
10 tahun sudah berlalu dan Hana pun sudah cukup berbesar hati dan siap untuk menerima kenyataannya yang selalu membayanginya setiap saat pada waktu itu.
"wan.. kamu apa kabar dan pasti sekarang anak kamu juga udah besar ya ?" tanya Hana dengan senyum tapi masih dalam tangisnya.
"hmm.." Marwan mencoba tersenyum saat Hana menanyakan tentang anaknya. "kalian mau terus berdiri dan ga mau ajak tante Hana duduk ?" Marwan mengalihkan pembicaraan nya.
"ya ampun sampe lupa saking terhuranya ini Risya"
"haru Sya... haru !" sahut Diandra.
Hana tertawa kecil karena tingkah Farisya dan Diandra.
"ayo tan kita duduk di kursi depan aja, biar Diandra ambilin minum dulu !"
"ayo..." ucap Hana sambil menggandeng tangan Farisya yang di ikuti oleh Marwan.
"tante kenapa ga ada kabar sama sekali ? tante jahat banget tau tan sama kita !" omel Farisya pada Hana
"maafin tante ya Sya... HP tante dirampas orang makanya tante ga bisa hubungin orang tua kalian." jawab Hana sambil mengelus kepala Farisya dengan lembut.
"maafin tante karena udah bohong sama kalian". batin Hana
"kamu kapan balik kesini Han ?" tanya Marwan.
"baru 3 hari yang lalu Wan. ini juga aku masih harus beresin rumah" jawab Hana tersenyum.
"taraaa... minuman dateng, silahkan diminum mama Hana" ucap Diandra manja.
"Wan, saya permisi ya. sudah sore !" ucap Indah ketika berada didepan mawran dan lainnya.
Semuanya berdiri dan menundukkan badannya pada Indah tetapi tidak dengan Hana yang tidak mengetahui bahwa wanita tersebut adalah pemilik toko tempat mereka bekerja.
"hati hati nyonya. mas Ilham jagain nyonya jangan ngebut !" ucap Diandra.
"makasih sayang" indah mengelus pipi Diandra. Ilham hanya tersenyum kaku pasa Diandra.
Diandra terkejut dengan perlakuan Indah terhadapnya dan langsung memegang pipinya yang dipegang Indah tadi.
"hati hati ya mas !" ucap Farisya pada Ilham
"iya Sya.." sahut Ilham
Indah dan Ilham langsung keluar dan segera menuju mobil. Dan setelah kepergian Indah dan Ilham pun mereka kembali berbincang dan Diandra mengenalkan Noval sebagai pacarnya kepada Hana begitupun Farisya yang mengenalkan Ilham sebagai pacarnya. Marwan hanya menertawai tingkah kedua putri kecilnya tersebut.
*****
Diandra diantar pulang oleh Hana sampai didepan rumahnya dan segera turun dari mobil
"tan, mampir dulu yu emang ga kangen sama mama papa ?" ajak Diandra.
__ADS_1
"besok aja tante kesini lagi soalnya tante masih harus beresin rumah Di" tolak Hana
"yaudah deh kalo gitu Diandra masuk ya tan. makasih ya tante sayang !" ucap Diandra.
"sama sama. salam ya buat mama papa !" Hana langsung memajukan mobilnya menuju rumahnya.
"assalamualaikum. Diandra pulang..."
"waalaikumsalam." jawab mama papa. Diandra langsung mencium kedua tangan kedua orang tuanya.
"ayo tebak.. Diandra tadi ketemu sama siapa dan diantar pulang siapa ?" Diandra mengajak mama papa nya main tebak tebakan.
"paling juga ketemu sama fans kamu yang kamu bilang opa korea" jawab mama
"salah... cluenya itu cewek cantik dan dewasa" Diandra
"udah bilang aja ga usah main tebak tebakan sayang. Emang siapa yang abis kamu temuin?" ucap papa
"hmm.. penasaran ya papa ?" ledek Diandra. "Diandra habis ketemu sama mama Hana" ucap Diandra sambil tersenyum.
"Hana ?" mama papa berbarengan, Diandra menganggukkan kepalanya.
"kami seriusan Di kalo kamu abis ketemu sama Hana ?" selidik mama
"aku serius mama, aku ga bohong ko. Tadi mama Hana anterin aku pulang, terus aku ajak mampir tapi kata mama Hana besok mau kesini" jelas Diandra.
"bang, aku mimpi ga si ?" Tanya mama pada papa "sakit bang, ko cubit cubit si !" rajuk mama ketika mendapatkan cubitan pada tangannya dari papa
Sebenarnya Agus dan Safira sudah tau semua tentang apa yang menimpa Hana karena ayahnya Hana yang menceritakan semua kepada mereka.
"ya semoga aja ya bang kali ini Hana benar benar menerima semuanya" ucap mama
"emang ada apa sama mama Hana ma ?" tanya Diandra penasaran
"anak kecil kepo ya sama urusan orang tua !" ucap mama sambil mencubit hidung Diandra.
"Diandra udah besar maaa. mama sakiiit !" keluh Diandra sambil memegangi hidung nya.
"udah sana bersihin badan kamu terus makan dulu sana !" suruh papa
"udah makan ko tadi ditraktir sama mama Hana" jawab Diandra. "yaudah Diandra langsung istirahat ya capeeek" pamit Diandra dan langsung pergi ke kamar nya.
"bang.." panggil Safira dan Agus menoleh "apa Marwan mau terima Hana ?" tanya Safira
"kenapa kamu tanya kaya gitu ? emang Hana udah tau apa yang terjadi sama Marwan ?" Agus pun bertanya balik tetapi Safira menggeleng kan kepalanya. "yaudah biarin aja mereka jalanin kehidupan nya sesuai yang mereka mau. Kalo emang mereka berjodoh Allah pasti menyatukan mereka dek !" jelas Agus meyakinkan.
***rumah Hana***
Hana pun masuk kerumahnya dengan membawa beberapa paperbag belanjaannya dan meletakkannya dimeja kamarnya. Lalu dia beranjak kekamar mandi dan membersihkan dirinya dan tak lama dia keluar dan duduk didepan meja rias.
__ADS_1
"ya Allah kenapa rasa itu tiba tiba ada lagi ? padahal dalam 10 tahun aku udah membuang jauh dan ga mau mengingat semuanya.
"sadar Hanaaa !! kamu itu hatus tahu diri, orang yang pernah kamu cintai itu sudah menikah dan punya seorang anak." Hana tidak pernah tau tentang meninggalnya anak dan istri Marwan beberapa tahun lalu karena memang Hana benar benar menutup dirinya selama 10 tahun ini.
"astaghfirullah.. apa yang udah aku fikirin ini udah salah banget. Ampuni hamba Ya Allah karena mencintai seseorang melebihi apapun !" keluh Hana
Otak Hana masih terus beegelud dengan fikiran nya tentang Marwan dan istrinya, hingga akhirnya ia pun lelah dan mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas hingga pagi menjelang.
Tante Hana (Ayu Pratiwi)
*****
Sesuai ucapannya semalam kepada Diandra, Hana pun sudah mendatangi rumah Diandra sambil membawa rantang yang berisi masakan.
***tok tok tok***
"assalamualaikum." ucap Hana
"waalaikumsalam." sahut Safira "siapa si pagi pagi gini udah dateng bertamu ?" gerutu Safira sambil berjalan kearah pintu, dan ceklek... Safira terkejut dengan kedatangan Hana yang tersenyum manis dengan mata yang berkaca kaca.
"Safira..." Hana langsung memeluk Safira dengan erat
"Masha Allah Han, ini beneran kamu dan aku ga lagi mimpi kan ?" tanya Safira sambil mempererat pelukannya.
"aku kangen banget Fir sama kamu, aku kangen." tanpa terasa Hana meneteskan air matanya dibahu Safira
"ya ampun Han kamu berubah dan kamu semakin cantik dengan hijab kamu !" ucap Safira sambil melepaskan pelukannya. "ayo masuk Han, kita ngobrol didalam !" aja Safira
"hmm.. ini Fir aku cuma bisa bawain ini aja buat kalian. Aku belum sempet beli apa apa !" Hana menyerahkan rantang yang dipegang kepada Safira.
"Han kamu ga usah repot kaya gini, kamu pasti masih capek banget karena baru aja sampai"
"gapapa Fir, aku seneng ko !" sahut Hana
Agus yang batu selesai mandi pun keluar dari kamat dengan pakaian seragam kerjanya dan benar benar terkejut dengan keberadaan Hana diruang tamu.
"Hana...!" ucap Agus dan langsung disambut oleh Hana dengan senyuman manis Hana yang langsung berdiri.
Agus langsung memegang bahu Hana dan langsung memutar mutar badan Hana. "Hana ini beneran kamu Han ? ini beneran kamu ?" Agus begitu senang
"Stop Gus, cukup aku pusing !" perintah Hana dengan tertawa kegirangan "kenapa ? ada yang salah sama aku sampe kamu segitunya sama aku ga percaya ?" tanya Hana
Agus terus tersenyum tanpa mau menjawab ucapan Hana. "Gus.. aku beneran balik dan ga akan pergi lagi ninggalin kalian !" lanjut Hana
"ya kamu emang harus tetap disini, lanjutin kejar cinta kamu. kamu ga boleh menyerah !" ucap Agus membuat Hana tercengang dengan ucapannya.
*****
__ADS_1
Maaf ya kalo ceritanya muter muter tapi inilah ceritaku 😉😉
jangan lupa like and comment