
Braaaak
"Liora.." Teriak Mona dan Mahesa berbarengan.
"astogeee kuping gue congean dah !" Bentak Arjuna.
"panik panik gue panik. Liora mana Liora ?" Mona begitu tergesa gesa karena tak menemukan Liora bersama dengan Diandra, Arjuna dan seseorang yang tak tahu siapa.
Mona berlarian dianak tangga menuju kamar Liora. Mahesa pun segera menyusul Mona yang berlari.
Ga berubah tuh anak masih selanang selonong aja ! Batin Aileen.
Mona dan Mahesa langsung memeluk Liora dan Mona menangis meraung raung di pelukan Liora.
"Maafin gue Li, maafin gue. Gue ga bisa jagain lo Li, maafin gue !" Tangis Mona.
"maafin gue juga ya Li, gue juga ga bisa lindungi lo !" Mahesa pun merasa bersalah atas apa yang terjadi dengan Liora.
"guys,, gue ga bisa nafas, kalian yang mau bunuh gue, ha ?" Liora sudah mulai bersikap biasa.
"gue sedih Li.. hiks.." ucap Mona.
"gue ga kenapa kenapa ko Mon, gue baik baik aja." ucap Liora tersenyum.
"yaudah dek, kita turun ya ga enak sama dosen kamu !" Nindya dan Mona pun menggandeng Liora turun kebawah.
Kaya gue kenal tuh orang ! Batin Mona.
Mona pun menatap tajam lelaki yang duduk di kursi single tersebut. Aileen yang melihat Mona sedang menatap dirinya pun tersenyum melihat Mona dan melambaikan tangannya.
Aileen berdiri dari duduknya, Mona pun berlari menghampiri Aileen.
"Jhofan.." Teriak Mona ketika sudah mengingat siapa lelaki tersebut.
Aileen merentangkan tangannya dan memeluk hangat tubuh Mona yang langsung menubruk dirinya.
Semua mata tertuju padanya bahkan Mahesa yang berpacaran dengan Mona pun tidak mengetahuinya.
"Lo jahat sama gue, telpon, wa, line, dm gue ga pernah lo bales !" Dengan satu tangan Mona memukul mukul dada Aileen.
"Sorry gue sibuk !" Sahur Aileen Satar.
Mona melepaskan pelukannya dan menatap malas pada Aileen.
"ngambek gue sama lo !" Mona melipat kedua tangannya didada.
"lo kam tau rumah bonyok, kenapa ga kesana ?" Tanya Aileen.
"Sorry gue sibuk !" Mona pun mengikuti gaya Aileen yang tadi dan langsung duduk disebelah Aileen di pinggiran kursi.
Nindya, Diandra, Liora, Mahesa dan Arjuna terus menyimak pembicaraan mereka berdua. Dan tiba tiba Arjuna pun membuka suara.
"ekhm kacang mahal.. ekhm butuh penjelasan !"
"ehh iya.. hehehe" Mona pun tersentak "ini lho orang yang pernah aku caritain sama kalian, yang aku bilang mau aku jodohin sama Liora !"
__ADS_1
"Mona !" Aileen
"what ?" Arjuna
"hah !" Mahesa
"apa ?" Liora
(mereka barengan ya kaget nya.)
"iya gue serius !" Tukas Mona.
"yang kamu bilang sepupu kamu yang baru pulang dari LN dan sekarang lagi ngurus berkas buat daftar jadi dosen di salah satu universitas ?" tanya Nindya menegaskan dan diangguki Mona.
"Mon ga usah cari masalah deh." Ucap Aileen datar.
Mona lo yang bener aja, masa gue dijodohin sama dosen gue sendiri ! Batin Liora.
"maaf ya pak, jangan dengerin Mona. Otaknya kadang ga fungsi !" Liora menjadi tidak enak hati.
"ya gapapa saya tau dia seperti apa. jadi kamu ga perlu minta maaf !" Sahut Aileen.
"gue serius Jho, Li. gue mau jodohin kalian berdua !" Tegas Mona.
"kalau begitu saya permisi. Ayo balik !" Aileen langsung menarik tangan Mona.
"ehh... Hes, hes tolong gue. Liora fikirin baik baik !" Teriak Mona.
"lah lah lah.. Mon !" Mahesa pun berteriak.
"Li lo beneran mau dijodohin sama pak Alien ?" Tanya Arjuna
"eh Liora. Lo kenapa si tadi, coba ceritain sama gue sedetil detil nya !" Suruh Mahesa.
Liora pun menceritakan kejadian awal sampai akhir, Nindya dan Diandra pun kembali membayangkan dan kembali meneteskan air matanya.
Mahesa begitu geram dengan tindakan Harland "Sialan itu anak, perlu dikasih pelajaran !" Mahesa mengepalkan tangannya.
"Perlu pelajaran apa, biar kakak bantu !" Suara Kiki begitu lantang terdengar.
Ilham langsung memeluk Liora menyalurkan kasih sayang nya. Kiki pun melakukan hal yang sama bergantian dengan Ilham.
"gimana keadaan kamu ?" tanya Kiki.
"aku baik kak. aku gapapa !" Jawab Liora.
"terus kita harus apa Kak, Di ?" Tanya Kiki lagi.
"kalian harus kasih peringatan sama Harland, tapi jangan sakiti dia ! ancam dia, kalo berani sekali lagi sentuh Liora, ga cuma dia yang jadi sasaran tapi perusahaan keluarganya bakal kita hancurkan !" Nindya berucap penuh ketegasan.
"ngeri ngeri gurih cuy.. baru anak perempuannya yang ngomong, belom kak Noval apa lagi ayah. pasti lebih serem !" Bisik Arjuna pada Mahesa.
"diem lo berisik !" Bisik Mahesa juga.
"Cari tahu Ki, dimana anak itu sekarang !" Perintah Ilham.
__ADS_1
Kiki pun dengan serius mengotak atik laptop nya dan mencari keberadaan Harland dengan bermodal nomor ponselnya.
"Ketemu !" Teriak Kiki girang.
Semua kaget mendengar teriakan Kiki yang begitu bersemangat, bahkan Arjuna sampai tak sadar jika mengeluarkan kata kasar.
"g*bl*k !" Pekik Arjuna terkejut.
"Arjuna !" Teriak semuanya sambil menoleh kearah nya dan memeototinya.
"ehhh... hehehe maaf ga sengaja !" Kikuk Arjun sambil menggaruk tengkuknya.
"lo bisa ga si ga usah teriak begitu, bikin kaget aja !" ketus Ilham.
"sorry sorry, terlalu semangat gue Ham !" Kiki pun menutup laptop nya dan langsung mengajak Ilham segera menuju lokasi.
"kak, gue ikut ya, ya ya ya ?" Arjuna menarik turunkan alisnya.
"yaudah ayo buruan !" Ucap Ilham.
"Ayo lo juga ikut !" Arjun langsung menarik tangan Mahesa.
"kak, kita pergi dulu !" Pamit Mahesa.
-
Ditempat lain
-
"Jadi lo yang selametin Liora ? dan lo ikutin Liora diam diam ?" Ucap Mona pada Aileen setelah mendengarkan cerita Aileen.
"gue ga selametin, tapi gue cuma nolongin !" Ledek Aileen.
"sama aja Jhofan ! Terus lo kenapa ga pernah kasih kabar sama gue, mana gue ga pernah tau kalo lo ngajar dikampus gue." Mona.
"ya gue ga sempat, lagi juga gue males kalo gue bilang ke lo gue ngajar dikampus yang sama dengan lo. yang ada lo setiap hari gangguin gue !" Aileen.
"ish.. sepupu durhaka emang lo !" Kesal Mona. "tapi ko gue ga liat lo ya dikampus ?" tanya Mona lagi.
"kata siapa ? kita pernah lo ketemu di parkiran, cuma lo aja yang ga engeh sama gue !" Aileen
"Masa, dimana ? ko lo ga nyapa gue !" Mona
"ga, soalnya lo lagi mesra mesraan sama cowok yang tadi dateng bareng lo ! lagi pula gue baru mulai ngajar kemarin siang, di fakultas manajemen bisnis." Aileen.
"owh.. pantes gue ga tau, soalnya gue ambil jurusan seni !" Mona.
"masih ga berubah ! tapi om sama tante setuju sama keputusan lo ?" Tanya Aileen.
"ya awalnya si ga, tapi bodo amat lah gue suka, gue cinta !" Jelas Mona. "Jho, lapeer !" rengek Mona.
Aileen pun langsung memberhentikan mobilnya tepat didepan sebuah restoran seafood kesukaannya.
-
__ADS_1
Bersambung..
-