
"Maafkan suami saya pak." Sahut Liora sambil menundukkan badannya.
"Suami ?" Kaget Firlly.
Security tersebut menganggukkan kepalanya namun masih tetap memegang tubuh Firlly. Firlly terus memberontak meminta dilepaskan, atas izin Aileen akhirnya Firlly pun dilepaskan. Kemudian Firlly menatap tajam pada Aileen dan Liora.
"Aku harap kamu jangan pernah ganggu hidup aku lagi. Disini atau di Jakarta !" Seru Liora tegas.
"Tapi kenapa Za ? Kenapa kamu secepat itu lupain aku, padahal aku terus nunggu maaf dari kamu !"
"Aku udah maafin kamu." Jawab Liora cepat.
"Kalo kamu udah maafin aku, kenapa kamu selalu menghindar dari aku Za ? Aku tahu kamu masih sayang sama aku !"
"iyah emang aku masih sayang sama kamu, tapi itu dulu sebelum aku bisa terima kenyataan kalo kamu udah tega lakuin hal itu sama aku. Tapi aku sekarang udah ngebuang jauh perasaan sayang itu buat kamu !" Ujar Liora sambil menahan air mata yang hampir terjatuh mengingat kejadian itu, dimana Ayah nya dan Raga memberikan beberapa bukti.
"Tapi Za.."
"Cukup ! Istri saya udah bilang sama kamu kalo sekarang dia udah ga sayang dan cinta lagi sama kamu. Jadi saya harap kamu terima kenyataan, kalo sekarang Liora udah jadi istri saya !" Potong Aileen.
"Ga mungkin. Ini ga mungkin Za !" Teriak Firlly yang tak terima.
"Ayo mas, aku obatin luka kamu dulu !" Liora menuntun Aileen kembali masuk kedalam kamar hotel.
Firlly menatap sendu kepergian Liora dengan Aileen, hingga ia meneteskan air matanya.
Harusnya aku ga lakuin itu ke kamu Za, mungkin sekarang kamu udah jadi milik aku ! Batin Firlly.
~
"Aw.. ssshhh..." Rintih Aileen.
"Tahan mas !" Liora menekan sedikit luka Aileen.
"Ra, sakit ! jangan diteken gitu dong." Keluhnya.
"Tadi aja dipukul ga kerasa sakit, aku bilang stop stop tapi ga didenger !" Ejek Liora.
"Namanya juga emosi Ra. Aku ga suka istri aku dipeluk peluk sama orang lain !" Jawab Aileen.
"hmm.. Jadi terhura aku !" Canda Liora dengan tawa renyahnya.
"Aku serius Ra. Aku ga suka milik aku dipengenin sama orang lain. Aku ga mau berbagi apapun, apa lagi ini kamu istri aku !" Ujar Aileen serius.
"kamu serius mas ?" Liora memiringkan kepalanya menatap Aileen.
"Serius. Aku ga main main kalo masalah pernikahan !" Liora hanya menganggukkan kepala nya dan kembali mengobati luka Aileen.
"Makasih ya Ra." Liora kembali mengangguki ucapan Aileen.
__ADS_1
Kemudian Liora manaruh kotak P3K kelaci nakas dimana ia tadi mengambilnya. "Kita pesen makan aja ya mas ga usah keluar !" Ucap Liora mengambil telpon yang tersedia, kemudian ia melakukan panggilan pada restoran hotel untuk memesan makanan.
20 menit kemudian makanan diantarkan ke kamar dan mereka segera menikmatinya bersama. Setelah selesai makan siang, Aileen menyandarkan dirinya dizandaran tempat tidur. Ia memegang pipi sebelah kiri nya yang masih terasa berdenyut, Liora yang melihatnya mendekati Aileen dan kemudian mengusap pipi Aileen.
"Masih sakit ya ?" Tanya nya khawatir.
"Ga terlalu sih."
"maaf ya gara gara aku, kamu jadi kelahi sama dia !" Lirih Liora.
"Udah ga usah dibahas, yang penting sekarang aku udah ga apa apa dan semoga aja dia ga akan pernah kembali !" Jawab Liora tegas. Liora mengangguk dan masih mengelus pipi Aileen.
Aileen memegang tangan Liora dan kemudian menciumnya "Janji ya Ra, jangan khianati pernikahan kita. Walau kamu belum bisa cinta sama aku begitu juga aku Ra ga akan khianati pernikahan kita."
"Iya mas aku janji sama kamu !" Liora berbalik mencium tangan Aileen dan tersenyum. Aileen terkejut, namun ia langsung mengulas senyum diwajahnya.
~
Firlly
Disebuah parkiran taman didalam mobil Firlly terus merutuki dirinya yang telah membuat kesalahan pada Liora dimasa lalu. Seharusnya ia tak melakukan itu pada wanita mana pun, karena ia telah memiliki seorang kekasih yang begitu perhatian dan mencintainya. Ia terus memukul mukul setir mobil yang tak salah apa apa sambil terus meracau tak jelas.
"Za.. harusnya aku ga lakuin hal itu, aku terlalu bodoh Za !" Racaunya.
Kemudian Firlly melajukan mobilnya menuju apartemen dimana ia tinggal beberapa bulan ini. Ya Firlly memilih meneruskan pendidikannya di Korea, karena ia ingin melupakan sesuatu yang selama ini membuatnya sangat menyesal.
Didalam kamarnya, Firlly hanya terus berdiam sambil terus menunduk kan kepalanya dengan posisi duduk ditepi ranjang. Sesekali ia meneteskan air matanya.
"Aaarrrggghhh... Sial sial sial ! Kenapa disaat gue memantapkan hati buat lupain Liora dan ngebuang semua tentangnya, malah sekarang gue ketemu sama Lior dan suaminya disini !" Firlly melemparkan bantal guling dan selimut ke sembarang arah.
"Aaarrrggghhh.....!!!!!!!!" Firlly terus berteriak sesuka hatinya didalam kamar.
Untung saja sebelumnya ia sudah mengaktifkan mode senyap dan untungnya lagi ia hanya tinggal sendiri di apartemen tersebut.
Back Liora
Liora merasakan sesuatu yang berat di perutnya, ia pun menoleh kebawah dengan sedikit mengangkat kepalanya.
Mas Aileen ? Kenapa dia tidur diperut gue ? Batin Liora.
Saat hendak mengangkat kepala Aileen dari atas perutnya, ternyata Aileen sudah bangun dan membuka matanya. Tatapan matanya bertemu dan mata Liora, ia mengulas senyuman di bibirnya. Aileen menggeser tubuhnya menjadi sejajar dengan Liora, kemudian ia menindih tubuh Liora yang masih dengan posisi terlentangnya. Liora begitu terkejut dengan apa yanh dilakukan Aileen.
Entah sadar atau tidak dengan kelakuannya, Aileen malah mencium lembut bibir Liora. Kemudian satu tangannya mangambil sebelah tangan Liora yang sedang berusaha mendorong dirinya dan menggenggamnya erat. Aileen terus mencium dan ******* bibir Liora yang menurutnya terasa begitu manis.
"Kenapa ga bales Ra ? Bukannya ini bukan yang pertama buat kamu !" Bisik Aileen ditelinga Liora hingga membuatnya merinding. "Kenapa detak jantung kamu kenceng banget, kamu degdegan pasti ya ?" Lanjutnya meledak.
"M-mas..." Ucap Liora gugup.
"Please ya Ra, bolehin aku buat bikin moment yang ga akan pernah kita lupain dia ini sebelum besok kita pulang ke Indonesia !" Bisik Aileen lagi pada Liora yang masih berat diposisinya.
__ADS_1
Liora tak menjawab dan hanya menatap mata Aileen. Aileen yang tak kunjung mendapat jawaban pun langsung kembali mencium bibir ranum Liora. kemudian ia menurunkan ciumannya pada leher Liora. Liora yang merasa kegelian langsung menggeliatkan tubuhnya membuatnya goyang kesana kemari. Aileen terus menikmati kegiatannya hingga terdengar nafasnya yang semakin memburu.
Liora menutup mulutnya rapat namun nafasnya semakin tak beraturan. "Lepas aja, Sayang !" Bisik Aileen lagi. "Aaahhh..." Akhirnya satu desahan lolos dari mulut Liora.
Aileen semakin bersemangat untuk melanjutkan aktifitasnya dan membuat Liora semakin mendesah. Perlahan Aileen mulai membuka kancing kemeja yang kini dikenakan Liora, ia menatap sesuatu yang sangat indah yang dibalut dengan bra berwarna hitam. Liora hanya bisa pasrah ketika Aileen mulai menjamahi gundukan kembar milik Liora. Sebenarnya ia ingin sekali menolak, namun tubuhnya berkata lain.
Aileen terus bermain digundukan kembar Liora hingga akhirnya Aileen pun menyesapnya, Liora yang mulai tak tahan pun menjambak rambut Aileen kencang. "Mas... aaahhhh...."
Aileen berhenti sejenak dan memeluk erat tubuh Liora yang kini bagian atasnya sudah tak memakai sehelai benang pun. "Aku boleh lanjut ga Ra ? Aku mau kamu jadi milik aku seutuhnya Ra !" Lagi lagi Aileen berbisik ditelinga Liora. Seperti tersihir dengan kata kata Aileen, akhirnya Liora pun mengangguk menyetujuinya.
Aileen kembali bersemangat, ia pun menanggalkan pakaiannya dan kemudian ia membuka sisa pakaian Liora yang kini hanya tinggal memakai celana levis nya. Aileen menatap sesuatu dibawah sana yanh sebentar lagi akan ia bobol pertahanannya. Liora begitu malu, ia pun berusaha menutupinya dengan tangannya. Tapi Aileen tak membiarkannya, ia malah membuka lebar kaki Liora. Kemudian ia menindih lagi tubuh Liora dengan mr.J yang sudah mengeras.
Perlahan Aileen melancarkan aksinya, ia mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun.
"Aaww... Mas, sakit. hiks hiks.." Pekik Liora.
"Tahan ya sayang, cuma sebentar ko !" Aileen langsung mencium bibir ranum Liora dan sebelah tangannya meremas gundukan Liora. Dan hanya dalam beberapa kali hentakkan Aileen berhasil membobolnya, darah segar pun keluar dibawah sana.
"Aaahhhh..." Aileen pun berdesah dan menghentikan kegiatannya sebentar memberi ruang untuk Liora.
"Hiks.. Sakit mas !" Liora masih mencengkram bahu Aileen dengan kencang, hingga sedikit membuat lukisan yang terbuat sari kuku kuku panjang Liora.
"Sakitnya cuma sebentar, nanti kita sama sama ngerasain nikmatnya Ra !" Goda Aileen.
"Mas.." Manja Liora.
Dirasa Liora sudah tak merasakan sakit, Aileen kembali melamu mundur kan lagi pinggulnya dengan perlahan. Liora yang mulai menikmati terus berdesah dan terus memanggil Aileen dengan 'Mas'
"Mas... Ahhh...."
"Ya Sayang.. aaahhhh...
Hingga akan sampai pada puncaknya mereka pun sama sama mengerang dan Liora menarik tengkuk Aileen dan membenamkan dilehernya sendiri. Nafas Aileen semakin memburu dileher Liora, membuat Liora semakin menikmatinya.
"Mas, aahhhh... Mas... ahhh...." Desahan Liora semakin menjadi ketika Aileen semakin mempercepat gerakannya.
Dan.. satu, dua, tiga..
"Aileen... Ahhh..."
"Liora... Ahhh..."
Mereka sama sama melepaskan kenikmatannya sambil memanggil nama masing masing.
~~
Bersambung dulu yaaa
Author ga kuat lagi buat ngetiknya ni 😂😂
__ADS_1
**jangan lupa terus dukung author dengan cara like, komen dan vote ya readers..
happy reading. 😘😘**