
Noval dan Diandra pun kembali pulang setelah hari semakin sore. Dan mereka sampai tepat didepan rumah Diandra pukul 8 malam.
Noval langsung meninggalkan halaman rumah Diandra dan menuju kerumahnya. Sesampainya dirumah, Noval langsung disambut dengan beberapa design undangan yang terlihat sangat cantik.
Setelah memilih dan memilah, Noval pun masuk kedalam kamarnya dan segera membersihkan dirinya yang sedari pagi sudah sibuk dengan pindahan rumah Ilham dan Farisya.
Noval pun merebahkan dirinya diatas kasur sambil menatap foto Diandra.
"ga nyangka sebentar lagi kamu akan jadi istri aku, bersyukur banget punya calon istri kaya kamu sayang. Ga memanfaatkan aku, bahkan dengan tulus kamu menerima keadaan aku yang bukan siapa siapa dulu !" ucap Noval terlihat bahagia.
Tanpa disadari Noval sedari tadi Ayahnya sudah berdiri dan menatap bahagia pada Noval dari ambang pintu.
"ekhm.. ekhm.." deheman Ayah Mahendra pun membuyarkan lamunan Noval tentang Diandra.
"eh Yah, dari kapan ayah disitu ? ayah ngintip anak sendiri ni ya ?" ucap Noval sambil merubah posisi tidurnya menjadi duduk.
"Val, Ayah ga nyangka sebentar lagi kamu akan menikah, dan sekarang ayah udah punya cucu pula dari kakak kamu. Dan mungkin sebentar lagi putri bungsu ayah akan dilamar seorang lelaki." ucap Mahendra.
"Noval juga ga nyangka yah, padahal usia Noval baru menginjak 25 tahun. Tapi Noval udah bisa nikahin anak orang ! hahaha" Noval bukannya serius malah mengajak ayahnya bercanda.
"ya kamu persis seperti ayah, menikah diusia yang mungkin orang bilang belum mapan !" sahut Mahendra. "tapi ayah yakin kalau kamu bisa bertanggung jawab penuh dengan semua !" Mahendra menepuk bahu Noval.
"yah.. makasih ya Ayah udah percaya in Noval buat memegang perusahaan. Padahal Noval belum bisa sebaik ayah mengurus pekerjaan !" Ucap Noval.
"Ayah yakin kamu bisa Val, terlebih kamu dibantu Raga dan Kiki yang selalu berada didekat kamu !" Ayah pun selalu meyakinkan Noval.
Noval hanya mengangguki ucapan Ayahnya yang sudah yakin 100% dengannya, walaupun Noval sebenarnya masih meragukan dirinya sendiri.
"yaudah kamu istirahat, besok harus kekantor lagi kan ?" Ayah pun segera keluar dan menutup pintu kamar Noval.
"ahh.. semoga aja gue bisa menjalankan amanat ayah !"
Noval pun memejamkan matanya dan karena lelah akhirnya dia pun tertidur hingga pagi.
-
Skip
2 bulan kemudian.
Menjelang Pernikahan
Satu hari sebelum acara pernikahan dilangsungkan, dirumah Diandra begitu sangat ramai berkumpul keluarg besar serta pada sahabat Diandra dan Noval. Namun tidak dengan Noval sendiri karena memang masih dalam pingitan.
Dikamar Diandra, Farisya, Tata, dan Cantika pun sedang asik berbincang, sedangkan Ilham Angga, Adam dan Helmi ikut bergabung dengan keluarga Diandra termasuk kakek dan nenek Diandra.
Diandra yang mulaibosan terus berada didalam kamar pun memutuskan untuk keluar dan bergabung diluar.
"Ma, Pa.. bosen deh !" Keluh Diandra yang langsung duduk disamping Papanya.
"huust ga boleh gitu akh, beberapa jam lagi kan kamu mau menikah !" ucap Nenek Diandra.
__ADS_1
"masih besok nek, bukan beberapa jam lagi !" Sahut Diandra.
"ya sabar aja si Di, ngebet banget lo kayanya !" ledek Cantika.
"yang ngebet siapa, yang nikah duluan siapa ?" Tata pun meledek Cantika.
Ya benar, 2 minggu yang lalu pernikahan Cantika dan Helmi sudah berlangsung.
"ehh ko jadi gue si dibawa bawa ?" kesal Cantika.
"lo ngapah Sya muka lo pucet ?" Tanya Adam yang tak sengaja melirik Farisya.
"ga tau ni, kayanya badan gue ga enak banget deh, kepala gue juga pusing ni !" Sahut Farisya.
"sya kita istirahat aja deh yu !" ucap Bunda pada Farisya.
"iya sayang, kamu pulang aja sama bunda. sebentar lagi aku nyusul kamu." suruh Ilham.
"yaudah ya gue duluan gapapa kan Di, guys ? Sumpah ni kayanya gue masuk angin deh !" Tanya Farisya pada teman temannya.
"masuk angin karena kebanyakan bergadang sama kak Ilham si lo, jadi kaya gitu deh !" ledek Cantika.
"yeyy kalo ngomong suka bener deh Cantika !" Diandra sambil menoyor kepala Cantika
"sembarangan, gue gibeng kempes tuh pipi !" Walau sedang pucat Farisya masih sempat membalas ucapan Cantika.
"udah udah jangan pasa ribut deh, umur kalian kan udah pada dewasa masa masih kaya anak kecil si !" omel Mama.
"yaudah San, kamu bawa Farisya pulang sana. Kasian dia lagi sakit. Semoga aja besok kamu udah enakan ya Sya, jadi bisa dampingin Diandra nikahan !" Safira pun mendoakan.
"makasih Mama.. yaudah ya Risya pulang dulu.. bye semuanya !" Farisya dan Bunda pun pulang kerumah kakek Farisya.
"Tata.. lo kapan ni nyusul kita kita pada ?" Tanya Cantika.
"sayang.. kapan kamu halalin aku ?" bukannya menjawab pertanyaan Cantika, tapi Tata malah bertanya pada Angga.
"hmm.. kamu maunya kapan sayang ? apa mau besok juga bareng sama Diandra dan Noval ?" Uca9 Angga penuh senyum menggoda.
"cciiieeee....." semua pun menyoraki Tata dan Angga.
"ish sayang, aku kan jadi malu !" Tata pun menyelusupkan wajahnya di paha Diandra.
"hahahahaha" tawa mereka semua pecah karena melihat Tata yang sedang merasa malu.
-
Dikediaman Mahendra
"Cie cie.. yang besok mau ijab qobul udah latihan aja jadi ayah !" ledek Liora yang melihat Noval Menggendong anak Nindya.
"cie cie.. ada yang sirik karena belum dapet restu dari ayah ni yeee !" Balas Noval sambil terkekeh.
"ah ga asik, balesnya pake segala bahas Firrly ?" Liora pun menjadi cemberut.
__ADS_1
"wah bentar lagi bakalan ada badai ni sayang !" Raga pun meledek Liora sambil memeluk bahu Nindya.
"bang Ragaaa... Bundaaaaa... Kakak sama Bang Raga jahat, mereka bully aku Bun !" Liora pun berteriak sekencang mungkin, hingga anak Nindya menangis ketakutan.
"hhhuuuwwwaaa..." (anggap aja itu tangisan anaknya Nindya ya guys.. 😁)
"tuhkan dek, Rania jadi nangis karena ngedenger suara kamu yang cempreng kaya tak gitu !" Omel Nindya.
"habisnya kalian jahat si sama aku kak !" Cemberut Liora.
"udah udah, kalian kalo kumpul pasti aka berantem deh. Tapi kalo ga ketemu sehari aja pasti nanyain kemana kemana !" omel Bunda.
"Liora, kamu pergi sama pak supir ambil baju Bunda ya di butik !" Suruh Bunda.
"yaudah, aku juga mau beli kebaya buat besok. Mau tampil beda dari sebelumnya !" Ucap Liora dengan gaya centil nya.
"ganjen lo dek. Yang ada Firly ilfeel sama lo yang alay !" Ledek Noval lagi.
"Liora... kamu masih ada hubungan sama Firly ?" Bunda berkacak pinggang.
"udah ga Bun, cuma Firly yang masih usaha. Tapi ya aku juga belum bisa moveon Bunda... hhhuuuaaa... " Liora pun pura pura menangis sedih.
"Kak.. perasaan dulu gue punya adek ga sebobrok ini deh. Dia adek kita bukan sih kak ?" Tanya Noval pada Nindya.
"bukan deh Val kayanya, gue juga ga punya adek bobrok kaya dia !" Nindya malah meladeni lwdekan Noval pada Liora.
"ahh BeTe deh Liora disini. Yaudah deh bun, Liora ganti baju dulu baru berangkat !" Liora pun segera menuju kamarnya dan berganti pakaian, setelah itu Liora langsung pergi diantar supir pribadi di rumah nya.
"beneran ngambek dia ?" Kekeh Noval.
"seneng banget kamu ya ledekin adek sendiri !" Bunda pun menjewer kuping Noval.
"aww... aw... sakit bun sakit !" Rintih Noval sambil memegangi kuping nya.
"eh bun tunggu." Noval mengenal tangan bundanya.
"kenapa ?" tanya bunda.
"bun, mau tanya deh. kenapa si bunda sama ayah kayanya benci banget sama Firly ? Dia kan anaknya baik bun, terus juga Firly itu kayanya sayang banget sama Liora Bun !" Ucap Noval.
"kamu nanti akan tau siapa Firly sebenarnya !" Bunda pun langsung berlalu meninggalkan ruang keluarga dan menuju dapur.
"puas ?" tanya Raga yang memang sudah mengetahui sosok Firly, termasuk Nindya.
Noval hanya mengangkat kedua bahunya pada Raga dan Nindya.
-
**Lanjut yuck... 👉👉
Tunggu kelanjutannya ya readers, jangan lupa like komen rate dan vote.. 😘😘**
__ADS_1