Liora sendiri yang bakal ngomong sama mereka." Pinta Liora.
"termasuk Mona, Mahesa, Arjuna dan Sisi ?" Tanya Aileen.
"iya pak. Liora ga mau mereka heboh duluan ngedenger berita ini, bapak tau sendiri kan mereka kaya gimana ? apa lagi Mona yang emang semangat mau comblangin Liora sama bapak !" Sahut Liora.
"jadi maksud kamu, orang yang dimaksud Mona sebagai sepupunya yang baru pulang dari Inggris dan lagi ngurus berkas buat melamar kerja jadi dosen itu, Jhofan ?" Tanya Indah.
"iya Bun. itu pak Aileen !" sahut Liora.
Aileen hanya tersenyum melihat wajah Liora yang berubah ubah sedari tadi.
"iya Ke. Anak kita emang jodoh ni !" Sahut Indah.
"yaudah, ayah sama bunda janji ga akan ngomong apa apa sama mereka sebelum kamu sendiri yang bilang !" Janji Mahendra.
"iya om juga sama tante janji sama kamu !" Ucap Keke.
"pak.." panggil Liora meminta jawaban.
"hmm.." hanya itu yang terdengar dari mulut Aileen.
"akh bapak mah ga seru deh !" Gerutu Liora.
"sayang.." Tegur Indah.
"eh iya, maaf bun kebiasaan dikampus soalnya !" Lirih Liora yang ditertawai oleh Aileen.
"iya, saya ga akan bilang sama tikus tikus kecil itu !" Seru Aileen sambil terkekeh.
"berarti aku juga tikus dong pak, Liora juga kan bagian dari mereka !" ucapan Liora membuat mereka tertawa renyah. Pun dengan Liora.
Setelah mendapat persetujuan dari Liora maupun Aileen, akhirnya mereka berenam memesan makanan dan segera menyantap makanan tersebut setelah dihidangkan.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Johan meminta Aileen mengantar Liora pulang atau pergi jalan jalan sebelum pulang. Awalnya Liora menolak karena merasa tidak enak dengan Aileen, tapi atas izin dari Mahendra dan Indah akhirnya Liora menyetujui untuk diantar Aileen.
Diperjalanan antara Liora dan Aileen tidak ada yang buka suara sedikit pun, hanya keheningan yang berada diantara keduanya.
Aileen mengajak Liora ke suatu tempat yang sebelumnya belum pernah Liora kunjungi yaitu taman bunga matahari. Terlihat banyak pengunjung yang sedang asik berfoto disanan.
Mata Liora tak berkedip menatap kagum pemandangan indah didepanya, hingga suara Aileen pun menyadarkan nya.
"ga mau turun ?" Ucap Aileen.
"eh.. mau pak !" Sadar Liora melepaskan sabuk pengaman dan turun dari dalam mobil.
Senyum yang merekah nampak jelas terlihat dari bibir mungil Liora, Aileen yang melihatnya pun ikut tersenyum.
"pak, makasih ya. bapak tau aja saya belum pernah kesini !" Seru Liora menatap Aileen.
"berarti saya tepat dong ngajak kamu kesini !" Sahut Aileen dan diangguli Liora.
"pak kesana yu, kita fotbar !" Ajak Liora yang kemudian berjalan meninggalkan Aileen yang belum sempat menjawab.
"oke." Seru Aileen.
Liora pun meminta Aileen untuk memotret dirinya dari jarak yang cukup jauh agar hasilnya terlihat banyak bunga bunga yang mengelilingi nya.
(anggap aja ini Liora ya readers)
Kemudian Liora memanggil seseorang untuk membantunya memotret dirinya berdua dengan Aileen.
(anggap juga ini Liora dan Aileen)
Setelah itu Liora mengambil kembali hp nya dan mengucapkan terima kasih kepada seorang yang telah membantunya.
"kenapa sih mukanya harus dititipin gitu ?" Tanya Aileen.
"gapapa pak, biar ga ketauan kalo itu bapak !" Sahut Liora sambil nyengir.
-
**Bersambung..
-
Ditunggu ya kelanjutan ceritanya, tetap stay dan jangan kemana mana.
__ADS_1
Jangan lupa buat taro kafyaku di perpustakaan kalian ya 😁**