
Hari Minggu
Hari ini adalah hari dimana Liora sangat enggak beranjak dari kasur empuknya dan semakin menenggelamkan kepalanya dibawah bantal dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, ketukan demi ketukan mulai terdengar dari sang Bunda yang meras heran dengan anak bungsunya karena tak biasanya Liora bersikap malas seperti ini walaupun ini hari minggu.
"Iya Bunda... Liora udah bangun ko !" Teriaknya dari dalam kamar ketika untuk kesekian kalinya sang Bunda mengetuk pintunya.
Terdengar suara klakson mobil dari luar gerbang rumah besar Mahendra, dan seorang security segera membukakan pintu gerbang tersebut. Kemudian mobil itu pun terparkir rapi dihalaman dan sang pengemudi turun dengan santai dari dalam mobil menampakkan sosok lelaki tampan nan gagah.
"Assalamualaikum.. pagi tante !" Sapa nya ketika sudah dibukakakan pintu oleh Indah, dan lelaki itu kemudian mencium punggung tangan Indah.
"waalikum salam. Pagi juga Jhofan !" Sahut indah. "ayo silahkan masuk.
Aileen pun segera menuruti perintah Indah dan duduk di kursi ruang tamu. "Sebentar ya, tante bikinin minum dulu." Indah pun menuju dapur dan membuatkan minuman untuk Aileen.
Saat indah masih membuat minum, Liora turun dengan muka bantal nya dan langsung menuju ke dapur tanpa menyadari bahw sedari tadi ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya.
"pagi Bunda.." ucap Liora dengan suara seraknya.
"pagi sayang.." Sahut Indah masih membuat minuman. "astaghfirullah.. Liora, kamu belom mandi ?" Kaget Indah.
"males ah Bun, sumpah mager banget aku bun !" Sahut Liora sambil meneguk segelas air putih hingga tandas.
Kemudian Liora membalikkan badannya dan ingin kembali kekamar, saat melangkahkan kakinya hingga batas ruang tamu Liora tersadar dengan sesosok lelaki yang sedang tersenyum kearahnya sambil terus menatap dirinya.
"pak Alien !" Lirih Liora. Kemudian ia memutar badan nya kembali ke dapur menemui sang bunda "Bunda kenapa ga bilang kalo ada pak alien disini ?" Bisik Liora.
Aileen masih terus tersenyum menahan tawa sedari tadi. "belom sempat !" Indah pun menjawab pertanyaan Liora sambil membawa nampan berisi segelas teh hangat untuk Aileen.
Liora hanya bisa menatap punggung sang bunda yang berlalu meninggalkanmu di dapur bersama bibi. "malu banget deh gue, mana masih pake piyama gini dan belom mandi !" Gerutu Liora terdengar oleh Bibi dan membuat bibi menjadi senyum sendiri.
"ah bodo amat, cuek aja deh gue !" Dengan PeDe Liora kembali melangkahkan kakinya menuju anak tangga tampa menoleh sedikit pun pada Aileen dan Indah.
"buruan mandi, abis itu pergi jalan jalan sama Jhofan !" teriakan Indah membuat Liora menoleh dan memaksakan tersenyum.
"maafin Liora ya, dia kalo dirumah suka seenaknya ! Tapi sebenarnya anaknya baik ko." Ujar Indah.
"gapapa tante, nanti saya pasti akan terbiasa dengan kelakuan Liora !" Sahut Aileen sopan.
"kalau begitu tante tinggal sebentar ya mau panggil ayahnya Liora dulu di paviliun, dia pasti senang kamu datang kesini !" Seru indah yang diangguki Aileen.
__ADS_1
Lima menit kemudian Indah kembali bersama Mahendra, dan Mahendra terus berbincang dengan Aileen. Sedangkan Indah asik berkutat di dapur dengan berbagai macam pekerjaan bersama sang asisten rumah tangga. Padahal masih sama seperti dahulu, tidak hanya satu asisten rumah tangga melainkan sampai lima bahkan delapan orang ART. Namun begitulah indah jika berada dirumah tidak betah jika tidak mengurus sendiri.
Liora turun sudah dengan berpakaian rapi, sedikit polesan diwajahnya dan rambut yang ikal dibagian bawah membuat pesona Liora semakin bertambah. Aileen yang mendapati keberadaan Liora begitu kagum dengan kecantikan Liora.
"ayo pak, kita jalan sekarang aja !" Ajak Liora.
"ayo !" Aileen pun berdiri dan berpamitan kepada Mahedra untuk membawa Liora.
"Jalan dulu ya Yah !" Liora mencium punggung tangan Mahendra pun dengan Aileen.
Diperjalanan..
Hening.. tak ada yanh bersuara, Liora hanya menatap layar ponselnya sesekali tersenyum. Sedangkan Aileen yang sedang menyetir terkadang menoleh kearah Liora sambil terus menatap kagum pada kecantikannya.
"pak.." Panggil Liora membuat Aileen menoleh padanya. "iya.." sahut Aileen.
"bapak kenapa si terima perjodohan ini ? kenapa ga nolak aja, ken jelas jelas banyak cewek di luaran sana yang mau sama bapak. Lebih cantik, lebih dewasa bahkan mungkin dia sayang dan cinta sama bapak ?" Pertanyaan Liora hanya membuat Aileen tersenyum. "pak.. jawab dong jangan cuma senyum !" Lanjut Liora.
"kamu kau tau banget alasan saya ?" Aileen malah bertanya balik.
"ya ga juga si, saya cuma heran aja sama bapak !" Jelas Liora.
Aileen pun memberhentikan mobilnya, Liora pun kebingungan dengannya dan mengernyitkan keningnya.
Jantung Liora berdebar dengan sangat kencang seperti lari maraton, ada perasaan yang entah apa didalam sana yang sulit diartikan. Senang dan haru menjadi satu, senyuman terukir dari bibir Liora atas jawaban Aileen yang membuatnya menjadi merasa melayang ke udara.
"bapak yakin ?" Tegas Liora sambil tersenyum kepada Aileen.
"saya meyakinkan diri saya sendiri !" Jawab Aileen.
Liora hanya memanggukkan kepalanya dan menatap lurus kearah depan, namun tidak dengan Aileen yang masih memandangnya sambil tersenyum.
"oke. kita lanjut lagi ya !" Ucap Aileen yang di iyakan oleh Liora.
Dua puluh menit berlalu dan tibalah mereka didepan sebuah gedung cafe yang tak asing bagi Liora sendiri. Ya benar ini adalah Liora's cafe miliknya, karena sebelumnya Aileen dan Mona sudah membuat janji.
"pak bukannya kita mau nonton ya ?" Entah dimana keberadaan otak Liora, sedangkan waktu masih menunjukkan pukul 09.15 pagi hari.
"kamu punya jam kan ? coba kamu lihat sekarang jam berapa !" Titah Aileen.
Liora pun melihat jam ditangannya, dan setelahnya ia tersenyum malu kearah Aileen. "ayo turun, Mona udah nunggu bosnya didalam !"
__ADS_1
"iya pak !" Liora pun membuntuti langkah Aileen, padahal disini dialah yang menjadi bos.
"pagi mbak.." Sapa Mega dari kejauhan dan sedikit bersuara kencang.
"pagi..." Sahut Liora.
"pagi buk bos.. pagi sepupuku yang mukanya lahi cerah !" Sapa Mona mengejek.
"ngapain si pagi pagi gini lo udah ngajak ketemuan aja ? Padahal kita janjian ngedate kan jam sebelas !" Cerocos Liora tanpa membalas sapaan Mona.
"santai dong, pelan pelan ngomong nya Munaroh !" Sahut Mona. "jadi gini, yang ngajak gue kesini itu orang yang duduk disamping lo. Dan terus katanya ada yang mau di sampein sama dia !" Lanjut Mona.
Liora kemudian menatap sinis pada Aileen. Mengerti dengan tatapan dari Liora, Aileen pun mengangkat suaranya.
"iya.. emang saya yang ngajak Mona janjian pagi ini dan disini !" Jelas Aileen.
"pak jangan macem macem dong pak, saya belom siap kalo mereka tau tentang kita !" Bisik Liora.
"saya ga mecem macem, saya cuma ga mau buat Mona kecewa !" Balas Aileen berbisik juga.
"ekhm.. ada gue kali disini, ngapain kalian bisik bisik. Kayanya ada sesuatu yanh disembunyiin ni !" Curiga Liora.
"Mon.. kayanya gue jujur aja deh sama Lo !" Seru Liora.
"Punya rahasia apa lo dari gue yang gue ga tau ?" Tanya Mona.
Liora pun menunjuk Aileen karena bingung memulai dari mana, namun Mona tak mengerti dengan maksud Liora. Sedangkan Aileen terkekeh melihat kebingungan Liora.
"sebenernya gue dijodohin sama Liora, Mon !" Tukas Ailee.
"apa ?" Kaget Mona.
"apa, pak Aileen dijodohin sama Liora ?"
Tiba tiba ada seseorang dibelakang mereka dan ikut terkejut.
-
**Bersambung..
-
__ADS_1
Pagi readers.. maaf ya kalo aku cuma up satu bab dalam satu hari, karna waktu ku terbagi dengan keluarga hihihi
Terus like dan vote ya para readers**