Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Panggilan Telpon


__ADS_3

Dikediaman Aileen dan Liora.


Drtt... drtt... drtt..


"Hp mas Aileen bunyi. Tapi orangnya belum keluar dari kamar mandi. Angkat ga ya ?" Liora berbicara sendiri.


Ia beranjak dari sofa, dan ingin mengambil hp milik Aileen berniat mengangkat telpon tersebut. Namun belum sempat diangkat, panggilan telpon sudah dimatikan. Tak lama Aileen keluar dari kamar mandi dan ponselnya kembali berdering, ia langsung mengangkat panggilan telpon tersebut.


Setelahnya ia berpamitan pada Liora untuk menemui seseorang yang tadi meleponnya, dan meminta Liora agar tak menunggunya. Liora hanya mengangguki ucapan Aileen, karena tak mau banyak bertanya.


Pukul lima sore hari, Liora sedang sibuk dengan laptopnya untuk mengerjakan tugas yang tadi pagi diberikan oleh Aileen.


Ting tong..


Liora beranjak dari kamarnya untuk membuka pintu, karena ART yang bekerja sudah pulang.


"Sore sayang !" Sapa Diandra.


"Kakak.." Liora langsung memeluk Diandra.


"Hmm.. cuma Diandra aja ni yang dipeluk, kakak ga ?" Ucap Noval dibelakang Diandra.


"Iya deh iya !" Liora beralih memeluk Noval. "Loh, si kembar kemana kak ko ga diajak ?" Tanya nya pada Noval dan Diandra.


"Mereka dirumah, tadi kita abis ada acara kantor makanya ga diajak." Jelas Noval.


Liora mempersilahkan kedua kakaknya masuk dan membuatkan minuman untuk mereka, tapi sayangnya Liora tak memasak apapun untuk makan malam karena Aileen mengatakan bahwa ia akan pulang larut. Tapi Diandra dengan sigap langsung menyerbu dapur Liora dan mengobrak abrik dapurnya, hingga hampir satu jam ia berada di sana dengan beberapa menu masakan yang tentunya dibantu oleh Liora dan diganggu oleh Noval.


Hingga tak berapa lama adzan maghrib berkumandang, Noval segera mengajak Diandra dan Liora untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Namun Liora menolak karena memang sebenarnya ia sedang berhalangan, jadi ia lebih memilih untuk menunggu kedua kakaknya selesai sholat dan makan malam bersama.


Kini, Noval, Diandra dan Liora sedang menikmati makan malam bersama mereka dengan sedikit obrolan dan canda tawa yang sejak dua minggu lebih ini tak lagi karena kepindahan Liora. Selesai makan Diandra dan Liora kembali sibuk dengan peralatan masak yang kotor, Noval kembali mengganggu kedua wanita tersebut dengan menyipratkan busa busa ke wajah mereka berdua. Tak mau kalah Liora pun mengusapkan busa yang menempel di telapak tangannya ke wajah Noval. Diandra tertawa sangat keras melihat suaminya yang dikerjai balik oleh adik tersayang nya.


"Sukurin kamu mas. Malah kamu sekarang yang ken imbas nya ! hahaha" Ejek Diandra saat Noval membasuh wajahnya.

__ADS_1


"Liora dilawan !" Bangga Liora.


"yang ada ketampanan aku luntur ni !" Keluh Noval.


"PeDe !" Sahut Liora dan Diandra bersamaan.


Tak terasa waktu menunjukkan hampir jam sembilan malam. Noval dan Diandra berpamitan pada Liora karena pasti si kembar sudah menunggunya.


"Iya kak gapapa. Sebentar lagi mas Aileen pulang ko !" Sahut Liora meyakinkan Noval.


"Oke. Kalo gitu kakak pulang ya dek !" Noval mencium kening Liora seperti kebiasaannya dahulu. Dilanjut pelukan hangat dari Diandra untuk Liora.


"Hati hati kak, jangan ngebut !" Ucapnya sambil melambaikan tangan ketika mobil yang dikendarai Noval maju perlahan meninggalkan halaman rumah Liora.


"Uuhhh.. Sepi deh, sendirian !" Liora menghembuskan nafasnya kasar sambil mengunci pintu rumahnya.


Ia berada diruang tengah sambil meneruskan tugasnya, yang sebelumnya ia mengambil laptop dari kamarnya. Ia terus menarikan jari lentiknya diatas keyboard sampai tak terasa kini hampir jam sebelas malam.


"Mas Aileen ko belum pulang juga sih jam segini ? Ditelpon juga ga dijawab !" Keluhnya sambil menutup laptopnya dan merapikan buku bukunya yang sedikit berserakan.


Pukul 23.24 Aileen baru saja sampai dan memarkirkan mobilnya di garasi. Ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena sudah pasti ia memiliki kunci cadangan. Ia melihat Liora dari kejauhan yang sudah terlelap. Ada rasa bahagia karena ternyata istrinya menunggunya, ada rasa kasihan juga karena melihat Liora yang terlihat lelah. Karena seharusnya ia membantu Liora mengerjakan tugas yang ia berikan tadi pagi.


Aileen mengecup kening Liora dan setelahnya ia mengangkat Liora menuju kamar mereka. Walau harus menaiki tangga, namun langkah Aileen tak goyah bahkan ia dengan gagahnya menggendong tubuh Liora hingga berhasil merebahkan Liora dikasur king size nya tersebut. Ia menyelimuti tubuh Liora dan kemudian ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ia ikut berbaring disamping Liora sambil memeluk Liora dan berkali kali mengecup wajah Liora, hingga membuat Liora sedikit terusik namun tak membangunkannya.


"Maafin aku ya Ra, kamu harus tidur disofa karena nungguin aku !" Ucapnya sambil menatap lekat wajah Liora, dan kemudian ia mendaratkan ciuman di kening Liora. Sesuadahnya Aileen menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya dan kemudian ia pun tertidur dengan memeluk Liora.


Keesokan harinya


Aileen bangun terlebih dahulu karena mendengar dering ponsel nya. Ia menggapai nya dan mengangkatnya dengan suara pelan dan segera berpindah posisi.


"Ada apa ? ini masih subuh !" Ucapnya pelan dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


".......??"


"Kamu gila, bener bener gila tau ga !" Aileen langsung memutuskan panggilan tersebut dan langsung merebahkan dirinya kembali ke kasur.


Kenapa gue harus kejebak dalam situasi kaya gini sih ? Ya Allah apa yang harus gue lakuin, otak gue buntu ! Batin Aileen.


Ia terus bergelut dengan hatinya yang sedang kacau, hingga akhirnya ia menelusupkan kepalanya di dada Liora yang sedang dalam posisi miring.


Nyaman. Itu yang sekarang Aileen rasakan saat berada didekat Liora, bahkan rasanya tak ingin jauh dari Liora sedetik pun.


Pukul enam pagi Liora membuka matanya perlahan dan melihat suaminya yang sedang tertidur sambil memeluk tubuhnya. Ia mengelus rambut Aileen dan beralih ke pipinya. Ditepuk perlahan sebelah pipi Aileen untuk membangunkannya.


"Mas, bangun !" Ucapnya penuh kelembutan.


"Hmm.. Lima menit lagi Ra !" Sahut Aileen yang mengeratkan pelukan pada pinggang Liora.


"Mas ayo bangun, ini udah jam enam lho !" Ucap Liora lagi sambil mengusap pipi Aileen.


"Morning kiss dulu Ra !" Ucap Aileen dengan mata yang masih terpejam.


Cup


"Udah kan mas ?"


"ko cuma pipi aja si Ra, sebelah lagi ! entar aku jalannya miring ke kiri dong karen sebelah kanan nya ga !" Aileen memposisikan dirinya menjadi terlentang.


"Ya ampun !"


"Ayo Ra, atau aku ga mau bangun ni !" Ancam nya.


Mau tak mau Liora menuruti Aileen yang dengan telunjuknua menunjukkan pipi sebelah kanan, kening dan yang terakhir adalah bibirnya. Sesaat Liora menempelkan bibirnya pada bibir Aileen dan hendak beranjak, namun dengan cepat Aileen menarik tengkuk Liora dan melahap bibir Liora. Liora tak menolak, ia juga malah menikmati pagutannya bersama Aileen.


Hingga akhirnya mereka harus menghentikan pagutan mereka karena ponsel Aileen yang berbunyi. Aileen menggapainya dan kemudian melihat nama yang tertera dilayar ponsel. Liora dapat melihat jelas siapa yang melakukan panggilan pada suaminya. Seketika Liora langsung beranjak dan meninggalkan Aileen kekmar mandi.

__ADS_1


Shiit !! Umpat Aileen kesal


__ADS_2