
Dan... satu... dua... tiga... Dor...
"DIANDRA !!!!!!!!!!!"
"ANGEL !!!!!!!!"
Diandra pun tak sadarkan diri dalam sekajap mata dia terjatuh dari duduknya. Angel yang terkena tembakan dibagian kaki pun menjatuhkan pistolnya dan ia terjatuh kelantai dengan masih sadar dan merasakan kesakitan yang luat biasa.
"Angel, lo harus tahan gue akan bawa lo kerumah sakit !" Mike dengan cepat membopong tubuh Angel dengan kaki yang banyak mengeluarkan darah.
"maafin gue Mike. cuma ini yang bisa gue lakuin !" Ucap Ilham pada Mike dan mike pun mengangguk mengerti.
"sayang.. sayang bangun sayang !" Noval pun menepuk nepuk pipi Diandra.
Pengawal Noval yang masih berada diluar pun diperintah Mahendra untuk mendampingi Mike, saat melihat Mike keluar dengan membopong Angel. Hanya dengan anggukkan Mike memberi kode pada Mahendra bahwa semua baik baik saja. Mahendra pun langsung menuju ke ruangan dimana Diandra disekap bersama Agus dan dua pengawal.
"Diandra.." Teriak Agus dan Mahendra panik.
"Ada apa dengan Diandra, Val ?" Tanya Agus sambil memegang tangan Diandra.
"dia pingsan Pa, kayanya dia shok !" Sahut Noval.
"Val ayo kita bawa Diandra kerumah sakit, ayah takut terjadi sesuatu sama Diandra !" Suruh Mahendra.
Noval dan Agus pun membopong Diandra menuju mobil dan meletakkan Diandra di kursi belakang, dengan Noval memangku kepala Diandra. Sedangkan Ilham dan seorang pengawal berada di kursi depan. Mahendra dan Agus berada di mobil satunya dengan seorang pengawal yang menyupiri.
Sesampainya mereka dirumah sakit, Diandra langsung ditangani oleh seorang dokter. Saat menunggu Diandra, Ilham mendapati Mike yang sedang berjalan kearah ruang oprasi. Ilham pun mengikuti langkah kaki Mike dan akhirnya Ilham pun menepuk bahu Mike.
"Maafin gue Mike. Gue ga bermaksud bikin adek lo celaka, tapi gue ga tau harus berbuat apa !" Seru Ilham menyesal.
"Lo tenang aja Ham, gue ga akan menyalahkan lo. Mungkin ini memang yang harus lo lakuin agar Angel berhenti, dan terima kasih karena lo Angel ga jadi seorang pembunuh !" Sahut Mike sambil menepuk bahu Ilham.
"makasih Mike !" Ilham langsung memeluk Mike. "gimana Angel sekarang ?" Lanjut Ilham.
"Ga ada yang bermasalah, tinggal menjalankan operasi pengangkatan peluru di kaki nya !" Sahut Mike.
"syukurlah.." lega Ilham.
"gimana Diandra ?" Mike pun menanyakan keadaan Diandra.
"dia cuma shok. Mungkin sebentar lagi juga akan sadar !" Sahut Ilham.
__ADS_1
"apa gue boleh jenguk Diandra ?" Tanya Mike.
"sangat boleh !" Ilham pun menyahuti dengan senyuman.
Kemudian Ilham dan Mike pun berjalan menuju ruangan dimana Diandra sedang diperiksa. Noval yang menyadari kedatangan Mike pun langsung memeluk Mike untuk berterima kasih padanya karena telah membelanya. Kemudian Mahendra dan Agus pun melakukan hal yang sama dan menguatkan Mike dengan apa yang terjadi.
"Makasih banget ya, kalian masih perduli sama saya. padahal semua ini terjadi karena keegoisan adik saya !" Lirih Mike.
"Mike, yang salah adik kamu bukan kamu. Jadi sepantasnya kami melakukan ini pada kamu, om ga akan pernah menuntut apapun dari kamu. Hanya om mau Angel diproses secara hukum supaya dia merasa jera !" Jelas Mahendra.
"baik om. Mike akan lakukan apa yang om perintah, dan om jangan khawatir karna Mike sendiri yang akan menyerahkan Angel pada polisi !" Sahut Mike.
"Om harap kamu jangan marah dengan keputusan om ini, karna om tidak mau Angel sampai melakukan hal bodoh seperti ini lagi !" Ucap Mahendra.
Mike pun menggeleng "Mike ga akan marah atau kecewa sama om. Mike sangat berterima kasih pada om dan semuanya karena om hanya menginginkan Angel diproses hukum dan tidak mengambil semua saham dari perusahaan Mike !" Sahut Mike lagi.
"om tidak akan pernah melakukan itu, karena kamu sangat membantu Noval !" Mahendra kembali memeluk Mike dan menguatkan Mike.
Semenjak kepergian kedua orang tua Mike dan Angel dua tahun lalu karena kecelakaan yang disengaja oleh musuh, Angel pun tinggal bersama dengan Mike yang selama ini tidak pernah dianggap sebagai kakaknya karena status Mike yang hanya anak angkat kedua orang tuanya. Sejak saat itu emosi Angel semakin tidak terkendali, ia semakin menjadi seorang yang temperamental bahkan pada Mike sekalipun.
Dokter pun keluar dan memberitahukan bahwa keadaan Diandra baik baik saja, ia hanya shok dan kelelahan karen terus menangis.
"Val, boleh gue ikut lihat Diandra ?" izin Mike.
"Pasti boleh lah Mike." Noval pun menepuk bahu Mike dan masuk bersamaan.
Diandra pun masih terpejam dengan selang infus ditangannya dan seorang oksigen di hidung nya. Mike pun mengelus kepala Diandra sambil berucap "Maafin kelakuan adik gue ya Di, dia emang bodoh dia emang gadis yang bodoh. Gue harap lo ga pernah dendam dengannya dan memaafkan semua kesalahan yang pernah dia lakuin ke lo !" Ucap Mike tulus dan meneteskan air matanya.
"Lo tenang aja, Diandra wanita yang baik. Walau dia sedikit barbar dulu, tapi dia ga pernah membenci orang lain walau orang tersebut begitu menyakitinya !" Jelas Noval.
"Lo memang beruntung mendapatkan wanita seperti Diandra, andai Angel punya sikap malaikat seperti Diandra. Papa udah salah kasih nama Angel, karena sikapnya lebih ke penjahat. Seharusnya Angel ganti nama jadi Anabel !" Canda Mike pada Noval.
"wah parah lo, itu nama tulus dari orang tua lo Mike. hahaha" Ejek Noval.
"Dulu papa bilang sama gue, papa kasih nama Angel pada gadis kecilnya supaya waktu Angel besar dia memiliki sifat seperti malaikat dan selalu bisa menolong sesama. Tapi harapan papa salah, karena papa mendidik Angel dengan cara yanh salah." Jelas Mike.
"Semoga setelah kejadian ini, Angel benar benar menjadi malaikat yang selalu baik terhadap orang lain !" Doa Noval.
"semoga Val. oya, gue balik ya mau ke ruang operasi !" Pamit Mike.
"makasih ya, lo udah mau nolong gue !" Noval.
__ADS_1
"sama sama. kalo gitu gue permisi !" Mike pun keluar dari ruangan Diandra dirawat.
Kemudian mahendra dan Agus masuk menggantikan Mike yang kembali ke ruang operasi.
Diandra yang mulai tersadar pun sedikit demi sedikit membuka matanya perlahan. Ditatapnya langit langit berwarna putih sambil mengembalikan kesadarannya.
"Sayang.." Ucapan Noval membuat Diandra menoleh kearah suara.
"Mas.." Ucap Diandra begitu berat.
"alhamdulillah nak kamu sadar !" Ucap Agus.
"Papa.." Ucap Diandra. Kemudian dia menoleh pada Mahendra "Ayah.."
"iya nak. Ayah senang kamu selamat !" Ucap Mahendra.
"Mas.. Gimana keadaan Angel ? apa dia baik baik aja ?" Tanya Diandra.
"Sayang.. kenapa kamu malah tanya soal Angel, bahkan kamu baru sadar !" Sahut Noval.
"jawab mas, apa Angel baik baik aja. Angel ga mati kan mas ?" Tangis Diandra pun pecah.
"Sayang tenang.. Angel baik baik aja, dia cuma ditembak dibagian kaki sayang. Dia ga akan mati !" Jelas Noval.
"Mas Ilham kenapa tega tembak Angel, mas. kenapa ?" Diandra malah menyalahkan Ilham, padahal jika Ilham tidak bertindak mungkin dirinya lah yang mungkin akan tertembak oleh Angel.
"sayang, kalo ilham ga lakuin itu mungkin sekarang aku harus rela kamu dimakamin. apa kamu tega sama aku dan anak anak kehilangan kamu !" Jelas Noval.
"Ma-maaf mas.." Diandra pun menepuk Noval erat dan menangis dalam pelukannya.
"Maafin gue Di karena cuma itu yang bisa gue lakuin buat selamatin nyawa lo !" Ucap Ilham dari ambang pintu.
"Mas Ilham.. Maafin aku mas, aku ga bermaksud nyalahin mas. Aku cuma gamau terjadi sesuatu sama Angel !" Seru Diandra.
"gapapa Di. gue ngerti maksud lo !" Ilham mengelus rambut Diandra sambil tersenyum.
-
Bersambung..
-
__ADS_1