Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Hari pernikahan


__ADS_3

Tepat hari ini Liora dan Aileen akan melaksanakan ijab kabul dikediaman mempelai wanita. Sudah selesai semua persiapan dan tinggal menunggu sang mempelai pria.



Mona, Sisi, Megha dan Allya terlihat begitu cantik dibalut dengan dress panjang berlengan pendek berwarna merah muda. Sedangkan Liora terlihat begitu cantik mengenakan kebaya bermodel gaun berwarna putih.


Terdengar suara rombongan keluarga mempelai pria yang sudah datang. Liora yang awalnya bisa tertawa lepas dengan keempat sahabatnya tersebut mendadak menjadi gugup dan salah tingkah.


"girls.. sumpah gue gugup !" Ucap Liora yang tangannya mulai berkeringat.


"santai Ra, santai !" Sisi pun mengibaskan tangannya ke wajah Liora.


"sumpah mbak, Megha ikutan deg degan deh !" Megha pun ikut mengibaskan tangannya ke wajah nya sendiri.


"begini kali ya nanti gue kalo ijab kabul sama si Mahes ?" Mona pun membayangkan dirinya yang sebentar lagi menyusul Liora.


"aduh Mon. Sumpah deh !" Tegang Liora.


Terdengar suara seseorang yang sedang menyambut rombongan besan dari dalam kamar Liora. Liora dan teman temannya pun mendengarkan kata demi kata, hingga akhirnya sang penghulu yang akan memulai acara ijab kabul nya.


"silahkan tuan, jabat tangan saudara Jhofan !" Titah pak penghulu.


Kemudian Mahendra pun memulai "Ananda Aileen Jhofan Gavrien. Saya nikah kan dan kawinkan engkau dengan putri bungsu saya yang bernama Nafiza Eliora Mahendra binti Firman Mahendra dengan maskawin seperangkat berlian dan satu buah rumah mewah beserta isinya dibayar TUNAI."


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA NAFIZA ELUORA MAHENDRA BINTI FIRMAN MAHENDRA DENGAN MASKAWIN TERSEBUT DIBAYAR TUNAI."


"bagaimana saksi ?"


"SAH..."


Lalu pak penghulu membaca doa untuk kedua pengantin. Kemudian pak penghulu mempersilahkan mempelai wanita untuk duduk di kursi samping mempelai pria.


Aileen segera mengambil kotak beludru yang terletak diatas meja dan membukanya kemudian dia menyematkan cincin tersebut ditangan Liora. Setelah selesai kini giliran Liora yang menyematkan cincinnya dijari Aileen.



Selesai sudah acara tukar cincin tersebut. Pak penghulu kemudian memerintah Liora untuk mencium punggung tangan Aileen, dan Aileen mencium kening Liora.


__ADS_1


Selesai dengan acara ijab kabul, kedua mempelai pun melaksanakan acara sungkeman dan meminta doa restu dari kedua orang tua mereka sebagai tanda penyerahan putra putri mereka. (kalo ini aku ga tau ya benar atau ga, tapi kalo di keluarga aku si kaya gini ya abis ijab kabul langsung sungkeman sam orang tua dan seluruh keluarga yang lainnya)


Sang pengantin pun berganti pakaian di siang hari karena akan segera melakukan acara foto bersama keluarga. Dan untuk pada bridesmaid dan groomsmen pun diperintah untuk mengawal kedua pengantin menuju altar untuk berpose bersama.



(anggap aja ini Liora dan para bridesmaid nya yak 😂)


kemudian Liora pun diarahkan oleh sang fotografer untuk melakukan pose mesra dengan Aileen.



Setelah itu barulah seluruh keluarga bergantian untuk melakukan foto bersama dengan pengantin secara bergantian hingga waktu menunjukkan pukul 16.25 menit.


(mohon maaf ya yang punya foto ini, aku ambil fotonya.. 🙏)


Semua keluarga Aileen pun undur diri dari kediaman Mahendra, tak terkecuali Mona yang memang masih keluarga Aileen. Kemudian Sisi, Allya, Megha yang merasa cukup lelah pun berpamitan pada Liora dan Aileen yang masih betah berbincang dengan keluarga besar Mahendra. Arjuna dan Mahesa yang bertugas mengantar jemput ketiga gadis tersebut pun mengantarkan mereka pulang dengan selamat.


Malam hari..


Saat semua sudah berada di kamar nya masing masing, tak terkecuali Aileen yang berada satu kamar dengan Liora pun telah menyelesaikan acara mandinya tersebut. Sedangkan Liora tengah sibuk membuka satu persatu kado yang ia dapatkan dari para sahabatnya.



"Pak lihat deh.. Bagus banget ya !" Liora dengn semangat memperlihatkan hadiah hadiahnya kepada Aileen.


Walau sedikit merasa malu, namun Liora tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya tersebut.


Aileen hanya tersenyum dan mengangguk pada Liora yang masih asik membuka kado kado tersebut hingga kado terakhir yang diberikan oleh Mona dan Mahesa.


Liora begitu terkejut dengan kado itu dan langsung mengangkatnya. Di pandangi barang itu hingga akhirnya Liora melemparkan nya ke sembarang atau sambil merutuki Mona dan Mahesa.


"awas lo berdua, kena lo besok dikampus ! ga jelas banget deh ih.." kesalnya.


Aileen pun langsung menunduk dan mengambil barang tersebut dan meneliti setiap inci barang yang sedang ia pegang itu.


"maksudnya kamu suruh pakai pakaian kaya gini ?" Aileen pun tersenyum nakal pada Liora yang masih memelotot kan matanya.


"udah Pak, buang aja aku ga mau pake baju kaya begituan !" Seru Liora.

__ADS_1


Aileen bukan membuang ketempat sampah, melainkan memasukkannya kedalam laci nakas disamping tempat tidur.


"Ra, bisa ga kamu jangan panggil saya bapak kalo lagi ga dikampus ? Saya ga setua itu Ra buat jadi bapak kamu, bahkan umur kita aja cuma beda lima tahun !" Ujar Aileen.


"maaf. tapi saya bingung mau panggil bapak apa ?"


"kemarin kamu panggil saya apa pas di depan orang tua kita ? saya fikir itu ga buruk."


Liora mengingat kembali ketika sedang merencanakan pernikahan nya. Johan dan Keke yang mendengar Liora masih memanggil anaknya dengan sebutan 'Pak' membuat Johan dan Keke saling pandang, dan kemudian Keke meminta Liora memanggil anaknya dengan sebutan yang lain. Hingga akhirnya Liora memutuskan untuk memanggil Aileen dengan sebutan 'Mas'.


"oke deh. Nanti aku coba buat panggil bapak dengan Mas !" Jawaban Liora membuat senyum Aileen begitu merekah.


Entah apa yang terjadi pada Aileen ?


Tapi semenjak Liora mulai menerima dirinya sepenuhnya menjadi suaminya, Aileen mulai merasakan getaran dihatinya.


Malam pun semakin larut, kedua pasangan suami istri itu pun memutuskan untuk segera tidur karena besok mereka akan kembali pada aktivitasnya masing masing. Eits.. tentunya mereka tidak tidur dalam satu kasur, melainkan Aileen tidur disofa yang berada didalam kamar tersebut. Walau mereka sudah cukup dekat dan tak ada rasa canggung lagi diantara mereka, namun Aileen tetap menepati janjinya pada Liora yang belum sepenuhnya siap menjadi istrinya.


Pagi hari..


Liora yang sudah terlebih dahulu bangun pun membangunkan Aileen dan mengajak Aileen untuk menjalankan ibadah sholat subuh, dan tentunya Aileen lah yang menjadi imam sholat mereka. Setelah itu Liora turun kebawah dab menuju dapur untuk membuatku teh hangat tanpa gula untuk suaminya, dan membawanya kedalam kamar.


Aileen pun terkejut dengan sikap Liora yang tanpa dipinta langsung saja menyiapkan nya. Ya Liora mengetahui dari Keke sang mama mertua, jika Aileen selalu meminum teh hangat tanpa gula selesai mandi.


"diminum pak. Eh maksudnya mas !" Ucap Liora sambil meletakkan gelas diatas meja kecil.


"makasih ya. Pasti mama deh yang kasih tau kamu soal ini !" tebak Aileen sambil mengambil gelas berisi teh hangatnya dan langsung menyesapnya.


"iya pak. eh mas. mama bilang kamu punya kebiasaan setelah mandi selalu minta dibikinin teh hangat tanpa gula. Aku nya baru inget sekarang, semalem lupa maaf ya !" Ujar Liora.


"gapapa. Lagi pula aku juga udah terlalu capek semalem jadi lupa juga buat minta kamu bikinin teh !" Sahut Aileen.


Kemudian Liora berjalan menuju lemari dan mengambil paperbag yang kemarin dititip sang mama mertua padanya. "mas, ini baju kerja kamu !" Liora meletakkan kemeja berwarna biru dan celana hitam yang baru saja dikeluarkannya diatas tempat tidur.


-


Bersambung..


-

__ADS_1


__ADS_2