
Tidak lama Marwan pun kembali dengan membawa 2 kantong makanan dan memberikan satu untuk Noval.
"makasih bos,, jadi enak dong saya ditraktir hehehe" ucap Noval enteng
"saya tinggal hitung dan tinggal potong gaji kamu. hahaha" sahut Marwan sambil tertawa.
"sukurin lo... hahaha" ledek Farisya
sedangkan Diandra, jangan ditanya dia pun tertawa terbahak bahak melihat reaksi Noval yang langsung memanyunkan bibirnya.
"aku terdzolimi tuhaaan" ucap Noval dengan memelas dan ikut tertawa dengan tingkahnya sendiri. Ruangan Marwan pun menjadi ramai karena Noval.
Satu jam kemudian toko kembali buka tetapi Diandra tidk diizinkan Marwan untuk kembali bekerja. Marwan menyuruh Noval mengantarkan Diandra pulang karena Marwan harus mengecek beberapa pekerjaannya.
Sebenarnya Diandra tidak mau pulang, tapi karena desakan Marwan yang mengatakan tidak enak dengan papa nya pun akhirnya Diandra menyetujui untuk pulang dan diantar Noval.
***
"kamu masuk dulu ya, minum dulu !" suruh Diandra yang sudah sampai dirumahnya dan turun dari motornya.
"hmm.. boleh dehh tapi sebentar aja ya ga enak sama pak bos soalnya !" jawab Noval
Diandra masuk dan diikuti Noval.
"Assalamualaikum. mama.. Diandra pulang"
"waalaikumsalam. loh ko tumben masih siang udah pulang ?" tanya mama heran
Diandra mencium tangan mama dan begitupun Noval.
"iya tan, tadi Diandra pingsan makanya sekarang Noval anter pulang soalnya disuruh pulang sama pak Marwan." jawab Noval
"ya ampun sayang, tapi kamu gapapa kan ?" mama langsung memegang kening Diandra yang tidak panas.
"gapapa ma, Diandra ga demam cuma kecapean aja ko !"
"syukurlah.." ucap mama lega.
"kalo begitu, Noval pamit ya tan soalnya ga enak kalo lama lama kasian Farisya sendirian ditoko" pamit Noval sambil mencium kembali tangan mama Diandra.
"Val kamu ga jadi minum dulu ?" tanya Diandra.
"gapapa, aku balik ya !" jawab Noval
"makasih ya Nak udah mau anterin Diandra." ucap mama
"sama sama tan. assalamualaikum." Noval pun keluar dan segera menaiki motornya dan melakukannya kembali ketoko
"waalaikumsalam" jawab Diandra dan mama bersamaan.
"kamu sekarang istirahat ya Di, jangan lupa makan dulu" suruh mama
"Diandra tadi udah makan ma udah minum obat juga sebelum pulang. Tinggal vitamin aja yang belum." sahut Diandra.
__ADS_1
"yaudah sana kekamar, ganti baju langsung istirahat jangan main handphone !" suruh mama tegas
"siap bos..." ucap Diandra sambil hormat.
Diandra langsung masuk kekamar dan segera berganti pakaian dengan piyama lengan pendek dan celana selutut. Setalah itu dia merebahkan tubuhnya dikasur. Karena meras mengantuk akhirnya Diandra tertidur.
***Farisya...***
Farisya sedikit kerepotan dengan beberapa pengunjung yang terus berdatangan karena dia hanya sendiri. Marwan yang telah selesai dengan pekerjaannya pun membantu Farisya dengan mengambil alih mesin kasir dan melayani pengunjung yang hendak membayar.
Setelah hampir 2 jam akhirnya Farisya dapat beristirahat dengan duduk dilantai sambil melonjorkan kakinya dan memijatnya sedikit.
"Maafin om ya kamu jadi kecapean" ucap Marwan meminta maaf karena melihat Farisya yang sedang kelelahan.
"ehh gapapa om, udah biasa ko aku kaya gini." ucap Farisya yang merasa tidak enak dengan sikap Marwan.
"kamu istirahat aja didalam biar om yang jaga sementara gantiin kamu" suruh Marwan.
"ga usah om.. sebentaran doank ko nanti juga udah enakan kakinya." elak Farisya
Tiba tiba ***ting...*** suara lonceng terdengar dan menampakkan sosok wanita anggun didepan dan dikawal seorang lelaki gagah
"Sya kamu kenapa duduk dilantai" tanya wanita tersebut
Farisya menoleh kearah wanita tersebut dan segera bangun dari duduknya. "ehh nyonya hehehe. gapapa ko tadi Risya cuma pegel aja pengen selonjoran." jawab Farisya kikuk.
"ya ampun Sya.. kamu ada ada aja deh" ucap wanita itu.
Ilham yang melihat Farisya ingin sekali memijat kaki Farisya yang pegal, namun tidak mungkin ia lakukan karena sekarang masih jam kerja Ilham.
"Marwan, ayo keruanganmu !" perintah Indah
"silahkan nyonya" Marwan pun mempersilahkan Indah masuk ke ruangan nya.
"Ham, kamu temani Farisya dan bantu dia kalau ada pengunjung !" titah Indah pada Ilham Ilham hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata sedikit pun.
Setelah indah dan Marwan masuk ke ruangan, Ilham pun mengambil kursi yang ada didekat pintu masuk yang dikhususkan untuk pengunjung yang menunggu dan menyuruh Farisya duduk.
"capek ya ?" tanya Ilham lembut
"ga ko, ini kan ga seberapa dibandingkan dengan mas yang berdiri berjam jam, bahkan dari pagi sampai sore tanpa jeda kecuali di jam makan siang" jawab Farisya. "ehh mas mau ngapain ?" tanya nya lagi yang kaget melihat Ilham jongkok didepan Farisya yang sedang duduk.
"mau pijitin kaki kamu lah, emang mau ngapain ?" jawab Ilham
"ga usah mas, ga enak kalo nanti diliat Nyonya sama pak Marwan" tolak Farisya dengan suara pelan.
"biarin aja kan tadi nyonya sendiri yang bilang buat aku jagain kamu. dan ini salah satunya" Ilham terus memijit kaki Farisya.
Sekitar 10 menit Ilham memijat kaki Farisya akhirnya Farisya pun menyuruh Ilham untuk menyudahi pijitannya.
"mas udah dong, kaki aku udah ga sakit lagi ko." ucap Farisya
"beneran udah enakan ?" tanya Ilham memastikan
__ADS_1
"seriusan mas udah enakan ko" ucap Farisya meyakini. "hmm.. mas Ilham mau aku buatin minum ?" tanya nya
"ga usah, kamu duduk aja disini temenin aku. Kamu ga kangen emang sama aku ? kita kan udah seminggu ini belom ketemu" Ilham
"ya kangen si.." ucap Farisya malu malu
"yaudahh makanya disini aja temenin aku. Aku mau puas puasin liatin kamu mumpung lagi berdua sama kamu." Ilham tersenyum menatap Farisya dan berhasil membuat jantung Farisya meloncat loncat.
"beuhh... mulai gombal dech !" ucap Farisya sambil menundukkan wajahnya karena semakin merasa malu.
...cup... satu ciuman melayang sempurna di pucuk kepala Farisya.
"ekhmm..." Indah yang melihat kejadian barusan berdehem sambil terus tersenyum kearah Ilham.
Farisya langsung bangun dari duduknya dan berdiri, sedangkan Ilhan yang berdiri malah menundukkan wajahnya karena takut dengan Indah.
"udah ga usah malu begitu, saya juga pernah muda kok kaya kalian. Ham kalo udah selesai saya tunggu dimobil ya" Indah tidak hentinya tersenyum melihat pengawalnya yang selalu dingin menjadi semanis itu terhadap Farisya.
"baik nyonya" jawab Ilham
Indah pun keluar menuju mobil.
"tuhkan mas Ilham si modus sama Risya" omel Risya ketika Indah sudah keluar.
"ya maaf Sya, mas juga ga tau kalo nyonya udah keluar. yaudah mas pamit ya ga enak kalo bikin nyonya nunggu lama. bye sayang." Ilham langsung berlari keluar dan masuk kedalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya keluar parkiran toko.
"uhh malu banget gue, ya ampun... ya ampun... ya ampun..." ucap Farisya sambil memegang kedua pipinya dan sambil mendudukkan dirinya di kursi.
Tak lama Noval pun datang dan langsung menyapa Fafisya yang terlihat aneh.
"wouy.. kenapa lo ?" Noval Mengejutkan Farisya
"tuhkan ketauan" teriak Farisya dengan ekspresi kaget nya. "ahh sial lo ngagetin gue aja, makin deg degan deh gue" omel Farisya kepada Noval.
"habis lo ngapain ngoceh sendiri sambil megangin pipi lo terus mukul mukul pinggiran kursi gitu ?" tanya Noval heran.
"ehh lo liat ya ?" ucap Farisya yang sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.
"liat... emang kenapa lo, terus ketauan apa ?" selidik Noval yang semakin penasaran.
"hmm.. ga ada apa apa ko. cuma tadi nyonya kesini sama mas Ilham buat ketemu si bos. dan nyonya nyuruh mas Ilham nemenin gue..." jawab Farisya seketika dipotong oleh Noval
"dan nyonya mergokin lo berdua lagi ngelakuin hal yang ga ga. gitu maksudnya ?" tanya Noval sambil menatap tajam kearah Farisya.
"ga ko. gue ga ngapa ngapain, gila aja lo !" sangkal Farisya
"lahh terus kenapa sampe lo kaya orang ketakutan begitu ??" tanya Noval lagi
"nyonya liat mas Ilham cium kening gue" jawab Farisya yang langsung menutup wajahnya sambil berlari menuju kamar mandi.
Noval tertawa terbahak bahak dengan jawaban Farisya dan membayangkan betapa malunya Farisya dan Ilham saat itu.
***
__ADS_1