
Selesai sarapan mereka langsung membereskan pakaian Liora karena akan segera pindah ke rumah yang sudah dibeli Aileen yang sudah dijadikan maskawain untuk Liora.
"anak kecil mau kemana ko bawa koper begitu ?" Ledek Raga yang sedang menaiki anak tangga.
"ish.. Kak Raga ah, kesel deh !" Raga pun tergelak melihat Liora yang tersipu malu.
"udah siap semua Fan ?" Raga pun beralih pada Aileen.
"udah kak." sahut Aileen sambil membawa dua koper milik Liora.
"yaudah ayo. Sini dek kakak bawain punya kamu !" Kemudian Raga mengambil alih satu koper Liora dan bersamaan menuruni tangga.
Hingga akhirnya tiga buah mobil pun melaju membelah jalanan menuju sebuah perumahan yang lumayan terbilang elit. Tepat didepan sebuah rumah bergaya eropa berlantai dua, Mobil yang dikendarai Raga, Noval dan Aileen pun berhenti dan terparkir disana.
Kemudian mereka pun turun dan membawa beberapa koper milik Liora kedalam. Namun sayang nya Aileen belum memiliki ART dirumah itu, karena atas permintaan Liora.
Saat memasuki ruang tamu, mata mereka tertegun dengan apa yang mereka lihat. Karena ruang tamu tersebut pun di design bergaya eropa yang terbilang sangat 'WAW'
"widih.. liat sayang, Liora mah emang beda deh !" ucap Noval pada Diandra seraya meledek Liora.
"iya ya sayang.. Mentang mentang suaminya pewaris tunggal sekaligus dosen, minta apa aja langsung ditirutin !" Timpal Diandra sambil menggandeng kedua anaknya.
"iri ? Bilang bos !" Liora pun menyahuti sambil mengambil alih Raynand dari gendongan Nindya.
"ayo kita masuk !" Ucapnya sambil mengayunkan tubuh mungil Raynand.
Aileen hanya tersenyum melihat tingkah laku wanita yang baru sehari menjadi istrinya.
"Ze, Na, kita keliling yuk lihat rumah aunty dan uncle !" Ajak Rania antusias.
Rania, Zein dan Zeina pun mengelilingi setiap ruang dalam rumah tersebut. Kemudian Diandra dan Nindya pun menyusul langkah Liora yang mulai melangkahkan kakinya di anak tangga menuju kekamarnya.
Diandra pun membuka mulutnya dengan lebar saat melihat kamar milik Liora yang terlihat sangat memukau. Nindya yang melihatnya langsung menutup mulut Diandra yang ternganga. "hap..." Ucap Nindya sambil menutupnya.
Diandra melepas tangan Nindya dan tersenyum malu kearah Nindya. "gila kamu dek, ini kamar bagus banget !" ucapnya.
"kalo gini si gue betah Li, kalo nginep juga gue maunya disini aja ah !" Seru Nindya.
__ADS_1
"kakak tenang aja, karena semua kamar aku bikin senyaman mungkin dan sama kaya kamar aku ko !" Sahut Liora sambil memainkan tangan Raynand.
"serius lo dek !" tegas Nindya dan diangguki oleh Liora.
Saat mereka bertiga asik berbincang terdengar suara teriakan Rania, Zein dan Zeina dari lantai bawah.
"Mommy..." Zein dan Zeina.
"Mami.." Rania.
Diandra, Nindya dan Liora yang masih menggendong Raynand pun langsung berlarian kelantai bawah. Karena panik dan penasaran Liora yang sedang menggendong Raynand pun hampir kehilangan keseimbangannya saat berlari di anak tangga untuk turun. Untunglah Noval dan Aileen yang sedang menaiki anak tangga tersebut dapat menangkap tubuh Liora dan menyelamatkannya beserta Raynand.
"Astaga Liora. lo apaan si lari lari di tangga gini sambil bawa Raynand pula !" Omel Noval sambil mengambil Raynand dari gendongan Liora.
"maaf kak. Gue penasaran sama anak anak yang teriak dibawah !" Sahut Liora menunduk dengan mata berkaca kaca.
"Ya tapi ga harus lari lari juga dong dek. Kalo aja tadi ga ada yang nolongin, gimana sekarang nasib lo sama Ray ?" Noval yang tak habis fikir pun tetap memarahi Liora.
Liora meneteskan air matanya sambil menunduk dan meminta maaf pada Noval. Aileen pun langsung merangkul bahu Liora dan memenangkannya.
"lain kali jangan diulang lagi ya Ra. Kamu harus ingat keselamatan kamu, apa lagi kamu lagi bawa Raynand !" Ucap Aileen sambil mengusap air mata Liora.
"yaudah sekarang ayo turun, Ray biar gue yang bawa !" Seru Noval.
"Udah sayang udah. Buat sekarang dan seterusnya jangan sampai diulang lagi ya sayang !" Ujar indah lembut sambil mengelus rambut panjang Liora, dan diangguki oleh Liora.
Noval menyerahkan Raynand pada Nindya dan menarik Liora kedalam pelukannya. "maaf ya tadi gue bentak lo dek. Tapi gue marah karena gue sayang sama lo, gue takut lo kenapa kenapa !" Ucapnya.
"iya kak gapapa, gue juga minta maaf karena selalu teledor !" Sahut Liora.
"Aunty. Maafin kakak ya !" Rania pun sudah berdiri dibelakang Liora. kemudian Liora memutar badannya dan berjongkok menghadap Rania sambil mengusap pipinya yang masih basah. "gapapa kakak. Kakak ga salah ko !" Sahut Liora.
"kalian istirahat aja dulu. Biar bunda sama Diandra yang masak buat makan siang ya. Aileen, bawa Liora buat istirahat ya !" Seru Indah dan Aileen pun mengangguk mengerti.
Aileen mengulurkan tangannya pada Liora. Liora pun mengangkat kepalanya menatap Aileen dan kemudian meraih tangan Aileen dan bangun dari posisi jongkoknya. Kemudian Liora dan Aileen berjalan bergandengan tangan menuju kamar mereka yang terletak dilantai atas.
"Mas, kamu istirahat aja dulu. Aku sama Diandra masak ya !" Seru Indah yang diangguki oleh Mahendra.
Tapi bukannya beristirahat, Mahendra malah menemani ketiga cucunya didalam kamar yang memang dibuat khusus oleh Luora dan Aileen untuk keponakannya tersebut.
sedangkan Nindya yang sedang menggendong Raynand, Noval dan Raga memilih bersantai diruang keluarga sambil menonton televisi.
__ADS_1
Indah dan Diandra sedang asik dengan berbagai bahan makanan yang akan di masaknya yang memang telah ia siapkan dari rumah besar. Karena Indah tahu jika Liora pasti belum membeli bahan bahan keperluan untuknya, dan benar saja apa yang difikirkan oleh Indah.
Satu jam lebih Diandra dan Indah berkutat di dapur dengan masakan masakannya. Setelah dirasa cukup, Diandra menata berbagai macam masakannya diatas meja.
Saat Diandra sedang menata makanan, Indah pergi memanggil suami dan anaknya untuk segera makan. Indah pun meminta Nindya untuk memanggil kan Liora dan Aileen.
Tok tok tok
"Liora, Aileen. Makan siang dulu !" Ucap Nindya didepan pintu kamar Liora.
Ceklek
Aileen pun membuka pintu kamarnya "kenapa kak ?" Tanya nya pada Nindya yang masih berdiri didepan pintu.
"Bunda sama Diandra udah masak. kita makan dulu !" Jelas Nindya. "Mana Liora ?" Lanjutnya.
"Liora tidur beneran kak. Kayanya dia capek semalem udah larut banget tidurnya karena kakinya sakit !" Jelas Aileen.
"oh.. Yaudah kalo gitu biarin aja dia tidur. Kamu turun ya kita makan dulu !" Suruh Nindya dan Aileen pun mengangguk kemudian dia menutup pintu kamarnya dan mengikuti langkah Nindya.
"loh.. Liora mana Leen ?" Tanya Mahendra.
"Liora tidur yah. ga tega banguninnya !" Sahut Aileen dan Mahendra hanya mengangguk anggun kan kepalanya.
"oke, sekarang ayo kita makan dulu. Raynand sama suster ya sayang !" Ucap Nindya sambil mengambil Raynand dari Raga dan mengantarkannya pada suster dikamar anak anak. "Suster, maaf dong tolong pegang Raynand, saya mau makn dulu !"
"Baik bu !" Suster Milla pun mengambil Raynand dari gendongan Nindya.
"Rania, Zein, Zeina. Ayo kita makan dulu sayang. Biar suster bisa gantian juga makannya, kalian makan bareng sama Mami dan yang lain ya !" Ajak Nindya pada mereka.
"suster Erika sama suster Milla, gantian aja ya makannya. Biar bisa pegang Raynand !" Suruh Nindya.
"iya bu." Sahut Erika dan Milla bersamaan.
Dimeja makan.
"Leen, kamu ga ada rencana buat ambil ART gitu ? Kayanya kakak ga yakin deh kalo Liora bisa pegang semua pekerjaan rumah sendiri !" Tanya Diandra.
"Aileen juga belum tau kak. Tapi Liora bilang sih nanti dia aja yang ambil ART nya, soalnya ibu temennya ada yang butuh pekerjaan !" Sahut Aileen sambil menyuapkan makanannya.
"kalo emang nanti Liora ga dapet ART bilang kakak ya Leen, soalnya sepupunya suster Milla ada yang lagi cari pekerjaan." Ucap Nindya sambil menyiapkan Rania.
__ADS_1
"iya kak. Biar nanti Aileen bicara in dulu sama Lioranya." Sahut Aileen.