Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Bayangin Nikah


__ADS_3

Dan.. satu... dua... tiga... CUP


Liora terkejut dan langsung memundurkan wajahnya. Sedangkan Aileen malah tersenyum melihat wajah Liora yang mulai memerah.


"Katanya tadi kamu mau Ra !" Goda Aileen.


"eh.. hmm.. itu.. anu.."


Dan lagi Aileen mencium kilat bibir Liora.


"Mas.."


Aileen langsung memeluk tubuh Liora. Entah apa sekarang perasaan Liora ? Senang dan malu menjadi satu, bahkan sepertinya ia tak mau melepaskan pelukannya dari Aileen untuk menyembunyikan wajahnya yang semakin bersemu.


Aileen melepaskan pelukannya namun Liora semakin membenamkan wajahnya pada dada Aileen. Kemudian Aileen meraih pipi Liora dan menatap wajahnya dalam, wajah Liora tambah memerah dan rasanya semakin panas saja. Jantungnya semakin kencang berpacu hingga terdengar olehnya.


"Maaf ya aku udah berani cium kamu tadi !" Seru Aileen. Liora tak bisa menjawab apapun, ia hanya mengedipkan matanya saat Aileen terus menatapnya.


Aileen terus menatap netra indah Liora, dan kemudian ia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Liora. Dan lagi Aileen mencium bibir Liora, namun kali ini dengan waktu yang cukup lama. Merasa tidak ada penolakan dari Liora, Aileen pun terus melanjutkan ciumannya pada bibir Liora. Setelah itu ia melepaskannya dan kembali menatap wajah Liora. Sesungguhnya Liora sekarang ingin sekali menenggelamkan dirinya didasar laut agar tak bisa lagi ditatap oleh Aileen. Sungguh begitu malu dirinya saat ini.


Lama mereka terdiam dengan saling menatap, tak ada pembicaraan atau pergerakan diantara keduanya hanya saling tatap dan menatap. Aileen tersenyum dan membenarkan rambut Liora dan menyelipkannya dibelakang telinga. Entah perasaan apa yang sekarang hinggap di hati mereka, ada sensasi lain yang mereka rasakan. Keduanya sama sama masih terdiam namun saling melempar senyum, kemudian mereka tertawa kecil.


"Ra, boleh lagi ga ?" Ucap Aileen tanpa ragu dan diangguki oleh Liora.


Dengan semangat Aileen langsung kembali mencium bibir Liora. Bahkan kali ini Liora pun membalasnya. Bukan hal pertama bagi Liora, karena sebelumnya ia pernah merasakan ciuman pertama bersama Firrly saat akan melepas kepergian Liora dari kota Semarang waktu itu. Aileen semakin bersemangat, bahkan keduanya sama sama menikmati pagutannya. Hingga nafas mereka hampir habis barulah mereka melepaskannya.


"Makasih ya Ra !" Seru Aileen yang kini memeluk erat tubuh Liora. Liora hanya menganggukkan kepalanya.


Aileen beranjak dari duduknya menuju kamar mandi setelah nafasnya kembali normal, ia membersihkan dirinya setelah seharian ini berkeringat. Disusul Liora juga yang sama seperti Aileen. Kini keduanya berbaring pada kasur yang sama dan selimut yang sama. Mereka hanyut dalam fikiran mereka masing masing, hingga akhirnya Aileen menggeser kan tubuhnya sangat dekat dengan Liora. Ia menopang kepalanya menggunakan sebelah tangan, Liora yang merasa ditatap pun menoleh tanpa merubah posisi.


"Kamu kenapa si liatin aku terus ?" Tanya Liora heran.


"Seneng aja. Kayanya sekarang hobi aku nambah deh Ra !"


"hobi apa ?"


"hobi mandangin wajah kamu Ra !" Aileen tersenyum geli.


"Dih bisa gombal juga kamu mas. hahaha. aku kira kamu bisanya cuma serius aja !"

__ADS_1


"ini tulus loh Ra dari hati aku !"


"hmm.. iya deh iya aku percaya !" Sahut Liora meledek.


"Ra, seandainya aku mulai ada perasaan sama kamu gimana ?" Tanya Aileen mulai serius.


"Ya gapapa lah mas, aku ga larang kamu. Malah bagus dong, dengan begitu aku yakin kalo kamu ga akan lakuin sesuatu yang buruk nantinya !"


"Terus kamu gimana Ra ? apa kamu juga sama kaya aku ?" Tanya Aileen.


"hmm.. jujur sih mas aku belum punya perasaan apa apa sampai sekarang, tapi aku mulai nyaman ada dideket kamu." Jawaban Liora membuat hati Aileen bahagia. Walaupun belum ada perasaan dihati Liora, namun Aileen senang dengan tidak ada penolakan apapun dari Liora.


"Jujur aja Ra, aku sebenarnya emang suka sama kamu dari pertama ketemu. Kamu tuh lucu Ra, anaknya asik juga apa adanya. Kamu ga sombong kaya kebanyakan anak anak orang kaya lainnya. Ya walau dulu perasaan itu cuma sebatas suka dan kagum aja si Ra !" Tutur Aileen masih dalam posisinya.


Liora membalikkan badannya menjadi menghadap Aileen dan menatapnya dalam. Ada rasa tak percaya didalam hati Liora dengan penuturan Aileen barusan.


"Serius ?" Liora mengerutkan keningnya. Aileen haya ngangguk ngangguk.


~Indonesia~


"Liora lagi apa ya kira kira sekarang yang ?" Mona merasa kepo dengan kegiatan Liora pada malam hari.


"Hehehe. Tunangan gue tau aja deh. Hahaha" Sahut Mona.


"Dih fikiran lo kacau Mon !" Seru Juna.


"ya gak kacau lah. Wajar gue mikir kesana, mereka kan udah sah !" Sahut Mona ketus.


"Ya semoga aja ya Mon, biar gue punya keponakan. Pasti anaknya Liora sama pak Aileen ganteng dan Cantik deh !" Sisi jadi membayangkan seorang bayi, anak dari Liora dan Aileen.


"Pasti cakep lah calon keponakan gue !" Sahut Mona.


~Liora~


"uhuk uhuk uhuk.."


"Kenapa Ra ?" Aileen panik dengan Liora yang tiba tiba terbatuk.


"Ga tau ni mas tiba tiba keselek. uhuk uhuk.." Aileen langsung memberikan segelas air pada Liora.

__ADS_1


~


"kira kira kalo kita punya anak muka mereka mirip lo apa gue ya Si ?" Celetuk Juna pada Sisi.


"Ya man gue tau ? Kan gue ga tau mau nikah sama siapa jadi belom bisa bayangin anak gue mirip siapa !" Sahut Sisi menanggapi.


"Coba Si lo bayangin kita nikah, terus kita punya anak. Pasti anaknya mirip gue deh, ganteng !" Sisi pun menuruti ucapan Juna dan membayangkan jika ia menikah dengan Juna dan memiliki anak.


"Pasti kalo cewek mirip gue ya Jun, cantik dan manis !" sahut Sisi.


Mona dan Mahesa jadi terkekeh dengan ketidak sasaran mereka, bahkan Mona sampai medasa gemas dengan kebodohan Sisi sekarang. Tersadar dengan tawa dari Mona dan Mahesa, Sisi menjadi memukul bahu Juna kencang membuat sang empunya merasakan kesakitan.


"Sakit Si ! Gila lo !" Keluh Juna sambil mengusap usap bahunya yang memanas.


"Lo yang gila. Ya kali gue nikah sama lo terus punya anak dari lo !" Omel Sisi.


"yaelah ini kan cuma seandainya doang Sisi. Tapi kalo jadi kenyataan si gapapa gue rela ! hahaha" Ejek Juna mendapat pukulan bertubi dari Sisi.


"Lo berdua mending beneran nikah deh, dari pada cuma berkhayal doang ! hahaha" Mahesa.


"Bener tuh. Kan kalian sekarang sama sama jomblo tuh. Apa lagi Sisi yang belom pernah sama sekali pacaran !" Timpal Mona.


"Ogah.. mending gue jomblo aja dari pada harus sama dia !" Tolak Sisi ketus.


"Awas lo nanti jadi bucin sama gue !" Ucap Juna meledek.


"Ga akan ya Jun. Gue mau cari suami yang ga pake ajak pacaran tapi langsung nikah !" Sisi menyahuti santai.


"Yaudah kalo gitu ayo sekarang kita ke KUA ! hahaha" Juna.


"Ngebet amat lo pengen nikah sam gue ?" Sisi pun menjadi kesal dibuatnya.


"hahahaha" Tawa Juna dan Mahesa.


"Ih wauw.. lo kalah start yang !" Ucap Mona.


"tenang aja yang, besok gue langsung siapin acara pernikahan kita !" Mahesa menarik turunkan alisnya.


"Kerja dulu baru nikah !" Mona mengusap kasar wajah Mahesa gemas.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2