
Setelah selesai membersihkan sisa makeup nya dan mengganti gaunnya menggunakan baju tidur, Farisya pun merebahkan dirinya dikasur dan menarik selimut sebatas pinggang nya.
Ilham masuk kedalam kamar dan segera mengambil handuk dari dalam tasnya dan segera menuju kekamar mandi.
Sedari awal Ilham masuk kekamar, Farisya tidak sedikitpun mengalihkan matanya pada Ilham. Tidak butuh waktu lama Ilham keluar hanya menggunakan handuk uang dililitkan dipinggang nya hingga batas lutut. Farisya terkejut dan dengan segera menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Astogeee.. Mas Ilham !" pekik Farisya.
lham terkekeh melihat ekspresi kaget Farisya dan segera mengambil baju dari dalam tasnya dan langsung kembali kekamar mandi dan keluar lagi sudah menggunakan kaos oblong dan celana boxer.
"udah buka, aku udah pake baju ko !" ucap ilham ketika hendak duduk disamping Farisya.
"huufft..." Farisya pun merasa lega karena sudah tak lagi melihat pandangan yang menurutnya memalukan.
"kamu kenapa kaget kaya gitu si ?" tanya Ilham sambil sedikit tertawa.
"ya kaget lah, kamu keluar kamar mandi cuma pake handuk doang !" Farisya pun memanyunkan bibirnya sampai 5 centi.
"ya maaf sayang.. aku udah kebiasaan, dan aku lupa kalo sekarang aku lagi ada dikamar kamu. Tapi kenapa harus ditutup si matanya, nanti juga kamu bakalan setiap hari bahkan berkali kali dalam sehari kamu lihat aku cuma pake handuk doang !" Ucapan Ilham membuat wajah Farisya menjadi memerah karena malu.
"apaan si mas. ngaco aja kamu ngomong nya !" Farisya pun memukul lengan Ilham sambil senyum kikuk.
"Sya.." menatap tajam Farisya. "apa aku boleh....." ucapan Ilham terhenti.
Farisya yang penasaran dengan ucapan Ilham pun memberanikan diri untuk bertanya "boleh apa mas ?" karena memang Farisya tidak tau maksud dari Ilham.
"hmm.." Ilham pun menangkup pipi Farisya dengan kedua tangannya dan cup Ilham pun mencium sekilas bibir Farisya.
"maaasss..." ucap manja Farisya.
"udah aku cuma mau minta itu aja ko. Sekarang ayo kita tidur, pasti kamu capek kan ?" Farisya pun mengangguk dan segera kembali menarik selimut nya hingga sebatas dada.
Ilham juga langsung merebahkan dirinya disamping Farisya dan menghadap nya, dipandang wajah Farisya yang juga menghadap Ilham.
"Sya.. aku boleh ga peluk kamu ?" Tanya Ilham.
"peluk ?" Farisya malah bertanya balik.
"iya peluk aja ko ga ngapa ngapain. ciusan deh !" Ilham pun meyakinkan Farisya.
Padahal tuh Farisya nya berharap lebih, tapi karena ilham takut Farisya nya nolak akhirnya Ilham nahan dulu buat ga lakuin itu sama farisya.
Farisya mengangguk dan dengan segera Ilham mengangkat kepala Farisya dan meletakkannya diatas sebelah tangan Ilham yang dijadiin bantal buat kepala Farisya. dan tangan yang satunya Ilham gunakan untuk merangkul pinggang Farisya.
Sebelum memejamkan matanya Ilham mencium kening Farisya dengan dalam, dan setelah itu Ilham mempererat pelukannya pada Farisya.
Farisya pun mengeratkan pelukannya pada ilham hingga akhirnya ia tertidur pulas.
Keesokan paginya Ilham dan Farisya sudah siap dengan koper miliknya, karena 3 hari kedepan Ilham dan Farisya akan pergi berbulan madu ke kota S. Diandra dan Noval yang setia pun mengantarkan mereka ke bandara, dan setelah itu mereka pulang.
Didalam perjalanan pulang Noval bertanya pada Diandra perihal rencana pernikahan mereka.
"Sayang, kamu kapan siap aku lamar ?" goda noval.
__ADS_1
"sekarang juga kamu lamar aku gapapa ko sayang !" Diandra malah menantang Noval.
Bak mendapat angin segar, Noval pun berniat melamar Diandra minggu depan. Dan Diandra pun menyetujuinya.
^^^^^
Pukul 2 siang. Ilham dan Farisya sudah sampai dihotel yang berada di bibir pantai, yang sebelumnya sudah dipesankan oleh Mahendra.
Ya memang Mahendra lah yang telah menyiapkan tiket dan hotel untuk Farisya dan Ilham berbulan madu.
"Aku ke toilet ya sebentar, kamu ganti baju aja dulu baru kita kepantai." ucap Ilham yang langsung menuju kamar mandi.
Farisya pun tanpa ragu membuka pakaiannya dan hanya menggunakan pakaian dalamnya saja. Saat selesai memakai hotpantsnya Farisya tidak sadar jika Ilham telah berdiri mematung melihat tubuh mulus Farisya.
"Sya..." panggil Ilham saat Farisya akan memakai kaos nya.
Terkejut dengan Suara Ilham, Farisya pun segera menutup bagian dada dan perutnya menggunakan kaosnya yang belum dipakai dan segera berbalik menghadap Ilham.
"ma...mas... kamu u..dah da...rii tadi disitu ?" tanya farisya gugup.
Perlahan Ilham melangkahkan kakinya menuju Farisya yang masih mematung menatap Ilham. Dan Ilham pun dengan perlahan melepaskan tangan Farisya yang masih menggenggam kaosnya yang dia pakai untuk menutupi tubuhnya.
"kenapa hatus ditutup ? aku kan suami kamu kenapa harus malu !" ucap Ilham dengan suara yang mulai berat. "badan kamu bagus banget Sya.." Ilham pun mulai mengelus bagian lengan Farisya hingga pergelangan tangannya.
"mas... aku malu !" Ucap Farisya pelan.
"kenapa harus malu sama suami sendiri !" sahut ilham yang terus mengelus lembut tubuh Farisya.
Farisya bergidik geli dengan sentuhan Ilham yang mulai menjalar kebagian pinggang dan punggung nya. Ilham menarik pinggang Farisya dan mendekapnya erat, sebelah tangannya mengangkat dagu Farisya. Dan dengan cepat Ilham mendaratkan bibirnya pada bibir Farisya.
Ilham semakin bersemangat dan melepaskan pagutannya dan beralih menciumi leher dan dada Farisya.
Farisya yang menikmati perlakuan Ilham pun tidak dapat mengendalikan dirinya, dia semakin menikmati setiap sentuhan Ilham.
Entah sejak kapan tubuh Farisya sudah tak mengenakan sehelai benang pun dan kini Farisya sudah diatas kasur dan Ilham terus melakukan sentuhan sentuhan lembut yang membuat farisya semakin melambung keatas awan.
Ilham pun mulai membuka pakaiannya satu persatu, dan saat Ilham akan mendekat, Farisya pun melihat junior Ilham.
Namun seketika Farisya mulai menikmati nya lagi karena Ilham kembali melakukan aksinya. Tangannya yang tadi bergerayang diatas gunung kembar milik Farisya, sekarang beralih menyentuh bagian sensitif Farisya. Sedangkan bibirnya terus saja menciumi dan memberikan tanda kepemilikan di dada Farisya.
Farisya yang sedari tadi menikmati pun tubuhnya mulai bergetar. Ilham yang sudah tidak tahan pun segera melancarkan aksinya.
"maaf ya kalo kamu nanti kesakitan." Bisik Ilham ditelinga Farisya, dan Farisya hanya mengangguk.
Dan.. Kalian pasti tau kan apa yang terjadi ?
Ilham menciumi kedua pipi dan kening serta bibir Farisya setelah mereka berdua telah mencapai puncak kenikmatan.
"makasih sayang, maaf aku udah nyakitin kamu." ucap Ilham masih dengan nafas yang terengah engah.
Farisya pun hanya menggeleng dan tersenyum pada ilham sambil terus mengatur nafasnya.
"gapapa ko mas, ini udah kewajiban aku sebagai seorang istri, jadi aku ga merasa tersakiti !" Sahut Farisya.
__ADS_1
Ilham menarik selimut menutupi tubuhnya dan tubuh Farisya yang polos dan kembali memeluk Farisya.
Karena lelah habis olahraga siang, akhirnya mereka berdua pun tertidur dengan saling berpelukan. Dan rencana awal mereka untuk pergi ke pantai pun gagal.
Diandra yang mulai bosan terus berdiam dirumah sepanjang hari pun merengek kepada Noval agar di izinkan kembali bekerja ditoko yang dimanageri oleh Marwan.
Ditempat lain
Noval yang tadinya tidak mengizinkan akhirnya denga berat hati menyetujui permintaan Diandra dengan syarat Noval yang akan mengantar jemput nya. Diandra pun menyetujuinya dengan senang hati karena baginya akan mengirit ongkos. hahaha
Marwan dan Hamida terkejut melihat Diandra dan Noval, namun dengan cepat Hamida langsung berhamburan memeluk Diandra.
"gue kangen sama lo Diandra, i miss you !" ucap Hamida dengan masih memeluk Diandra.
"miss you to, gue juga kangen sama lo ! oya kenapa lo ga dateng ke acara pernikahan Farisya ? temen macam apa lo !" gerutu Diandra.
"gue sakit Di. kalo ga percaya tanya aja sama pak bos. ini aja gue baru mendingan !" sahut Hamida.
Diandra pun meletakkan punggung tangannya di kening Hamida yang sudah tidak panas, lalu Diandra pun menempelkan punggung tangannya lagi di bokong nya sambil berkata tanpa dosa "oh iya, lo beneran sakit !"
Seketika Diandra mendapat toyoran di kepala ya dari Hamida. "sialan lo, dasar teman durhaka !" omel Hamida.
"hahahaha" Tawa Diandra.
Noval pun tertawa melihat Diandra dan Hamida.
"lo ngapain kesini ?" tanya Hamida.
"gue ?" Diandra menunjuk wajahnya dan Hamida pun mengangguk. "ya mau kerja lah. masa mau belanja man ada duit si gue !" Diandra langsung menjulurkan lidahnya pada Noval.
"ish.. geje banget lo jadi manusia !" Hamida tidak mempercayai perkataan Diandra.
"sayang, kamu pulang aja sana nanti aku kabarin kalo udah pulang !" usir Diandra pada Noval.
"iya aku pulang, nanti selesai pulang kantor aku jemput kamu. Jangan lupa makan siang nya ya !" Noval pun mencium kening Diandra dan segera pergi meninggalkan toko N3 Fashoin miliknya.
"lo sendirian Da disini ?" Diandra memutar badannya mencari cari karyawan lainnya.
"ga ko, gue berdua sama temen gue. Sekarang dia lagi antar pesenan tante Hana disuruh pak bos !" Jawab Hamida yang langsung duduk di kursi kasir.
"ohh.. seperti itu !" jawab Diandra yang ikutan duduk disamping Hamida.
"lo ngapain si pake segala pengen kerja lagi secara kehidupan lo udah enak Di. Kuliah dibiayain sampe kelar berdua Farisya dan sebentar lagi lo kan mau di nikahin sama si Noval ?" cerocos Hamida bingung.
"lo tau gue kan Da, gue itu ga mungkin selalu ngandelin uang yang dikasih sama Noval buat kebutuhan gue. Gue belum sah jadi istrinya Da, masa iya gue harus bergantung sama dia terus ?" jawab Diandra.
"iya juga si ya, pasti gue juga kalo jadi lo akan ngelakuin hal yang sama Di. Tapi kenapa lo malah balik kerja disini, lo kan sekarang udah sarjana ni kenapa ga coba ngelamar kerjaan di perkantoran ?" tanya Hamida lagi.
"ga mau ah, gue lebih nyaman kerja disini. Soalnya disini itu gue bebas mau berbuat apapun tanpa harus merasa tertekan dengan atasan gue. Ya sambil nungguin Noval ngelamar gue juga si. hahaha" Jawab Diandra.
"yaudah semerdeka lo aja deh, gue mah ikut apa kata lo aja ! Tapi gue seneng akhirnya gue ga sendirian lagi karena ada lo !" ucap Hamida sambil merangkul bahu Diandra.
Sebenarnya Diandra merasa sangat begitu kesepian karena sekarang sahabat terbaik nya sudah menikah, bahkan Tata dan Cantika sekarang sudh sibuk dengan dunianya masing masing. Bagaimana tidak kesepian, setiap hari Diandra selalu bersama dengan pada sahabatnya dan selalu menghabiskan waktu bersama baik dikampus atau ditempat lain.
__ADS_1
Setengah jam kemudian datanglah seorang pria berseragam N3 fashoin dan segera menyerahkan uang yang telah diterima dari Hana.