
"sama sama. sudah kewajiban saya sebagai manusia harus saling tolong menolong !" Jawab Aileen.
"ga usah kaku kaku deh, kan kalian mau gue jodohin. hahaha" ucap Mona.
Aileen menatap tajam Mona, Liora mencubit pipi Mona gemas.
"Udah sono lo belok belok, fk lo disana !" Liora mendorong Mona dan Mahesa.
"Ish Liora apa si. bentar napa !" Mona langsung mencium pipi Aileen.
"Mona..." Kesal Aileen.
"kebiasaan dari kecil Jho, yaelah.. ayo Hes !" Mona langsung menarik tangan Mahesa menuju ke fakultas seni.
Liora dan Arjuna tersenyum geli melihat Mona mencium Ailee. Sedangkan Aileen menahan kekesalannya sambil menatap kepergian Mona dan Mahesa.
"ayo pak kita ke kelas, apa bapak mau marah marah disini !" Ucap Arjuna membuat Aileen tersadar dengan umpatannya.
"iya ayo." Aileen pun berjalan beriringan dengan Liora dan Arjuna.
Semua mata yang berada dikelas memandang kearah pintu yang memperlihatkan sosok dosen tampan yang mereka kagumi (bagi kaum hawa) tentunya.
Liora dan Arjuna langsung melangkah menuju kursinya, Sisi yang memang juga dekat dengan Liora langsung bertanya perihal desas desus yang terjadi kemarin.
"entar aja gue ceritain, sekarang kita perhatiin dulu itu pak alien entar diomelin aja lo !" Bisik Liora pada Sisi.
Aileen pun mulai menjelaskan matkul nya hingga sati setengah jam, dan setelahnya Aileen memberikan tugas per kelompok yang masing masing kelompok terdiri dari tiga orang.
Tentunya Liora pasti akan mengajak Arjuna dan Sisi untuk bergabung dengannya. Banyak yang kecewa dengan keputusan Liora, karena mereka ingin sekali bisa satu kelompok dengan Liora yang pastinya para kaum adam.
"kalau sudah selesai, kalian boleh beristirahat dan selamat siang !" Aileen pun segera meninggalkan kelas menuju ruang dosen.
Seperti biasa Liora dan Arjuna akan pergi ke fakultas seni untuk menemui Mona dan Mahesa. Walau bisa saja mereka berdua pergi duluan ke kantin, namun rasanya tidak lengkap jika hanya mereka berdua saja tanpa menunggu kedua sahabatnya. Begitupun sebaliknya dengan Mona dan Mahesa.
-
Kantin
Saat Liora, Mona, Mahesa dan Arjuna sedang asik menikmati makanan yang telah dipesan ada dua orang gadis yang terlihat sexi datang menemui Liora dengan wajah yang terlihat marah. Dania dan Salsa, kedua gadis tersebut sangat dikenal dengan keseksian dan tubuh yang indah bahkan tak sedikit lelaki yang mengejar ngejar mereka.
Gadis yang bernama Dania langsung menarik tangan Liora yang sedang memegang sendok untuk disuapkan ke mulutnya.
Tring..
__ADS_1
Seketika sendok yang dipegang Liora pun jatuh kelantai. Liora menahan emosi dan hanya melirik sekilas pada Dania. Lalu Liora mengambil jus mangga dan meminumnya hingga tandas.
"Siapa lo ?" tanya Mona yang emosi.
"harusnya gue yang tanya lo siapa beraninya deketin pak Aileen ?" Tanya Dania sambil menunjuk bahu Liora kencang.
"hehh cewek sia...." Mona yang akan membalas perkataan Dania pun terhenti karena Liora langsung mengangkat tangannya.
"kenapa ? ga bisa jawab pertanyaan gue !" bentak Dania lagi.
"gue ga ada waktu buat ngejawab pertanyaan lo yang ga penting buat gue. Jadi mendingan lo pergi dari sini sebelum gue marah !" Ucap Liora begitu santai.
Liora mengangkat tangannya ketika kedua pengawalnya akan melangkah kearah nya.
"ga usah belagu deh lo jadi cewek, sepenting apa si hidup lo sampe sampe lo berani peluk peluk pak Aileen !" cela Salsa.
"lo kalo ga tau apa apa jangan asal bicara deh !" Mona yang emosi pun menunjuk Salsa.
"lo yang diem, ga usah ikut campur !" Bentak Salsa.
Mona yang semakin geram pun ingin sekali menjambak rambut Salsa namun dia teringat akan reputasinya jika ia berkelahi.
"Mona udah ya lo tahan emosi !" Mahesa pun memegang pundak Mona.
"emosi gue !" ucap Mona pada Mahesa.
"mau gue lo jauhin pak Aileen karna dia calon pacar gue !" Jawab Dania menekankan kata calon pacar.
"what ? calon pacar ! sejak kapan Jhofan suka sama cewek macam lo ?" Mona pun terkejut dengan perkataan Dania.
"songong banget lo panggil pak Aileen pake nama Jhofan !" Ketus Dania.
"suka suka gue lah, secara Jhofan itu sepupu gue !" Jawab Mona tak kalah ketus.
"hahaha.. ngaku ngaku lo sepupunya pak Aileen !" cela Dania.
"dari pada lo ngaku ngaku jadi calon pacarnya Jhofan, mendingan gue ngaku jadi sepupunya !" Mona pun ikut menyela Dania.
"kurang ajar lo !" Dania kesal dan akan menampar Mona.
Liora dengan cepat menangkis tangan Dania dan menghempaskan dengan kasar. "sampe lo berani sentuh sahabat gue, gue jamin saat itu juga lo akan kehilangan tangan lo !" Ancam Liora sambil memelintir tangan Dania.
"aawww..... Lepasin tangan gue ! sakiit.." Rintih Dania.
__ADS_1
"Liora lepasin tangan Dania, lo ga liat dia udah kesakitan !" Dengan ketakutan melihat Liora marah Salsa punmemberanikan dirinya.
Kedua pengawalnya melangkahkan kakinya untuk mendekati Liora namun dihentikan lagi oleh Liora.
"Stop dan diam ditempat ! atau kalian berdua gue pecat !" Teriak Liora membuat semua mata tertuju pada Liora menatap bingung, bahkan kedua pengawalnya pun hanya bisa diam.
Liora melepaskan tangan Dania sambil mendorong nya hingga tersungkur, lalu Liora menepukkan kedua tangannya seperti habis memegang yang kotor.
"Dania lo gapapa ?" Tanya Salsa sambil membantu Dania berdiri.
"awas lo ya, gue bakal laporin sama pak Aileen kalo kalian udah kasar sama gue !" ancam Dania sambil berjalan pergi meninggalkan kantin.
"laporin aja gue ga takut !" Mona malah menantang Dania.
"bikin emosi aja !" ucap Liora sambil menarik kembali kursinya. "sendok gue kemana ni, Jun lo ambil ya !" lanjut Liora.
"eh cewek setress.. noh liay sendok lo mental pas tadi tangan lo ditepak sama mak lampir !" Kesal Arjuna karena dituduh mengambil sendok Liora.
"eh iya lupa gue, karena termosi !" Liora pun cengengesan.
"emosi !" Teriak Arjuna, Mahesa dan Mona.
Liora kembali berdiri dan bertepuk tangan tiga kali, semua yang ada dikantin pun melihat kearah Liora.
"guys dengerin gue baik baik jangan ada yang potong ucapan gue apalagi sampe nolak !" Ucap Liora begitu tegas dan di sahuti kata "ya" dari mereka semua.
"bergunung Liora yang cantik, baik hati, dan tidak sombong abis dibikin kesel sama cewek ga jelas. Jadi hari ini Liora putuskan buat traktir kalian semua yang ada disini makan sepuasnya, dan yang udah habisin makanannya tinggal laporan aja sama penjualnya biar Liora bayar sekalian. Inget ga ada penolakan ya !" Liora berkata dengan manis dan lembut.
Semua siswa pun bersorak kegirangan mendengar perkataan Liora. "terima kasih Liora.." begitulah kira kira mereka kompak mengucapkan terima kasih pada Liora.
Liora kembali duduk dan meminta dibawakan sendok yang baru dan memesan es teh manis untuk nya minum.
"Mon, Hes.. Kayanya kita harus sering sering ni buat si Liora ngamuk kaya tadi, buar kita ditraktir terus !" Ledek Arjuna.
"perasaan tuh ya dimana mana orang mau traktir itu karena senang abis dapet kabar bahagia, nah ini anak malah abis melintir tangan tuh cewek malah traktirnya !" Mahesa pun kebingungan.
"bagi bagi rezeki lah. belum tentu mereka semua anak orang punya, pasti salah satu diantara mereka juga ada yang kekurangan apa lagi kalo mereka rantauan !" bukan Liora yang menjawab tapi malah Mona.
"tuh Mona pinter !" Sahut Liora dengan senyum.
-
**Bersambung..
__ADS_1
-
Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak banyaknya**