
"assalamualaikum.. Ayah, Bunda.." Ucap Noval dan Diandra ketika sudah berada di ruang tengah.
"waalaikumsalam.." sahut ayah dan bunda berbarengan.
"kangeeen... sini sini Diandra dekat bunda !" Bunda pun langsung memeluk Diandra.
"Diandra juga kangen sama Bunda..."
"lebay deh kalian, baru juga minggu kemarin Diandra sama Noval ga kesini bun !" ucap Ayah.
"berarti kan 2 minggu yah mereka ga kesini, wajar dong Bunda kangen ?"
"iya deh iya.. Ayah ngalah aja !"
"mom, Dad. lihat dong aku dibeliin baju sama aunty.." Zeina
"aku juga dong !" Zein
(anggap aja itu Zeina dan Zein ya guys)
"aduh anak mommy cantik dan ganteng. sini sini mommy cium dulu dong !" ucap Diandra.
Zeina dan Zein langsung mencium kedua pipi Diandra dengan posisi Zeina sebelah kiri dan Zein sebelah kanan.
"makasih anak mommy !"
"masa mommy aja, daddy sama eyang ga mau dicium ni ?" tanya Noval.
Zeina dan Zein pun segera mencium kedua pipi Noval dan kedua eyang nya. Liora tersenyum bahagia melihat ke romantisan dan kehangatan keluarganya.
"Zein.. Zeina.."
Tiba tiba ada suara gadis kecil yang memanggil Zein dan Zeina, dan mereka berdua menoleh kearah suara.
Zein dan Zeina langsung berlari sambil merentangkan kedua tangannya menuju gadis tersebut, dan gadis tersebut pun melakukan hal yang sama seperti Zein dan Zeina.
"Kak Rania, Zeina kangen kakak !"
Ya gadis kecil itu adalah Rania, putri pertama dari Nindya dan Raga.
"kakak juga kangen sama Zeina, Zein juga !" Ucap Rania bergantian memeluk Zeina dan Zein.
"eyaaangg.. aku juga kangen sama eyang !" Rania memeluk Mahendra dan Indah bergantian, kemudian memeluk Noval dan Diandra.
"sama aunty ga kangen kak ?" Tanya Liora yanh sudh berada di anak tangga.
"aunty..." Rania berlari dan memeluk Liora.
__ADS_1
"Kakak makin tinggi ya sekarang !" Ucap Liora.
"emang nya kamu, udah dewasa tapi masih kecil aja !" Ledek Raga.
Ya memang hanya Liora lah yang memiliki tinggi badan yang tidak terlalu tinggi, makanya ia selalu dijuluki si anak kecil.
"ish kak Raga mah !" Liora langsung memeluk Raga dan Nindya.
"katanya lo udah mau sampe tadi, ternyata gue duluan yang sampe kak !" Noval.
"gue tadi mampir dulu ke supermarket, tuh lu ambil deh belanjaan gue dimobil !" suruh Raga.
Karena Raga membawa tas pakaian dan Nindya menggendong anak ke 2 nya yang masih bayi.
"oke.. ayo sayang bantuin, kayanya mereka belanja banyak deh !" ajak Noval pada Diandra.
Noval dan Diandra pun mengambil 5 kantong belanjaan, sedangkan Raga dan Nindya bergabung bersama Mahendra, Indah dan Liora. Rania, Zeina dan Zein, mereka langsung saja pergi ke taman belakang untuk bermain ayunan dan seluncur (perosotan 🤣)
"gila lo cemilan semua isinya !" ucap Noval sambil menaruh kantong belanjaan dimeja dapur.
"ya itu kerjaan Rania, katanya kalo ada Zein sama Zeina pasti rebutan cemilannya. hahaha" Sahut Nindya.
"kakak nginep kan disini ?" tanya Liora.
"iya tapi cuma 2 hari aja, soalnya bang Raga harus keluar kota besok dan pulang Selasa malam." jawab Raga.
"terus kak Noval sama kak Diandra juga nginep kan ?" Tanya Liora lagi.
"ga lah, gue udah biasa ditinggal sama Mas Raga. Tar lo juga ngerasain deh !" Nindya membalas ledekan Diandra.
"hahh.. emang kan Bang Raga perginya sama Noval, pasti aja aku juga ngerasain ditinggal suami keluar kota !" Jawab Diandra.
Ya selama menikah, baru kali ini Diandra merasakan ditinggal Noval untuk pergi keluar kota.
"ya ampun sayang, aku pergi cuma dua hari doang lho. Gimana kalo aku pergi ke LN kamu bisa nangis nangis terus kayanya setiap malem !"
Diandra langsung membulatkan matanya dengan ucapan Noval. Tapi Noval hanya tersenyum pada Diandra.
"Dek, pacar kamu mana ? ko kamu masih betah ngejomblo si ?" Raga pun mengalihkan pembicaraannya menjadi meledek Liora.
"Males pacaran, yang ada di skak terus sama bunda sama ayah !" Liora menyilangkan kedua tangannya di dada dan bersender pada sofa.
"ya kamu tuh kalau cari pacar yang beneran dikit dong, jangan berandal berandal kaya gitu !" omel Bunda.
"bukan berandal bun, tapi Harland punya geng motor !" elak Liora.
"apa ?" Teriak Raga, Nindya, Noval dan Diandra berbarengan.
"wah lo dek beneran minta dikurung kalo kaya gitu !" Marah Noval.
__ADS_1
"udah Bun, Yah, jodohin aja deh mendingan ni anak dari pada pacaran ga jelas sama cowok yang ga jelas kaya gitu !" Timpal Nindya.
"ga beres. Terus itu geng motor apa dek, biar gue bubarin sekalian kalo kerjaannya cuma bikin ulah !" Raga pun ikutan.
"Dek, kamu ga sayang ya sama diri kamu sendiri ?" Diandra dengan lembut bertanya pasa Liora.
"tuhkan tuhkan. jadi kaya gini kan ujung ujung nya !" kesal Liora.
"makanya kamu kalo cari pacar yang bener, yang berpendidikan. Minimal punya akhlak yang baik lah Liora, ga harus orang kaya atau yang sederajat sama keluarga kita. yang penting sopan." imbuh Ayah menasehati dengan lembut.
"betul tuh yah, jangan cuma menang ganteng sama banyak duit doang. Duit lo aja ga akan habis dek !" Timpal Noval.
"somboooong amat bang !" Ledek Diandra.
"loh emang benar kan ? Secara dia pemilik cafe & resto ternama diberbagai kota di indonesia." sahut Noval. "yang ada dia pacaran sama orang yang ga bener bukannya dimanjain, tapi malah diporotin. Kenapa bisa ? karena Liora udah tersorot kalau dia putri bungsu dari keluarga Mahendra." Tambah Noval.
"Benar Val, ga sedikit orang yang deketin Liora cuma buat nikmatin uang nya aja. Sampe sekarang mana coba, ga ada kan temennya satu pun yang tulus sama dia kecuali Mona ?" Raga pun membenarkan.
"hayo... pasti lagi gibahin Mona deh?" Seorang yang disebut Mona pun datang sambil berkacak pinggang.
"eh ada Monalisa Ratu Sejagad !" Diandra langsung menyambut Mona dengan bercipika cipiki.
"enak aja Ratu Sejagad !" ucap Mona sambil bergantian bercipika cipiki ria pada semuanya. "kenapa sebut sebut nama Mona barusan ?" Lanjutnya.
"ya begitulah !" Nindya menunjuk Liora dan Mona pun Faham.
"oke, dari pada Liora salah pilih pacar untuk yang ke 3 kalinya, gimana kalo Mona kenalin sama sepupu Mona aja. Dia baru pulang dari Inggris seminggu yang lalu, terus nanti dia mau melamar jadi dosen disalah satu universitas dikota ?" Dengan semangat Mona berbicara.
"lo malah ikut ikutan mereka si Mon bukan nya belain gue ?" Liora tambah kesal.
"kenapa gue ikutan mereka ? karena gue ga mau kalo sahabat terbaik gue jadi kerbau yang disuruh garap sawah. ngerti kan lo maksud gue ?" Mona mai serius.
"iya iya gue ngerti. Tapi awas aja lo kenalin gue sama cowok culun yang punya mata minusnya kelewatan kaya dulu, ganteng emang tapi sayang gue didepan matanya udah dandan cantik pula tapi ga kelihatan !" Ucap Liora mengingat kejadian setahun yang lalu sebelum dia mengenal Harland.
"hahahaha masih inget aja lo kejadian waktu itu. Tenang aja, kakak sepupu gue ganteng ko. Dan dia baru berumur 26 tahun. ya cuma beda 5 tahun lah sama kita sekarang !" Mona.
"Suruh kesini aja sekarang sayang !" Bunda
"Ngebeeeet amat Bun !" Ledek Mona.
"penasaran !" Bunda pun tersenyum bergaya centil.
Liora hanya memutar matanya malas melihat tingkah laku Bundanya, Ayah pun menyetujui usul Bunda.
Diandra, Noval, Nindya dan Raga hanya bisa tersenyum melihat semangat kedua orang tuanya yang ingin menjodohkan Lioran dengan seorang dosen.
Â
__ADS_1
Kita lanjutin ga ni guys ?
Komen