
Hai.. ketemu lagi sama aku.. maaf ya kalo sekarang ini telat updatenya 🙏🙏
🌲🌲🌲🌲🌲
Sore hari..
Sepulang Liora dan Aileen dari rumah Farllo, mereka langsung mengemas pakaian mereka masing masing karena besok mereka akan terbang ke korea pagi pagi sekali. Liora dan Aileen sama sama tak banyak membawa barang, hanya beberapa saja yang memang benar benar mereka butuhkan. karena mereka fikir jika baju mereka bisa membeli disana.
Setelah selesai dengan barang barang mereka Liora langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam, Liora berkutat dengan bahan bahan masakannya. Walau dirinya tak sepintar bunda kan kedua kakaknya dalam hal memasak, namun dia bisa memasak beberapa menu masakan yang dirasa mudah. Hampir maghrib Liora baru selesai dengan masakannya, lalu ia menatanya dimeja makan.
Liora pun kembali ke kamar nya dan segera mandi karena sebentar lagi adzan maghrib berkumandang. Setelah itu Liora sholat berjamaah dengan Aileen yang menjadi imam nya. Kemudian Liora mengajak Aileen untuk segera makan. Liora memasak sup ayam, cumi asam manis serta tahu dan tempe goreng.
"ini kamu yang masak ?" tanya Aileen.
"iya.. kenapa ga enak ya ?" Liora menatap Aileen.
"enak ko. aku suka !" Jawab Aileen sambil memasukkan makanannya kedalam mulut.
"sukur deh kalo ba.. eh mas suka !" Sahut Liora.
Mereka pun makan dalam keheningan tanpa ada yang bersuara. Selesai makan malam Liora langsung merapikan piring serta gelas kotor lalu mencucinya, sedangkan Aileen merapikan meja makannya. Walau Liora melarangnya namun Aileen tetap saja membersihkan meja tersebut.
"makasih ya mau bantuin saya !" Ucap Liora kaku.
"sama sama.. aku seneng ko ngelakuinnya !" Sahut Aileen.
"yaudah ya pak.. eh mas. Liora mau kekamar dulu mau cek laporan dari cafe !" Pamitnya dan langsung menuju kekamar.
***
Dicafe..
Vanno sedang mengirim laporan selama seminggu ini melalui email kepada Liora. Sedangkan Sisi, Mona, Mahesa dan Juna sedang terlihat serius dengan masalah mereka tentang Juna dan Sisi.
"Sorry ya guys.. gue cuma ga mau aja di cap sebagai pelakor !" Ucap Sisi setelah mendengar keluhan Juna dan Mona.
"siapa yang bilang lo pelakor Si ? gue ga pernah bilang kaya gitu !" ucap Mona lagi.
__ADS_1
Sisi hanya melirik kearah Juna tanpa berkata apapun.
"Si. gue minta maaf atas nama Cris, karena dia udah salah faham sama lo. Tapi lo kan tau kenapa gie putusin dia, itu bukan karena lo Si tapi emang karena Cris udah ga bisa lagi gue pertahanin !" Ucap Juna lagi mengulang perkataannya yang tadi.
"gue tau Jun, gue tau. Tapi apa Cris tau alasan lo yang sebenarnya ? ga kan !" Sahut Sisi dan Juna hanya menggeleng. "Itu makanya gue ngejauh dari kalian !" sambung Sisi lagi.
"itu salah lo Jun. Kenapa lo ga jujur sama Cris kenapa lo putusin dia biar dia ga salah faham sama Sisi." ujar Mahesa.
"iya gue tau gue salah. gue minta maaf ya Si sama lo. Dan please Si lo jangan menghindar lagi dari gue !" Juna.
"maaf Jun. Sebelum lo bisa jelasin sama Cris dihadapan gue, gue belom bisa terima maaf lo !" Lirih Sisi.
"oke. Gue akan bawa Cris ke hadapan lo dan gue bakal jelasin ke Cris yang sebenernya !" Juna.
"gue sama Mona bakalan jadi saksi !" Ucap Mahesa yang dinggukin Mona, Juna dan Sisi.
Ditempat lain..
Diandra dan Indah sedang dalam perjalanan pulang setelah menjenguk Angel dipenjara. Angel begitu terharu dengan Diandra yang selalu setia mengunjunginya setiap minggu, bahkan kali ini Diandra datang dengan membawa Indah sang mertuanya.
"Di, bunda sedih banget lihat keadaan Angel yang semakin kurus !" Ucap Indah membayangkan pertemuannya dengan Angel tadi.
"tapi gapapa sayang.. ini memang pelajaran bagi Angel supaya lebih bisa menghargai kehidupannya !" indah.
"iya sih bun.. tapi tetap aja aku ga tega lihat Angel, bun." Diandra. "oya bun, ayah gimana apa udah pulang kerumah ?" Lanjutnya.
"udah sayang.. mungkin sekarang ayah lagi makan malam sama anak anak." Sahut indah.
"jadi ga enak deh sama ayah kita pulangnya malem gini !" Diandra.
"gapapa.. kan ga setiap hari kita pergi pulangnya malam kaya gini Di !" Sahut indah.
"ada yang mau dibeli lagi ga bun, mumpung kita masih diluar biar sekalian ?" Tawar Diandra.
"kayanya ga ada deh Di. paling kita mampir ke minimarket aja ya buat beli ice cream. nanti yang didepan sana aja yang dekat rumah !" Sahut Indah lagi.
"yaudah bun !" Diandra pun fokus kembali dengan setirannya.
__ADS_1
Akhirnya mobil yang dikendarai Diandra tiba dihalaman rumah Mahendra. Zein dan Zeina langsung memeluk Diandra, sedangkan Rania tersenyum melihatnya.
"uhh.. anak mommy manjanya.." ucap Diandra manja.
"mommy sama eyang kok lama ?" Tanya Zeina.
"iyah maafin eyang sama mommy ya, soalnya tadi jalanan nya macet. Terus temannya mommy juga tadi lagi kurang sehat jadi kita temenin dulu deh !" Jelas Indah.
"iya eyang gapapa ko." Sahut Zeina.
"oya.. eyang punya ice cream buat kalian !" Indah mengangkat paperbag yang berisi ice cream.
"yeyeyeye..." sorak Zein, Zeina dan Rania girang.
"kalau mau ice cream harus cuci tangan dulu !" Ucapan Diandra membuat ketiga anak kecil itu berebut menuju wastafel untuk mencuci tangannya.
"aku udah.." Zein.
"aku selesai.." Rania.
"aku aku aku... aku udah selesai eyang !" Zeina.
Indah pun memberikan mereka masing masing satu kotak ice cream Wall's berukuran 700 gram dengan tiga varian rasa pada mereka. Zein, Zeina dan Rania begitu lahap memakan ice cream nya tersebut.
Setelah selesai memakan ice cream, Diandra mengajak mereka untuk segera menggosok giginya agar tidak berlubang. Kemudian Diandra mengantar mereka bertiga ke kamar nya dan membacakan sebuah dongeng yang dipinga Zeina. Mereka pun tertidur dengan lelap setelah Diandra membacakan dongeng hampir selesai.
Diandra keluar dari kamar anak anak kemudian ia menuju dapur. Lalu Diandra bergabung dengan ayah dan bundanya diruang tv, sambil membawa tiga gelas teh hangat dan cemilan untuk dinikmati bersama.
Mahendra menanyakan kabar tentang Angel, dan Diandra menjawab dengan sejujurnya pada Mahendra. Mendengar cerita Diandra, Mahendra pun merasa sedih namun Mahendra setuju dengan Noval dan Mike yang menghukum Angel lebih dari dua bulan supaya Angel bisa lebih menyesali perbuatannya selama ini. Walau sebenarnya Angel memang sudah menyesalinya dan kini ia telah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan bisa lebih bersabar dengan apa yanv menimpanya. Ia pun lebih mendekatkan dirinya kepada sang maha pencipta. Setiap hari rabu ia dan teman yang lainnya selalu ikut mengaji dan mendapatkan pencerahan dari sang ustadz yang memng didatangkan. Dan disetiap sesi curhat, Angel selalu menumpahkan segala keluh kesah nya dan bahkan ia menceritakan keburukannya sendiri agar ia merasa lebih tenang dalam fikiran nya. Ustadz pun setia mendengarkan segala keluh kesah Angel dan teman temannya tanpa berkata kasar atau mengatainya.
*
**
***
Maafin ya kalo aku jarang up karena ada satu kesibukan yang ga bisa ditinggalkan.
__ADS_1
Terus beri like dan vote untukku sebanyak banyaknya ya, dan maaf kalo ceritanya ga sesuai dengan harapan kalian 🙏🙏