
Prov Aileen
Setelah drama yang terjadi antara Mona dan Aileen setelah acara selesai tadi, akhirnya Aileen menyetujui untuk mengantarkan Liora kembali kerumahnya walau Liora sempat menolak tapi Mon berhasil membujuk kedua orang tersebut.
Dan disinilah sekarang Aileen berada, diatas kasur miliknya disebuah kamar yang berdominn berwarna putih tersebut. Ia berbaring terlentang sambil menatap foto didalam layar ponselnya dengan menampilkan sesosok wanita cantik yang masih ia dambakan hingga saat ini.
Setelah dirasa cukup untuk memandangi foto sang mantan tersebut Aileen pun menaruh ponselnya diatas malas, dan mencoba memejamkan matanya. Miring kiri, miring kanan, tengkurab, hingga kembali terlentang namun matanya tetap saja enggan terpejam memikirkan seseorang nan jauh disana Yang sekarang sudah menjadi milik orang lain.
Mata Aileen menatap lurus pada langit langit kamarnya dan membayangkan senyuman sang mantan, namun entah mengapa senyum sang mantan tersebut kini berubah menjadi senyum dari bibir Liora. Tanpa Aileen sadari sudut bibirnya pun bergerak membentuk senyum manis ketika wajah sang mantan berubah menjadi wajah Liora.
Tersadar dengan lamunannya, Aileen mengusap kasar wajahnya dan merubah posisi nya menjadi duduk dengan bersender di kepala ranjang.
"kenapa wajah Joanna jadi wajah Liora ?" Aileen pun bingung sendiri. "aaahhhh... apa apaan si gue, kenapa jadi mikirin Liora begini si !" Aileen pun beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi dan mengguyur kepalanya untuk mendinginkan seluruh isi kepalanya.
Setelahnya Aileen mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, dan ia pun menuju balkon kamarnya. Suasana malam yang begitu dingin tapi tidak bagi Aileen yang sedari tadi sedang berada dalam keadaan hati yang memanas mengingat seseorang yang masih bermain dihatinya.
"Andai aja kamu mau bersabar dan menungguku setahun lagi, aku pasti bahagia banget bisa hidup bersama dengan kamu An." Lirih Aileen sambil Memejamkan matanya dan mendongakkan Kepalanya.
Lagi lagi ia membayangkan wajah cantik sang mantan yang sedang tersenyum padanya, "sayang kamu sekarang udah jadi milik dia An, dan apalah aku sekarang buat kamu !" Lirih Aileen lagi.
"aaarrrggghhh...." Aileen kembali mengusap kasar wajahnya. "cukup Fan, cukup lo kaya gini. lo harus move on, move on !" Seru Aileen sambil menggerakkan tangannya ke sembarang arah.
Ia kembali kedalam dan membaringkan dirinya dikasur. Setelah cukup lelah bergelut dengan fikiran nya akhirnya Aileen terlelap diwaktu yang hampir pagi hari tersebut.
***
Sang matahari sudah menelisik masuk kedalam kamar melalui tirai tirai dibalik jendela, namun sosok gadis berparas cantik tersebut masih enggan untuk membuka matanya.
"Liora... bangun dek udah siang, kamu ga ngampus emang ?" beberapa ketukan pintu dari Diandra tak mampu membangunkan gadis tersebut.
Tidak ada sahutan sedikit pun dari Liora, hingga akhirnya Diandra memutuskan untuk masuk kedalam kamar Lioda dan membangunkannya secara langsung.
"Dek bangun udah siang !" Seru Diandra sambil menggoyang bahu Liora.
Liora menggeliat kan tubuhnya kemudian perlahan membuka matanya dan menampilkan sosok kakak ipar tersayang nya.
"kenapa kak ?" Tanya nya sambil mengucek kedua matanya.
"ko malah tanya kenapa, ini udah jam 9 Liora, kamu ga kekampus ?" Sahut Diandra.
Sontak ucapan Diandra membuat Liora begitu terkejut dan segera berlari menuju ke kamar mandi dan berganti pakaian.
"hati hati Liora, yang ada kamu bisa jatuh !" Seru Diandra ketika melihat Liora yang semakin gerabag gerubug.
"kakak kenapa ga bangunin aku dari tadi si, aku hampir telat ni !" Omel Liora.
"kamu tidur kaya kebo bunting, udah diketok ketok dari tadi masih ga nyahut !" Sahut Diandra.
*kenapa Zeze sama Nana ga bangunin aku si kak ?" Tanya Liora sambil memakai sepatunya.
__ADS_1
"mereka dijemput Mama dari pagi, makanya mereka ga berisik kan sekarang !" Sahut Diandra lagi.
"yudah ya kak, aku berangkat. Assalamualaikum." Liora pun berlari dari kamarnya dan meninggalkan Diandra.
"waalaikum salam. Liora..Liora !" Diandra pun menggelengkan kepalanya.
Sementara dikampus Arjuna sudah mulai gelisah karena 10 menit lagi kelas akan segera dimulai, dan harusnya hari ini mereka menyerahkan tugas kelompok yang telah selesai mereka kerjakan.
"Duh si Liora mana si ni, kenapa belom dateng si Jun ?" Sisi pun mulai meras cemas karena semua tugasnya dipegang oleh Liora.
"Guys.. sorry gue telat !" ucap Liora dengan nafas yang terengah-engah sambil memberikan tugas pada Sisi.
"gila lo Li, gue hampir mau pingsan ini !" Ucap Arjuna.
"lebay banget lo Jun ! lo kenapa Ra, kesiangan ?" Tanya Sisi.
"iya ni capek banget gue badan gue juga pada sakit semua, butuh kang urut ni gue kayanya !" Sahut Liora sambil memijat mijat pundaknya.
"Selamat pagi semua.." Sapa Aileen saat masuk kedalam kelas.
"pagi pak.." sapa semua siswa siswi.
"baik, silahkan kumpulkan tugas yang kemarin saya berikan pada kalian !" Titah Aileen.
Semua kelompok mengumpulkan tugasnya masing masing dimeja Aileen, dan Aileen pun memulai menjelaskan matkulnya.
"pak.." seorang siswi bernama Bella pun mengangkat tangan.
"iya Bella. apa yang mau kamu tanyakan ?" Aileen.
"bapak umur berapa si, ko kayanya masih muda banget ya ganteng lagi !" Tanya Bella.
Seisi kelas pun menjadi ricuh karena pertanyaan Bella.
"ssuuutttt..." Aileen pun menenangkan. "oke akan saya jawab, umur saya 26 tahun di tahun ini. Ada lagi ?" jawabnya.
"kenapa bapak pindah dari Inggris dan memilih tinggal di Indonesia ?" tanya seorang gadis yang duduk bersebelahan dengan Bella.
"ya yang pertama, karena orang tua saya asli Indonesia. yang kedua karena study saya di inggris sudah selesai. dan yang ketiga....." Aileen sempat menggantungkan ucapannya. "yang ketigaaaaa karena saya cintaaaaa Indonesia, makanya saya kembali ke Indonesia !" Lanjutnya.
"hhhuuuuu....." kembali seks kelas menjadi ricuh karena mendengar jawaban Aileen yang tak sesuai harapan.
"kirain karena cinta seseorang pak !" Celetuk Arjuna.
"tentu Juna, kalo saya ga cinta sama orang tua saya pasti saya ga akan mungkin kembali kesini !" Sahut Aileen sambil memutar spidol ditangannya.
"ah bapak ga seru !" Ucap Liora.
"iya ni, masa bapak dosen yang ganteng gini ga ada yang dicintai !" Sisi pun ikut mengejek Aileen.
__ADS_1
"Nanti akan saya jawab semua pertanyaan kalian, dan sekarang saya pamit. Selamat siang semua." Aileen pun langsung meninggalkan kelas dan menuju ke ruangan nya.
"Huahahaha.. kocak juga ya ternyata si pak alien itu !" Seru Arjuna sambil tertawa.
"lah kemaren kemaren kemana aja Jun ?" Tanya Sisi.
"diem di tempat gue Si !" Sahut Juna.
"kantin yuck, laper ni gue ga sempat sarapan !" ajak Liora pada Juna dan juga Sisi.
Mereka bertiga pun berjalan beriringan sambil mengobrol, Dania dan Salsa yang juga akan menuju kantin pun melontarkan kata kata yang cukup membuat Liora geram.
"Eh eh Sa, lo tau ga si kalo kemarin tuh sebelum adegan peluk pelukan sama pak Aileen ternyata si Liora itu mesra mesraan sama anak geng motor itu tuh !" Seru Dania menyindir Liora.
"ah masa Dan, ko bisa ya habis mesra mesraan sama anak geng motor terus peluk pelukan sama dosen. Gila banget ga si Dan ?" Salsa pun sengaja mengeraskan suaranya.
Beberapa orang yang berlalu lalang lun banyak yang mendengarkan perkataan Dania dan Salsa bahkan ada juga yang berhenti hanya untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
"ya pasti gila lah Sa, masa iya ga punya malu tuh orang nya. Kalo gue sih jadi dia udah hengkang dan ga akan mu lagi kuliah disini !" Seru Dania lagi.
"heh.. cabe, maksud lo apa si ngomong kaya gitu ? lo nyindir Liora ?" Sisi yang geram pun angkat bicara.
"oups.. ada yang merasa Dan !" Ledek Salsa lagi.
"ya iyalah Sa, kan pemeran utamanya lagi jalan bareng sama ini anak !" Dania pun menunjuk bahu Sisi dan mendorong nya dengan ujung telunjuknya.
"lo tuh...." Sisipun menghentikan ucapannya karena permintaan Liora.
"cukup Si, lo ngeladenin dua cabe ini berarti lo sama aja kaya mereka !" Liora mencoba berusaha setenang mungkin tidak emosi.
"tapi Raaa...." Sisi pun berbalik arah menatap Liora.
"gapapa, mereka ga tau apa apa tentang gue makanya mereka bisa bilang kaya gitu !" Tukas Liora lagi.
"halah.. sok bijak lo, biar apa biar dipuji sama banyak Orang gitu ?" Dania pun semakin mencela Liora.
"Cukup ya Dania, Salsa jangan sampe gue yang masih bisa tahan emosi gue akhirnya ngamuk disini. Dan kalo lo udah buat gue marah, gue jamin seujung rambut lo pun ga akan selamat !" Liora pun berucap dengan nada mengancam.
-
**Bersambung..
-
Tandai typo coz suka males ngecek
Jangan lupa buat komen, like, rate dan vote ya readers..
Makasih buat yang udah mampir, luph² deh buat kalian..😘**
__ADS_1